Jump to content
  • Popular Contributors

    Nobody has received reputation this week.

  • Our picks

    • Game MOBA Made in Indonesia Meluncur
      Bukan hanya diproduksi menjadi film, Semesta Satria Dewa juga akan diadopsi ke dunia eSports lewat game bernama "Battle of Satria Dewa" yang digarap oleh BANG Idea Indonesia dengan bekerja sama dengan salah satu pengembang game, Semisoft dan perusahaan animasi, Lumine.
      • 0 replies
    • China Sudah Dilanda Flu Burung Padahal Virus Korona Belum Selesai
      Pemerintah China benar-benar dibuat pusing saat ini. Di saat virus korona yang mewabah di Provinsi Wuhan belum selesai ditangani, virus flu burung atau H5N1 muncul di Provinsi Hunan Selatan. Hal itu dikonfirmasi Kementerian Pertanian dan Pedesaan China pada Sabtu 1 Februari 2020.

      Kasus flu burung ini terjadi di salah satu peternakan yang ada di Kota Shaoyang, Provinsi Hunan Selatan. Sejauh ini dari 7.850 ayam yang ada di peternakan tersebut, 4.500 di antaranya mati karena flu burung.
      • 0 replies
    • WNI Akan Diobservasi 14 Hari di Natuna Sebelum Kembali ke Rumah
      Pemulangan WNI dari Wuhan

      Menteri Kesehatan (Menkes) dr Terawan Agus Putranto mengatakan, 238 Warga Negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Wuhan, China, harus menjalani masa observasi selama 14 hari di kompleks militer di Pulau Natuna, Riau.
      • 0 replies
  1. Sam

    Sam

  • Similar Content

    • By iiee
      Maskapai pelat merah PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. diminta untuk lebih transparan menjelaskan laporan keuangannya yang tengah menjadi polemik. Transparansi ini adalah bagian dari keterbukaan informasi Garuda sebagai perusahaan terbuka.
      "Seyogianya direksi Garuda perlu menjelaskan ke publik sebagai keterbukaan informasi. Mengingat Garuda adalah emiten sekaligus BUMN entitas publik," kata Ketua Institut Akuntan Publik Indonesia atau IAPI, Tarkosunaryo, ketika dihubungi Tempo, Kamis 25 April 2019.
      Sebelumnya terjadi perbedaan pendapat di antara Dewan Komisari Garuda Indonesia tentang laporan keuangan 2018. Dua komisaris Garuda, Chairal Tanjung dan Dony Oskaria menyatakan keberatan dan tak menandatangani laporan keuangan tersebut.
      Keberatan itu berpangkal pada adanya pos pendapatan lain-lain yang dianggap masih berbentuk piutang yang ikut masuk sebagai total pendapatan perseroan. Namun, kedua komisaris tersebut tak sependapat dalam pembukuan tersebut.
      Keduanya menilai pencatatan ini bertentangan dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Negara atau PSAK Nomor 23. Menurut mereka, piutang yang muncul dari perjanjian kerja sama antara Garuda dengan PT Mahata Aero Teknologi tersebut seharusnya tak dimasukan pos pendapatan.
      Tarkosunaryo juga berpendapat bahwa sebaiknya Garuda membuka secara lengkap bagaimana kontrak antara Garuda dengan Mahata. Khususnya mengenai bagaimana realisasi dari adanya kerja sama itu. "Apakah prestasi pekerjaan sudah ada dan hak tagih sudah dapat dieksekusi," kata Tarkosunaryo
      Kendati demikian, Tarko menjelaskan, pencatatan piutang sebagai pendapatan dalam dunia akuntansi dianggap sebagai sesuatu yang lazim ditemui. Dalam dunia akuntansi hal ini lazim dikenal dengan istilah pencatatan akuntansi berbasis akrual.
      Baca: Laporan Keuangan Garuda Janggal, Ini Keberatan Dua Komisaris
      Dalam hal ini, lanjut dia, transaksi-transaksi dicatat pada saat terjadinya transaksi itu, bukan saat uang diterima. Transaksi pendapatan dicatat dalam pembukuan pada saat hak tagih sudah ada karena penjual sudah melakukan kewajiban sesuai kontrak.
      Artinya, dalam kasus Garuda, yang perlu diperjelas adalah realisasi transaksi yang kemudian menimbulkan hak tagih (piutang) sehingga bisa dimasukkan dalam pendapatan. Hal inilah yang perlu diungkap ke publik apakah pencatatan dari piutang menjadi pendapatan tersebut sesuai standar. "Nah yang dapat melakukan ini ya direksi beserta auditornya," kata Tarkosunaryo.
    • By plusplus
      PT Garuda Indonesia Tbk mengklaim bakal menurunkan harga tiket pesawat lebih besar. Penurunan harga tiket pesawat ini sebelumnya telah diumumkan melalui asosiasi maskapai nasional atau Indonesia Air Carriers Association (Inaca) di kisaran 20 hingga 60 persen. 
      Direktur Utama Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Askhara mengatakan, perseroan akan menurunkan harga tiket pesawat lebih besar dibanding maskapai lain mencapai 70 persen. Namun, ketentuan ini hanya berlaku untuk beberapa rute secara bertahap. 
      "Kami menyiapkan jalur tertentu seribu seat dengan harga 70 persen lebih murah," kata Ari di Garuda Indonesia Training Center, Jakarta Barat, Rabu, 23 Januari 2019. 
      Ia menjelaskan, penurunan harga sebesar 70 persen itu akan dilakukan saat acara Garuda Group Anniversary Online Festival yang digelar pada 26-31 Januari 2019. Disediakan sebanyak 1.000 seat dengan harga 70 persen lebih murah dari harga normal. 
      "Harga 70 persen lebih murah untuk (rute Jakarta ke) Denpasar, Jogja, Surabaya, terus Aceh, Padang. Terus yang lainnya 50 persen seperti Ambon, Makassar, Jayapura, jadi semuanya kita turunkan," ucap Ari. 
      Ia mengakui ada pertanyaan dari masyarakat, kenapa pada beberapa rute masih ada tiket yang mahal, meskipun sudah ada komitmen penurunan harga tiket. Dijelaskannya, pada setiap penerbangan itu, biasanya tiket murah yang disiapkan maskapai hanya untuk 30 persen pemesan pertama. 
      "Kalau permintaan naik otomatis secara bertahap tiketnya pasti akan naik. Biasanya, yang terakhir dapat harga yang paling mahal, atau biasanya yang besok atau dua hari lagi berangkat, itu yang paling mahal," kata dia. 
      Untuk itu, ia meminta kepada masyarakat juga harus memahami bahwa tiket pesawat murah yang dijual Garuda Indonesia akan naik ketika permintaan naik.
      "Kalau permintaan naik itu pasti akan bertahap naik, Jadi itu bukan kita berarti kita memasang yang mahal. Kita sudah memberikan diskon 70 persen sekarang, bukan 60 persen lagi, khusus Garuda. Tapi kalau misalnya permintaan naik itu akan naik sendiri," tutur dia.
    • By bisahabisini
      Kelompok peretas berhasil menerobos akun email AOL milik direktur badan intelijen Amerika Serikat CIA, John Brennan. Mereka mengumpulkan data penting dari sana.
      Kelompok peretas yang menamakan diri mereka dengan sebutan "Crackass With Attitude" atau CWA, menyebarkan daftar karyawan intelijen lengkap dengan alamat email pribadi, kata sandi yang sudah diubah, dan nomor keamanan sosial mereka. CWA mengunggahnya ke Twitter.
      Data-data tersebut diunggah dalam bentuk screenshot, sehingga bisa terlihat akun-akun AOL yang menyertakan alamat email. 
      Masih belum jelas apakah yang ditampilkan itu betul-betul akun email Brennan. Jika benar, masih belum bisa dipastikan itu adalah akun lama atau baru sebab si peretas memburamkan bagian tanggalnya.
      "Sedikit bocoran tentang apa yang akan kami rilis," begitu tulis nama pengguna @_CWA_
      Sementara pada pekan lalu, akun Twitter @phphax yang diduga sebagai salah satu anggota dari kelompok peretas CWA itu turut mengunggah screenshot dari peretasan akun AOL. Dalam kicauan Twitternya,i a menulis bahwa gambar screenshot itu adalah "perang" antara dirinya dan pihak CIA untuk bisa mengambil alih akun email.
      Pertama dilaporkan oleh New York Post, para peretas juga mengklaim bahwa mereka telah menemukan dokumen sensitif di dalam akun email Brennan dan lagi-lagi menyebarnya di Twitter dalam bentuk screenshot yang menunjukan file fax dari kantor penasihat umum CIA.
      New York Post juga mewartakan, hacker yang memiliki akun Twitter @phphax itu sempat mengklaim dirinya adalah pelajar SMA yang menentang politik luar negeri AS dan mendukung Palestina.
      Juru bicara CIA menolak memberi komentar, ia hanya mengatakan bahwa badan intelijen itu sudah mengetahui pembobolan yang memang dibocorkan di media sosial dan mengaku telah menunjuk otoritas berwenang untuk mengurus lebih lanjut.
      FBI dan badan federal lainnya seperti Secret Service saat ini tengah menyelidiki kasus ini. Pelaku mengaku belum dikontak oleh petugas keamanan terkait pembobolan tersebut.
      Pejabat intelijen mengatakan bahwa tidak ada informasi rahasia yang berhasil dicuri peretas dari email Brennan.
      Pelaku peretasan mengatakan dia memiliki motivasi politis atas tindakannya itu dan ingin mempermalukan pemerintah AS.
      "John dan Jeh adalah orang besar dan pejabat tinggi, jadi jika kami meretas mereka, pasti memalukan. Tapi ini karena pemerintah membunuh orang yang tidak berdosa, mereka juga mendanai (Israel) untuk membunuh orang tidak berdosa," kata hacker yang memiliki nama Cracka di Twitter itu.
    • By PusatInformasi
      Kelas ekonomi menjadi pilihan penumpang. Namun, bukan berarti pelayanan yang diberikan tidak bagus. Hal ini dibuktikan Garuda Indonesia.
       
      Bahkan, kini Garuda Indonesia telah mendapat banyak pengakuan internasional. Baru-baru ini, Garuda masuk urutan ke-3 dalam daftar 10 maskapai dengan kursi ekonomi terbaik yang ditulis di Huffingtonpost.
       
      Salah satu yang membuat penumpang merasa nyaman terbang dengan kelas ekonomi Garuda Indonesia adalah karena area tempat duduk yang terbilang luas. Sehingga tidak membuat kaki sempit atau tertekan dengan kursi di depannya.
       
      “Nah, kita itu memang walaupun terbang di kelas ekonomi tapi tetap nyaman, karena jarak ke kursi lain itu sampai 32 inci. Jadi kakinya nyaman dan enggak mepet,” terang Pujobroto selaku VP Coorporate Communications Garuda Indonesia.
       
      Selain itu, kelas ekonomi di maskapai ini juga menawarkan fasilitas yang jarang didapatkan di kelas ekonomi lain, seperti sistem hiburan Audio Video On Demand (AVOD).
       
      Penumpang kelas ekonomi dengan jadwal penerbangan lebih dari satu jam juga mendapatkan makanan dan minuman.
       
      “Meskipun ekonomi, penumpang bisa merasa nyaman, megah, dan ada hiburan selama penerbangan,” tutup Pujobroto.
       
    • By qbonk
      Myuran Sukumaran (kiri) dan Andrew Chan (kanan) tengah menunggu eksekusi mati yang dijadwalkan bakal berlangsung dalam waktu dekat.
       
      Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia tidak bersedia mengangkut dua terpidana mati asal Australia, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran dari Bali ke Nusakambangan.
       
      Dua pria yang dianggap pemimpin kelompok Bali Nine itu kini masih berada di Penjara Kerobokan, Bali. Lazimnya, eksekusi dilakukan di penjara tempat terpidana itu ditahan.
       
      Namun, terkait keberatan dari pemerintah daerah Bali, pemerintah Indonesia berencana melakukan eksekusi di Penjara Nusakambangan.
       
      Sejumlah pemberitaan menyebut, kedua terpidana akan diangkut ke Nusakambangan menggunakan pesawat Garuda Indonesia.
       
      Akan tetapi, Garuda menyampaikan bantahan, melalui siaran pers:
       
      "Sehubungan dengan beredarnya berita hari ini Jumat 13 Februari 2015 yang mengatakan bahwa Garuda Indonesia akan mengangkut Andrew Chan dan Myuran Sukumaran dari Bali, bersama ini kami tegaskan bahwa tidak benar bahwa Garuda Indonesia akan menerbangkan Andrew Chan dan Myuran Sukumaran."
       
      "Kami juga ingin menyampaikan bahwa Garuda Indonesia tidak pernah manyampaikan komitmen apapun untuk mengangkut Andrew Chan dan Myuran Sukumaran dengan penerbangan/pesawat kami."
       
      Facebook Australia
       
      Garuda juga mengumumkan pernyataan itu dalam bahasa Indonesia dan Inggris, di situs resmi mereka.
      Yang menarik, pengumuman itu hanya muncul di laman Facebook Garuda Indonesia di Australia dan tidak muncul di laman Facebook induk Garuda.
       

      Pernyataan Garuda Indonesia dalam laman Facebook Australia.
       
      Ancaman boikot
       
      Eksekusi terhadap Andrew Chan dan Myuran Sukumaran bisa dilaksanakan sewaktu-waktu, menyusul ditolaknya peninjauan kembali kedua terpidana pada 4 Februari lalu.
       
      Chan dan Sukumaran ditangkap di Bali tahun 2005 lalu dan dijatuhi hukuman mati dalam sidang pengadilan setahun kemudian untuk dakwaan menyelundupkan 8,2 kg heroin.‎
       
      Australia mengupayakan berbagai jalur diplomatik agar Indonesia tidak meminta melaksanakan eksekusi. Penolakan eksekusi juga disuarakan berbagai kalangan masyarakat di Indonesia dan Australia, yang menganggap hukuman mati tidak sesuai dengan prinsip hukum dan kemanusiaan modern.
       
      Namun pemerintah bergeming, dan Presiden Joko Widodo menegaskan tidak akan memberikan grasi.
       
      Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop mengatakan, jika eksekusi dilaksanakan juga, kemungkinan besar rakyat Australia akan melancarkan boikot dengan tidak melakukan perjalanan wisata ke Indonesia.
       
      Dikutip kantor berita AFP, Bishop menyerukan agar Indonesia tidak meremehkan kekuatan perasaan umum rakyat Australia.
       
      "Saya kira rakyat Australia akan menunjukkan ketidaksetujuan mereka dengan, antara lain, mengambil keputusan tentang ke mana mereka ingin pergi untuk liburan mereka," katanya.
       
      Australia merupakan penyumbang terbesar wisatawan yang datang ke Bali. Dari sekitar 3,5 juta wisatawan ke Bali pada 2014, lebih dari seperempatnya adalah turis Australia.

About Ngobas

Ngobas is All-in-One website that can be use by everyone for free to find friends and exchange information. The name Ngobas is derived from the abbreviation, which is Ngomong Bebas Originally Sedap, meaning that it is appropriate to speak according to the ethics of socializing.

CEO’s Greeting

I realize that information and communication are the main things in life. Ngobas is the right platform for that. We will always be connected wherever we are and that is the purpose Ngobas was built.

- Samuel Berrit Olam

×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy