Jump to content
  1. Sam

    Sam

  • Similar Content

    • By BisaJadi
      PT Garuda Indonesia (Persero) memutuskan untuk melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dengan menyelesaikan lebih awal atas kontrak kerja pegawai dengan profesi penerbang dalam status hubungan kerja waktu tertentu.
      Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menjelaskan, keputusan ini diambil menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menjaga operasional perusahaan tetap baik.
      "Ini keputusan berat yang harus kami ambil. Namun demikian, kami yakin Garuda Indonesia akan dapat terus bertahan dan kondisi operasional Perusahaan akan terus membaik dan kembali kondusif sehingga mampu melewati masa yang sangat menantang bagi industri penerbangan saat ini," kata Irfan dalam keterangannya, Selasa (2/6/2020).
      Irfan menegaskan, melalui penyelesaian kontrak tersebut, Garuda Indonesia tetap memenuhi kewajibannya atas hak-hak penerbang sesuai masa kontrak yang berlaku.
      "Adapun kebijakan tersebut dilakukan sebagai langkah berkelanjutan yang perlu ditempuh dalam upaya menyelaraskan supply & demand operasional penerbangan yang saat ini terdampak signifikan imbas pandemi COVID-19," tambah dia.

      800 Karyawan Kontrak Dirumahkan selama 3 Bulan
      Maskapai penerbangan Garuda Indonesia mulai merumahkan 800 karyawan kontrak, mulai Kamis 14 Mei 2020 selama 3 bulan ke depan.
      Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menyatakan, keputusan merumahkan karyawan dengan status PKWT tersebut merupakan upaya lanjutan agar perusahaan tetap terjaga ditengah kondisi operasional penerbangan yang belum kembali normal sebagai dampak pandemi.
      "Kebijakan tersebut dilakukan dengan pertimbangan yang matang dengan memperhatikan kepentingan karyawan maupun perusahaan dan dilakukan dalam rangka menghindari dilakukannya PHK. Disamping itu, implementasi kebijakan ini juga telah melalui kesepakatan dan diskusi dua arah antara karyawan dan perusahaan,” papar Irfan dalam keterangan resmi, Minggu (17/5/2020).
      Adapun, kebijakan ini bersifat sementara yang akan terus dikaji dan evaluasi secara berkala sejalan dengan kondisi perusahaan dan peningkatan operasional penerbangan.
      Selama periode tersebut, lanjut Irfan, karyawan yang dirumahkan tetap mendapatkan hak kepegawaian berupa asuransi kesehatan maupun tunjangan hari raya yang sebelumnya telah dibayarkan.
      "Kebijakan ini merupakan keputusan berat yang harus diambil dengan pertimbangan mendalam terkait aktifitas operasional penerbangan yang belum sepenuhnya normal. Namun demikian, kami meyakini Garuda Indonesia akan dapat terus bertahan melewati masa yang sangat menantang bagi industri penerbangan saat ini," jelasnya.
      Garuda Indonesia Putar Otak
      Pesawat Garuda Indonesia terparkir di Terminal 3 bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (24/7/2019). Maskapai penerbangan Garuda Indonesia mengeluarkan kebijakan terbaru terkait pengambilan gambar ataupun video di dalam pesawat oleh penumpang ataupun awak kabin. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
      Sebelumnya Garuda Indonesia telah melaksanakan sejumlah upaya strategis berkelanjutan dalam memastikan keberlangsungan bisnis perusahaan melalui renegosiasi sewa pesawat, restrukturisasi network, efisiensi biaya produksi dan termasuk penyesuain gaji jajaran komisaris, direksi hingga staf secara proporsional serta tidak memberikan THR kepada Direksi dan Komisaris.
       
    • By qbonk
      Harga saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. cenderung mengalami pelemahan seiring dengan utang jangka pendek sebesar US$ 500 juta yang harus dilunasi perseroan.
      Pada perdagangan Kamis, 27 Februari 2020 pukul 9:14 WIB, saham GIAA memantul 4 poin atau 1,41 persen ke level Rp 288. Namun, sepanjang tahun berjalan harga merosot 42,17 persen dari akhir Desember 2019 di posisi Rp 498.
      Kemarin, Rabu, 26 Februari 2020 saham GIAA anjlok 5,96 persen atau 18 poin menuju Rp 284. Ini menjadi level terendah 13 bulan atau sejak 27 Desember 2018 di posisi Rp 268.
      Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkapkan beberapa skema pengembangan bisnis dan penyelamatan sejumlah perusahaan pelat merah, termasuk di dalamnya pembenahan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.
      Menurut Erick, pemerintah tengah menggodok aksi untuk mengembangkan Garuda. Salah satunya adalah rencana restrukturisasi utang.
      Pembenahan tersebut juga akan diikuti dengan rencana perampingan struktur anak dan cucu perusahaan dan membuat kembali model bisnis yang sehat untuk perusahaan itu.
      “Kita lakukan segala efisiensi ini, dan memastikan remodeling bisnis yang sehat buat Garuda. Saat ini, Garuda dalam tekenan yang luar biasa karena utangnya jatuh tempo. Tapi kami pastikan kami akan restrukturisasi, akan ada jalan keluar supaya sehat,” katanya Rabu, 26 Februari 2020.
      Maskapai penerbangan pelat merah tersebut sedang dikejar oleh utang jangka pendek dengan total US$500 juta atau sekitar Rp 7 triliun jika mengacu dengan kurs Rp 14.000.
      Sebelumnya, Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan bahwa kendati lebih banyak berkecimpung di dunia teknologi informasi, struktur keuangan perseroan menjadi salah fokus utama yang akan dibenahinya.
      “Utang itu salah satu concern kami, tadi siang kami sempat bicara soal ini, akan melakukan upaya-upaya, melakukan negosiasi dan mencari utang baru,” katanya di Kementerian BUMN, Jumat, 24 Januari 2020.
      Pada awalnya, perseroan berencana menerbitkan menerbitkan sukuk global atau instrumen keuangan lainnya dengan jumlah maksimum sebesar US$ 900 juta yang bertujuan untuk pelaksanaan refinancing utang perseroan.
      Namun, rencana tersebut batal direalisasikan perseroan karena belum tersedianya laporan keuangan limited review atau laporan keuangan audit perseroan sampai dengan tanggal pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 22 Januari 2019. “Kami akan terus cari alternatif pendanaan,” kata Erick Thohir.
    • By iiee
      Maskapai pelat merah PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. diminta untuk lebih transparan menjelaskan laporan keuangannya yang tengah menjadi polemik. Transparansi ini adalah bagian dari keterbukaan informasi Garuda sebagai perusahaan terbuka.
      "Seyogianya direksi Garuda perlu menjelaskan ke publik sebagai keterbukaan informasi. Mengingat Garuda adalah emiten sekaligus BUMN entitas publik," kata Ketua Institut Akuntan Publik Indonesia atau IAPI, Tarkosunaryo, ketika dihubungi Tempo, Kamis 25 April 2019.
      Sebelumnya terjadi perbedaan pendapat di antara Dewan Komisari Garuda Indonesia tentang laporan keuangan 2018. Dua komisaris Garuda, Chairal Tanjung dan Dony Oskaria menyatakan keberatan dan tak menandatangani laporan keuangan tersebut.
      Keberatan itu berpangkal pada adanya pos pendapatan lain-lain yang dianggap masih berbentuk piutang yang ikut masuk sebagai total pendapatan perseroan. Namun, kedua komisaris tersebut tak sependapat dalam pembukuan tersebut.
      Keduanya menilai pencatatan ini bertentangan dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Negara atau PSAK Nomor 23. Menurut mereka, piutang yang muncul dari perjanjian kerja sama antara Garuda dengan PT Mahata Aero Teknologi tersebut seharusnya tak dimasukan pos pendapatan.
      Tarkosunaryo juga berpendapat bahwa sebaiknya Garuda membuka secara lengkap bagaimana kontrak antara Garuda dengan Mahata. Khususnya mengenai bagaimana realisasi dari adanya kerja sama itu. "Apakah prestasi pekerjaan sudah ada dan hak tagih sudah dapat dieksekusi," kata Tarkosunaryo
      Kendati demikian, Tarko menjelaskan, pencatatan piutang sebagai pendapatan dalam dunia akuntansi dianggap sebagai sesuatu yang lazim ditemui. Dalam dunia akuntansi hal ini lazim dikenal dengan istilah pencatatan akuntansi berbasis akrual.
      Baca: Laporan Keuangan Garuda Janggal, Ini Keberatan Dua Komisaris
      Dalam hal ini, lanjut dia, transaksi-transaksi dicatat pada saat terjadinya transaksi itu, bukan saat uang diterima. Transaksi pendapatan dicatat dalam pembukuan pada saat hak tagih sudah ada karena penjual sudah melakukan kewajiban sesuai kontrak.
      Artinya, dalam kasus Garuda, yang perlu diperjelas adalah realisasi transaksi yang kemudian menimbulkan hak tagih (piutang) sehingga bisa dimasukkan dalam pendapatan. Hal inilah yang perlu diungkap ke publik apakah pencatatan dari piutang menjadi pendapatan tersebut sesuai standar. "Nah yang dapat melakukan ini ya direksi beserta auditornya," kata Tarkosunaryo.
    • By plusplus
      PT Garuda Indonesia Tbk mengklaim bakal menurunkan harga tiket pesawat lebih besar. Penurunan harga tiket pesawat ini sebelumnya telah diumumkan melalui asosiasi maskapai nasional atau Indonesia Air Carriers Association (Inaca) di kisaran 20 hingga 60 persen. 
      Direktur Utama Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Askhara mengatakan, perseroan akan menurunkan harga tiket pesawat lebih besar dibanding maskapai lain mencapai 70 persen. Namun, ketentuan ini hanya berlaku untuk beberapa rute secara bertahap. 
      "Kami menyiapkan jalur tertentu seribu seat dengan harga 70 persen lebih murah," kata Ari di Garuda Indonesia Training Center, Jakarta Barat, Rabu, 23 Januari 2019. 
      Ia menjelaskan, penurunan harga sebesar 70 persen itu akan dilakukan saat acara Garuda Group Anniversary Online Festival yang digelar pada 26-31 Januari 2019. Disediakan sebanyak 1.000 seat dengan harga 70 persen lebih murah dari harga normal. 
      "Harga 70 persen lebih murah untuk (rute Jakarta ke) Denpasar, Jogja, Surabaya, terus Aceh, Padang. Terus yang lainnya 50 persen seperti Ambon, Makassar, Jayapura, jadi semuanya kita turunkan," ucap Ari. 
      Ia mengakui ada pertanyaan dari masyarakat, kenapa pada beberapa rute masih ada tiket yang mahal, meskipun sudah ada komitmen penurunan harga tiket. Dijelaskannya, pada setiap penerbangan itu, biasanya tiket murah yang disiapkan maskapai hanya untuk 30 persen pemesan pertama. 
      "Kalau permintaan naik otomatis secara bertahap tiketnya pasti akan naik. Biasanya, yang terakhir dapat harga yang paling mahal, atau biasanya yang besok atau dua hari lagi berangkat, itu yang paling mahal," kata dia. 
      Untuk itu, ia meminta kepada masyarakat juga harus memahami bahwa tiket pesawat murah yang dijual Garuda Indonesia akan naik ketika permintaan naik.
      "Kalau permintaan naik itu pasti akan bertahap naik, Jadi itu bukan kita berarti kita memasang yang mahal. Kita sudah memberikan diskon 70 persen sekarang, bukan 60 persen lagi, khusus Garuda. Tapi kalau misalnya permintaan naik itu akan naik sendiri," tutur dia.
    • By bisahabisini
      Kelompok peretas berhasil menerobos akun email AOL milik direktur badan intelijen Amerika Serikat CIA, John Brennan. Mereka mengumpulkan data penting dari sana.
      Kelompok peretas yang menamakan diri mereka dengan sebutan "Crackass With Attitude" atau CWA, menyebarkan daftar karyawan intelijen lengkap dengan alamat email pribadi, kata sandi yang sudah diubah, dan nomor keamanan sosial mereka. CWA mengunggahnya ke Twitter.
      Data-data tersebut diunggah dalam bentuk screenshot, sehingga bisa terlihat akun-akun AOL yang menyertakan alamat email. 
      Masih belum jelas apakah yang ditampilkan itu betul-betul akun email Brennan. Jika benar, masih belum bisa dipastikan itu adalah akun lama atau baru sebab si peretas memburamkan bagian tanggalnya.
      "Sedikit bocoran tentang apa yang akan kami rilis," begitu tulis nama pengguna @_CWA_
      Sementara pada pekan lalu, akun Twitter @phphax yang diduga sebagai salah satu anggota dari kelompok peretas CWA itu turut mengunggah screenshot dari peretasan akun AOL. Dalam kicauan Twitternya,i a menulis bahwa gambar screenshot itu adalah "perang" antara dirinya dan pihak CIA untuk bisa mengambil alih akun email.
      Pertama dilaporkan oleh New York Post, para peretas juga mengklaim bahwa mereka telah menemukan dokumen sensitif di dalam akun email Brennan dan lagi-lagi menyebarnya di Twitter dalam bentuk screenshot yang menunjukan file fax dari kantor penasihat umum CIA.
      New York Post juga mewartakan, hacker yang memiliki akun Twitter @phphax itu sempat mengklaim dirinya adalah pelajar SMA yang menentang politik luar negeri AS dan mendukung Palestina.
      Juru bicara CIA menolak memberi komentar, ia hanya mengatakan bahwa badan intelijen itu sudah mengetahui pembobolan yang memang dibocorkan di media sosial dan mengaku telah menunjuk otoritas berwenang untuk mengurus lebih lanjut.
      FBI dan badan federal lainnya seperti Secret Service saat ini tengah menyelidiki kasus ini. Pelaku mengaku belum dikontak oleh petugas keamanan terkait pembobolan tersebut.
      Pejabat intelijen mengatakan bahwa tidak ada informasi rahasia yang berhasil dicuri peretas dari email Brennan.
      Pelaku peretasan mengatakan dia memiliki motivasi politis atas tindakannya itu dan ingin mempermalukan pemerintah AS.
      "John dan Jeh adalah orang besar dan pejabat tinggi, jadi jika kami meretas mereka, pasti memalukan. Tapi ini karena pemerintah membunuh orang yang tidak berdosa, mereka juga mendanai (Israel) untuk membunuh orang tidak berdosa," kata hacker yang memiliki nama Cracka di Twitter itu.
×
×
  • Create New...