Jump to content

Kisah Mark Zuckerberg Berawal di Asrama Harvard hingga Punya Libra


worldwidemarket

Recommended Posts

zuck.thumb.jpg.8d8fdc3df7347c9d36ec74668b149438.jpg

Mark Zuckerberg mengawali facebook dari kamar asmara Harvard dan kini memiliki produk mata uang digital Libra yang penuh kontroversi.

16 tahun lamanya Facebook berkembang sebagai jaringan media sosial dan kini penggunanya sudah mencapai lebih dari 2 miliar. Sang pendiri Mark Zuckerberg justru mengawalinya dari kamar asmara Harvard dan kini memiliki produk mata uang digital Libra yang penuh kontroversi.

Bernama lengkap Mark Elliot Zuckerberg adalah orang yang mendirikan situs jejaring sosial Facebook, pada 2004 bersama teman sekelasnya. Website pertama yang dibuat oleh Mark adalah Facemash, kemudian pada Februari 2004, ia kembali membuat terobosan baru dengan nama Facebook (www.thefacebook.com).

Website tersebut luncurkan Mark dari kamar asrama bersama teman sekelasnya Dustin Moskovitz, Eduardo Saverin dan Chris Hughes. Facebook merupakan penyempurnaan dari Facemash dan berfungsi sebagai situs sosial yang memudahkan penggunanya untuk berhubungan dengan teman dan pengguna facebook lainya.

Awal mula ia membuat Facebook adalah dengan membuat buku direktori mahasiswa online karena Universitasnya tak membagikan face book (buku mahasiswa yang memuat foto dan identitas mahasiswa di universitas itu) pada mahasiswa baru sebagai ajang pertemanan di antara mereka.

Dengan modal yang ditanamkan berjumlah USD12,7 juta. Ini adalah investasi kedua yang masuk ke Facebook setelah sebelumnya (Juni 2004). dengan tambahan modal itu jelas memudahkan Mark dan kawan-kawannya mengembangkan Facebook dan mengganti domain-nya dari www.thefacebook.com menjadi www.facebook.com. Setelah itu jangkauan keanggotaan facebook diperluas menjadi internasional.

Melesatnya bisnis Facebook membuat Zuckerberg pada tahun mendapatkan harta kekayaan yang luar biasa. Majalah Forbes menyebutkan kekayaan Zuckerberg sendiri mencapai USD1,5 miliar atau sekitar Rp13,5 triliun. Jumlah yang luar biasa besar saat itu, maka wajar jika majalah Forbes menobatkan Mark Zuckerberg sebagai The Youngest `Self-made’ Billionaire on the Planet.

Setelah sekian tahun muncul, Facebook pun berinovasi dengan mengumumkan Libra sebagai mata uang digital miliknya dan membuat mata uang kripto kian populer di dunia. Namun, hal itu ditentang sejumlah negara termasuk Indonesia.

Facebook pun sangat ambisius untuk meluncurkan mata uang ini. Pekan lalu, Facebook juga telah mengenalkan Libra ke publik. Pada semester pertama 2020 dan ditargetkan seluruh sistem mata uang digital ini bisa berjalan secara global.

Dijelaskan Zuckerberg, Libra adalah mata uang global dan infrastruktur keuangan. Dengan kata lain, itu adalah aset digital yang dibangun oleh Facebook dan didukung oleh versi baru dari blockchain Facebook, teknologi terenkripsi yang digunakan oleh bitcoin dan mata uang kripto lainnya.

Uang Libra ini juga disinyalir bakal banyak digunakan oleh orang-orang yang berada di negara maju. Dan nantinya mata uang Libra Coin ini bakal digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, seperti bayar tagihan. Libra akan diluncurkan secara penuh selambat-lambatnya pada 2020.

Link to comment
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
  • Similar Content

    • By Males
      Di sisi lain, Mark Zuckerberg memperkenalkan Meta sebagai nama baru untuk Facebook, induk perusahaan yang menaungi Facebook, Instagram, WhatsApp, dan Messenger.
      "Kami punya bintang utara baru: untuk menghidupkan metaverse. Sekarang, saatnya untuk membangun bab berikutnya," kata Zuckerberg sebagaimana dilansir Deseret News, Jumat (29/10/2021).
      Situs web baru perusahaan, Meta.com, saat ini dialihkan ke halaman di situs web Facebook, yang menjelaskan arah baru perusahaan.
      "Koneksi berkembang dan begitu juga kami. Metaverse adalah evolusi berikutnya dari koneksi sosial. Visi perusahaan kami adalah membantu menghidupkan metaverse, jadi kami mengubah nama kami untuk mencerminkan komitmen kami terhadap masa depan ini," tulis situs web tersebut.
      Meta akan membawahi semua produk perusahaan Facebook, termasuk Facebook sendiri, Instagram, Messenger dan WhatsApp, serta setiap upaya baru yang dikembangkan oleh perusahaan.
      Langkah ini sama ketika Google menata ulang semua produk Google dengan nama Alphabet (induk perusahaan Google Cs).
    • By Males
      Mark Zuckerberg memperkenalkan Meta sebagai nama baru untuk Facebook, induk perusahaan yang menaungi Facebook, Instagram, WhatsApp, dan Messenger.
      "Kami punya bintang utara baru: untuk menghidupkan metaverse. Sekarang, saatnya untuk membangun bab berikutnya," kata Zuckerberg.
      Situs web baru perusahaan, Meta.com, saat ini dialihkan ke halaman di situs web Facebook, yang menjelaskan arah baru perusahaan.
      "Koneksi berkembang dan begitu juga kami. Metaverse adalah evolusi berikutnya dari koneksi sosial. Visi perusahaan kami adalah membantu menghidupkan metaverse, jadi kami mengubah nama kami untuk mencerminkan komitmen kami terhadap masa depan ini," tulis situs web tersebut.
      Meta akan membawahi semua produk perusahaan Facebook, termasuk Facebook sendiri, Instagram, Messenger dan WhatsApp, serta setiap upaya baru yang dikembangkan oleh perusahaan.
      Langkah ini sama ketika Google menata ulang semua produk Google dengan nama Alphabet (induk perusahaan Google Cs).
      Arti Meta

      Nama Meta sendiri dipilih bukannya tanpa alasan. Mark mengatakan, kata 'meta' merupakan bahasa Yunani yang berarti 'melampaui'.
      "Untuk saya, kata itu melambangkan selalu ada yang lebih banyak dibangun, dan selalu ada bab selanjutnya dari cerita yang kami bangun," ujar Mark.
      Menurut Mark, ia sangat bangga dengan apa yang sudah dibangun hingga sekarang ini dan bersemangat untuk mengetahui apa yang terjadi selanjutnya.
      "Ini adalah masa depan yang melampaui satu perusahaan dan yang akan dibuat oleh semua orang," tuturnya.
    • By peter_hutomo
      Facebook mengungkapkan, mereka berkomitmen untuk membuat platformnya tetap aman dari terorisme dan individu atau organisasi berbahaya.
      Hal itu disampaikan oleh Nawab Osman, Head of Counter-Terrorism and Dangerous Organizations, Facebook Asia Pacific dalam temu media virtual, Kamis (2/9/2021).
      Mengutip laporan di laman resmi Facebook, di kuartal pertama 2021 terdapat 9 juta konten terorisme yang diberantas media sosial tersebut secara global. Angkanya menurun di kuartal kedua menjadi 7,1 juta.
      Untuk organisasi berbahaya, di kuartal pertama, terdapat 9,8 juta konten yang dihapus, dan menurun menjadi 6,2 juta di kuartal kedua tahun 2021.
      Dalam pemaparannya, Osman mengatakan ada 350 orang di Facebook yang bertugas untuk melawan terorisme dan kebencian terorganisir di platform tersebut.
      Ia mengungkap, tim itu terdiri dari mantan akademisi yang ahli di bidang anti-terorisme, mantan jaksa dan penegak hukum, penyidik dan analis, serta insinyur.
      Mereka juga bermitra dengan berbagai pakar eksternal secara global dalam bidang terorisme, kekerasan ekstrem, intelijen siber, dan perilaku online.
      Penilaian Suatu Entitas

      Facebook juga dan menugaskan penelitian independen untuk menyesuaikan respons dengan lebih baik.
      Tim Individu dan Organisasi Berbahaya adalah bagian dari tim yang lebih luas yang terdiri dari 35 ribu orang di Facebook, yang berfokus pada keselamatan dan keamanan.
      "Di bawah kebijakan Individu dan Organisasi Berbahaya, kami tidak mengizinkan organisasi atau individu yang menyatakan misi kekerasan atau terlibat dalam kekerasan untuk berada di Facebook," ujarnya.
      "Kami menilai entitas ini berdasarkan perilaku mereka di ranah online dan offline, dan yang paling signifikan, hubungan mereka dengan kekerasan."
      Dalam menandai suatu ancaman, Facebook menandai entitas setelah melalui proses ketat yang dipimpin oleh tim spesialis global dan ahli.
      Mereka mengatakan, proses penandaan mempertimbangkan baik perilaku di ranah daring dan luring. Mereka juga mempertimbangkan tujuan organisasi serta rekam jejak kekerasan di dunia nyata.
      Gunakan Kecerdasan Buatan

      Selain itu, Facebook juga memanfaatkan kecerdasan buatan (articial intelligence/AI) untuk mendeteksi dan menghapus konten yang terkait dengan kelompok teroris dan kebencian terorganisir.
      Osman mengungkapkan, teknologi itu bisa mendeteksi teks yang disematkan dalam gambar dan video untuk membantu memahami konteks penuhnya.
      "Dan kami telah membangun teknologi pencocokan media untuk menemukan konten yang identik atau hampir identik dengan foto, video, teks, dan bahkan audio yang telah kami hapus sebelumnya," kata Osman.
      Antara April hingga Juni 2021, 99,7 persen konten terorisme dan 97,8 persen konten kebencian terorganisir yang ditindak, diidentifikasi menggunakan teknologi, seringkali sebelum ada yang melihatnya.
      "Jika AI tidak yakin apakah konten melanggar atau tidak, kami perlu memahami bahwa pelaku ini semakin pintar dalam mengakali sistem kami," kata Osman.
      "Jika AI tidak yakin akan gambar atau video tertentu itu melanggar, kami punya reviewer yang punya keahlian yang terkait, maka mereka yang akan memutuskan apakah konten tersebut melanggar standar komunitas atau tidak."
      Bukan Kebijakan Baru
      Beberapa teknik lain yang mereka gunakan untuk memerangi terorisme misalnya secara agresif mengumpulkan propaganda teroris dari kanal-kanal distribusi yang ada.
      Facebook juga mencocokan gambar dan video untuk mencegah konten teroris yang telah diketahui di masa mendatang dan penggolongan untuk memahami teks yang mungkin menganjurkan terorisme atau kebencian terorganisir.
      Facebook juga mengidentifikasi kelompok organisasi berbahaya dan materi terkait saat menemukan konten teroris yang diketahui serta mengidentifikasi organisasi dan individu berbahaya yang bekerja untuk membuat ulang akun yang sebelumnya dihapus.
      Hal lainnya yang dilakukan Facebook adalah membagikan informasi di Facebook, Instagram, dan WhatsApp untuk menjaga semua platformnya tetap aman.
      Osman menegaskan, kebijakan mereka bukanlah kebijakan yang baru dan sudah ada sekitar 10 tahun meski selalu dilakukan beberapa pembaruan dan penyesuaian.
      Ia juga menyatakan mereka tidak pandang bulu dalam menegakkan aturan melawan kelompok ekstrimis. "Kami sudah menandai beberapa kelompok di seluruh spektrum politik, agama, dan sosial."
    • By DragonJebol
      After being confirmed by none other than Mark Zuckerberg, the long-awaited multi-device support for Whatsapp messenger is now rolling out to selected beta testers on Android.
      The feature was outlined and detailed in a Facebook engineering team blog with plenty of information surrounding just how it has been achieved. For those with no interest on the inner workings of how messages are relayed between devices, code-digger WABetaInfo has also noted that the multi-device feature is now rolling out in a very limited beta to some lucky users.
      We already noted that the multi-device support for WhatsApp is limited to just one smartphone – disappointingly this remains the case with the beta. There are some other limitations though with Facebook’s implementation.
      You won’t be able to view the live location of another device, while calling may be disabled if the version of WhatsApp installed upon one of the four devices linked is outdated. Functionality has also been limited on the Facebook Portal, WhatsApp Web/Desktop, and for those using WhatsApp Business accounts.
    • By c0d1ng
      Kasus peretasan akun WhatsApp kembali terjadi. Kali ini menimpa peneliti dan perhati isu sosial Ravio Patra. Kejadian ini diceritakan kembali oleh Direktur Eksekuti SAFEnet Damar Juniarto.
      Damar Juniarto mengatakan kejadian pembobolan akun WhatsApp tersebu terjadi kemarin (22/4/2020) sekitar pukul 14.00 WIB. Ketika itu Ravio Patra menunjukkan kepadanya coba menghidupkan WhatsApp kemudian muncul tulisan 'You've registered your number on another phone.
      "Dicek ke pesan inbox SMS, ada permintaan pengiriman OTP. Peristiwa ini saya minta segera dilaporkan ke Whatsapp, dan akhirnya oleh Head of Security Whatsapp dikatakan memang terbukti ada pembobolan," ujar Damar ketika dihubungi, Kamis (23/4/2020).
      Damar Juniarto mengungkapkan pelaku pembobolan menemukan cara mengakali nomor ponsel untuk bisa mengambil alih Whatsapp yang sebelumnya didaftarkan dengan nomor Ravio Patra.

      "Karena OTP dikirim ke nomor Ravio, besar kemungkinan pembobol sudah bisa membaca semua pesan masuk lewat nomor tersebut. Setelah dua jam, Whatsapp tersebut akhirnya berhasil dipulihkan," ungkapnya.

      Damar Junianto menambahkan selama dikuasai "peretas", pelaku menyebarkan pesan palsu berisi sebaran provokasi dengan plotting untuk menempatkan Ravio sebagai salah satu yang akan membuat kerusuhan.

      Bunyinya pesan tersebut: KRISIS SUDAH SAATNYA MEMBAKAR! AYO KUMPUL DAN RAMAIKAN 30 APRIL AKSI PENJARAHAN NASIONAL SERENTAK, SEMUA TOKO YG ADA DIDEKAT KITA BEBAS DIJARAH

      "Saya minta Ravio untuk mengumpulkan dan mendokumentasikan semua bukti. Agar kami bisa memeriksa perangkat tersebut lebih lanjut," ujarnya.

      "Sekitar pukul 19.14 WIB, Ravio menghubungi saya dan mengatakan "Mas, kata penjaga kosanku ada yg nyariin aku rapi udah pergi. Tsmpangnya serem kata dia."

      "Saya instruksikan Ravio untuk matikan handphone dan cabut batere, lalu pergi ke rumah aman." ungkap Damar Juniarto. "Sudah lebih 12 jam tidak ada kabar. Baru saja saya dapat informasi, Ravio ditangkap semalam oleh intel polisi di depan rumah aman."
×
×
  • Create New...