Jump to content
congek

Peneliti LIPI: COVID-19 Berpotensi Menular Lewat Feses

Recommended Posts

corona.jpg.28b94a837c3a8064fceed4b46516e9b4.jpg

Peneliti mikrobiologi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Sugiyono Saputra mengatakan kalau COVID-19 juga berpotensi menular melalui feses. Ini adalah cara penularan lain dari yang telah diketahui luas lewat percikan cairan tubuh yang terkontaminasi virus corona jenis baru tersebut. 

"Sebetulnya hal ini tidak mengherankan karena pada kasus SARS, kontaminasi feses juga merupakan salah satu rute penyebaran yang terjadi pada sebuah apartemen di Hong Kong," kata Sugiyono kepada ANTARA, Jakarta, Kamis 12 Maret 2020.

Penularan lewat feses pula yang diduga terjadi dari hewan perantara alami kelelawar ke hewan perantara lain seperti musang dan trenggiling. Musang diketahui menjadi hewan perantara untuk kasus infeksi virus corona penyebab SARS pada 2003 lalu, sedang trenggiling dan ular disebut-sebut untuk kasus virus corona terbaru yakni COVID-19. 

Sugiyono menuturkan, beberapa studi menunjukkan virus corona COVID-19 terdeteksi pada sampel yang diambil dari area anus beberapa pasien di Cina. "Bahkan persentase hasil positifnya lebih besar dibandingkan dengan deteksi pada sampel yang diambil di area mulut pasien," katanya sambil menambahkan hasil studi di satu rumah sakit di Singapura yang juga menemukan virus itu  pada area toilet, wastafel, lantai, dan gagang pintu.

Menurut Sugiyono, penyebaran virus melalui feses sebetulnya bukan hal baru. Beberapa penyakit seperti Hepatitis A, polio, dan diare yang disebabkan oleh rotavirus juga menular melalui rute feses. Oleh karena itu, die menekankan, menjaga kebersihan tangan dan sanitasi lingkungan mutlak harus dilakukan untuk mencegah penularan berbagai penyakit, tidak hanya COVID-19.

"Variasi rute penyebaran ini merupakan salah satu hal yang dapat menjelaskan mengapa COVID-19 begitu massif menular ke banyak orang," katanya.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...

  • Similar Content

    • By Brenda_Christie
      Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menyatakan uang kertas berpotensi menyebarkan virus Corona baru atau COVID-19, sehingga orang harus mencoba pembayaran tanpa kontak fisik. Ia juga harus mencuci tangan setelah menyentuh uang kertas, karena COVID-19 yang infeksius dapat menempel di permukaan selama beberapa hari.
      Juru Bicara Pemerintah dalam Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto berpendapat faktor utama penyebaran Corona ialah percikan (droplet) batuk atau bersin dari orang yang terpapar virus tersebut. Ia mencontohkan jika dirinya sebagai orang terpapar.
      “Kalau sekarang saya sakit, lalu saya bersin dan uangnya Anda terima. Lalu Anda menggosok hidung, [maka] tertular," kata Yurianto, ketika dihubungi reporter Tirto, Jumat (27/3/2020).
      Namun jika ia bersin atau batuk lantas uang itu baru dipergunakan orang lain satu hingga dua pekan berikutnya, kata dia, maka tidak akan tertular.
      Yurianto mengatakan uang bukan media utama penyebaran virus COVID-19. Namun ia menegaskan masyarakat harus menekankan pentingnya mencuci tangan.
      “Tidak harus uang. Saya pegang pulpen usai bersin, kemudian pulpennya diberikan ke orang lain, orang itu pegang hidung dan makanan sebelum cuci tangan, maka kena (tular) juga,” kata pria yang akrab disapa Yuri itu.
      Pemerintah pun berusaha mengurangi penyebaran COVID-19, salah satunya dengan mengarantinakan uang. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Onny Widjanarko mengatakan untuk pengisian mesin-mesin ATM, akan diisi dengan uang baru.
      “Uang yang masuk ke BI kami masih karantina (selama) 14 hari. Kami utamakan saluran uang baru. Demi keamanan dan keselamatan, disarankan masyarakat gunakan uang elektronik, internet banking, mobile banking dan QRIS," ucap Onny ketika dihubungi reporter Tirto, Jumat (27/3/2020).
      Hal itu ia anggap sangat selaras dengan situasi saat ini karena banyak masyarakat bekerja dan tinggal di rumah. “Jadi dengan gunakan empat hal yang saya sebutkan, berarti kita semua telah turut berpartisipasi menanggulangi penyebaran COVID-19,” imbuh Onny.
      Jika masa karantina uang rampung, kata dia, uang bisa diedarkan ke masyarakat. Karena BI memiliki cukup stok uang baru, maka itu yang kini beredar.
      "Untuk keamanan dan keselamatan masyarakat, yang baru diedarkan sesuai kebutuhan," lanjut Onny.
      BI juga mengklaim jumlah uang tunai yang ada kini cukup memenuhi kebutuhan selama enam bulan. Uang tunai itu akan didistribusikan oleh 46 bank via kantor cabang dan mesin ATM.
      "Stok uang kami jauh lebih dari cukup (sekitar Rp450 triliun), hampir enam bulan. Jangan khawatirkan higienitas uang itu. Kami juga menyarankan (penggunaan) uang non tunai. Bukan hanya mencegah, tapi membuat lebih baik," kata Gubernur BI Perry Warjiyo, Kamis (26/3/2020).
      Ketua Asosiasi Ekonomi Kesehatan Indonesia Hasbullah Thabrany berujar cara yang dilakukan BI sudah cukup bagus. "Semoga itu membantu, (uang) yang ada di ATM harus steril saja sudah bagus," kata dia ketika dihubungi reporter Tirto.
      Namun upaya tersebut ia nilai tidak cukup efektif karena tidak mungkin seluruh uang harus ditarik dari peredaran, sebab transaksi tanpa uang tunai belum memadai.
      "Saya tidak yakin uang beredar bisa ditarik, juga belum ada data berapa banyak kasus yang tertular dari uang," kata Thabrany.
      Menurut dia bukan lembaran uang yang harus dikarantina, tapi ubah perilaku penduduk. "Jika perlu paksa dengan denda besar," tegas Thabrany.
      Jumlah kasus positif COVID-19 di 28 provinsi di Indonesia mencapai 1.046 pasien per 27 Maret 2020. Dari data itu, 46 pasien dinyatakan sembuh, sementara 913 pasien lainnya berstatus dalam perawatan.
      Angka kematian pasien COVID-19 di Indonesia menjadi 87 jiwa per 27 Maret dan menjadi yang tertinggi di Asia Tenggara, serta melampaui negara-jiran lainnya. Sebagai perbandingan, Malaysia saat ini memiliki kasus terbanyak di Asia Tenggara, yakni 2.031 pasien, hanya memiliki jumlah kematian sebanyak 24 jiwa.
      Kasus Positif COVID-19 Indonesia
      Berdasarkan Data Per 28 Maret 2020

      Data ini sesuai dengan yang tercatat di laman John Hopkins University. Sementara itu, berdasarkan data per 26 Maret 2020 dari WHO, Cina menjadi peringkat pertama dalam kawasan Western Pacific dengan 81.961 kasus Corona. Ada 3.293 kematian di sana. Untuk wilayah Eropa, Italia nomor satu karena ada 74.386 kasus dan 7.505 kematian.
      Indonesia pun menerima bantuan 40 ton alat kesehatan guna penanganan pandemi COVID-19 ini.
      “Bantuan ini berasal dari investor Cina yang berfokus pada hilirisasi minerba. Bantuan tahap 1 sudah tiba, selanjutnya minggu ini akan datang lagi yang tahap 2, kami bergerak cepat," ujar Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Agung Kuswandono.
      Pasokan medis itu terdiri dari test kit Covid-19, swab kit, masker N95, masker bedah, alat pelindung diri seperti baju, kacamata, sarung tangan. Seluruh barang itu akan didistribusikan melalui BNPB, rumah sakit-rumah sakit, dan jaringan Fakultas Kedokteran.
      Peta Sebaran COVID-19 Indonesia
      Data per 27 Maret 2020

    • By Brenda_Christie
      Penyanyi country Amerika Serikat, Joe Diffie, yang pernah merilis sejumlah hits pada tahun 1990an seperti "Home" dan "Pickup Man," meninggal dunia setelah dites positif mengidap COVID-19. Dia berusia 61.
      Diffie pada Jumat (27/3) mengumumkan dia mengidap virus corona itu, menjadi bintang country pertama yang secara terbuka mengungkap diagnosis itu. Juru bicara Diffie, Scott Adkins, mengatakan penyanyi itu meninggal dunia pada Minggu (29/3) karena komplikasi akibat virus itu.
      Diffie, asal Tulsa, Oklahoma, merupakan anggota Grand Ole Opry selama lebih dari 25 tahun. Hitsnya termasuk "Honky Tonk Attitude," "Prop Me Up Beside the Jukebox (If I Die)," "Bigger Than the Beatles" dan"If the Devil Danced (In Empty Pockets)."
      Albumnya yang dirilis pertengahan 90an, "Honkey Tonk Attitude" dan "Third Rock From the Sun" mendapat platinum. 18 lagunya masuk jajaran 10 lagu terbaik, lima diantaranya nomor 1. 
      Diffie meninggalkan seorang istri, Theresa Crump, dan lima anak dari empat pernikahannya.
    • By congek
      Pernyataan juru bicara penanganan virus corona, Achmad Yurianto, bahwa sabun detergen bisa membunuh virus corona viral di media sosial. Sebagian mencemoohnya karena dianggap mengada-ada. "Emang you pikir Virus Corona spt pakaian kotor yg dicuci pake detergen," bunyi penggalan kicauan pemilik akun twitter @OmBrewoks3. 
      Yurianto sendiri menyampaikannya saat meminta masyarakat terus menjalankan perilaku hidup sehat untuk mencegah penyebaran virus corona COVID-19. Dia mencontohkan untuk tidak saling berbagi alat makan, minum.
      "Silakan pakai di rumah tapi langsung dicuci pakai sabun karena kita tahu virus ini sangat rapuh jika terkena detergen, dia akan gampang pecah, gampang mati. Detergen apa pun," ujar Achmad Yurianto ketika menggelar konferensi pers di RSPI Sulianto Saroso, Jakarta Utara, Senin 16 Maret 2020.
      Berbeda dengan sebagian netizen, peneliti mikrobiologi di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Sugiyono Saputra, tak terkejut dengan pernyataan Yurianto itu. Dia menduga Yurianto mengungkapkannya berdasarkan sebuah penelitian di Amerika Serikat yang menguji efektivitas detergen dalam kebiasaan mencuci pakaian pada 2007 lalu.
      Penelitian itu, kata Sugiyono menerangkan, membandingkan penggunaan detergen dan detergen yang ditambah bahan pemutih dalam menginaktifkan beberapa virus enterik yang terdapat pada pakaian. Virus enterik adalah yang berasal dari saluran pencernaan, yakni adenovirus, rotavirus, dan virus hepatitis A.
      Hasil penelitian menunjukkan setelah melalui siklus cuci, pembilasan, dan pengeringan selama 28 menit, ternyata faktor terpenting untuk pengurangan jumlah virus pada pakaian adalah setelah melewati siklus pengeringan dan penambahan pemutih (yang mengandung sodium hipoklorit 5,25%).
      Berdasarkan penelitian itu, Sugiyono menjelaskan, mencuci dengan detergen saja tidak efektif untuk menghilangkan atau menginaktifkan virus. Tapi penggunaan natrium hipoklorit mengurangi jumlah virus menular pada kain setelah dicuci dan dikeringkan hingga 99,99%.
      "Jadi kesimpulannya, penggunaan pemutih (bleaching agent) dapat mengurangi jumlah virus enterik dalam cucian," katanya.
    • By news
      Sejumlah kota besar di AS termasuk ibukota Washington, D.C. menutup tempat keramaian, termasuk museum dan restoran sebagai langkah "social distancing" alias pembatasan sosial untuk menjaga jarak untuk menekan penyebaran COVID-19. Langkah ini dilakukan di tengah musim yang biasanya ramai kegiatan.
       

About Ngobas

Ngobas is All-in-One website that can be use by everyone for free to find friends and exchange information. The name Ngobas is derived from the abbreviation, which is Ngomong Bebas Originally Sedap, meaning that it is appropriate to speak according to the ethics of socializing.

CEO’s Greeting

I realize that information and communication are the main things in life. Ngobas is the right platform for that. We will always be connected wherever we are and that is the purpose Ngobas was built.

- Samuel Berrit Olam

×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy