Jump to content

WNI Akan Diobservasi 14 Hari di Natuna Sebelum Kembali ke Rumah


peter_hutomo

Recommended Posts

  • Premium Account

1027353000_wnidariwuhan.thumb.jpg.ec670abc831017ca3e8ce0a4639dc467.jpg
Pemulangan WNI dari Wuhan

Menteri Kesehatan (Menkes) dr Terawan Agus Putranto mengatakan, 238 Warga Negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Wuhan, China, harus menjalani masa observasi selama 14 hari di kompleks militer di Pulau Natuna, Riau.

Terawan menuturkan, pihaknya sudah mempersiapkan fasilitas bagi para peserta observasi agar mereka tidak stres selama menjalani masa-masa itu.

"Kita bisa meyakini berjalan baik, tak stres, menikmati 14 hari dengan baik," kata Terawan.

Sekadar informasi, 238 dievakuasi dari Wuhan, China, menggunakan maskapai Batik Air menyusul adanya virus korona. Kekinian, rombongan telah berada di Bandara Hang Nadim, Batam, Riau.

238 WNI yang telah tiba selanjutnya akan dipindahkan ke pesawat TNI AU untuk diterbangkan ke Pulau Natuna. Di sana, mereka harus menjalani masa observasi selama 14 hari sebelum kembali ke rumah.

Edited by peter_hutomo
Link to comment
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
  • Similar Content

    • By VOAIndonesia
      Seorang petugas kesehatan memegang vaksin COVID-19 Anhui Zhifei di Shenyang, di Provinsi Liaoning timur laut China pada 21 Mei 2021. (Foto: AFP)
       
      Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menyetujui penggunaan vaksin COVID-19 yang diproduksi oleh unit Produk Biologis Chongqing Zhifei China untuk penggunaan darurat. Vaksin tersebut merupakan vaksin China keempat yang diizinkan untuk digunakan di Indonesia.
      Kepala BPOM Penny Lukito mengatakan, vaksin rekombinan protein yang akan diberikan dalam tiga dosis dengan jeda masing-masing selama tiga bulan ini memiliki tingkat efikasi sekitar 81 persen, dengan efikasi 77,47 persen terhadap varian Delta, lebih rendah dibandingkan varian lainnya, ujarnya.
      Reuters melaporkan uji coba vaksin Zifivax dilakukan di China, Uzbekistan, Pakistan, Ekuador, dan Indonesia, yang melibatkan 28.000 orang, dengan kemanjuran berdasarkan tingkat keparahan.
      Indonesia juga telah menyetujui penggunaan vaksin Sinovac, Sinopharm, dan CanSino.
      Indonesia, yang beberapa waktu lalu sempat menjadi episentrum COVID-19 di Asia, kini telah memvaksinasi seperlima dari populasinya yang berjumlah sekitar 270 juta orang.
      Indonesia telah mencatat lebih dari 4,2 juta kasus virus corona dengan 142.000 kematian secara keseluruhan, tetapi rata-rata infeksi harian telah turun secara dramatis sejak puncak krisisnya pada Juli.
      Mahendra Suhardono, Kepala Industri Biofarmasi Jakarta yang bermitra dengan Zhifei, mengatakan vaksin Zifivax bisa diproduksi di Indonesia tahun ini.
      Zhifei dan unitnya, Anhui Zhifei Longcom Biopharmaceutical, tidak segera menanggapi permintaan komentar. [ah/rs]
    • By VOAIndonesia
      Vaksin Pfizer yang dibeli pemerintah Indonesia Kamis malam (19/8) tiba di bandara internasional Soekarno-Hatta (Soetta).
      JAKARTA — Dalam jumpa pers secara virtual dari kantornya di Jakarta, Kamis (19/8), Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menjelaskan pemerintah Indonesia telah membeli 1.560.780 dosis vaksin Pfizer dan vaksin tersebut telah tiba di bandara internasional Soekarno Hatta, Cengkareng, Kamis (19/8).
      "Kemudian 567.500 dosis vaksin AstraZeneca dan lima juta (dosis) vaksin Sinovac yang akan diterima besok. Pemerintah akan terus meningkatkan ikhtiar guna menjamin pasokan vaksin untuk kebutuhan rakyat Indonesia," kata Retno.
      Selain itu, lanjut Retno, pemerintah Indonesia hari ini juga menerima sumbangan vaksin AstraZeneca dari pemerintah Belanda. Dia menambahkan itu merupakan pengiriman tahap pertama dari vaksin AstraZeneca donasi Belanda.
      Retno menambahkan pemerintah Belanda sudah memberikan komitmen untuk menghibahkan tiga juta dosis vaksin AstraZeneca melalui mekanisme kerjasama bilateral.
      Komitmen dari negara Kincir Angin tersebut diperoleh dalam pertemuan antara Menlu Retno dengan Menteri Luar Negeri Belanda Sigrid Kaag serta Perdana Menteri Belanda Mark Rutte pada 1 Juli lalu di Ibu Kota Den Haag.
      Indonesia Targetkan Vaksinasi 200 Juta Warga
      Secara terpisah, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah berencana memvaksinasi lebih dari 200 juta penduduk Indonesia hingga akhir tahun ini. Kalau dibutuhkan dua dosis tiap orang maka pemerintah perlu memasok sekitar 400 juta dosis vaksin COVID-19.
      "Alhamdulillah, kita sudah memiliki komitmen untuk memperoleh sekitar 370 juta dosis (vaksin COVID-19). Sedangkan sisanya untuk kontrak yang sudah ditandatangani mudah-mudahan tanggalnya bisa kita pastikan untuk dapat memperoleh 430 (juta dosis) sampai akhir tahun (ini)," ujar Budi.
      Menurut Budi, ada empat jenis vaksin yang dibeli oleh pemerintah Indonesia, yakni Sinovac, AstraZeneca, Pfizer, dan Novavax. Dari keempat jenis vaksin yang dibeli Indonesia itu, Sinovac sudah mulai diterima sejak Januari lalu, AstraZeneca dan Pfizer baru datang bulan ini.
      Budi berharap hingga akhir tahun ini Indonesia bisa menerima 50 juta dosis vaksin Pfizer dan 20-30 juta dosis vaksin AstraZeneca yang memang dibeli oleh pemerintah Indonesia.
      Budi menambahkan pemerintah masih menunggu persetujuan dari FDA (Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika serikat) untuk 50 juta dosis vaksin Novavax yang diharapkan izin itu akan keluar segera.
      Di samping memperoleh pasokan vaksin COVID-19 dengan cara pembelian, pemerintah juga berusaha mendapatkan vaksin COVID-19 melalui mekanisme multilateral Gavi/WHO untuk memperoleh 180 juta dosis vaksin COVID-19.
      Dari Gavi, Indonesia sudah memperoleh vaksin AstraZeneca. Sedangkan untuk vaksin Pfizer dan Sinovac dari Gavi akan diterima mulai bulan Agustus ini. Dari Gavi, lanjut Budi, pemerintah Indonesia akan menerima sekitar 4,6 juta dosis vaksin Pfizer.
      Selain melalui mekanisme pembelian dan Gavi, pemerintah juga menerima hibah vaksin COVID-19 dari beberapa negara, termasuk dari Belanda.
      Bukti Solidaritas Belanda pada Indonesia
      Duta Besar Belanda untuk Indonesia Lambert C. Grinjs mengatakan sumbangan vaksin AstraZeneca untuk Indonesia tersebut merupakan bukti solidaritas pemerintah Belanda kepada Indonesia dalam membantu upaya penanganan pandemi COVID-19.
      Seperti Indonesia, lanjut Grinjs, Belanda juga mendukung prinsip kesetaraan akses terhadap vaksin COVID-19 bagi seluruh negara di dunia. [fw/em]
    • By keenion
      Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto meminta seluruh pihak tetap kompak dalam menghadapi pandemi Covid-19. Sebab saat ini varian virus delta semakin meresahkan dan dibutuhkan kerja sama seluruh pihak.
      "Kita harus sangat-sangat waspada dan untuk itu kita harus sangat kompak, untuk itu kita harus meninggalkan perasaan perbedaan pandangan, kita harus tinggalan perbedaan-perbedaan, kita jangan menghujat siapa pun, mengkritik dengan baik, tapi tolong kita harus mencapai atau membangun suatu ketenangan, kekompakan," katanya dalam diskusi virtual, Jumat (9/7/2021).
      Dia pun optimis Indonesia bisa menghadapi pandemi Covid-19 saat ini. Prabowo juga meminta masyarakat agar tidak panik. Kuncinya yaitu mengurangi mobilitas.
      "Kita optimis, jangan panik, bahaya ini bisa kita atasi. Tapi tentunya kita harus disiplin salah satunya mengurangi mobilitas yang tidak perlu sekali," jelasnya.
      Patuhi Aturan
      Prabowo juga meminta agar masyarakat patuh aturan pemerintah. Serta berperan untuk menangani pandemi saat ini.
      "Jadi benar-benar harus patuh pemerintah, ambil peran serta dan menyampaikan masalah dengan baik, jangan mencari masalah lagi menghadapi tantangan dan kesulitan," tutupnya. 
    • By keenion
      Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan Asrama Haji di Pondok Gede siap beroperasi menjadi RS Darurat untuk pasien Covid-19 pada Sabtu (10/7/2021) pagi ini.
      Dari hasil kuniungannya pada Jumat (9/7/2021) kemarin, Jokowi menilai Asrama Haji sudah selesai renovasi untuk menjadi rumahnsakit darurat penanganan Covid-19.
      "Saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Menteri Kesehatan, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), beserta seluruh jajarannya yang sudah bekerja keras dalam waktu lima hari menyiapkan Asrama Haji dikonversi menjadi rumah sakit," kata Jokowi.
      Jokowi yakin RS Asrama Haji bisa beroperasi per Sabtu pagi ini, karena dirinya sudah mengecek langsung seluruh kesiapan di rumah sakit darurat tersebut.
      "Saya sudah cek ke dalam, peralatan kesehatan, penggantian AC, kemudian perbaikan lift untuk pasien, saya lihat sudah dalam keadaan 99 persen siap," seru dia.
      Kapasitas 910 Tempat Isolasi

       
      Pemerintah telah menyiapkan 910 tempat tidur isolasi, termasuk 36 HCU (high care unit) untuk pasien Covid-19 di Asrama Haji. Termasuk sebanyak 370 tempat tidur untuk tenaga kesehatan.
      Selain di Asrama Haji Pondok Gede, pemerintah juga telah menyiapkan sejumlah tempat untuk isolasi lainnya di Rumah Susun Nagrak sebanyak 2.273 tempat tidur, dan di Rumah Susun Pasar Rumput sebanyak 5.952 tempat tidur.
      Di samping itu, Pemerintah juga menambah kapasitas Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet sebanyak 1.200 tempat tidur untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19.
    • By keenion
      Kisah memilukan menimpa pasangan suami istri Kades Trosemi, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo, Sariyanto, 69, dan istrinya, Asih Sariyanto, 64.
      Pasutri tersebut meninggal dunia terpapar Covid-19 di hari yang sama, Jumat (9/7/2021). Sang istri meninggal lebih dulu saat dalam perawatan intensif di RSUD dr Moewardi Solo pukul 03.00 WIB.
      Sementara Sariyanto menyusul kepergian sang istri pada pukul 13.00 WIB. Rencananya kedua pasutri ini akan dimakamkan berdampingan di Dukuh Trosemi hari ini. Sekretaris Camat (Sekcam) Gatak, Ariyanto, menyampaikan kabar duka tesebut.
      “Hari ini kami berduka karena kehilangan Kades Trosemi dan istrinya yang meninggal dunia karena Covid-19,” kata dia
      Kades Sariyanto meninggal dunia di rumahnya saat menjalani isolasi mandiri. Kedua pasangan tersebut sama-sama memiliki penyakit penyerta (komorbid).
      Dikatakannya, Asih Sariyanto telah menjalani rawat inap di RS Moewardi sejak Rabu (7/7/2021) lalu.
      Sebelumnya Sariyanto juga menjalani rawat inap di rumah sakit. Namun yang bersangkutan pulang paksa setelah mengetahui sang istri di rawat di rumah sakit.
      Kemudian Asih Sariyanto meninggal dunia sekitar pukul 03.00 WIB. Prosesi pemusalaran jenazah Asih belum dilakukan, Sariyanto justru menyusul sang istri.
      “Pemusalaran masih menunggu dari RS Moewardi. Nanti akan dimakamkan berdampingan,” katanya.
×
×
  • Create New...