Jump to content
  • Popular Contributors

    Nobody has received reputation this week.

  • Our picks

    • Wanita Ini Baru Tau Pekerjaan Suaminya Setelah Suaminya Meninggal
      Seorang wanita menemukan fakta mengejutkan tentang suaminya yang telah dinikahinya selama 64 tahun.

      Kenyataan mengejutkan tersebut bahkan baru diketahuinya setelah sang suami yang bernama Glyn meninggal dunia.
      • 0 replies
    • Kamu Harus Tau Tentang Amnesia
      Apa itu Amnesia?

      Amnesia atau dikenal juga sebagai sindrom amnesik, adalah kondisi yang menyebabkan kehilangan memori. Hal ini meliputi kehilangan informasi, fakta-fakta, dan pengalaman personal. Ada banyak kondisi kesehatan yang dapat menyebabkan amnesia, seperti dementia, stroke, atau cedera kepala.
      • 0 replies
  1. qbonk

    qbonk

  2. peter_hutomo

    peter_hutomo

  3. Sam

    Sam

  4. syarafinasdtm

    syarafinasdtm

  • Similar Content

    • By ega
      Mark Zuckerberg, selaku pemilik Facebook berencana untuk menggabungkan tempat bertukar pesan pada sosial media miliknya — Whatsapp, Instagram, dan Facebook Messenger. Tindakan ini membuat Mark terlihat seperti ingin unjuk gigi disaat bisnisnya babak belur diserang skandal dalam dua tahun terakhir.
      “Kedepannya ketiga tempat bertukar pesan tersebut akan menjadi satu aplikasi yang berdiri sendiri tetapi secara teknikal akan digabungkan dengan satu infrastruktur” kata empat orang yang terlibat dengan pembuatan aplikasi tersebut. Hal ini berarti akan membawa tempat pengiriman pesan terbesar dalam tiga aplikasi di dunia dengan pengguna lebih dari 2.6 miliar untuk dapat berkomunikasi lintas aplikasi untuk pertama kalinya.
      Pergerakan ini bisa dibilang sekaligus untuk mendata ulang berapa banyak orang yang sering menggunakan ketiga aplikasi tersebut sambil Facebook terus meningkatkan penggabungan industri, privasi dan keamanan. Tetapi hal ini juga semakin menegaskan jika Mark ingin memaksakan kehendaknya padahal, dulu Mark pernah bersumpah untuk tidak mengutak-atik ketiga aplikasi tersebut dan membiarkan ketiga aplikasi tersebut terpisah.
      “Rencananya proses penggabungan ini akan diselesaikan pada akhir tahun ini atau pada awal tahun 2020 dan membutuhkan ribuan pegawai Facebook untuk mengatur ulang cara WhatsApp, Instagram dan Facebook Messenger berfungsi.” kata orang yang tergabung dalam pergerakan ini dan tidak dapat disebutkan namanya karena hal ini bersifat rahasia.
      Mark juga berencana untuk mengunci percakapan pada aplikasi tersebut dengan end-to-end encryption yang mana melindungi percakapan pesan sehingga hanya orang yang bersangkutan yang dapat melihat isi pesan. “Kami membangun pengiriman pesan secepat dan serahasia mungkin. Kami juga membuka jalan untuk para pengguna dapat lebih mudah mencari teman, relasi atau keluarga dengan adanya aplikasi ini.” tegasnya.
      Dengan menggabungkan ketiga aplikasi tersebut Mark berharap dapat meningkatkan hubungan antara pengguna internet dengan aplikasi miliknya. Dan dengan meningkatnya pengguna pada aplikasi miliknya maka akan meningkat pula pengguna yang akan menggunakan iklan di tempatnya.
      WhatsApp dan Instagram sebelumnya memang perusahaan yang berdiri sendiri. Saat Facebook mengakuisisi dua aplikasi tersebut, Mark berjanji untuk tidak banyak mengubahnya. Namun semakin lama, orang-orang berkata Mark berubah. Kini ia memikirkan untuk menggabungkan ketiga aplikasi tersebut untuk mengambil keuntungan di Facebook. Kabar ini tersiar pada akhir tahun 2018.
      Usahanya ini telah mengakibatkan perselisihan di Facebook. Penemu Instagram, Kevin Systrom dan Mike Krieger telah meninggalkan perusahaan yang telah ia bangun saat mendengar rencana Mark yang tidak sesuai dengan keinginan mereka. Begitu juga dengan penemu WhatsApp, Jan Koum dan Brian Acton. “Seandainya bermitra dengan Facebook berarti harus mengubah nilai-nilai yang telah kami bangun, kita pasti tidak akan menyerahkan WhatsApp padanya.” Jelas Jan Koum yang telah sepakat untuk Facebook mengakuisisi WhatsApp sebesar 19 Miliar Dollar pada tahun 2014.
      Pada tanggal 7 Desember 2018 ada pertemuan besar antara pegawai dan Mark Zuckerberg. Saat para pegawai menanyakan mengapa Mark ingin menggabungkan layanan pesan pada ketiga aplikasi tersebut. Beberapa pegawai merasa jawaban Mark terlalu banyak diputar dan tidak pada intinya hingga akhirnya sebagian pegawai memutuskan untuk pergi dari perusahaan karena rencana Mark tersebut.
      Sebagai pengguna ketiga aplikasi tersebut apa pendapat kalian? Apakah penggabungan tempat bertukar pesan dari ketiga platform raksasa tersebut akan jadi menarik dan menantang atau malah membuat kalian malas menggunakannya?
    • By teknotekno
      CEO sekaligus pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, mengungkap alasan di balik rencana mengintegrasikan layanan Messenger, Whatsapp, dan Instagram. Menurutnya, rencana tersebut bakal memberikan keuntungan bagi pengguna.
      "Menurut saya, mengintegrasikan tiga layanan tersebut memberikan peluang yang lebih baik. Kami ingin membuat pengguna merasa lebih nyaman dalam mengakses ketiga layanan tersebut," kata Mark Zuckerberg
      Mark Zuckerberg menambahkan, penyatuan ketiga layanan itu dilakukan pada 2020 mendatang. Dia mengklaim rencana itu memudahkan pengguna untuk saling berkomunikasi. Namun, jangan bayangkan layanan Whatsapp, Messenger, dan Instagram bakal berada dalam satu platform.
      Bagaimana pun juga, Whatsapp, Instagram, dan Messenger merupakan tiga aplikasi berbeda dan memiliki fungsi masing-masing. Mark Zuckerberg menegaskan, integrasi ini justru bakal memberikan keamanan berlapis. Penyatuan layanan ini diklaim dapat menciptakan pengalaman menarik layaknya penggunaan iMessage.
      Singkatnya, setelah diintegrasikan, pengguna Whatsapp bisa bertukar pesan dengan pemakai Instagram, begitu pula sebaliknya. Pengguna Facebook juga bisa mengirim pesan ke orang yang hanya punya Whatsapp. Pesan yang dikirim itu aman karena terenskripsi.
      Selama ini, perusahaan besutan Mark Zuckerberg itu menggunakan sistem enskripsi end to end. Sistem ini melindungi pesan agar tidak bisa dibaca orang lain, kecuali yang terlibat dalam percakapan. Kabar rencana pengintegrasian ini kali pertama diungkap oleh New York Times.
    • By c0d1ng
      WhatsApp akhirnya resmi merilis WhatsApp Business setelah diperkenalkan dalam format beta pada September 2017 lalu.
      Indonesia menjadi negara Asia pertama yang sudah bisa menggunakan WhatsApp Business di platform Android bersama empat negara lain yaitu Italia, Meksiko, Inggris dan Amerika Serikat.
      Lalu, apa bedanya WhatsApp Messenger yang biasa digunakan dengan WhatsApp Business?
      Seperti namanya, platform yang berdiri sendiri (standalone) ini menyasar kalangan pebisnis, mulai dari perusahaan besar hingga UKM.
      WhatsApp Business memungkinkan pebisnis lebih komunikatif dengan konsumennya, serupa dengan konsep yang diusung aplikasi Line@.
      Berikut beberapa perbedaan antara WhatsApp Messenger dan WhatsApp Business yang dirangkum KompasTekno dari Gadgets Now, Jumat (19/1/2018).
      1. Perbedaan logo
      WhatsApp Business menggunakan huruf kapital "B" dengan latar warna hijau khas WhatsApp.
      Logo ini berbeda dengan WhatsApp Messenger yang terkenal dengan logo gambar telepon.
      2. Dapat menggunakan dan menambahkan nomor telepon rumah atau kantor
      Berbeda dengan WhatsApp Messenger yang menggunakan nomor ponsel, WhatsApp Business bisa menggunakan sekaligus menambahkan nomor telepon rumah atau kantor meskipun sah-sah saja menggunakan nomor seluler.
      Namun WhatsApp menyarankan untuk tidak mengganti-ganti nomor seluler dan menentukan satu nomor ponsel yang permanen.
      Menggunakan WhatsApp Business dan WhatsApp Messenger dalam satu perangkat yang sama bisa saja dilakukan, namun Anda harus menggunakan nomor yang berbeda untuk masing-masing aplikasi tersebut.
      3. Bisa membalas pesan secara otomatis
      Fitur ini memungkinkan pebisnis untuk menyetel balasan otomatis jika mendapat pertanyaan yang sama dari konsumen.
      Pengaturan ini juga bisa digunakan untuk mengirim pesan otomatis untuk menyambut konsumen baru. Fitur ini tentu tak ditemukan di WhatsApp Messenger yang bertujuan personal.
      4. Lihat statistik pesan terkirim dan diterima
      Dengan fitur ini, pebisnis bisa melihat statistik pesan terkirm dan pesan yang diterima.
      Tetu saja fitur ini tidak didapatkan di WhatsApp Messenger dimana seringnya, pengguna justru menyembunyikan informasi jika pesan telah dibaca.
      5. Bisa memilih kategori bisnisnya
      Selain menginformasikan profil perusahaan, seperti jam operasional, situs resmi, dan lokasi, pebisnis juga bisa memilih kategori bisnis yang tersedia.
      Tidak melulu perusahaan besar, WhatsApp Business juga terbuka untuk UKM dan usaha kecil lainnya. Jika kategori bisnis tidak terdapat di pilihan yang tersedia, bisa memilih kategori "Others".
      6. Centang Hijau
      Tidak seperti WhatsApp Messenger yang tidak ada proses verifikasi, WhatsApp Business akan melakukan verifikasi pada akun pebisnis.
      Berbeda dengan lencana centang biru pada akun terverifikasi di Instagram atau Twitter, akun yang telah diverifikasi oleh WhatsApp Business akan diberikan centang berwarna hijau.
      "Jika Anda melihat lencana hijau di sebelah nama kontak, itu berarti WhatsApp telah memverifikasi jika nomor tersebut adalah benar milik perusahaan", jelas WhatsApp pada blog situs resmi perusahaan.
      7. Mengkategorikan pesan masuk menggunakan "Labels"
      Fitur ini merupakan fitur baru yang sebelumnya belum ada di versi beta. Dengan "Labels", pebisnis bisa mengkategorikan pesan masuk tertentu sehingga komunikasi dengan konsumen lebih terorganisir.
    • By c0d1ng
      Layanan pesan Telegram mengumumkan telah terintegrasi dengan If This Then That (IFTTT) yang merupakan layanan untuk membuat koneksi ke lebih dari 350 aplikasi dan perangkat. Koneksi tersebut mulai Facebook hingga Salesforce ke Alexa atau Google Assistant.
      Telegram juga menciptakan bot IFTTT untuk chatting dan mengontrol koneksinya, serta membawa semuanya ke dalam percakapan grup. Dengan menggabungkan bot IFTTT dan integrasi, jelas pihak Telegram, dapat bertindak seperti asisten pribadi multitasking melalui kemampuan untuk melakukan hal-hal seperti mengirim tweet, menerima pemberitahuan dari media sosial atau e-mail, dan tugas lainnya tanpa meninggalkan Telegram.
      Sekira 30 premade Telegram-IFTTT applets tersedia. Premade applets bisa secara otomatis membagikan posting-an Instagram dengan grup atau secara otomatis meminta grup jika mereka membutuhkan apa pun ketika pengguna memasukkan sebuah toko. Perintah custom juga bisa menautkan aplikasi dan perangkat.
      "Kami meminta termostat untuk suhu rumah, alat-alat produktivitas kami untuk mengingatkan kita tentang pertemuan atau tenggat waktu, namun kita harus menggunakan interaksi yang berbeda untuk mengakses semua ini secara terpisah. Berurusan dengan Internet of Things bisa sangat frustasi jika Anda harus berinteraksi dengan interface asing dan lambat native aplikasi usang," kata Juru Bicara Telegram, Markus Ra, kepada Venture Beat dalam sebuah e-mail, Kamis (12/8/2016).
      Versi awal Telegram di IFTTT akan memungkinkan enam pemicu tertentu atau tindakan yang fokus pada posting pesan dan berbagi foto. Bot IFTTT bakal berfungsi secara berbeda tergantung pada keadaan. Secara pribadi, bot bisa mendorong tindakan dan mengirim pemberitahuan. Namun, fungsionalitasnya kurang fleksibel dalam kelompok atau saluran.
    • By dugelo
      WhatsApp sudah dibeli oleh raksasa media sosial, Facebook, tahun 2014.
      WhatsApp mengatakan akan mulai membagi data lebih banyak dengan Facebook dan memberi izin bagi beberapa perusahaan untuk mengirim pesan kepada para pengguna.
      Langkah ini merupakan perubahan tentang kebijakan perlindungan pribadi yang ditempuh perusahaan ini seejak dibeli Facebook tahun 2014.
      WhatsApp akan membagi nomor telepon pengguna dengan media sosial tersebut, yang akan menggunakannya untuk memberikan saran dan iklan 'yang lebih relevan'.
      Namun ada kekhawatiran bahwa keputusan ini akan membuat para pengguna merasa 'dikhianati'.
      Dengan menggunakan data, maka Facebook akan bisa mencocokkan orang-orang yang saling bertukar nomor telepon namun tidak menjadikan mereka 'teman' di Facebook.

      Pengguna WhatsApp bisa memilih untuk tidak berbagi informasi dengan Facebook.
      WhatsApp juga akan membagi informasi tentang kapan seseorang terakhir kali menggunakan layanannya namun tidak akan membagi isi pesan, yang dienkripsi.
      "Pesan Anda yang dienkripsi akan tetap pribadi dan tidak akan ada yang bisa membacanya. Tidak WhatsApp, Tidak Facebook, dan tidak siapapun," tulis perusahaan ini di blognya.
      Bagaimanapun pengguna bisa untuk memilih tidak berbagi informasi dengan Facebook dengan cara yang dipaparkan di situs WhatsApp.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy