Jump to content
  • ×   Pasted as rich text.   Restore formatting

      Only 75 emoji are allowed.

    ×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

    ×   Your previous content has been restored.   Clear editor

    ×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

  • Similar Content

    • By peter_hutomo
      Apple dikabarkan sedang mengembangkan teknologi satelit untuk menemukan cara baru mengirimkan data secara langsung ke perangkat.
      Proyek satelit sudah masuk tahap awal, Apple pun telah mengumpulkan beberapa insinyur dari industri dirgantara, satelit, dan antena. Bahkan, CEO Apple, Tim Cook telah menyatakan minatnya dalam proyek tersebut.
      Namun, masih belum jelas apakah Apple berencana untuk membangun satelit sendiri atau akan menggunakan satelit yang ada. Ketertarikan Apple terhadap satelit, kemungkinan mereka ingin mengirimkan data secara langsung ke perangkat, serta mengurangi ketergantungan pada operator nirkabel. 
      Teknologi seperti satelit  dapat memungkinkan Apple untuk menghindari jaringan nirkabel tradisional dan meningkatkan fungsi seperti pelacakan lokasi.
      Untuk mensukseskan ambisinya, Apple merekrut sejumlah nama-nama besar seperti; Michael Trela dan John Fenwick, mantan kepala teknik satelit di Google dan mantan kepala operasi pesawat ruang angkasa di Google, serta Matt Ettus, pendiri Ettus Research.
      Jika ini terealisasikan, maka Apple menjadi pendatang baru di pasar satelit yang semakin ramai dan secara bersamaan menjadi pesaing SpaceX dan Amazon.
      Amazon akan siap dengan Project Kuiper-nya, yakni rencana untuk membangun jaringan 3.236 satelit dalam upaya menyediakan akses internet global.
      Amazon juga mengumumkan pekan ini akan membangun markas riset untuk Project Kuiper di Redmond, Washington, atau tidak jauh dari pangkalan Amazon di Seattle. Sedangkan pada tahun lalu, SpaceX milik Elon Musk meluncurkan dua satelit pertama dari jaringan Starlinknya.
      Jaringan itu diharapkan dapat beroperasi setelah setidaknya 800 satelit dikerahkan.
    • By DragonJebol
      Apple meminta pengadilan federal AS untuk terus memantau dua mantan karyawannya yang berasal dari China karena tuduhan mencuri rahasia dagang Apple. Apple "sangat khawatir" karena keduanya dapat melarikan diri ke China sebelum menyelesaikan pengadilan mereka, seperti dikutip Macrumors.
      Menurut Reuters, jaksa mengatakan bahwa Xiaolang Zhang dan Jizhong Chen harus dipantau lokasinya karena mereka berisiko melarikan diri. Zhang didakwa atas pencurian rahasia dagang pada Juli 2018 setelah dia mencoba mencuri data tentang proyek mobil yang dimiliki Apple.
      Sebelum ditangkap, Zhang bekerja sebagai tim komputer Apple. Ia merancang dan menguji papan sirkuit untuk menganalisis data sensor pada Apple Car.
      Zhang memiliki "akses luas ke database internal yang aman dan rahasia". Setelah Zhang mengumumkan rencananya untuk meninggalkan Apple dan berpindah ke XMotors yang berbasis di China, Apple melakukan penyelidikan karena perilaku Zhang yang mencurigakan.
      Tepat sebelum pergi, Zhang mengakses konten sensitif yang mencakup prototipe, persyaratan daya, persyaratan tegangan rendah, sistem baterai, dan hal lainnya yang bersifat rahasia. Kemudian, Zhang ditangkap di bandara pada Juli 2018 saat berusaha pergi ke China.
      Dalam insiden lain, Apple menangkap Jizhong Chen, karyawan Apple. Jizhong Chen diketahui mengambil foto "di ruang kerja yang sensitif". Setelah melakukan penyelidikan, pejabat keamanan Apple menemukan bahwa komputer pribadi Chen berisi "ribuan" file yang terkait dengan Apple Car, termasuk buku petunjuk, skema, foto, dan diagram.
      Sebelum ditangkap, Chen sempat melamar untuk suatu posisi di perusahaan kendaraan yang berbasis di China. Chen ditangkap karena pencurian rahasia dagang Apple. Ia tertangkap tepat satu hari sebelum ia terbang ke China.
      Baru-baru ini juga ditemukan bahwa Chen mempunyai file rahasia dari program rudal Patriot milik Raytheon, perusahaan tempat ia bekerja sebelumnya.
      Kedua pria tersebut dipantau secara elektronik setelah dibebaskan dengan jaminan sebelum persidangan mereka. Sekarang Zhang dan Chen berusaha untuk menghentikan pemantauan yang dilakukan terhadap mereka.
      Pengacara Zhang dan Chen mengatakan, sejauh ini mereka tidak melanggar aturan pra-persidangan dan belum terbukti bahwa mereka benar-benar memberikan kekayaan intelektual Apple kepada pihak ketiga.
      Pengacara juga mengatakan, Zhang dan Chen berhak pergi ke China untuk mengunjungi kerabat mereka, tetapi bukan untuk menghindari tuntutan. Zhang dan Chen sama-sama akan menghadapi hukuman penjara selama beberapa tahun dan denda yang besar jika memang terbukti bersalah.
    • By Sam
      Kesuksesan Jobs dengan Apple nya dunia sudah gak meragukan lagi, makanya gak sungkan-sungkan dunia menyematkan gelar "Bapak Revolusi Digital" pada Steve Jobs.
      Tapi sebelum Jobs mendulang banyak kesuksesan di puncak karirnya, ia banyak melakukan kesalahan atau blunder yang sangat fatal dan konyol, dan sejarah mencatat bukan hanya sekali ia melakukan blunder konyol. Berkali-kali dan loss nya gede banget.
      Minimal 5 hal ini yg sempat jadi sorotan. Kita akan ghibahin kesalahan Steve Jobs ini biar bisa ambil banyak pelajaran buat berbenah.
      1. Merekrut John Sculley sebagai CEO Apple
      Ini kebodohan Steve Jobs yang pertama, Jobs yang saat itu berusia 29 tahun terpesona dengan kepemimpinan Sculley saat membawahi CocaCola. Sampai ia akhirnya meminang Sculley dengan kata pinangan yg sangat tersohor di seluruh dunia.
      "Do you want to sell sugared water for the rest of your life? Or do you want to come with me and change the world?"
      "Apa kamu mau terus jualan air gula sepanjang hidupmu, atau gabung aku buat mengubah dunia?" Itu yg disampaikan Jobs sama Sculley, dan akhirnya ia mengambil tawaran Jobs.
      Apesnya setelah menahkodai Apple beberapa waktu, karena berbeda paham dan prinsip Sculley malah mengkoordinir board buat mendepak Steve Jobs, nyesek banget pastinya yg dirasakan Jobs. Leader yang dia tunjuk sendiri, mendepaknya dari perusahaan yang dia dirikan.
      2. Sangat yakin kalo Pixar akan jadi perusahaan hard ware besar dunia
      Ketika Steve Jobs jadi orang yg terakhir berdiri pas lelang yg diadakan Lucas Film, dan akhirnya memenangkan lelang pembelian Pixar di tahun 1986 dengan 10 juta USD. Apa yg ada dipikiran Steve Jobs sama sekali tidak terpikir kalau Pixar nanti akan terselamatkan oleh animasi yg akan membuat namanya besar, jujur yang ada dipikirannya adalah jualan hardwarenya.
      Tapi untunglah ia masih menyisakan uang untuk support Ed Catmull dan John Lasseter yg ngotot merayu Jobs untuk mendanai film full animasi nya, jobs menganggap itu taruhan kecil aja, sampai akhirnya Pixar sukses besar dengan Toy Story.
      3. Sama sekali gak paham siapa target marketnya NeXT Computer
      Ya meskipun ujungnya perusahaan ini mampu di jual ke Apple dengan nilai 429 juta USD di tahun 1996, tapi perusahaan ini benar-benar merasakan perjuangan berdarah-darah menemukan siapa target market atau customer yang tepat buat produknya. Bayangin apa gak gila tuh, bikin perusahaan, mulai produksi, tapi sebenarnya belum nemu siapa market nya.
      Sekelas Jobs pun mengakui kalau ia pernah bikin keputusan ngawur, gambling abis, tapi ini kesalahan entreprenuers umum juga sih. Karena saking percayanya sama idealisnya, sia nekad produksi dulu baru mikir nanti marketnya siapa. Iya kalo nafasnya (baca modal) panjang sih gak apa apa, tapi kalo dana cekak ya gambling abis.
      Ia menjual product kategori product driven, tapi gak pake proses Product Market Fit dulu, modal yakin aja produknya bagus banget. Iya sih memang bagus, belum ada yang produksi di pasar, tapi itu juga masalah karena akan butuh waktu untuk mengedukasi pasar
      Nah lanjut kita ghibahin kesalahan Steve Jobs selanjutnya.
      4. Banyak banget melaunch product gagal di pasaran
      Eits jangan dikira setiap produk yang diluncurkan Steve Jobs lewat Apple sukses semua ya, banyak juga produk-produk Apple yang gagal dipasaran. Sebut saja yang paling epic kegagalannya Apple Lisa, Macintosh TV, The Apple III dan The Powermac g4 cube. Tapi meskipun begitu, di fase-fase berikutnya, Steve Jobs dan Apple banyak berbenah
      Begitulah bisnis, kita akan membuat banyak sekali keputusan-keputusan buruk di fase-fase awal, tapi seiring membaiknya kemampuan kita memahami pasar, melakukan improvement terhadap produk, pertaruhan yang kita buat semakin hari semakin membaik.
      Dan benar saja, kesalahan-kesalahan Apple dengan rentetan produk gagalnya langsung termaafkan ketika dia akhirnya mampu meluncurkan produk dengan sukses luar biasa. Sebut saja iPod, iPhone, iPad dan produk Apple yang lain.
      Pelajaran yang kita ambil disini adalah tak masalah kita mengambil banyak keputusan buruk di awal, tapi segera ambil pelajaran dan berbenahlah.
      Kesalahan Jobs yang kita ghibahin terakhir adalah
      5. Steve Jobs berusaha menjual Pixar berkali-kali
      Pixar adalah salah satu pembelian Jobs yang luar biasa suksesnya. Di tahun 1986 ia mengakuisisi Pixar "hanya" senilai 10 juta USD, dengan film-film animasinya yang sukses luar biasa seperti Toy story, Monster Inc, Finding Nemo, Cars, Wall-E, The Incredibles dan buanyak lagi. Bukan berarti Jobs tidak tergoda untuk menjualnya, dia pernah nawarin Pixar ke rekanan-rekanan bisnisnya seperti Bill Gates, Larry Ellison dan ke beberapa perusahaan besar lainnya. Sampai akhirnya Pixar dibeli oleh Disney di tahun 2006 seharga 7,4 miliar USD. Berarti valuasi kenaikan Pixar dari sejak beli sampai terakhir dibeli ke Disney sudah naik 74000%.
      Memang kalo dari perspektif Jobs itu deal yang bagus banget dan pertaruhan yang cukup besar buat Disney, meskipun akhirnya terbayar juga dengan suksesnya film-film Pixar selanjutnya. Andai saja Pixar terjual di tahun awal-awal pasti nilainya gak semahal pas dibeli Disney, ya untung juga sih dulu gak laku-laku, jadi bisa panen banyak si Jobs.
      Apa kefaedahan yang bisa kita ambil dari ghibahan kali ini?
       
    • By qbonk
      CEO Apple Tim Cook memastikan layanan kartu kredit besutan perusahanya, Apple Card, akan meluncur pada awal bulan Agustus ini.
      Apple Card sendiri merupakan layanan kartu kredit untuk pengguna iPhone dan iPad dengan menggunakan jaringan Mastercard dan dioperasikan Goldman Sachs.
      "Ribuan karyawan Apple menggunakan Apple Card setiap hari dalam pengujian versi beta dan kami berencana untuk memulai peluncuran Apple Card pada bulan Agustus," kata Cook dikutip dari Tech Crunch, Rabu (31/7/2019).
      Apa yang disampaikan oleh Cook ini menegaskan rumor yang telah beredar terkait Apple Card sebelumnya. Apple Card sendiri pertama kali ke publik pada Maret lalu.
      Kartu ini dibuat untuk memudahkan pengguna melakukan pembayaran di tempat yang tidak mendukung Apple Pay. Berbeda dengan kartu konvensional, tak ada nomor, CVV, tanggal kadaluarsa, dan tanda tangan pada kartu Apple Card. 
      Menariknya dari Apple Card ini akan hadir tanpa mengenakan biaya, di mana pengguna diberikan pengurangan suku bunga dan diberi Daily Cash, yakni program cash back di setiap transaksinya.
      Untuk saat ini, Apple Card dirancang untuk pasar Amerika Serikat. Namun tidak menutup kemungkinan layanan ini bisa go international.
×
×
  • Create New...