Jump to content
  • Popular Contributors

    Nobody has received reputation this week.

  • Our picks

    • Wanita Ini Baru Tau Pekerjaan Suaminya Setelah Suaminya Meninggal
      Seorang wanita menemukan fakta mengejutkan tentang suaminya yang telah dinikahinya selama 64 tahun.

      Kenyataan mengejutkan tersebut bahkan baru diketahuinya setelah sang suami yang bernama Glyn meninggal dunia.
      • 0 replies
    • Kamu Harus Tau Tentang Amnesia
      Apa itu Amnesia?

      Amnesia atau dikenal juga sebagai sindrom amnesik, adalah kondisi yang menyebabkan kehilangan memori. Hal ini meliputi kehilangan informasi, fakta-fakta, dan pengalaman personal. Ada banyak kondisi kesehatan yang dapat menyebabkan amnesia, seperti dementia, stroke, atau cedera kepala.
      • 0 replies
keenion

Alasan Orang Gampang Termakan Hoax

Recommended Posts

hoax.thumb.jpg.12df5eaed46ce72f9d4a057bcc1a3af0.jpg

"Ini kan gak boleh kata broadcast di grup!" kata seorang ibu. Sang anak menimpali, "Hoax itu, Bu."

Pernah dengar atau alami kejadian serupa? Hoax memang salah satu masalah yang muncul dari era digitalisasi karena ya, siapa sih yang tidak punya smartphone? Kita semua bisa mengakses informasi apapun dengan mudah lewat smartphone.

Semua informasi ada di genggaman, tapi apakah benar atau tidak informasi tersebut, menjadi tugas kita untuk menyaringnya terlebih dahulu. Hal ini dijelaskan Benny Prawira, SPsi, Ketua Komunitas Pencegahan Bunuh Diri, Into The Light.

"Ada yang bilang terkait dengan kecerdasan, ada yang bilang nggak juga. Ada yang bilang itu karena belief system kita, jadi kalau kita percaya sama satu hal sama satu sosok hoax itu bener karena itu muncul dari sosok itu," ungkapnya.

Benny tak menampik ada juga hal lain, misalnya kurangnya kemampuan kita untuk berpikir kritis yang membuat kita jadi mudah 'pusing' melihat informasi secara lebih mendetail dari segala sisi.

"Seringkali kita juga harus lihat generasi yang lebih tua menganggap berita yang beredar kayak di WhatsApp sama validnya dengan yang disiarkan di TV, padahal nggak. So itu masalah literasi digital lagi," sambungnya.

"Ada banyak hal yang membuat hoax itu marak banget di Indonesia. Aku nggak percaya itu soal intelligence, tapi ya itu apa yang kita percayai, kemampuan kita berpikir kritis, literasi digital, itu semua yang mempengaruhi semuanya sih," tutupnya.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...

  • Similar Content

    • By fhajar
      Kepolisian RI tak mempermasalahkan wacana Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto akan menggunakan Undang-Undang Terorisme (UU Terorisme) dalam penanganan terhadap teror berita bohong atau hoaks (hoax). Namun, kepolisian memberikan catatan apabila UU Terorisme itu akan digunakan untuk teror hoaks.
      "Kalau diterapkan UU Terorisme, berarti penyebar (hoaks) harus teridentifikasi bahwa dia jaringan teroris. Tapi sangat tergantung konstruksi dan fakta hukum oleh penyidik," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo di kantornya, Jakarta Selatan pada Kamis, 21 Maret 2019.
      Dedi mencontohkan, terduga teroris Y alias Khodijah yang ditangkap di Klaten, Jawa Tengah. Selain berencana aksi amaliyah atau aksi teror bersama, Khodijah turut mengunggah pesan berisi ancaman kepada polisi. Dalam pesan elektroniknya, dia mengatakan akan membunuh polisi yang sedang bertugas di lapangan. Ancaman itu kemudian bisa dikenakan dengan UU Terorisme.
      Sebelumnya, Wiranto menegaskan bahwa penyebaran berita bohong atau hoaks dalam pelaksanaan Pemilu 2019 merupakan tindakan teror. Wiranto pun mewacanakan gunakan UU Terorisme untuk menangani teror hoaks.
      "Saya kira hoaks ini teror, meneror psikologi masyarakat. Oleh karena itu, ya kita hadapi sebagai ancaman teror. Segera kita atasi dengan cara-cara tegas, tapi bertumpu kepada hukum," ujar Wiranto usai Rapat Koordinasi Kesiapan Pengamanan Pemilu 2019, di kantornya, Jakarta Pusat, pada 20 Maret 2019.
      Apabila dikaitkan dengan pemilu, menurut Dedi, leading sector-nya Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). "Misalkan, pelanggaran atau pidana pemilu, maka diselesaikan oleh Bawaslu," ucap Dedi.
      Dedi menambahkan, jika pidana pemilu itu kemudian dilimpahkan ke polisi maka akan diproses oleh Sentra Penegakan Hukum Terpadu atau Gakkumdu.
    • By abas
      Di film-film, sosok yang haus kekuasaan sering digambarkan licik bak Count Olaf, jenius seperti Littlefinger, atau tampil paling sempurna ala Marisa Coulter. Siapa pula yang mau memiliki rekan kerja seperti mereka di kantor?
      Tetapi, nyatanya para peneliti menemukan sebuah ciri yang sepenuhnya berbeda dari sifat-sifat yang disebutkan di atas terkait ciri orang yang haus kekuasaan.
      Sebuah studi yang diterbitkan di Personality and Social Psychology Bulletinmenemukan bahwa ciri orang yang haus kekuasaan adalah terlalu sering memberikan nasihat.
      "Kamu bisa meraih sebuah rasa kekuasaan dengan memberikan saran ke orang lain," kata Li Huang, asisten profesor di INSEAD dan salah satu penulis studi tersebut.
      Studinya menemukan, memberikan nasihat menaikan rasa kekuasaan di dalam diri seseorang, meskipun sebetulnya tidak ada yang meminta nasihat dari orang tersebut. Si pemberi nasihat pun merasa lebih penting bila omongannya diikuti.
      Masih dalam rangkaian eksperimen, grup yang ditugaskan menjadi pemberi nasihat condong merasa lebih berkuasa. Memberikan nasihat bisa mengangkat rasa berkuasa seseorang sebanyak 10 persen, kecuali bila si penerima nasihat secara eksplisit menolak nasihat yang diberikan.
      Huang mengingatkan agar jangan memberikan nasihat apabila tidak diminta. "Hanya sedikit orang yang bisa tahan dengan pemberi nasihat kronis yang membuat orang tidak tahan," jelasnya.
      Curhat ke Bos Bikin Karyawan Depresi Lebih Produktif Bekerja
      Karyawan yang mampu berbicara terbuka tentang depresi yang dialami ke bos ternyata punya pengaruh positif. Orang-orang ini bakal lebih produktif di tempat kerja daripada mereka yang menghindari berbicara soal depresi dengan bosnya.
      Fakta soal depresi ini diketahui lewat studi yang dipublikasikan di BMJ Open pada Senin, 23 Juli 2018. Para peneliti London School of Economics (LSE) menganalisis depresi di tempat kerja di 15 negara yang berbeda, termasuk Inggris. Jumlah partisipan sekitar 1.000 bos dan karyawan.
      Hasil penelitian menemukan, karyawan depresi lebih banyak mengambil cuti libur kerja jika bos mereka tidak memberikan solusi dan dukungan yang memadai.
      Penelitian sebelumnya menunjukkan, lebih dari 70 persen karyawan depresi menyembunyikan kondisi mereka dari orang lain.
      Sebagian besar karyawan depresi cenderung menyembunyikan kondisi tersebut karena takut mengalami diskriminasi saat mencari atau sedang bekerja di suatu perusahaan.
      Penelitan ini juga menguak, reaksi dari bos terkait depresi yang dialami karyawan sangat memengaruhi produktivitas kerja.
      “Penelitian kami menunjukkan, para bos yang menghindari karyawan yang curhat tentang depresi, maka karyawan sendiri akhirnya menghindari pekerjaan. Bahkan ketika mereka kembali bekerja (setelah libur atau cuti), mereka tidak seproduktif biasanya,” kata peneliti Sara Evans-Lacko
    • By endut
      Pesulap Limbad dikabarkan meninggal dunia ketika di atas panggung saat atraksi menegangkan. Sang istri, Susi pun membantah tegas kabar itu.
      Star Media Nusantara, manajemen yang menaungi Limbad pun angkat suara atas kabar hoax yang tak bertanggung jawab itu. Lewat media sosial, SMN mengunggah kegiatan Limbad di Manado.
      "Seru banget ya sarapan paginya #MasterLimbad pagi ini #LimbadJalanJalan," bunyi tweet SMN sambil mengunggah foto Limbad, Selasa (24/5/2016).
      Kabar meningga Limbad bermula dari pesan berantai dari pihak yang tak bertanggung jawab. Dalam pesan itu, Limbad dikabarkan meninggal ketika hendak menghentikan kipas angin dengan mulutnya.
    • By JustVideo
      Warga Indonesia Krissant Saraswati Howell di Daphne, Alabama, banting setir dari profesinya sebagai guru di Semarang dan memutuskan untuk menekuni bisnis online bersama suaminya.

      Pindah ke Amerika Serikat, warga Indonesia, Krissant Saraswati Howell yang sebelumnya menekuni profesi sebagai guru bahasa inggris selama sembilan tahun di Sekolah Theresiana di Semarang, memutuskan untuk banting setir dan terjun ke bisnis online bersama suaminya, Roy, di kota Daphne, Alabama.
      Pasangan suami isteri ini memiliki dua toko online di Internet yaitu Roy Rose Jewelry yang menjual beragam jenis perhiasan yang sudah lebih dulu dibangun oleh sang suami, dan the Match and Hatch Store yang resmi berjalan bulan Juni 2015. Toko online yang ke-2 ini menjual berbagai pernak-pernik untuk pesta pernikahan dan perlengkapan bayi.
      “Yang namanya bayi kan lahir setiap hari, kenapa nggak kita coba untuk bisnis ini saja? Dan kenapa wedding? Karena kita melihat penjualan kami untuk pernak-pernik wedding itu sangat banyak sekali dan akhirnya kita memutuskan untuk itu,” papar Krissant Saraswati Howell yang akrab disapa Kriss ini kepada VOA Indonesia belum lama ini.
      Kriss menyadari memang tidak setiap waktu para pelanggannya mencari barang-barang pernikahan, karena di AS biasanya ada bulan-bulan tertentu yang dipilih oleh warga lokal untuk menikah.
      “Desember, Juni, Juli. Itu bulan yang sangat sibuk untuk wedding ya,” papar perempuan yang hobi membaca, jalan-jalan, dan olah raga ini.
      Menurut Kriss, dengan membuka toko online ia bisa memberikan kenyamanan bagi para pelanggannya yang ingin membeli barang tanpa harus keluar rumah. Tidak hanya itu, melalui toko onlinenya, ia bisa menjangkau para pelanggan yang berasal dari berbagai penjuru.
      Harga barang-barang yang dijual melalui dua toko online miliknya ini juga beragam. Ia dan suami berusaha untuk menjual barang-barang yang dapat dijangkau oleh para pelanggan dengan tingkat penghasilan yang berbeda-beda.
      Barang-barang yang dijual di Match and Hatch Store seperti taplak meja, buku tamu, tas perlengkapan bayi, dan album foto, semuanya berharga sekitar 154 ribu rupiah ke atas. Sedangkan untuk perhiasan di Roy Rose Jewelry, harga berkisar antara 280 ribu rupiah hingga 70 juta rupiah.
      Untuk mempromosikan bisnisnya, Kriss menggunakan media sosial, seperti Facebook dan Instagram. Tidak lupa juga, ia dan suami aktif bergabung di berbagai organisasi yang berhubungan dengan bisnis online.
      “Jadi tidak saja media sosial, tetapi juga lewatcommunity business yang ada di sini juga,” ujar Kriss.
      Sekecil apa pun usaha yang dimiliki di AS, seorang pengusaha tetap harus mendaftarkan bisnisnya kepada pemerintah.
      “Setiap proses untuk membuka sebuah online bisnis tetap harus ada perijinannya, karena itu kan nanti berhubungan dengan pajak,” jelas perempuan yang juga sempat mengajar les bahasa inggris privat di Semarang ini. 
      Selain itu Kriss juga menjual beberapa barang tokonya di berbagai ritel online lainnya seperti e-bay dan Amazon.
      Mengenai berbisnis dengan suami, Kriss merasa lebih senang, karena tingkat kepercayaannya menjadi lebih tinggi. Namun, ia dan suami selalu berusaha untuk selalu membagi waktu antara pekerjaan dan rumah tangga.
      “Kami memisahkan antara rumah tangga dengan bisnis. Jadi ketika jam kerja, kita bicara masalah bisnis, tapi setelah jam kerja ya sudah kita lepas masalah bisnis,” jelas perempuan yang menetap di AS sejak tahun 2015 ini. 
      Masalah pekerjaan juga selalu dibahas secara profesional. Mereka melakukan pertemuan setiap minggu untuk membahas bisnis mereka.
      “Kami berdua meeting tiap hari senin, kemudian kita diskusikan tentang strategi bisnis dan sebagainya,” kata Kriss.
      Kini, Kriss dan suami sudah memiliki satu karyawan yang membantu mereka untuk melayani pelanggan. Untuk ke depannya, mereka berencana untuk terus mempromosikan bisnisnya dan meningkatkan kualitas barang yang mereka jual.
      “Kualitas yang kita punya sudah good quality, tapi kita akan mencari yangbest quality,” ujar penggemar masakan tempe penyet ini. 
      Selain itu untuk jangka panjang, Kriss juga berencana untuk menjual produk Indonesia melalui toko onlinenya, seperti baju batik dan taplak.
      "Rencana sih ada. Tapi inginnya bikin desain sendiri. Mau coba-coba bikin sesuatu yang bisa dipakai. Kalau sesuai dengan pangsa pasar baru mass product," jelas Kriss.
      Kepada teman-teman yang ingin membangun bisnis online seperti dirinya, Kriss berpesan untuk berusaha mencari produk yang unik dan sesuai dengan pangsa pasar.
      - voaindonesia.com
    • By davidbo

      Kondisi Jakarta yang diguncang bom ternyata membuat banyak spekulasi dan informasi yang beredar. Dari adanya ancaman bom di beberapa tempat lain, hingga adanya tersangka bermotor yang masih dalam pengejaran beberapa waktu lalu. 
      "Jangan langsung percaya dengan semua berita yang belum dibuktikan kebenarannya," kata psikolog Anna Surti Ariani kepada CNNindonesia.com, Kamis (14/1).
      Nina, panggilan akrab Anna, mengungkapkan bahwa sebenarnya penyebaran informasi yang belum jelas kebenarannya, ini akan memicu kecemasan banyak orang. Dan yang lebih buruknya, hal ini juga akan memicu ketakutan orang. 
      Bisa jadi beragam informasi yang diberikan secara viral ini, punya maksud positif, yaitu agar berhati-hati. Hanya saja, Nina mengungkapkan yang sebaliknya.
      "Kalau belum terbukti kebenarannya, hanya broadcast saja, info ini hanyalah info yang tidak berguna,” tegasnya.
      Lebih lanjut dia mengungkapkan bahwa hal ini juga akan menggiring seseorang mengalami trauma. 
      "Trauma bukan hanya karena dia mengalami, ada di lokasi kejadian saat itu, luka, atau melihat kejadian saja,” ucap Nina. 
      "Tapi sebenarnya melihat, mendengar banyak info dari media sosial atau berita yang belum tentu benar tentang suatu kejadian itu juga akan menimbulkan trauma tersendiri."
      Hal ini, dinilai Nina, mungkin terjadi karena sekarang ini banyak orang ingin punya nilai kalau mereka punya info yang terdepan dan jadi yang pertama. 
      Selain itu, keingintahuan akan sesuatu yang besar dan ingin berbagi kepada orang lain, juga menjadi alasan kalau masyarakat jadi ingin mengunggah atau memberi banyak info. Hanya saja, mereka sendiri tak bisa memberikan informasi yang terverifikasi kebenarannya. 
      Berita yang tak jelas kebenarannya atau hoax ini pada akhirnya hanya akan membuat kecemasan berlebihan. Kecemasan ini akan membuat orang akhirnya tak bisa berpikir jernih, mengambil sikap yang tenang, dan justru takut. 
      "Rasa takut pasti ada, tapi yang dibutuhkan sekarang bukanlah takut dan cemas. Yang kita harus lakukan adalah waspada," ucapnya.
      "Kita harus paham, bahwa memang ada kejadian menakutkan ini, tapi kita juga harus bijak untuk menyaring setiap info yang kita terima."
      Alih-alih menyebarkan berita yang menakutkan, Nina sendiri lebih mengapresiasi penyaluran informasi yang lebih positif. Misalnya, informasi soal lalu lintas dan informasi jalanan yang aman dilalui, informasi jalan yang bisa dilewati, sampai informasi kendaraan umum yang bisa digunakan dengan gratis.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy