Jump to content
  1. peter_hutomo

    peter_hutomo

  2. fuufuu

    fuufuu

  • Similar Content

    • By black_zombie
      Saham perusahaan teknologi terkemuka di dunia, Microsoft, tergerus pada perdagangan di bursa Wall Street, Senin (3/5), waktu Amerika Serikat (AS). Hal ini terjadi seiring dengan pernyataan pendiri Microsoft, Bill Gates, yang mengumumkan perceraian dengan istri yang selama 27 tahun telah dinikahinya, Melinda Gates.
      Pengumuman perceraian pasangan dengan 3 anak itu, disampaikan di akun twitter Bill Gates, Selasa (4/5).
      "Setelah melewati pemikiran dan usaha yang panjang dalam hubungan kami, kami telah membuat keputusan untuk mengakhiri pernikahan kami," tulis Bill Gates.
      Harga saham Microsoft pada Senin (3/5) ditutup melemah 0,32 poin atau turun 0,13 persen. Saham berkode MSFT itu ditutup pada harga USD 251,86.
      Jika melihat waktu posting Bill Gates, memang dilakukan setelah perdagangan saham di bursa Wall Street tutup. Tapi jika mengacu kasus serupa yang terjadi pada orang terkaya sejagat pendiri Amazon, Jeff Bezos, perceraiannya dengan MacKenzie turut menggerus harga saham Amazon.
      Perceraian CEO Amazon, Jeff Bezos dengan istrinya MacKenzie, terjadi pada Januari 2019. Keputusan yang diambil pasangan setelah pernikahan mereka berlangsung selama 25 tahun, memicu kekhawatiran di kalangan investor.
      Salah satunya menyangkut pembagian harta bersama selama pernikahan atau harta gana-gini, termasuk 16 persen saham mereka saat itu, di Amazon.
      Usai pernyataan bersama soal perceraian itu, saham Amazon turun 0,5 persen dalam penutupan perdagangan Kamis (10/1). Pasalnya, perceraian orang terkaya di dunia ini menimbulkan pertanyaan, soal bagaimana mereka akan membagi harta pernikahannya.
      Dikutip dari Reuters, harta ini termasuk 16 persen saham di Amazon yang pada 2019 bernilai USD 811,4 miliar atau setara Rp 11.400 triliun.
      Sementara itu Bill Gates saat ini merupakan orang terkaya ke-4 di dunia versi Forbes. Mengutip data terbaru per Senin (3/5), harta kekayaan bos Microsoft itu mencapai USD 130,5 miliar atau hampir Rp 1.900 triliun (Kurs Rp 14.500). Jika Bill Gates dan Melinda Gates melakukan pembagian harta gana-gini menyusul perceraian mereka, maka sebanyak itulah harta yang harus dibagi.
      Menurut aturan di negara bagian Washington, Amerika Serikat, harta selama pernikahan akan dibagi dua secara merata, jika terjadi perceraian. Bill Gates dan Melinda Gates diketahui tinggal di sebuah rumah menghadap Lake Washington di Medina, Washington.
      Walaupun bisa saja Bill Gates dan Melinda Gates, menetapkan perceraian di negara bagian yang tak mengharuskan harta pernikahan dibagi dua sama rata.
    • By Males
      Saham masih menjadi salah satu jenis investasi yang paling diminati hingga saat ini. Potensi keuntungan yang diberikan saham memang besar, sehingga banyak orang menjadikannya sebagai pilihan investasi utama. Selain itu, investasi saham juga cukup mudah dilakukan dalam keuangan, bahkan ketika Anda hanya memiliki modal yang terbatas sekalipun.
      Namun untuk mendapatkan keuntungan, Anda tentu harus memiliki kemampuan yang baik dalam mengelola investasi saham ini. Anda perlu menguasai berbagai pengetahuan dasar terkait perdagangan saham di pasar modal terlebih dahulu. Selain itu, kuasai juga strategi jitu yang akan membawa Anda lebih mudah untuk mendapatkan keuntungan. Hal ini penting, agar Anda bisa mengambil keputusan yang paling menguntungkan dalam investasi yang Anda lakukan.
      Berikut ini adalah beberapa strategi jitu dan menguntungkan yang wajib Anda kuasai dalam investasi saham:
      1. Manfaatkan volatilitas harga
      Strategi yang satu ini terbilang populer dan sangat banyak dimainkan oleh para investor. Volatilitas harga merupakan kenaikan atau penurunan nilai harga saham yang terjadi dalam waktu yang terbilang cepat atau tiba-tiba. Perubahan harga ini akan menimbulkan sejumlah selisih, bahkan bisa saja dalam jumlah yang sangat besar dari waktu ke waktu. Hal ini bisa memberikan Anda potensi keuntungan yang besar dalam kurun waktu yang terbilang cepat.
      Anda bisa memanfaatkan volatilitas harga ini dengan cara membeli saham-saham yang mengalami penurunan harga di saat terjadinya penutupan bursa. Selanjutnya, Anda perlu melakukan penjualan kembali saham-saham tersebut di saat pembukaan bursa keesokan harinya. Swing trading seperti ini pada umumnya dilakukan dengan berasumsi pada turunnya harga saham tersebut akan menimbulkan pantulan keesokan harinya, di mana harga saham kembali naik saat pembukaan bursa. 
      Anda akan mendapatkan sejumlah keuntungan dari selisih harga beli dan harga jual saham tersebut di keesokan harinya. Jumlah keuntungan yang bisa Anda dapatkan dari volatilitas harga seperti ini bisa saja sangat besar, apalagi jika Anda jeli dalam mengambil keputusan. Namun meski begitu, sebelum menggunakan strategi ini Anda tetap perlu melihat bagaimana pergerakan saham tersebut selama beberapa waktu terakhir terlebih dahulu. 
      2. Cermati waktu jatuh tempo dividen
      Waktu jatuh tempo selalu menjadi hal penting bagi para pemegang saham, di mana investor akan mendapatkan pembagian keuntungan dari pihak perusahaan. Bagi Anda yang ingin memulai investasi saham, strategi yang satu ini juga bisa menjadi pilihan. Anda bisa mendapatkan keuntungan dengan memanfaatkan waktu jatuh tempo deviden dari saham yang Anda beli.
      Dalam strategi ini, Anda perlu mencermati dengan baik tanggal jatuh tempo saham-saham yang akan Anda beli. Idealnya, belilah saham yang sudah mendekati waktu jatuh tempo pembagian dividen, lalu jual kembali saham tersebut setelah melewati tanggal jatuh tempo tersebut. Cara ini akan memungkinkan Anda mendapatkan sejumlah keuntungan, yakni dari pembagian deviden dan juga selisih pada harga beli dan harga jual saham tersebut.
      Strategi yang satu ini bisa saja memberikan Anda potensi keuntungan yang cukup besar, meskipun hanya dalam waktu yang terbilang singkat. Namun dalam hal ini Anda tetap harus jeli dalam memilih saham yang akan dibeli, agar resiko kerugian juga bisa ditekan dengan baik sejak awal. Hal ini sangat penting, untuk memastikan Anda juga bisa mendapatkan keuntungan maksimal atas pembelian saham tersebut.
      3. Manfaatkan laba saham Anda dengan cerdas
      Tujuan Anda melakukan investasi saham tentu untuk mendapatkan sejumlah dividen atau laba. Anda bisa mendapatkan keuntungan dari laba saham yang Anda miliki secara maksimal, jika Anda memiliki kemampuan yang baik untuk mengelolanya dengan cara tepat. Namun selain itu, Anda juga bisa menggunakan strategi jitu lainnya untuk mendatangkan uang dari investasi saham yang Anda lakukan di dalam keuangan.
      Manfaatkan laba saham Anda dengan cara yang cerdas, agar keuntungan ini benar-benar bisa membawa dampak baik di dalam keuangan. Anda bisa memulai hal ini dengan cara membeli saham-saham pilihan, tentunya yang secara rutin selalu membagi dividen bagi para investornya. Selanjutnya, Anda hanya perlu membiarkan saham-saham tersebut mendatangkan laba di dalam keuangan Anda. 
      Begitu simpel dan mudah, Anda bahkan hanya perlu mengawasi perkembangan nilai pasar saham Anda tersebut. Jika menginginkan laba yang lebih besar di masa yang akan datang, maka gunakan dividen yang Anda dapatkan untuk membeli lebih banyak lagi saham yang baru.
      Pahami dan terapkan strategi yang paling tepat 
      Untuk bisa sukses dalam investasi saham, Anda perlu mempelajari banyak hal terlebih dahulu. Namun di antara semua hal tersebut, memahami strategi jitu dalam investasi ini menjadi salah satu yang terpenting. Pastikan Anda menguasai semua strategi jitu dan menerapkannya di dalam investasi Anda, agar Anda bisa mendapatkan keuntungan yang besar dari saham.
    • By ega
      Google mengganti logo Gmail dari yang semula berbentuk amplop putih dengan tepian merah menjadi sebuah logo yang kini terasa lebih 'Google banget'.
      Logo baru Gmail kini menyerupai huruf M besar dengan bentuk mirip amplop, tetapi hadir dengan empat warna ciri khas Google. Warna warni yang dimaksud ada biru, merah, kuning, dan hijau.
      Logo baru Gmail ini cocok dan senada dengan logo Google, Google Maps, Google Photos, Chrome, dan produk-produk Google lainnya. Dengan logo baru Gmail ini, tak ada lagi amplop lawas khas Gmail.
      Fast Company melaporkan, Google sebelumnya mempertimbangkan untuk menghapus logo bentuk M sama sekali atau menghapus warna merah Gmail sepenuhnya. Namun, mereka yang terlibat dalam riset pengguna tak senang dengan perubahan tersebut.
      Pertahankan Huruf M
      Riset ini kemudian membantu Google menyadari, amplop dari logo Gmail bukanlah elemen desain yang penting. Dengan begitu, memungkinkan tim untuk bereksperimen dengan mempertahankan huruf M serta menambah palet warna tradisional Google.
      Logo baru Gmail ini masih terasa didominasi warna merah, dengan sedikit sentuhan warna kuning, biru, dan hijau di masing-masing lengkungan huruf M.
      G Suite Jadi Google Workspace

      Google juga sebelumnya mengubah logo Kalender, Docs, Meet, dan Spreadsheet agar sesuai dengan desain baru Gmail ini.
      Logo baru ini merupakan bagian dari perubahan lebih luas dari perangkat lunak G Suite Google yang kini diubah namanya menjadi Google Workspace.
      Google pun tengah mencoba menggabungkan Gmail, Chat, dan Docs ke dalam satu lokasi pusat untuk bisa lebih bersaing dengan Microsoft Office, terutama Outlook yang lebih terintegrasi.
    • By theblue
      Virus Corona COVID-19 telah dinyatakan sebagai wabah yang pandemi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Perusahaan teknologi besar seperti Google dan Twitter memperbolehkan karyawannya dari rumah.
      Sejak Kamis (12/3/2020) Google sudah memandatkan 300.000 karyawannya untuk bekerja dari rumah. Khususnya untuk karyawan yang berbasis di Inggris, Eropa, Timur Tengah, dan Afrika. Sebagai antisipasi penyebaran covid-19 atau virus corona.
      Pemberlakuan kerja dari rumah itu akan dilakukan sampai pemberitahuan lebih lanjut oleh Google.
      Google mengatakan, satu-satunya wilayah yang tersisa menjalankan bisnis seperti biasanya pada saat ini adalah Amerika Latin.
      Selain itu, Google juga telah memberi tahu lebih dari 100.000 karyawannya di Amerika Utara untuk tetap di rumah di tengah virus itu hingga setidaknya 10 April.
      CEO Google, Sundar Pichai dan CFO Google, Ruth Porat, mendesak karyawan untuk tetap termotivasi untuk menjalankan infrastruktur global Google di tengah perubahan besar dan kekhawatiran seputar penyebaran virus.
      "Kami tahu ini adalah waktu yang sangat meresahkan bagi semua orang," kata Pichai dalam email internal, pekan lalu. Ia menambahkan bahwa perusahaan memiliki tim keamanan dan ketahanan yang siap menjalankan pusat komando 24 jam untuk membantu para eksekutif memantau situasi penyebaran corona.
      Perusahaan teknologi Twitter juga menerapkan hal yang seperti Google. Twittermemutuskan untuk mewajibkan 4.900 karyawan bekerja dari rumah untuk menghadang penyebaran virus corona COVID-19 yang telah menyebar ke banyak negara.
      Dalam postingan di blog resmi perusahaan, Twitter mengatakan, "Kebijakan kerja dari rumah ini bersifat wajib karena perusahaan memiliki tanggung jawab untuk mendukung komunitas perusahaan dan mereka yang rentan," ujar perusahaan seperti dilansir dari CNBC International, Kamis (12/3/2020).
      "Kami memahami bahwa ini adalah langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya, tetapi ini adalah saat yang belum pernah terjadi sebelumnya," lanjutnya.
      Twitter mengatakan mereka akan terus membayar kontraktor dan membayar karyawan per jam yang tidak dapat melakukan tugas mereka saat bekerja dari rumah.
    • By VOAIndonesia
      SAN FRANCISCO - Seorang mantan eksekutif Google yang mencalonkan diri untuk menjadi anggota Senat Amerika, Kamis (9/1/20), menyerukan pemberlakuan regulasi yang keras terhadap raksasa-raksasa teknologi, dan menuduh raksasa internet tempat dia pernah bekerja itu telah keluar dari jalur “jangan jahat.”
      Ross LaJeunesse membidik Google dan perusahaan-perusahaan teknologi besar lainnya di Amerika dengan menyatakan bahwa kini keuntungan lebih diutamakan daripada hak asasi manusia.
      “Moto perusahaan dulu adalah “jangan jahat,” kata LaJeunesse, yang meninggalkan pekerjaannya sebagai kepala hubungan internasional di Google tahun lalu setelah 11 tahun mengabdi di perusahaan itu. “Banyak hal telah berubah,” tambahnya.
      Kini dia mencalonkan diri ikut bersaing memperebutkan kursi Senat Amerika untuk negara bagian asalnya, Maine. Dia bersaing melalui jalur Partai Demokrat.
      Google menolak kritikan tersebut, dan mengatakan pernyataan LaJeunesse itu disampaikan dalam konteks kampanye pemilihan.
      “Kami memiliki komitmen yang tak tergoyahkan untuk mendukung berbagai organisasi dan upaya-upaya hak asasi manusia," kata juru bicara Google ketika menanggapi pertanyaan kantor berita AFP. “Kami mendoakan yang terbaik untuk Ross dengan ambisi politiknya,” tambah juru bicara itu.
      LaJeunesse bergabung dengan Google pada tahun 2008 dan menjadi kepala kebijakan publik perusahaan itu untuk Asia Pasifik sebelum mengambil posisi sebagai kepala hubungan internasional.
      Dia mengatakan dia adalah orang yang melaksanakan keputusan Google untuk tidak lagi menyensor hasil pencarian lewat Internet di China seperti yang diminta oleh pemerintah negara itu.
      “Keputusan itu membuat marah tidak hanya pemerintah China, tetapi juga membuat frustrasi sebagian eksekutif produk Google yang mengincar pasar yang besar dan keuntungan yang menyertainya,” kata LaJeunesse.
      “Faktanya, dalam waktu satu tahun sejak keputusan 2010 itu, eksekutif untuk Maps dan produk Android mulai berusaha meluncurkan produk mereka di China,” tambahnya.
      Dia menyatakan terkejut ketika mengetahui pada tahun 2017 tentang adanya proyek “Dragonfly” di Google untuk menyesuaikan versi mesin pencari untuk China. Proyek itu kemudian ditinggalkan karena menuai kritik masyarakat.
      LaJeunesse juga menyuarakan keprihatinan tentang upaya Google untuk menjalin kerja sama komputasi awan (cloud computing) dengan pemerintah Arab Saudi dan membangun pusat intelijen buatan (AI) di sana.
      “Tepat ketika Google perlu menggandakan komitmen pada hak asasi manusia, Google memutuskan untuk mengejar keuntungan yang lebih besar dan harga saham yang bahkan lebih tinggi,” kata LaJeunesse. “Itu tidak berbeda dalam budaya tempat kerja di Google,” tambahnya.
      Dia berpendapat bahwa karena pendiri Google, Larry Page dan Sergey Brin menyerahkan operasi perusahaan kepada para eksekutif yang digaji, maka semangat mencari keuntungan lebih besar daripada bertahan pada prinsip-prinsip yang semula diutamakan.
×
×
  • Create New...