Jump to content
  • Popular Contributors

    Nobody has received reputation this week.

  • Our picks

    • Wanita Ini Baru Tau Pekerjaan Suaminya Setelah Suaminya Meninggal
      Seorang wanita menemukan fakta mengejutkan tentang suaminya yang telah dinikahinya selama 64 tahun.

      Kenyataan mengejutkan tersebut bahkan baru diketahuinya setelah sang suami yang bernama Glyn meninggal dunia.
      • 0 replies
    • Kamu Harus Tau Tentang Amnesia
      Apa itu Amnesia?

      Amnesia atau dikenal juga sebagai sindrom amnesik, adalah kondisi yang menyebabkan kehilangan memori. Hal ini meliputi kehilangan informasi, fakta-fakta, dan pengalaman personal. Ada banyak kondisi kesehatan yang dapat menyebabkan amnesia, seperti dementia, stroke, atau cedera kepala.
      • 0 replies
jeruk_purut

Cara Lupakan Si Mantan yang Telah Menorehkan Kenangan

Recommended Posts

sad.thumb.jpg.f566be1ffa13a2be4ffab74c184098d2.jpg

Sebagian besar orang pasti memiliki seseorang yang ingin dilupakannya. Yuk simak informasinya berikut ini.

Sebagian besar orang pasti pernah memiliki perasaan ingin melupakan seseorang. Tidak hanya para barisan mantan saja, namun bisa dengan siapapun juga. Sayangnya, tingkat keberhasilan melupakan seseorang sangat rendah.

Banyak orang yang malah semakin mengingatnya dan akhirnya tidak bisa melupakan.

Dalam menjalani sebuah kehidupan, tentu saja kalian tidak akan dihadapi dengan sebuah perjalanan yang mulus saja. Hidup seperti putaran roda. Ada di suatu waktu, kalian merasakan batu kerikil yang justru membuat hidup lebih berwarna.

Rasa sedih tentu saja akan selalu ada dan hadir di dalam kehdupan. Apalagi mengenai kehidupan pertemanan, persahabatan ataupun percintaan. Kondisi inilah yang membuat kalian terkadang ingin melupkan seseorang dari masa lalu yang berhasil menorehkan kenangan tersendiri.

Kalian juga berhak untuk memiliki perasaan ingin hidup bahagia tanpa bayang-bayang masa lalu. Sayangnya, hal tersebut tidak semudah seperti membalikkan telapak tangan. Alih-alih lupa, kalian malah akan mengingatnya terus. Jangan khawatir, dream akan memberikan informasi cara melupakan seseorang yang bisa kalian terapkan.

Jangan Memaksa, Biarkan Mengalir

Setiap ada pertemuan pasti akan ada sebuah perpisahan. Mungkin penyataan populer ini kerap kalian rasakan dan jumpai di beberapa waktu tertentu. Pada saat itu terjadi, sebagian besar orang akan merasa sangat sedih.

Tidak hanya satu atau dua hari saja, kesedihan tersebut akan berlanjut hingga beberapa hari, minggu atau bulan. Lamanya waktu bersedih tersebut dikarenakan kalian masih terus mengingat-ingat semua torehan kenangan masa lalu tersebut.

Sangat lucu ketika melihat kalian sangat ingin melupakan seseorang namun masih terus mengingat semua kenangan tersebut. Apalagi di tambah dengan kalian yang memaksa untuk melupakan seseorang itu. Alih-alih berhasil melupakan, kalian nantinya akan semakin mengingatnya.

Sahabat Dream, cara melupakan seseorang yang harus kalian lakukan pertama kali adalah dengan membiarkan pikiran kalian mengalir ke depan dan jangan memaksa untuk melupakannya.

Hindari Sendirian

Sadar atau tidak, jika kalian berada di kondisi sendirian kerap kali akan merasakan perasaan sedih secara tiba-tiba. Kesendirian justru membuat otak seakan-akan terus memutar ulang semua kenangan bersama seseorang yang akan kalian lupakan tersebut. Nah, pada saat ini tentu saja akan membuat kalian semakin sulit untuk melupakannya.

Jangan pernah biarkan diri kalian berada di kondisi sendirian jika ingin berhasil dalam melupakan seseorang. Bukan itu saja, jangan biarkan diri kalian untuk tidak melakukan hal apa-apa sebab kondisi ini akan memicu timbulnya kenangan-kenangan masa lalu tersebut. Hiburlah diri kalian dengan melakukan aktivitas yang memang disukai misalnya seperti membaca buku, liburan dan masih banyak lainnya.

Hindari Suatu Hal yang Membuat Teringat

Berada di jaman serba digital, membuat kalian bisa dengan mudah menemukan akses untuk terhubung dengan seseorang terutama dia yang ingin dilupakan. Block semua akun sosial media orang tersebut jika dirasa kalian memang memerlukannya. Tidak hanya sosial media saja, semua barang yang ada hubungannya dengan orang tersebut sebaiknya singkirkan dari dalam kamar kalian. Mulai dari foto bersama, semua hadiah pemberian ataupun kebiasaan-kebiasaan kalian berdua sebaiknya hindari untuk sementara. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, hindari juga menonton film, drama, mendengarkan music yang bisa menimbulkan rasa kesepian kalian muncul ke permukaan.

Berinteraksi dengan Orang Lain

Cara melupakan seseorang selanjutnya yaitu dengan memperbanyak berinteraksi dengan orang lain. Tidak perlu merasa takut untuk melakukannya, pikirkan saja jika kalian ingin menambah banyak relasi. Bonusnya, siapa tahu diantara orang-orang tersebut bisa menjadi jodoh kalian mendatang. Pada saat berinteraksi dengan orang lain, sebaiknya jangan pernah menutup akses ke diri kalian sendiri. Dengan menutup diri, semakin sulit bagi orang-orang tersebut untuk bisa mendekat dan berteman dengan kalian. Jika kalian tidak bisa dengan mudah berinteraksi dengan orang lain, cobalah untuk curhat ke sahabat terdekat. Orang terpercaya dan orang tua bisa kalian jadikan pilihan terbaik untuk menceritakan segala keinginan dan keluh kesah kalian.

Sibukkan Diri

Salah satu cara melupakan seseorang yang paling ampuh dan efektif yaitu dengan menyibukkan diri. Kalian bisa melakukan berbagai macam aktivitas yang lebih bermanfaat contohnya dengan membaca buku, menulis cerita, belajar dengan giat ataupun bekerja lebih maksimal kembali. Seiring berjalannya waktu, sadar atau tidak kalian akan bisa melupakan seseorang yang memang ingin kalian lupakan. Ibarat dalam sebuah peribahasa terkenal “ sambil menyelam minum air”, dengan menyibukkan diri tidak hanya bisa melupakan seseorang tersebut namun juga bisa membuat hidup kalian lebih produktif.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...

  • Similar Content

    • By Yohanes_kurnia

      Cinta adalah sesuatu yang paling membingungkan di dunia ini. Terutama bagi seorang seniman yang nyentrik. Ketika seniman jatuh cinta, maka mereka akan merasakannya dengan sangat spesial, begitu indah, dan terkadang begitu melodrama.
      Seperti yang terjadi pada seniman bernama Marina Abramovic. Pada tahun 1970, Marina dan kekasihnya, Ulay, putus. Dengan caranya, mereka mengakhiri kisah cinta mereka di Tembok Raksasa China.  Mereka saling memberikan pelukan yang paling terakhir dan kemudian pergi menjauh. Mereka tak pernah bertemu kembali setelah itu.
      Lebih dari 30 tahun kemudian. Marina yang seorang seniman melakukan performance art. Setiap orang secara bergantian boleh duduk di hadapannya selama beberapa menit. kemudian diganti orang lain. Kebanyakan Marina hanya terdiam karena dia berhadapan dengan orang asing. 
      Namun, tiba-tiba seorang pria menarik perhatian Marina. Seorang pria paruh baya, tetapi masih terlihat keren. Ketika Marina membuka matanya, terlihat suatu reaksi mendalam terjadi pada mereka berdua. Mereka tetap terdiam, tetapi air mata, rasa haru terlihat di wajah Marina. 
      Banyak yang berpendapat bahwa pria itu adalah kekasihnya, Ulay. Suatu pertemuan yang begitu indah dan emosional. Tapi, waktu habis. Ulay harus meninggalkan orang Marina, bergantian dengan orang lain.
      Lihat Video-nya yang mengharukan:
       
    • By BincangEdukasi
      Setiap orang pasti punya sejarah dalam kehidupan asmaranya, begitu juga dengan kekasih Anda. Sebelum menjalin cinta dengan Anda, mungkin si dia pernah mempunyai seseorang yang pernah disayanginya.
      Masa lalu memang tinggal masa lalu dan hubungan antara pasangan Anda dengan mantan nya pun telah berakhir. Namun bagaimana jika mantan kekasih ini masih membayangi kehidupan cinta Anda dan pasangan?

      Berikut ini cara menghadapi mantan kekasih sang pacar:
      Mantan Dekat dengan Teman-Teman Kekasih
      Si Dia dan mantan kekasihnya pernah menjalin hubungan spesial, hal itu tidak bisa diubah. Selain pernah berpacaran, sang mantan pun kenal dengan teman-teman kekasih Anda dan masih menjalin hubungan baik. Sehingga seringkali dia pun muncul saat Anda dan pasangan berkumpul bersama temannya. Hal yang bisa Anda lakukan adalah bersikap yang wajar. Jangan menunjukkan ketidaksukaan ataupun mencoba akrab dengannya.
      Boleh saja saling bertegur sapa, tapi cukup sampai di situ. Jika ada tanda-tanda sang mantan mencoba mendekati kekasih Anda, tunjukkan bahwa kini sudah ada orang lain di sampingnya. Bisa dengan merangkul atau menggandeng kekasih Anda dengan tatapan tulus, namun usahakan jangan terlihat berlebihan.
      Mantan Masih Mencintai Si Dia
      Sang mantan terlihat masih belum rela hubungannya dengan kekasih Anda sudah berakhir. Dia pun selalu mencari-cari alasan untuk menelepon, mengirim pesan teks atau memaksa kekasih Anda untuk bertemu. Terlebih lagi, sang kekasih pun terkesan baik-baik saja dan tidak merasa terganggu dengan kelakuan mantannya. Jangan terpancing emosi, jangan juga langsung marah atau melabrak sang mantan.
      Coba bicarakan baik-baik dengan pasangan dan utarakan bahwa Anda tidak suka dengan keadaan ini. Tanyakan padanya apakah masih ada perasaan khusus terhadap sang mantan. Jika perlu, hubungi sang mantan dan beritahukan secara baik dan sopan agar dia tidak terlalu sering menghubungi kekasih Anda lagi.
      Mantan Berteman Dekat dengan Si Dia
      Banyak pasangan kekasih yang justru berteman baik setelah putus. Hal ini mungkin membuat Anda cemburu dan cemas, kalau-kalau timbul perasaan cinta lagi di antara mereka berdua. Daripada selalu dibayangi rasa khawatir, buang jauh-jauh pikiran itu. Toh pasangan sudah memilih Anda sebagai orang yang paling spesial di hatinya. Biarkanlah mereka berteman, namun tekankan pada pasangan sejauh mana batasan hubungan pertemanan. Jika terlihat sudah melewati batas, ada baiknya Anda segera mengingatkan kekasih.
    • By bara_bere123
      Dalam hidup setidaknya sekali, kamu pernah diputusin sama mantan. Perasaaan marah dan kecewa jelas aja kamu rasakan pada saat itu, apalagi jika si dia sudah menemukan pengganti kamu dalam hitungan hari. Merasa dibuang, makanya kamu mungkin aja galau hingga berminggu-minggu.
       
      Tapi, hidup sudah ada “jalur” masing-masing. Pasca perpisahan itu, kamu bisa bangkit. Bisa memaafkan dan menerima kenyataan kalau hubungan kamu ya memang harus berakhir. Kamu bisa kembali menata hidup kamu, dengan wanita/pria baru yang jauh lebih baik dari mantan. Hidup kamu jelas lebih bahagia.
       
      Hingga suatu hari, mantan yang udah ninggalin kamu, tiba-tiba datang dan minta maaf. Katanya nyesal karena udah tinggalin kamu gitu aja. Namun, sikapnya lama-lama cukup mengganggu bahkan dia perlahan mulai merusak hubungan baru kamu supaya kalian bisa putus dan balikan lagi sama dia. Wah, punya mantan yang masih terobsesi sama kita, enaknya diapain, ya?
       
      Cuekin, tunjukin kalau kamu bahagia
      Mantan yang masih ganggu dan drama itu ibarat wayang orang yang butuh perhatian buat ditonton. Namun, wayang orang tentu aja dong nggak akan bermain kalau nggak ada panggung dan yang nonton? Nah, kamu itu ibarat penonton yang menyediakan panggung untuk mereka bermain. Logika sederhananya, kalau ditanggapi sama aja kamu kamu kayak kasih panggung ke mereka.
       
      Jadi, ya jangan kaget atau kesal jika mereka semakin ganggu kamu. Usaha mereka untuk cari perhatian ternyata mereka dapatkan. Cuekin aja, lanjutkan hidup kamu yang jauh lebih bahagia tanpa dia. Tunjukkan bahwa kamu memang bahagia dengan pasangan baru dan perpisahan kemarin tak akan memberikan efek apa pun. Dengan begitu dia akan kesal kok. Jika dulu kamu sedih liat dia bahagia dengan wanita/pria lain, kini gantian dia yang sedih dan menyesal ninggalin kamu yang berharga.
       
      Kalau nggak bisa dihindari maka hadapi
      Tapi, ada kalanya mantan yang udah dicuekin tetap aja ganggu dengan ribuan alasan. Lama-lama jelas dong, ya, kita bakal gerah sendiri. BBM udah di delcont, eh dia hubungi lewat Whatsapp karena masih nyimpan nomor kamu. Tentu aja dong kamu nggak mungkin sampai ganti nomor hanya untuk ngehindar dari mantan? Maka itu, pilihan lain adalah hadapi, bukan dihindari.
       
      Ketemuan sama mantan kamu untuk ngejelasin kalau kalian udah nggak punya alasan untuk tetap berhubungan baik. Mungkin aja nih si mantan bersikap seperti itu karena ngerasa ada urusan masa lalu yang belum tuntas. Kalau begitu berikan waktu untuk membereskannya hanya dengan kamu. Iya, hanya antara kalian berdua. Nggak perlu ajak pacar baru, jika masalah tambah rumit nantinya. Masa lalu kamu dengan mantan hanya melibatkan kamu dengan dia, tanpa pacar barumu. Begitu obrolan udah jelas, kamu  bisa minta pacar ngejemput sehingga di akhir pertemuan kamu bisa ngenalin dia ke mantan.
       
      Kenalin sama teman
      Setelah bicara panjang lebar, hasilnya mungkin aja kalian bisa berteman atau nggak. Kalau pun tidak, kamu bisa sedikit lega karena kemungkinan besar dia tak akan ganggu kamu. Namun, jika kalian akhirnya bisa berteman coba aja untuk kenalin teman ke mantan. Mantan resek kan mungkin aja alasannya karena nggak punya pacar. Barangkali dengan dikenalin ke teman kamu dan mereka jadian, fokusnya bukan lagi ke kamu melainkan ke pacar barunya.
    • By kotawa
      Putus cinta memang bukan perkara sederhana. Seberapapun kita tak menghendakinya, kita akan dipaksa bersikap lapang dada. Namun, tidakkah butuh kekuatan demi bisa merelakan mantan dan melanjutkan hidup sendirian? Saat masih sulit berdamai dengan diri sendiri, bukankah mustahil untuk menemukan pengganti?
       
      Dalam artikel kali ini, Hipwee ingin sejenak mengajakmu meredam gejolak hati. Menikmati saat-saat sendiri dan merelakan dia yang tak lagi ada di sisi. Meyakinkanmu untuk segera memantapkan hati; melupakan dia yang memilih pergi, dan bersiap memacak diri untuk menyambut cinta yang baru lagi.
       
      Putus Cinta Adalah Bencana yang Tak Kamu Harapkan Datangnya. Namun Seperti Korban Bencana yang Lainnya, Kamu Akan Kuat Ketika Bisa Menerima.
       

       
      Siapa sangka, hubungan yang tampaknya baik-baik saja ternyata menyimpan bara. Dia sebenarnya tak suka meladeni sifatmu yang ia nilai manja. Dia diam-diam lelah akan sikapmu yang ia anggap tak dewasa. Kamu pun nyatanya tak benar-benar mau menerima pasanganmu apa adanya. Kamu tak nyaman dengan sifatnya yang emosional, tutur katanya yang kasar, atau sikapnya yang enggan memberi perhatian. Meski merasa tak puas pada pasangan, toh kalian tak berusaha saling mengingatkan.
       
      Sekalipun sudah bersama dalam jangka waktu yang lama, hubungan kalian sebenarnya tak sehat dan tak bahagia. Sadar tak sadar, kalian mempertahankan hubungan hanya karena status. Tak ada niat dan keinginan untuk memperbaiki keadaan. Akhirnya, saat tak lagi sanggup memendam semuanya, kalian baru tersadar bahwa hubungan yang terlanjur cedera tak akan bisa kembali membaik seperti semula. Tak ada pilihan selain melapangkan hati agar siap menerimanya.
       
      Hatimu Pasti Terasa Nyeri. Tapi, Mengikhlaskan Dia Pergi Adalah Caramu Mengobati Diri Sendiri
       

       
      Apapun alasannya, lumrah jika momen putus cinta terasa begitu perih adanya. Cinta memang bisa membuatmu bahagia, tapi dia pula yang sanggup membikin hatimu terluka. Kalian yang biasanya selalu berdampingan, kini harus saling menjauh dan meninggalkan. Tak lagi bisa bergandengan tangan, berbagi pelukan, atau mencurahkan kasih sayang dan perhatian. Segala harapan yang pernah kalian tumpuk berdua pun kini harus rela dikubur dan dilupakan begitu saja.
       
      Namun, meski putus cinta demikian membuatmu kelimpungan, bukankah tak ada yang bisa kamu lakukan selain mengikhlaskan? Toh memaksakan hubungan yang sudah terlanjur gagal justru akan terasa semakin menyakitkan. Dan bagaimana pun, perkara perasaan adalah ihwal yang tak bisa dipaksakan. Saat kalian sama-sama mantap untuk berpisah atau dirinya yang memilih pergi jauh melangkah, damaikan hatimu dengan memilih pasrah dan berserah.
       
      Kamu Pun Layak Meyakini. Tak Ada yang Harus Disesali, Kamu Pun Tak Butuh Dikasihani
       

       
      Setelah putus cinta, ada kalanya kamu merasa hidupmu tak benar-benar berharga. Kamu akan sering-sering mengingat cerita-cerita di masa lalu sambil sibuk menyalahkan dirimu. Berusaha berpikir dan menganalisa apa yang sudah terjadi lalu sibuk berandai-andai sendiri.
       
       
      Hey, bukankah segala yang sudah terjadi selayakanya tak perlu disesali? Apakah sesal yang kamu rasakan bisa dengan ampuh mengubah keadaan? Tentunya tidak. Di saat ini, kita cukup percaya pada perasaan dan hati, lalu biarkan semuanya berjalan secara alami. Di saat-saat terendah dalam hidupmu, kamu pun tak boleh mengasihani diri sendiri. Momen ditinggalkan tak seharusnya membuatmu berkecil hati atau merasa tak layak dihargai. Toh, kandasnya hubungan bukanlah semata-mata lantaran kealpaanmu. Kesepakatan untuk putus bisa jadi akumulasi dari berbagai hal yang tak memuaskan dalam hubungan.
       
      Tak Ada Gunanya Mengutuki Keadaan. Maafkan Segala Hal yang Tak Berjalan Sesuai Harapan
       

       
      Memang, kita tak punya kuasa untuk mengendalikan semuanya. Gagalnya hubungan dengan pasangan bisa jadi sudah kehendak semesta. Selain hanya bisa berusaha menerima, kita tak lagi perlu mempertanyakan segala sesuatunya. Bagi kita yang hanya manusia biasa, harapan yang tak sejalan dengan kenyataan tentu sudah lumrah adanya.
       
      Sikap tak mau menerima kenyataan dan justru mengutuki keadaan adalah kesia-siaan. Keras kepala berusaha memperbaiki hubungan atau memaksakan mantan kekasih kembali dalam pelukan justru akan membuatmu kelelahan. Demi hidup yang lebih mendamaikan, ringankan langkahmu dengan mulai memaafkan. Maafkan dirimu sendiri, maafkan dia yang tak lagi ada di sisi, dan maafkan keadaan yang membuatmu merasakan pahitnya sakit hati.
       
      Jangan Merasa Sudah Membuang Waktu dengan Sia-Sia. Kamu Hanya Harus Kembali Menggeluti Apa yang Kamu Suka
       

       
       
      Saat kamu sudah bisa benar-benar ikhlas menerima kenyataan, kamu tak akan menganggap masa lalumu sebagai kesia-siaan. Bagaimana pun cinta yang pernah singgah dihatimu akan selalu layak untuk diperjuangkan. Bukankah dia yang dulu mendampingimu memang pernah jadi satu-satunya kebanggaan? Tidakkah dia yang membuat hidupmu terasa jauh lebih membahagiakan?
       
      Namun, jika dahulu dan sekarang keadaannya sudah berubah 360 derajat, bukan berarti kamu boleh menghujat. Terimalah kegagalan di masa lalu sebagai caramu menghargai perjalanan hidup dan cintamu. Ketika cinta selalu datang sepaket dengan kemungkinan gagal, hubungan dan momen putus cinta hanyalah perkara bagaimana kita menjalaninya.
       
      Sebelum putus cinta membuat hidupmu demikian berantakan, bukankah kamu pernah menjalani hidup yang membahagiakan? Tidakkah kamu pernah jadi sebaik-baiknya manusia yang menikmati hidupnya? Temukan kesenanganmu, geluti hobimu, dan akrabi kembali renjanmu. Hidup tak layak diakhiri setelah kandasnya hubungan. Kamu harus selalu punya cara untuk merayakan kehidupan.
       
      Kenangan Tak Harus Dibuang Atau Disimpan Rapat. Ada Kalanya Dia Memang Layak Diingat.
       

       
      Berapa banyak kecupan yang dia daratkan di keningmu? Berapa banyak pelukan yang dia bagikan denganmu? Berapa banyak waktu yang sudah kalian tandaskan bersama sejak dulu? Sebagai pasangan, kalian punya sekian kenangan yang pastinya tak mudah dilupakan. Momen-momen kebersamaan yang tak akan lekang dari ingatan.
       
      Putus bukan berarti “haram” mengingat tentang dia. Bukan berarti pula kamu boleh memanjakan dirimu dalam lamunan tentangnya. Hubungan yang gagal sebaiknya dimaknai sebagai pengalaman. Kamu layak mengingat kenangan baik dan buruk tentang hubungan kalian dengan seimbang. Dengan begitu, kamu tak akan bersikap impulsif minta balikan lantaran teringat kenangan-kenangan bahagia. Kadang, ingatan tentang momen perselisihan atau pertengkaran lah yang bisa jadi pelajaran berharga.
       
      Biarkan Dirimu yang Asli Bersinar dan Bahagia. Percayalah, Ada Cinta yang Lebih Baik yang Menunggumu di Luar Sana
       

       
      Cinta itu misteri. Perkara mencintai dan dicintai adalah teka-teki yang baru akan terjawab setelah kita tuntas menjalani. Siapakah pasangan yang hanya mendampingi untuk sementara? Siapa pula yang sudah tertakdirkan dan akan mendampingimu sampai tua? Apakah kisah dengan mantanmu memang benar-benar berakhir, atau kelak kalian akan bertemu dan bersatu lagi? Entahlah. Kamu jelas tak kuasa melihat nasib dan takdirmu di masa depan.
       
      Tapi, percayalah bahwa kegagalan tak boleh membuatmu patah arang. Yakinlah masih banyak cinta-cinta lain yang akan segera datang. Saat ini kamu hanya perlu menikmati hidupmu sendiri. Berbahagialah dengan cara-caramu sendiri meski tanpa seorang pasangan yang mendampingi. Bukankah untuk bisa kembali mencintai kamu harus tuntas berdamai dengan diri sendiri? Bersenang-senanglah dan biarkan cahaya dalam dirimu yang semula redup kini bersinar kembali.
       
      Jika Kelak Kamu Kembali Jatuh Hati, Jangan Pernah Merasa Memiliki Agar Dirimu Tak Perlu Kehilangan Sekali Lagi
       

       
       
      Kadang, perasaan yang begitu kuat dan cinta yang demikian hebat membuatmu terlalu melekat. Yup, kamu merasa memiliki dia yang memang sangat kamu cintai. Lantaran takut kehilangan, kamu ingin mengikatnya kuat-kuat dan mendekatkan dirimu demikian lekat. Kamu lupa bahwa cinta yang sebenar-benarnya seharusnya membebaskan. Cinta tak boleh memaksakan atau membuatnya tertekan. Hal inilah yang seringkali tanpa disadari jadi penyebab kandasnya hubungan.
       
      Maka, jika kelak pintu hatimu kembali terbuka, ingatkan dirimu untuk tidak mencintai dengan buta. Jangan pula memaknai cinta sebagai hal yang niscaya. Cinta yang kamu rasakan selayaknya dibarengi dengan logika agar segala sikap atau keputusan yang kamu ambil kelak tak membuatmu kecewa – untuk kedua kalinya.
       
      Tak seorang pun berhak berkata bahwa putus cinta itu perkara sederhana. Sedih, kecewa, atau bahkan marah lantaran merasa diabaikan itu sangat wajar. Tapi, sampai kapan kita bertahan dalam kondisi yang menyedihkan? Tidakkah lebih baik menata kembali hidupmu dengan bertegar hati dan merelakannya pergi?
       
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy