Jump to content
  • Popular Contributors

    Nobody has received reputation this week.

  • Our picks

    • Wanita Ini Baru Tau Pekerjaan Suaminya Setelah Suaminya Meninggal
      Seorang wanita menemukan fakta mengejutkan tentang suaminya yang telah dinikahinya selama 64 tahun.

      Kenyataan mengejutkan tersebut bahkan baru diketahuinya setelah sang suami yang bernama Glyn meninggal dunia.
      • 0 replies
    • Kamu Harus Tau Tentang Amnesia
      Apa itu Amnesia?

      Amnesia atau dikenal juga sebagai sindrom amnesik, adalah kondisi yang menyebabkan kehilangan memori. Hal ini meliputi kehilangan informasi, fakta-fakta, dan pengalaman personal. Ada banyak kondisi kesehatan yang dapat menyebabkan amnesia, seperti dementia, stroke, atau cedera kepala.
      • 0 replies
ohshit

Spotify Lacak Lokasi Pengguna Paket Keluarga

Recommended Posts

spotify.thumb.jpg.dc0500fc61a1bda6f8ae018e73207437.jpg

Layanan streaming musik Spotify akan melacak pengguna yang menggunakan paket berlangganan keluarga. Spotify menawarkan paket berlangganan keluarga yang bisa dinikmati oleh beberapa akun pengguna.

Satu paket berlangganan yang bisa dipakai beberapa akun ini menawarkan tarif yang lebih murah.

Akan tetapi, paket keluarga ini memang rentan disalahgunakan oleh pengguna. Alih-alih digunakan di antara anggota keluarga, paket malah digunakan di antara teman.

Premium Family adalah paket US$15 per bulan atau sekitar Rp209ribu untuk hingga enam orang. Satu-satunya syarat adalah mereka semua tinggal di alamat yang sama. Spotify khawatir ada pengguna yang menyalahgunakan paket itu demi membayar Spotify US$2,5 atau sekitar Rp34 ribu.

Tahun lalu, Spotify mulai menindak penyalahgunaan ini dan saat ini, Spotify memutuskan untuk melacak lokasi pengguna.

Spotify baru-baru ini memperbarui syarat dan ketentuannya untuk pelanggan Keluarga Premium. Syarat ini mengharuskan pengguna untuk memberikan lokasi pengguna dari waktu ke waktu.

Lokasi ini merupakan salah satu bukti bahwa pengguna dan pengguna yang berada dalam paket yang sama merupakan satu keluarga.

Sesungguhnya, Spotify telah menguji coba pelacakan ini tahun lalu, tapi mendapat penolakan keras dari pelangggan. Saat ini, Spotify berminat untuk meluncurkan permintaan data lokasi pengguna.

"Perubahan pada kebijakan memungkinkan Spotify untuk secara sewenang-wenang menggunakan lokasi seseorang untuk memastikan apakah mereka terus tinggal di alamat yang sama ketika menggunakan akun keluarga, dan tidak jelas seberapa sering Spotify akan menanyakan perangkat pengguna untuk informasi ini," ujar Ketua Teknologi Kelompok Pengawas Privacy International Christopher Weatherhead kepada CNet.

Data lokasi sangat sensitif karena memberikan informasi di mana pengguna pernah berada, sehingga memberikan rincian perusahaan dan pengiklan tentang kehidupan pribadi pengguna.

Dengan 108 juta pelanggan, Spotify adalah kekuatan dominan dalam bisnis streaming musik. Pesaing terdekatnya, Apple Music, memiliki 60 juta pelanggan.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...

  • Similar Content

    • By paimin
      Untuk pertama kalinya sejak Hadiah Pulitzer untuk musik diadakan 75 tahun lalu, musisi hip-hop menjadi pemenang mengalahkan musisi musik klasik dan jazz, dua genre yang selalu memenangkan penghargaan Pulitzer. 

      Penghargaan Pulitzer yang diberikan pertama kali pada 101 tahun lalu terkenal sebagai penghargaan tertinggi untuk karya jurnalistik Amerika. Namun kemudian juga memberi penghargaan untuk buku, musik, dan puisi, tentunya dinilai dengan sudut pandang jurnalistik  yang kuat. 

      Adalah Kendrick Lamar dengan albumnya “Damn” yang mencatatkan sejarah dalam pengumuman Hadiah Pulitzer Senin 17 April sore waktu New York di Columbia University. Pada Minggu 8 April lalu teater musik hip-hip berjudul “Hamilton” juga meraih paling banyak penghargaan dalam Oliver Awards, penghargaan teater terbesar di Inggris yang gengsinya sekelas Broadway Tony Awards di Amerika dan Molière Award dari Perancis. 

      Dalam rilis persnya, Dewan Pulitzer menganggap album “Damn” sebagai koleksi lagu dengan teknik tinggi (virtuoso) yang disatukan oleh keaslian budaya yang membentuknya (vernakular) dan dinamisme ritmik yang mempengaruhi sketsa dalam menangkap kompleksitas kehidupan Afrika-Amerika modern. 

      Media Variety dalam laporannya menyatakan gagal mendapat komentar Kendrick Lamar namun kepala label Lamar, Top Dawg Entertainment dalam twitternya mengatakan, “Pemenang Hadiah Pulitzer, Kdot from Compton (salah satu lagu Lamar, yang liriiknya menjadi semacam pernyataan biografis). Saya [lebih baik] tidak pernah mendengar salah satu dari Anda, berbicara dengan sesuatu yang kurang dari rasa hormat di mulut Anda untuk Kendrick Lamar." #TDE. 

      Adapun Host Dana Canedy, seorang jurnalis yang juga administrator Pulitzer, dilaporkan Variety tampak diam-diam senang ketika memberikan pengumuman pemenang, dan dalam wawancara dengan New York Times tak lama seusai acara mengatakan, “Kami sangat bangga dengan pilihan ini.
      Ini berarti bahwa juri dan sistem penilaian dewan bekerja sebagaimana seharusnya - pekerjaan terbaik telah diberikan oleh Hadiah Pulitzer. Ini menyinari musik hip-hop dengan cara yang sama sekali berbeda. Ini adalah momen besar untuk musik hip-hop dan momen besar bagi Pulitzers. ” 

      Media sangat menunggu pernyataan lengkap Pulitzer yang biasanya menjelaskan alasan di balik keputusannya. Sebab, ada sedikit keraguan tentang dampak Lamar terhadap hip-hop, musik, dan budaya sejak Lamar pertama kali masuk industri dengan album “Good Kid M.A.A.D City” pada 2012. 

      Namun, Variety menyebut bahwa setiap album Lamar telah memberi perkembangan pada musik hip-hop dari yang pernah ada sebelumnya, tetapi yang paling penting, liriknya mencerminkan didikannya di daerah Compton yang keras di Los Angeles, pengalaman menjadi seorang  kulit hitam di Amerika, sejarah dan warisan hip-hop, ketenaran dan banyak topik lainnya. Semua melalui sikap yang sangat sederhana dan percaya diri, tidak seperti sebagian besar rapper lainnya yang kurang percaya diri dan berlebih-lebihan dalam sikapnya. 

      Lamar yang baru 30 tahun, tapi telah memenangkan 11 Grammy Awards dan telah dipuji oleh dan telah bertemu dengan Presiden Barack Obama dalam beberapa kesempatan, disebut Variety selalu mampu melihat dunia dalam lensa jiwa yang matang. 

      Secara musikal, album-albumnya telah menantang dirinya sendiri dan standar hip-hop. Sementara “Good Kid” adalah sebuah gambaran kaleidoskopik tentang kehidupan Lamar dan didikannya dalam konteks musik yang benar-benar melodis namun sanggup keras memukul. 

      Album berikutnya, “The Pimp of Butterfly” memberi tantangan berat bagi pendengarnya, Lamar meminta bantuan dari musisi jazz Los Angeles untuk mendukungnya, dan lagu-lagu seperti “Allright” adalah sebuah lagu tidak resmi dari gerakan Black Lives Matter, relatif sederhana secara musikal, sementara lagu-lagunya yang lain sangat menantang bahkan untuk komposisi jazz terumit (jazz head). 

      Dan album terakhirnya "Damn" menjadi upaya kembali ke hip-hop yang lebih konvensional secara keseluruhan, itu bukan tanpa tantangan: sebagai contoh, bagian kedua  dari lagu berjudul "DNA" menampilkan tiga unsur musik yang berbeda yang satu sama lain  nyaris tidak ada hubungannya. 
      Pada bulan November tahun lalu, Lamar mendapat penghargaan sebagai Variety's Hitmaker of the Year. Dan Lamar telah membawa tahun ini sebagai tahun yang sebenar-benarnya sangat besar untuk musik Hip-Hop.
      Mari Simak:
      Kendrick Lamar - DNA.
      Sumber: https://id.crowdvoice.com/posts/2018-tahun-hiphop-pertama-kali-menang-pulitzer-2Ku3

    • By paimin
      TERBENTUK sejak Januari 2014 dan ganti personel, unit rock ugal-ugalan Blackteeth kembali dengan karya anyar. Kali ini, band yang dihuni Satriyo (vokal), Jerremia Gaol (bas), Arya Novanda (gitar), dan Morris Orah (drum) itu merilis nomor Jari Tengah Di Udara. 

      Lagu yang menjadi materi minialbum Blackteeth itu merupakan luapan kekecewaan dan amarah lewat medium musik. 

      "Lagu ini menggambarkan amarah seseorang yang saya ungkapkan dalam pilihan kosakata yang berbeda dari lirik-lirik lagu Blackteeth sebelumnya. Saya menyampaikannya tanpa harus mengemukakan secara langsung dari orang-orang di dalamnya. Menurut saya ini adalah elemen yang ingin saya tunjukan dengan Blackteeth yang sekarang," ungkap Satriyo, Selasa 20 Maret 2018. 

      Satriyo menjelaskan, secara komposisi, lagu Jari Tengah Di Udara dikemas dalam komposisi yang lebih tertata. Setiap instrumen dari masing-masing personel dihadirkan sejajar. Alhasil tidak ada yang terlalu menonjol. 

      Lagu Jari Tengah Di Udara dibuka dengan permainan drum Morris yang dinamis. Komposisi kemudian disambut dengan raungan gitar Arya dan dentuman bas Jerry. Racikan ini membuat orang yang mendengarkan jadi bersemangat. 

      "Sebenarnya secara aransemen lagu ini lebih kompleks dari lagu-lagu Blackteeth sebelumnya. Soalnya pengerjaan lagu ini dihasilkan melalui proses jamming," ungkap Satriyo. 

      Satriyo mengakui, kehadiran Arya dan Morris yang bergabung sejak 2017 memberi suntikan energi baru untuk Blackteeth. Hasilnya bisa didengar lewat Jari Tengah Di Udara yang terdengar lebih eksploratif tapi tetap menggambarkan ciri khas Blackteeth. 

      Menurut Satriyo, kehadiran Arya dan Morris bukan menggantikan personel sebelumnya, yakni Christopher Bollemeyer atau Coki dan Eno Gitara. Namun lebih membangun semangat Blackteeth yang baru. Tentunya dengan formasi terkini, misi Blackteeth bisa tersampaikan. 

      Video Musik: 
      Lirik BLACKTEETH - Jari Tengah Di Udara 

      Detak jantung berdegup kencang 
      Aliran darah terpompa 
      Jari tengah di udara 
      Emosi tak terbendung lagi 
      Amarah jadi frustasi 
      Jari tengah di udara 
      Jari tengah di udara 4x 
      Terdesak berontak aku teriak 
      Terhimpit terjepit aku menjerit 
      Jari tengah di udara 
      Jari tengah di udara 
      Terdesak berontak aku teriak 
      Terhimpit terjepit aku menjerit 
      Jari tengah di udara 
      Jari tengah di udara 8x 
      Jari tengah di udara 4x
      Sumber: https://id.crowdvoice.com/posts/blackteeth-jari-tengah-di-udara-2KtJ

    • By berita_semua
      Adele dikabarkan tidak akan menggelar tur dunia lagi. Tur dunia bertajuk Adele Live yang digelar untuk mempromosikan album ketiganya, 25, akan segera berakhir di Wembley Stadium, London, 2 Juli 2017 mendatang.
      Kabar tersebut merebak melalui tulisan tangan Adele di sebuah kertas yang tersebar melalui media sosial, baru-baru ini. Dalam catatan itu, Adele mengungkap sebab mengapa dirinya enggan menggelar tur dunia lagi di kemudian hari.
      "Jadi ini lah, setelah 15 bulan di perjalanan (tur) dan 18 bulan setelah album 25, kita telah berada di titik akhir. Kami telah melakukan tur ini di seluruh UK dan Irlandia, Eropa, Amerika, hingga Australia dan Selandia Baru," tulis Adele.
      Adele menganggap perjalanan panjang tur tersebut memang terasa menyenangkan. Namun, Adele tak memungkiri bahwa dirinya selalu merindukan rumah, tempat dimana ia dan orang-orang yang dicintai tinggal.
      "Tur merupakan sesuatu yang aneh bagiku dan aku tak merasa cocok dengan itu. Aku benar-benar orang rumahan dan suka menikmati hal-hal kecil. Selain itu, aku orangnya dramatis dan punya pengalaman buruk soal tur," lanjut Adele.
      "Aku sudah melakukan 119 pertunjukan dan 4 pertunjukan terakhir ini akan berlangsung cepat. Konser-konser itu merupakan hasil kerja keras dan aku sangat senang karena telah melakukan itu," ungkap Adele.
      Rupanya sebab itu pula yang menjadi latar belakang pemilihan lokasi konser puncak tur Adele. Pelantun "When We Were Young" itu sangat ingin dekat dengan kampung halamannya di Inggris.

      "Hal yang membuatku melakukan tur ini adalah kalian (penggemar) dan aku berharap tur ini membawa pengaruh pada hidupmu, seperti yang telah dilakukan para penyanyi kesukaanku pada hidupku. Dan aku ingin konser terakhirku bertempat di London karena aku tak tahu apakah aku akan menggelar tur lagi. Jadi aku ingin saat-saat terakhir pertunjukanku dilakukan di rumah," tulis Adele.
      Pernyataan panjang menohok hati itu pun diakhiri dengan ungkapan terima kasih dari sang penyanyi pada penggemar. Adele nyaris tak percaya terhadap dedikasi para penggemar terhadap perjalanan kariernya.
      "Terima kasih karena sudah datang, terima kasih untuk cinta dan kebaikanmu yang sulit dipercaya. Aku akan mengingat ini semua di sepanjang hidupku. Aku mencintaimu. Selamat malam," Adele menandaskan.
       
    • By berita_semua
      Ed Sheeran merayakan ulang tahunnya yang ke-26 pada Jumat 17 Februari 2017. Di pergantian usianya, penyanyi Inggris ini merilis lagu terbarunya seperti yang sudah dijanjikan. Lagu tersebut berjudul How Would You Feel (Paean).
      Berbeda dengan dua lagu sebelumnya yakni Shape of You dan Castle on the Hill, How Would You Feel (Paean) merupakan lagu ballad yang bercerita tentang penantian seseorang yang sedang jatuh cinta. Salah satu liriknya berbunyi, “How would you feel if i told you i loved you.”
      Ed juga telah merilis video klip dari How Would You Feel (Paean). Jika dua video klip sebelumnya berisi adegan yang menceritakan isi lagu, kali ini How Would You Feel (Paean) hanya memperlihatkan Ed yang bernyanyi sambil memetik gitarnya di sebuah ruangan ditemani seorang pianis.
      Lewat Twitter, Ed menjelaskan jika How Would You Feel (Paean) adalah salah satu lagu favoritnya. Pemenang Grammy ini mengatakan merilis How Would You Feel (Paean) sebagai perayaan ulang tahunnya.
      “Karena ini adalah ulang tahunku, aku merilis sebuah lagu baru berjudul How Would You Feel (Paean). Dengarkan selagi aku makan kue,” kicau Ed.
    • Guest News
      By Guest News
      Setelah sukses meluncurkan single pertama yang bertajuk “Dirikan Sholat”, kali ini Hariza ingin memperkenalkan single kedua yang bertajuk “Syahadat”. Dalam single kali ini mereka ingin menjelajahi semesta music, dengan memadukan nuansa Tilawah melayu dan music elektronik modern. Teknik Rap akan sangat kental disuguhkan dalam single kali ini.
      Besar harapan mereka musikalitas dan kedewasaan dalam bermusik Hariza Nasyid terus berkembang serta bermanfaat bagi Hariza sendiri dan umat. Semoga single syahadat ini dapat diterima oleh masyarakat dan dapat ikut meramaikan belantika musik tanah air.

×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy