Jump to content
merahputih

Google Maps Beri Peringatan Jika Ada Taksi Nakal

Recommended Posts

1948157053_googlemaps.thumb.jpg.cc9d0cfd1d9356d1cb77fbd4bc3fe73b.jpg

Bagi seorang turis yang kerap tidak tahu rute jalan kadang suka dikerjai oleh supir taksi yang nakal tujuannya agar argo yang dibayar semakin mahal. Nah, fitur Google Maps akan memberikan peringatan kepada pengguna jika taksi yang dinaikkin menyimpang alias keluar jalur yang seharusnya.

Meski alasan tersebut tidak melulu supir nakal karena memang mungkin saja ada penutupan jalan atau mencari jalan yang lebih cepat yang belum diketahui dari Google Maps.

Pun demikian alasannya, Google Maps akan tetap memberikan peringatan kepada pengguna jika Taksi yang dinaikkin keluar jalur lebih dari 500 meter, hal ini memberikan agar pengguna tetap waspada dan aman ketika berpergian di kota yang asing.

Saat aplikasi ini telah diperbaharui fitur Stay Safe ini akan muncul ketikan pengguna memilih 'Get Direction'. Dilansir detikINET dari Techradar, fitur ini dinamai Stay Safe yang dilaporkan oleh XDA Developers fitur ini pertama kali muncul di India pada awal tahun ini.

Kini Fitur tersebut tampaknya sudah digulirkan oleh Google secara global, namun saat ini negara yang sudah mendapatkan baru Amerika Serikat dan Belanda dan semoga negara-negara lainnya akan segera mendapatkan versi terbaru ini.

Saat aplikasi ini telah diperbaharui fitur Stay Safe ini akan muncul ketikan pengguna memilih 'Get Direction'.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...

  • Similar Content

    • By ega
      Kata-kata seorang pria Malaysia soal ojek online viral di media sosial. Pria yang kabarnya bos sebuah perusahaan taksi di Malaysia itu menyebut bahwa ojek online hanya untuk di negara miskin seperti di Indonesia.
      Ucapan pria Malaysia itu mendapat respons dari persatuan para pengemudi ojek online di Indonesia. Mereka berencana akan melakukan unjuk rasa mengepung Kedubes Malaysia di kawasan Kuningan, Jakarta, pada 3 September mendatang.

      "Jika tidak ada klarifikasi dari Dubes Malaysia di Jakarta dan permohonan maaf dari bos taksi di Malaysia dalam video yang merendahkan martabat kami, maka kami driver ojek online se-Indonesia akan kepung Kedubes Malaysia di Jakarta dan konjen-konjen Malaysia di seluruh NKRI," kata Presidium Garda Indonesia Igun Wicaksono dalam keterangan tertulisnya, Selasa (3/9).
      Igun menjelaskan, ucapan pria Malaysia itu dianggap meresahkan karena merendahkan profesi ojek online.
      "Ucapan dia juga menghina rakyat Indonesia," ujar Igun.
       
    • By qbonk
      Rumah milik seorang wanita bernama Lindsay Diaz di daerah Rowlett, Texas, Amerika Serikat, hancur karena kesalahan sebuah perusahaan pembongkaran rumah.

      Bukannya bertanggung jawab, perusahaan pembongkaran rumah itu justru menunjukkan screenshot aplikasi Google Maps yang keliru menunjukkan koordinat rumah yang harus dibongkar sesuai jadwal.
      Sebagai korban, Diaz melayangkan tuntutan untuk memperbaiki rumahnya. Bersamaan dengan kejadian ini, ia juga meminta perbaikan atas beberapa rumah lain di sekitarnya yang mengalami kerusakan akibat tornado yang terjadi pada akhir Desember tahun lalu.
      Terkait dengan kasus ini, Google mengakui bahwa aplikasi peta digital miliknya, Google Maps, memang salah menunjukkan alamat.
      "Google Maps memang menunjukkan informasi yang salah untuk rumah yang bersangkutan," kata juru bicara Google kepada CNN Money.
      Sesaat setelah kasus ini mencuat, Google segera membenahi aplikasi Maps agar tak lagi menyebabkan kejadian serupa.
      "Masalah ini menjadi perhatian kami dan kini sudah diperbaiki." lanjut juru bicara Google.
      Di sisi lain, Billy L. Nabors Demolition, perusahaan yang bertanggung jawab atas kerusakan rumah itu, nampaknya enggan mengurus kasus tersebut.
      "Dia mengatakan perusahaannya meminta maaf atas kejadian ini dan akan lebih baik lagi ke depannya. Namun ia menyerahkan semuanya kepada asuransi dan ini mungkin akan menjadi hal yang tak menyenangkan," kata Diaz setelah ia menghubungi presiden direktur Billy L. Nabors Demolition.
    • By anon
      Anggota Komisi III Ruhut Sitompul rupanya mengetahui siapa dalang di balik demo akbar sopir taksi konvensional. Menurut Ruhut, pimpinan merekalah yang menyuruh mereka turun ke jalan menggelar orasi.
       

      Politikus Partai Demokrat ini tak asal bicara. Sebelum demo dimulai, Ruhut sudah mengetahui lebih dulu informasi itu, siapa dalang yang mengerahkan massa.
      Itu diketahuinya saat harus menuju ke Bandara Soekarno Hatta pagi buta. Dari situ Ruhut tahu bahwa bos mereka sendiri yang meminta agar turun ke jalan.
      "Aku jam 4 subuh harus ke bandara. Pesanlah taksi aku, si sopir ngasih tahu kalau akan ada demo. Dia bilang, mereka dipaksa untuk berdemo," ujar Ruhut saat menjadi bintang tamu di Indonesia Lawyers Club (ILK), Selasa malam.
      Mendengar curhat si sopir itu, Ruhut menyarankan agar dia tidak ikut demo itu, yang dinilainya tidak bermanfaat. "Kalau nggak mau nanti mereka dipecat. Mereka ini dipaksa untuk berdemo. Dapat uang Rp 100 ribu satu orang. Udah jangan pada bohong, ngaku sekarang kalian (sopir) kalau disuruh (turun ke jalan). Jadi bohong itu yang bilang dia nggak mengerahkan," tepis Ruhut.
    • By c0d1ng

      Pendiri sekaligus CEO Gojek Nadiem Makarim mengecam segala tindak kekerasan dan menegaskan bakal menindak segala bentuk kekerasan.
      "Saya akan membantu menindak semua pelaku kekerasan, termasuk kalau dilakukan mitra Gojek," kata Nadiem dalam sebuah video bertajuk "Himbauan Nadiem untuk Driver GO-JEK 22 Maret 2016" di YouTube.
      Video ini dibuat menanggapi kabar yang menyebutkan pengemudi Gojek merencanakan aksi tandingan atas kekerasan yang dilakukan para sopir taksi dan angkutan umum Jakarta terhadao pengemudi ojek online.
      Nadiem mengklaim pihaknya telah berkoordinasi dengan polisi untuk mengamankan sejumlah daerah rawan.
      Sebelumnya, sempat terjadi keributan di Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, antara pengemudi Gojek dengan sopir taksi dan angkutan umum yang turun ke jalan menentang layanan kendaraan panggilan berbasis aplikasi.
      Pengemudi Gojek menjadi korban sasaran penyisiran pengunjuk rasa. Di Jakarta Pusat ada pengemudi Gojek yang dianiaya saat mengantar penumpang.
      Akibat bentrokan, sejumlah kendaraan rusak. Bukan hanya taksi yang pecah kacanya, beberapa kendaraan pribadi juga jadi korban.
      Sementara Grab yang mengelola layanan GrabCar dan GrabBike, mengimbau agar mitra pengemudi tidak terprovokasi serta mengutamakan keselamatan.
      Di tengah protes terhadap layanan kendaraan panggilan berbasis aplikasi, Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata menegaskan, Grab bukanlah perusahaan operator taksi karena ia tak memiliki satu pun armada kendaraan.
      Sementara menurut Paguyuban Pengemudi Angkutan Darat (PPAD), perusahaan macam GrabCar dan Uber melanggar Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Angkutan Jalan.
      Deri, salah satu koordinator demonstrasi dari PPAD, berkata aksi demonstrasi ini akan terus dilakukan sampai tuntutan menutup GrabCar dan Uber dikabulkan pemerintah.
    • By vyrous

      Ribuan sopir taksi menggelar unjuk rasa di depan Istana Presiden Jokowi. Mereka menuntut layanan taksi berbasis aplikasi diblokir. Kehadiran taksi berplat hitam yang layanannya dapat diakses melalui aplikasi di telepon seluler membuat sopir taksi konvensional resah. Mereka mengeluh, pendapatan cenderung menurun.
      Belum diketahui secara persis, berapa armada plat hitam yang bekerja sama dengan Uber dan Grab selaku penyedia aplikasi layanan transportasi. Apakah mereka tergolong ilegal dari sisi penyediaan layanan transportasi, masalah ini ada di ranah Kementerian Perhubungan. Itulah sebabnya Kementerian Kominfo menyerahkan masalah ini kepada Perhubungan untuk merespons.
      Sisi menarik yang patut dicermati ialah kecenderungan masyarakat untuk semakin memilih layanan dan produk yang dapat diakses secara melalui internet maupun aplikasi. Tanpa perlu keluar rumah, konsumen dapat memesan produk—dari barang pakai sampai makanan—lewat aplikasi di telepon maupun laptop, lalu tinggal menunggu kiriman datang. Pembayaran dapat dilakukan lewat fasilitas internet banking. Berbelanja semakin mudah.
      Kemudahan yang dinikmati konsumen disambut oleh sebagian orang yang melihat peluang pemanfaatan teknologi dalam layanan transportasi. Jika sebelumnya untuk naik ojek, konsumen harus mendatangi pangkalan, kini di manapun berada konsumen bisa memesan layanan ojek. Pengojek yang pro-aktif mendatangi calon penumpang.
      Ide ojek berbasis aplikasi disambut oleh konsumen karena praktis dengan biaya yang lebih pasti karena dihitung berdasarkan jarak tempuh tanpa perlu tawar-menawar. Penyedia aplikasi pemesanan taksi, yang menggandeng pemilik mobil plat hitam, melihat peluang serupa dengan memanfaatkan ‘kemanjaan konsumen akan kemudahan dan kenyamanan’.
      Konsumen dapat memesan layanan taksi lewat telepon seluler, jadi tak perlu menunggu di pinggir jalan. Bayar ongkos pun bisa dengan kartu elektronik dengan angka yang pas sesuai argo, jadi konsumen tak perlu merisaukan perihal uang kembalian. Kunci layananan ini ialah memberi kemudahan kepada konsumen dengan memanfaatkan kemajuan teknologi.
      Perusahaan taksi yang peka terhadap kemajuan teknologi akan memanfaatkan peluang yang jelas di depan mata. Mereka sudah memiliki armada taksi sendiri, konsumen yang sudah bertahun-tahun memakai jasa mereka, sehingga mereka tinggal mengembangkan aplikasi pemesanan yang mudah diakses konsumen. Untuk pembayaran pun, mereka dapat bekerjasama dengan kalangan perbankan.
      Dua hal yang saya sebutkan di atas semestinya tidak sulit mereka lakukan. Tapi, soalnya, apakah setiap manajemen perusahaan taksi bersikap adaptif terhadap perubahan pasar, kemajuan teknologi, serta kebutuhan konsumen yang terus berkembang. Masuknya penyedia aplikasi seperti Uber, yang notabene bukan perusahaan transportasi, sepatutnya segera direspons dengan memodifikasi model bisnis.
      Biarlah urusan Uber dan Grab ditangani oleh Kementerian Perhubungan. Urusan perusahaan taksi adalah beradaptasi terhadap perubahan dengan mengadopsi teknologi yang diperlukan agar konsumen memperoleh layanan yang mudah dan cepat diakses, aman, serta nyaman—sebab, dari pertimbangan inilah konsumen mengambil keputusan untuk memakai atau tidak layanan tertentu.
      Dengan cara itu pula, perusahaan taksi dapat meningkatkan daya saingnya dalam kompetisi penyediaan layanan transportasi yang semakin sengit, apa lagi dengan adanya layanan taksi berbasis aplikasi yang disediakan oleh bukan perusahaan transportasi. Untuk yang terakhir tersebut, menjadi tugas regulator untuk menata kembali aturan main layanan transportasi dengan mengatur layanan transportasi berbasis internet/aplikasi, sebab orang yang cerdik akan mudah memanfaatkan celah-celah yang belum diatur dalam regulasi apapun. 
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy