Jump to content
  1. peter_hutomo

    peter_hutomo

  • Similar Content

    • By purwa_weheb
      Bill Gates mengkritik pernyataan-pernyataan kontroversial mengenai pandemi COVID-19 yang kerap dilontarkan CEO Tesla, Elon Musk. Menurut Bill Gates, Elon Musk seharusnya tetap fokus pada bidang keahliannya daripada menyebarkan kebohongan tentang virus corona atau COVID-19.
      Hal itu disampaikan Gates saat menghadiri acara di CNBC "Squawk Box,". Saat itu dirinya menanggapi komentar Musk tentang COVID-19 di jejaring sosial Twitter sudah sangat keterlaluan. 
      "Penentuan posisi Elon adalah untuk mempertahankan tingkat komentar keterlaluan yang tinggi. Dia tidak banyak terlibat dalam vaksin. Dia membuat mobil listrik yang hebat. Dan roketnya bekerja dengan baik. Jadi dia diizinkan untuk mengatakan hal-hal ini. Saya harap dia tidak membingungkan daerah-daerah yang dia tidak terlibat terlalu banyak," ungkap Gates, seperti dikutip dari laman Futurism, Kamis , 30 Juli.
      Tak hanya itu, Gates juga menyinggung platform media sosial yang selalu cepat untuk menyebarkan informasi yang salah. "Ketika Anda membiarkan orang berkomunikasi, Anda harus berurusan dengan fakta bahwa hal-hal keliru tertentu yang sangat menggairahkan dapat menyebar sangat cepat dibandingkan dengan kebenaran." 
      Komentar Gates muncul setelah miliarder Musk berbicara menyesatkan tentang COVID-19, menyebarkan kepalsuan, dan menyatakan keraguan atas keparahan pandemi di Amerika Serikat (AS) bahkan ketika kasus telah meningkat di seluruh negara.
      "Ada banyak kesalahan positif C19 (COVID-19) yang mengacaukan angka. Bahkan tes dengan tingkat positif kedapatan palsu 5 persen (dalam bidang, bukan lab) akan muncul sebagai ~ 17 juta kasus C19 palsu bahkan jika sebenarnya tidak ada," tweet Musk pada 30 Juni lalu.
      Sewaktu tweet itu diterbitkan, 48.000 kasus COVID-19 positif baru diumumkan di AS, memecahkan rekor satu hari pada saat itu. Menurut analisis yang dilaporkan The New York Times, ada lebih dari 4,3 juta orang telah terinfeksi COVID-19 di AS sementara 148.400 telah meninggal pada 28 Juli.
      Ini bukan satu-satunya komentar bos Tesla dan SpaceX mengenai pandemi COVID-19 yang dialami AS. Pada April lalu, ia menyebut langkah-langkah perlindungan seperti karantina itu tidak masuk akal.
      "Terus terang, saya akan menyebutnya pemenjaraan paksa orang di rumah mereka terhadap semua, hak konstitusional mereka, menurut pendapat saya. Itu melanggar kebebasan orang dengan cara yang mengerikan dan salah dan bukan mengapa mereka datang ke Amerika atau membangun negara ini," ungkap Musk.
      Selain itu, Musk juga men-tweet pada 19 Maret lalu dengan pernyataan palsu bahwa "anak-anak pada dasarnya kebal" terhadap virus corona. Tweet tersebut juga mengundang kontroversi.
      Bapak satu anak itu juga sempat memuji Texas karena mengizinkan pelaku bisnis untuk membuka usahanya pada akhir April. Mskipun negara tersebut kemudian menjadi zona merah pada kasus virus corona.
      "Bravo Texas!" ia mentweet bersama dengan tautan ke cerita Texas Tribune pada 29 April tentang restoran, toko, dan bisnis lain yang diizinkan untuk dibuka kembali. Tweet itu muncul setelah Tesla harus membatalkan rencananya untuk membawa karyawan kembali bekerja di fasilitas Fremont. 
    • Guest News
      By Guest News
      Minggu lalu perusahaan antariksa Space-X meluncurkan roket Falcon Heavy membuktikan bahwa perusahaan swasta berhasil meluncurkan roket beban berat ke orbit luar angkasa, membuka potensi penjelajahan ruang angkasa. Roket Falcon Heavy ini memiliki harga jauh lebih murah, dibanding kompetitornya.
       
       
    • By astro
      Perusahaan penerbangan milik Jeff Bezos, Blue Origin, siap meluncurkan roket New Shepard dalam rangka uji coba.
      Peluncuran ini dimaksudkan untuk menguji sistem escape para awak roket. Rencananya, uji coba ini akan dilakukan pada 4 Oktober. Selain itu, Blue Origin juga akan menyiarkan pengujian ini melalui streaming.
      Roket New Shepard sendiri terdiri atas dua bagian utama, roket pendorong dan kapsul kru di bagian atas. Di bagian kapsul, Blue Origin telah menyiapkan sistem canggih untuk keselamatan para penumpang.
      Blue Origin berharap suatu hari nanti dapat mengirim masyarakat ke luar angkasa menggunakan roket. Nantinya, penumpang dapat menikmati pengalaman tanpa gravitasi selama beberapa menit, sebelum kembali ke Bumi.
      Penerbangan ini akan menjadi yang kelima kalinya Blue Origin meluncurkan roket.
    • By berita_semua
      Musk menegaskan demi biaya US$200.000 maka sistem transportasi harus bisa digunakan kembali.
      Pengusaha Elon Musk sudah menjelaskan rencananya untuk mengirim koloni manusia ke Mars, untuk orang yang mampu membayar tiket US$200.000 atau sekitar Rp2,5 miliar.
      Pendiri perusahaan ruang angkasa SpaceX ini mengungkapkannya dalam Kongres Astronautika Interansional, IAC, di Meksiko, Selasa 27 September.
      Sebuah armada kolonisasi terdiri dari seribu pesawat ruang angkasa bertenaga metan dan oksigen dari Bumi, jelasnya, akan melakukan pengisian bahan bakar ulang dengan propelan yang diproduksi oleh Planet Merah tersebut.
      "Jika kita mendapatkan perjalanan ke Mars kira-kira sama dengan harga rata-rata rumah di Amerika Serikat, yaitu sektiar US$200.000, maka saya pikir kemungkinan untuk mengembangkan peradaban yang menopang dirinya sendiri amat tinggi," jelasnya.

      Sistem transportasi SpaceX akan mengandalkan bahan bakar propelan yang diproduksi Mars.
      Miliuner ini menambahkan bahwa SpaceX sedang mengembangkan kembali sistem roketnya untuk membawa jutaan ton kargo antarplanet.
      Badan Ruang Angkasa Amerika Serikat, NASA, mendukung misi pertama SpaceX ke Mars, yang rencananya akan diluncurkan tahun 2018 mendatang.
      Penjelasannya tentang misi ke Mars mendapat perhatian besar karena SpaceX sudah berhasil mewujudkan beberapa pencapaian sebagai perusahaan ruang angkasa swasata, antara lain meluncurkan roket secara tegak.

      Roket Falcon 9 milik SpaceX meledak saat uji coba peluncuran awal September.
      Bagaimanapun pidatonya di kota Guadalajara ini dibayang-bayangi dengan meledaknya Falcon 9 -salah satu roket tanpa awak milik SpaceX- di Cape Canaveral di Florida, awal September.
      Menurut Musk, untuk mempertahankan biaya yang 'hanya' sebesar US$200.000 per orang, maka seluruh sistem transportasinya harus bisa digunakan kembali.
      Dengan menggunakan metode tradisional, menurut Musk, biaya untuk perjalanan ke Mars mencapai US$10 miliar per orang.
      Oleh karena itu dibutuhkan empat kriteria guna mewujudkan visinya dalam mengantarkan manusia ke Mars:
      Bisa digunakan kembali (pesawat ruang angkasa) Pengisian bahan bakar di orbit Produksi propelan di Mars Memilih bahan bakar yang tepat
    • By Sam
      Pendiri dan CEO SpaceX, Elon Musk.
       
      Pendiri sekaligus CEO perusahaan perakit wahana antariksa SpaceX, Elon Musk, kembali membuat pernyataan yang menghebohkan. Ia mengatakan ingin membangun koneksi internet yang dapat menghubungkan antarplanet.
       
      Dia mengatakan bahwa rencananya tersebut dapat direalisasikan melalui ratusan satelit mikro yang tengah dikembangkan.
       
      Menurut Musk, satelit ini bukan hanya dapat menghubungkan orang-orang di Planet Bumi melainkan dapat menghubungkan Bumi dengan planet lain.
       
      Proyek yang tengah dikembangkan ini kabarnya memakan biaya hingga US$ 10 miliar atau setara dengan Rp 125 triliun.
       
      Bahkan beberapa waktu lalu Musk berencana untuk membangun 700 satelit kecil yang akan diluncurkan ke ruang angkasa.
       
      Ia mengatakan satelit-satelit ini akan membantu manusia untuk menciptakan koloni di Mars. Pembuatan satelit ini dibantu oleh mantan eksekutif Google, Greg Wyler.
       
      Meskipun belum ada kejelasan detail mengenai fungsi satelit tersebut, Musk menilai nantinya satelit ini akan membantu manusia dalam berbagai penelitian di ruang angkasa.
       

      "Sama halnya dengan roket, kami akan mencoba segala proses untuk satelit," kata Musk.
       
      Elon Musk memang dikenal sebagai pengusaha yang memiliki ide brilian. Ia memiliki pandangan jauh ke depan dalam memanfaatkan teknologi. Tidak heran jika ia sering disamakan dengan sosok fiksi Tony Stark dalam film Iron Man.
       
      Selain mendirikan SpaceX, Musk juga mendirikan perusahaan mobil Tesla Motors yang memanfaatkan listrik sebagai bahan bakar. Dahulu ia juga ikut mendirikan perusahaan pembayaran online PayPal.
×
×
  • Create New...