Jump to content
purwa_weheb

Bill Gates Cuma Pakai Jam Tangan Harga Rp 140 Ribu

Recommended Posts

1580830304_billgates.thumb.jpg.3ccee9ac2d6d3a2aa452d3701b71937c.jpg

Gaya hidup orang-orang terkaya di dunia sebenarnya tak semewah yang diperkirakan. Meski memiliki harta ratusan sampai ribuan triliun rupiah, mereka masih mencintai hal-hal sederhana.

Di Indonesia, walaupun menyandang predikat orang terkaya di Indonesia selama 11 tahun berturut-turut tak lantas membuat Michael Bambang Hartono sombong. Dengan kekayaan sekitar US$ 37,3 miliar atau sekitar Rp 522,20 triliun bersama sang kakak Robert Budi Hartono, Bambang bahkan lebih suka makanan Indonesia.

Bambang mengatakan menu sarapan favoritnya jika berada di Kudus, Jawa Tengah adalah Lentog adalah makanan seperti lontong sayur yang beralaskan daun pisang. Satu porsi lentog terdiri dari irisan lontong, tahu, tempe, dan sayur nangka.

Gaya hidup sederhana ini juga dimiliki oleh Bill Gates. Dengan kekayaan bersih sebesar US$ 92,9 miliar, salah satu pendiri Microsoft, Bill Gates dapat membeli apa saja yang diinginkannya, tetapi ia tidak melakukannya.

Dalam Reddit Ask Me Anything 2016, Gates pernah ditanya tentang hal-hal apa saja yang ia tolak untuk mengeluarkan uang lebih banyak. "Saya tidak suka menghabiskan banyak uang untuk pakaian atau perhiasan," jawab miliarder itu, dikutip dari CNBC Internasional.

Namun itu memang benar. Orang terkaya ini tidak menghabiskan uang untuk pakaian dan perhiasan. Pada acara Politico Lessons from Leaders 2014, bos Microsoft ini mengaku bahwa ia mengenakan arloji seharga US$ 10 atau setara Rp 140 ribu, dan sama seperti Zuckerberg, ia juga berpakaian sederhana.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...

  • Similar Content

    • By BisaJadi
      Setelah sempat "tak sengaja" membocorkan tampilan Start Menu terbarunya pada akhir 2019 lalu, kali ini Microsoft mulai percaya diri memamerkan rancangan Start Menu baru di Windows 10 lewat sebuah klip animasi yang diunggah di Twitter.
      Namun, tampilan Start Menu itu tampak berbeda dengan bocoran yang sempat beredar beberapa waktu lalu.
      Microft tidak menghilangkan gaya "Live Tiles" berupa deretan ikon aplikasi berbentuk persegi, tapi mengubah desainnya sehingga tampak lebih rapi dan bisa menampilkan teks pendek, misalnya untuk preview e-mail.
      "Dibuat oleh tim desain @Windows, klip animasi ini menggambarkan sepotong evolusi #UX dan modernisasi pengalaman Windows," kicau Microsoft dalam twitnya, dikutip KompasTekno Jumat (10/4/2020).
      Dalam twit tersebut Microsoft memamerkan rancangan Start Menu Windows 10 dengan sangat jelas. Ada dua mode tampilan yang ditunjukkan, yakni dengan latar belakang warna cerah dan warna gelap.
      Tim pengembangan Windows tampaknya lebih berfokus untuk menciptakan sebuah tampilan Start Menu yang lebih simple dengan gayanya yang tidak terlalu berubah.
      Belum jelas kapan rancangan Start Menu di atas akan benar-benar diimplementasikan ke Windows 10. Boleh jadi, Microsoft menyiapkan Start Menu baru ini untuk perangkat-perangkat foldable dengan dua layar yang akan menjalankan OS Windows 10X.
      Sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Wccftech, Selasa (14/4/2020), Windows 10X kemungkinan akan dirilis tahun ini, namun bisa saja tertunda lantaran pandemi Covid-19 yang masih merebak di berbagai belahan dunia.
    • By black_zombie
      The official, original Office 2016 setup forces users to install all components, unlike Office 2013 and lower versions that allow to customize installation options. After all, most of us only need 3 most commonly used components of Office: Word, Excel and PowerPoint. That is where Office 2013-2019 C2R Install (Office 2013-2019 Install) comes in.
      As a downloader & installer for custom components of Office 2013/2016/2019, Office 2013-2019 C2R Install allows you to direct download and install multi-language versions of Office 2013/2016/2019 (x86/x64) with complete setup file or any component of Office suite. On the other hand, as an activator of Office 2013/2016/2019, it also supports activation of Microsoft Office with one click.
      At last, we all should say thanks you, Frank and Office 2013-2019 C2R Install’s developer Ratiborus! If Frank did not tell AppNee its existence, we could not make more guys benefit from Ratiborus’ another edge tool for Microsoft Office as soon as possible.
      Advanced Startup Options
      /configure “d:\MyPath\Configuration.xml” – Launch the program in hidden mode, and perform the installation /proplus x64 en-us excludeExcel excludeOneNote /apps visio /apps x64 ru-ru en-us word excel visio /proplus x86 en-us excludeOneNote /apps project /convert /activate Installation Notes
      Take Office 2016 for example:
      Uninstall Office 2016 via Programs and Features Further uninstall Office 2016 by the “Force Remove Office C2R/MSI” button in Office 2013-2019 C2R Install’s Main tab Restart Windows Install Office 2013/2016/2019 by clicking the “Install Office” button in Office 2013-2019 C2R Install Go to “Utilities” tab and perform this conversion – “Office RETAIL => VL“. Then click “Activate Office” button, or Start KMSAuto Net to activate Office Done, enjoy! Warning
      The Office 2013-2019 C2R License Setup might be reported as Threat: Win32:Malware-gen threat with high severity. Use VirusTotal to make a full, authoritative scan.
      *** Please remember: antivirus software is not always right, just be careful.
    • By c0d1ng
      Steve Ballmer mungkin tidak lagi menjadi CEO Microsoft. Namun, sebagai pemegang saham terbesar tentu perlu menyuarakan pendapatnya soal pertumbuhan Microsoft. Suatu hal yang dapat membuat para ekskutif Microsoft perlu bekerja lebih keras lagi.
      Di New York Economic Club, Steve Ballmer mengatakan Microsoft perlu membuat “sesuatu yang lebih bagus dengan bergerak cepat”. Dia berkata penerusnya, Satya Nadella telah membuat langkah strategis yang tepat. Namun, dia meninggalkan ruang untuk menjadi lebih baik.
      “Saya menyetujui pengganti saya, saya pikir mereka melakukan langkah strategis yang tepat, mereka harus menghasilkan lebih banyak, lebih baik, lebih cepat,” katanya. “Saya ingin melihat lebih banyak pertumbuhan keuntungan.”
      Dia menekankan bahwa kesuksesan beberapa produk Microsoft saat ini berawal di eranya. Seperti Surface, Xbox, Office 365, dan Bing. “Tim yang ada hari ini adalah tim yang telah kami tempatkan saat saya pergi,” katanya.
      Ketika ditanya Charlie Rose soal apa penyesalan terbesarnya ketika di Microsoft. Jawabannya tentu dapat ditebak yaitu soal Windows phone. Steve Ballmer mengatakan bahwa seharusnya Microsoft lebih cepat terjun dan fokus ke dunia ponsel.
      “Saya pikir model kami, mencoba untuk mereproduksi ponsel Windows, mengalami kegagalan,” katanya. Kemudian dia melanjutkan bahwa apa yang dilakukan Apple dan Alphabet/Google adalah hal yang tepat. “Begitulah cara Anda menguangkan teknologi yang Anda bangun,” lanjutnya.
      Mungkin beberapa bulan yang lalu kalian pernah mendengar bahwa Steve Ballmer mengatakan dengan akuisisi Nokia mereka mungkin akan meraih hasil. Namun, CEO yang baru memutuskan untuk mengambil langkah jangka panjang yang lebih baik katanya.
      Dan memang bila dilihat langkah itu tepat, mengingat memaksakan untuk fokus ke Lumia memberi banyak kerugian besar bagi Microsoft di segi finansial. Ditambah pertumbuhan pun tidak terlalu tinggi. Dikarenakan kebanyakan ponsel Lumia yang terjual adalah low-end dan Microsoft merugi dalam penjualan perunitnya.
      Kini Nadella mengemban tugas berat untuk meluncurkan kategori produk baru berbasis Windows 10 di masa depan era pasca-smartphone. Meskipun sepertinya kita perlu bersabar hingga 2018 untuk produk itu.
      Sementara untuk Steve Ballmer saat ini berfokus dalam mempin manajemen klub basket NBA, LA Clippers. Serta baru-baru ini meluncurkan situs USA Facts untuk mengetahui pengeluaran pemerintah AS secara akurat dan berbasis Microsoft Azure. Steve Ballmer akan melakukan pengamatan lewat Surface Hub. Anda sekarang bisa coba USAFacts di web browser Anda.
      Laporan keuangan Microsoft Q3 Tahun Fiskal 2017 akan dipublikasikan pada pagi hari 28 April mendatang. Mungkin kita juga bisa melihat reaksi Steve Ballmer nantinya.
      Nah apa pandanganmu soal hal ini? Apakah Microsoft perlu bergerak lebih cepat lagi?
    • By abas
      Microsoft akan memblokir update keamanan untuk Windows 7 dan Windows 8.1. Pengguna hanya bisa mendapatkan update itu setelah meng-update ke Windows 10.
      Anda mungkin akan menemukan pesan, ‘PC Anda menggunakan prosesor yang tidak didukung oleh versi Windows dan Anda tidak akan menerima update’. Pesan itu dan lainnya akan muncul ketika ada upaya untuk updatedari Windows 7 atau perangkat Windows 8.1 yang didukung prosesor generasi ketujuh dari Intel dan AMD atau "Kaby Lake" dan " Bristol Ridge” atau generasi seri Snapdragon 820 CPU mobile dari Qualcomm.
      Prosesor tersebut hanya akan didukung oleh Windows 10. "Prosesor Windows 8.1 dan Windows 7 yang memiliki prosesor generasi ketujuh atau prosesor generasi selanjutnya mungkin tidak lagi dapat memindai atau mengunduh update melalui Windows Update atau Microsoft Update,” tambah Microsoft di halaman Support.
      Pada Januari 2016, Microsoft sebenarnya mengumumkan pembatasan dukungan new-silicon. Saat itu, mereka juga mengatakan bahwa mendistribusikan Windows 7 dan 8.1 berjalan hanya di prosesor terbaru sangat  menantang.
      Perusahaan kemudian memutuskan Windows 10 akan menjadi satu-satunya edisi yang didukung pada CPU generasi ketujuh dan selanjutnya dan sekaligus mendiktekan pemendekan besar dukungan Windows 7. Edisi populer akan sepenuhnya didukung oleh prosesor generasi enam Intel yang dijuluki "Skylake"  hingga 17 Juli 2017. Pada saat itu, beberapa PC yang membawa Skylake akan terus menerima beberapa update keamanan sementara PC lainnya tidak akan mendapatkan apa-apa setelah batas waktu tersebut.
    • By c0d1ng
      Coba bayangkan, ketika sedang ada presentasi penting, ada pekerjaan yang butuh kecepatan, atau saat bersantai main game di komputer dengan Windows 10, tiba-tiba semuanya lenyap. Ternyata Automatic Update di Windows kita sedang bekerja dan kita harus menunggu bahkan sampai beberapa jam bila Windows sedang mendownload update utama.

      Frustasi? Jelas! Banyak pengguna Windows 10 yang merasakan hal yang sama dan telah mengirimkan komplain ke Microsoft bagian pengembang Windows. Tapi sepertinya Microsoft tak peduli.

      Lama dan Restart di Waktu Tidak Tepat

      Banyak yang mengeluhkan dan menginginkan agar automatic update yang di Windows 10 seharusnya tidak dipaksakan. Banyak cerita tidak menguntungkan disebabkan “paksaan” (Forced Update) Windows untuk update mendadak ini. Karena mulai banyak yang bernasib serupa, beberapa orang mulai mempostingnya di Twitter dengan hastag #update #windows10 #fail supaya viral dan didengar oleh Microsoft.

      Banyak yang mengeluhkan lamanya update, bercerita tentang pekerjaannya yang terganggu, ada pula cerita-cerita lucu lain yang dibagikan oleh para penguna Windows 10 di seluruh dunia.


      Sayangnya, Microsoft justru lebih suka mempertahankan fitur Forced Update ini. Mereka berdalih bahwa ini merupakan bagian dari pelayanan dan pengguna harus merasakan update terbaru dari Windows 10 secepat mungkin.
       

      Rasanya kurang bijak bila terus mempertahankan fitur update otomatis, walaupun itu juga demi kebaikan pengguna sendiri. Apa mungkin seorang dokter memaksa pasien minum obat saat itu juga, ketika mereka sedang berobat?

      Update dengan restart mendadak, apalagi bila pengguna tidak bisa menentukan waktu update, merupakan kerugian waktu sekaligus berkurangnya efisiensi kerja bagi pengguna Windows 10.

      Alhasil, apa yang diungkapkan penulis teknologi di CNET, Sean Hollister sepertinya benar juga. Automatic Update di Windows 10 ini seperti iklan gratis untuk Mac OS milik Apple. “Saya secara umum suka dengan Windows. Tapi bila saya tidak bisa menemukan efisiensi kerja di Windows PC, komputer saya selanjutnya adalah Mac,” ungkap Sean.
×
×
  • Create New...