Jump to content

Wikipedia Diblokir di China


Ricky_06

Recommended Posts

wikipedia.png.5da883600c204657c162941624300beb.png

Pemerintah China sebelumnya telah memblokir Wikipedia dalam bahasa China di negaranya. Dilansir dari laman Android Pit, Kamis (16/5/2019) kali ini pemerintah China telah memperluas batasannya untuk memblokir Wikipedia sepenuhnya dan dalam semua bahasa.

Peneliti sensor online telah menemukan bahwa China telah memblokir Wikipedia dalam semua bahasa di wilayahnya, berbeda dengan blokade yang ada sebelumnya yang hanya menghambat akses ke versi China. Ketika ditanya tentang tindakan ini, Wikimedia Foundation menjawab bahwa tidak ada informasi sama sekali tentang tindakan ini.

"Pada akhir April, Wikimedia Foundation menetapkan bahwa Wikipedia tidak lagi dapat diakses di China. Setelah menganalisis laporan lalu lintas internal kami, kami dapat mengonfirmasi bahwa Wikipedia saat ini diblokir di semua versi bahasa," kata Wikimedia Foundation.

Wikipedia juga diblokir di Turki pada 2017. Kemudian, Wikipedia juga kabarnya mengalami gangguan di Venezuela. Sementara itu di China, blokir semaca itu juga mencakup halaman seperti Google, Facebook, dan LinkedIn.

Link to comment
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
  • Similar Content

    • By VOAIndonesia
      Mustang Panda adalah sebuah kelompok peretas Tiongkok yang dicurigai berusaha menyusup ke dalam sistem komputer pemerintah Indonesia pada bulan lalu.
      Pelanggaran yang dilaporkan ini, yang telah dibantah oleh pihak Indonesia sendiri, sesuai dengan pola kampanye mata-mata di dunia maya yang baru-baru ini dilakukan oleh China.
      Seorang pakar mengatakan dalam satu tahun terakhir ini, serangan-serangan seperti ini semakin sering terjadi, dan dilakukan dengan tujuan untuk mencari data intelijen terkait isu sosial, ekonomi, dan politik dari negara-negara Asia dan negara-negara lain di seluruh dunia.
      “Ada pelonjakan,” kata Ben Read, direktur analisis mata-mata dunia maya di Mandiant, sebuah perusahaan keamanan dunia maya, dalam wawancara dengan VOA.
      "Operasi siber yang dilancarkan oleh China ini merupakan kampanye yang cukup luas dan tidak dibatasi sama sekali,” tambahnya.
      Selama bertahun-tahun China dianggap sebagai musuh utama Amerika Serikat dalam dunia dunia maya.
      Negara tersebut dianggap memiliki tim-tim yang terkoordinir baik di dalam maupun di luar pemerintahan yang dapat melakukan kampanye memata-matai di dunia maya yang “berskala besar dan tidak membeda-bedakan,” demikian kata Josephine Wolff, seorang profesor kebijakan keamanan siber di Tufts University.
      Peretasan pada tahun 2014-2015 terhadap Kantor Manajemen Personalia Pemerintah Federal OPM Amerika di mana catatan personil 22 juta pekerja federal terancam terganggu merupakan contoh dari “penggalian besar-besaran” yang dilakukan oleh China, kata Wolff.
      Setelah ada persetujuan keamanan dunia maya antara Presiden Obama dan Presiden Xi Jinping pada tahun 2015 lalu, menurut para pakar, serangan dari China telah berkurang, paling tidak terhadap dunia Barat. (jm/em)
    • By peter_hutomo
      Berbagai raksasa streaming video Tiongkok menghapus seluruh arsip mereka terkait artis Vicky Zhao.
      Artis yang terkenal di tahun 1990-an karena drama Putri Huan Zhu ini dihapus jejaknya dari internet karena perintah dari National Radio and Television Administration (NRTA), regulator hiburan yang dikelola pemerintah Tiongkok.
      Mengutip Fortune, Kamis (2/9/2021), sejauh ini belum diketahui apa latar belakang penghapusan seluruh jejak Vicky Zhao dari internet.
      Kendati demikian, pihak berwenang terus melancarkan tindakan keras terhadap berbagai hal terkait dengan Vicky Zhao, mulai dari raksasa teknologi hingga fan club artis tersebut.
      Penghapusan seluruh konten film dan serial TV artis bernama asli Zhao Wei ini sudah dilakukan oleh platform streaming Tencent Video hingga iQiYi. Keduanya adalah platform streaming terbesar di Tiongkok.
      Tidak cuma itu, platform streaming juga menghapus konten yang di dalamnya terdapat nama Vicky Zhao sebagai sutradara atau produser. Situs jejaring sosial Weibo pun sama, ikut menghapus seluruh page tentang Vicky Zhao.
      Diduga Karena Dekat dengan Alibaba
      Menurut Global Times, NRTA idak memberitahu perusahaan streaming kenapa Vicky Zhao jadi sasaran penghapusan. Namun, kementerian hanya menginstruksikan platform untuk segera menghapus konten dan karya Vicky Zhao.
      Pengguna internet Tiongkok pun berspekulasi mengenai alasan pemerintah meminta jejak Vicky Zhao dihapus. Menurut mereka, sejarah transaksi bisnis kontroversial Vicky Zhao dan hubungan dekatnya dengan Alibaba jadi alasan.
      Punya Saham di Alibaba Pictures
      Sekadar informasi, Vicky Zhao menikah dengan investor asal Singapura Huang Youlong. Pada 2014, pasangan ini membeli saham Alibaba Pictures dengan nilai USD 400 juta. Keduanya jadi pemegang saham terbesar kedua perusahaan produksi ini.
      Namun pada 2017, regulator Tiongkok menjatuhkan larangan perdagangan saham selama lima tahun, setelah sekelompok investor menggugat Zhao dan suami, karena memberi informasi menyesatkan menjelang pengambilalihan perusahaan.
      Desas desus lain yang beredar menyebut, penangkapan Vicky Zhao terkait dengan kejatuhan Sekretaris Partai Hangzhou, Zhou Jianyong, yang ditahan karena tuduhan korupsi. Hangzhou adalah kantor pusat Alibaba.
      "Budaya selebritas Tiongkok memiliki hubungan yang sangat dekat dengan komunitas bisnis," kata Profesor Akademi Film Hong Kong Baptist, Kenny Ng.
      Artis Fan Bingbing juga Dihapus dari Internet

      Ia menyebut, seringkali terjadi banyak transaksi diam-diam antara selebritas, bisnis, dan pejabat pemerintah.
      Ini bukan pertama kalinya pemerintah Tiongkok menghapus jejak selebritas di sana. Sebelumnya pada 2018, Fan Bingbing, artis berbayaran paling mahal di Tiongkok juga menghilang dari publik.
      Juli 2018, laman media sosial Fan Bingbing menghilang. Para paparazzi juga tidak bisa menemukannya di mana pun. Sampai-sampai keluarga dan teman baiknya tidak bisa memberi informasi mengenai keberadaan artis yang bermain di beberapa film Hollywood itu.
      Rupanya, Fan muncul kembali pada Oktober 2018. Selama menghilang, ternyata dia ditahan sementara oleh pihak berwenang yang menyelidikinya karena penggelapan pajak.
    • By ega
      Download Free Unlimited Elements for Elementor Page Builder Nulled CodeCanyon 23505470
      All addons are totally unique, crafted individually to fit your Elementor Page Builder website.
      The biggest Addon bundle for Elementor Page Builder with +700 addons.

      What’s Included in this Mega Bundle
      700+ unique addons with infinite possibilities One click import layout from Elementor Page Builder page Import only the addons you want to use Lifetime Updates 24/7 Support on hand to assist you Well Documented Our addon library is growing each day and you will get all our updates Ability to customize the HTML and CSS of the addons easily Simple Sliders (20) Banners (24) Pricing Tables (21) Content Tabs (22) Testimonials & Reviews (23) Carousels (21) Content Boxes (43) Team Members (26) Website Headers (20) iHover Effects (20) Icon Hover Effects (9) Link Hover Effects (21) Buttons (11) Content Accordions (23) Timer Countdowns (23) Content Tabs (22) Food Menus (24) Social Network Icons (21) Product Boxes (26) Google Charts (7) Video Teaser Popups (20) Widgets (10) Flip Boxes (15) Video Galleries (7) Opening Hours (15) Mp3 Audio Players (15) Statistic Counters (23) Bullet Lists (25) Footers (20)
    • By black_zombie
      Gugatan hukum kini muncul di Florida, Amerika Serikat, menuntut Pemerintah China untuk memberikan ganti-rugi terkait dengan penyebaran COVID-19. Hal serupa juga terjadi di beberapa negara termasuk Australia.
      Gugatan Terhadap China
      Gugatan class-action yang didukung ribuan warga AS itu ditangani sebuah firma hukum bernama Berman Law Group di Miami.
      Dalam keterangannya, firma hukum tersebut menyebutkan gugatan ini ingin menuntut ganti-rugi miliaran dolar bagi para korban COVID-19 akibat kelalaian China.
      Mereka menyebut Pemerintah China telah gagal mencegah penyebaran COVID-19 sehingga kini sudah menimbulkan masalah di seluruh dunia.
      "Padahal, mereka memiliki kemampuan untuk menghentikan penyebaran virus ini di tahap awal," katanya.
      Firma hukum ini bertekad untuk "memperjuangkan hak-hak rakyat dan pengusaha di Florida serta di AS yang kini sakit atau harus merawat orang sakit, mengalami kesulitan keuangan, dan terpaksa mengalami kepanikan, pembatasan sosial dan isolasi" akibat COVID-19.
      Gugatan cass-action terpisah atas nama pengusaha di Las Vegas juga sudah didaftarkan. Mereka menuntut ganti-rugi miliaran dolar ke Pemerintah China.
      Gugatan di Las Vegas ini menyebutkan Pemerintah China seharusnya membagi informasi awal mengenai virus ini, namun mereka malah mengintimidasi dokter, ilmuwan, jurnalis dan praktisi hukum sembari membiarkan COVID-19 menyebarluas.
      Seperti diberitakan berbagai media, pada 2 Januari 2020, pihak berwenang di China "mempermalukan" delapan orang dokter dalam siaran TV nasional. Ke-8 orang ini dituduh sebagai, "penyebar hoaks".
      Menurut laporan investigasi kantor berita Associated Press pekan lalu, Kepala Komisi Kesehatan Nasional China Ma Xiaowei telah memaparkan adanya "situasi parah dan kompleks" dalam sebuah rapat bersama pejabat medis tingkaty propinsi pada 14 Januari.
      Ma Xiaowei bahkan membandingkan situasi ini dengan penyebaran virus SARS tahun 2003.
      Namun baru pada tanggal 20 Januari Presiden Xi Jinping mengumumkan kemungkinan adanya pandemi virus corona ini.
      Di Eropa
      Sementara itu, Henry Jackson Society, sebuah lembaga pemikir di Inggris, menyatakan Pemerintah China harus bertanggung jawab atas pandemi COVID-19 karena adanya upaya menutup-nutupi masalah pada tahap awal.
      Mereka berpendapat, negara-negara G-7 bisa menggugat ganti-rugi ke China sebesar 3,2 triliun pound.
      Mantan bos badan intelijen Inggris MI6 John Sawers mengungkap adanya informasi yang menyebutkan bahwa Pemeritah China menutupi permasalahan ini selama periode Desember 2019 dan Januari 2020.
      Sebelumnya tabloid Bild di Jerman yang paling banyak pembacanya di Eropa, menerbitkan "surat tagihan" sebesar 24 miliar euro sebagai ganti-rugi atas pendapatan pariwisata selama Maret dan April.
      Selain itu, Bild juga meminta ganti rugi 50 miliar euro untuk usaha kecil-menengah, serta 149 miliar euro lainnya jika GDP Jerman anjlok di bawah 4,2 persen tahun ini.
      Dalam surat terbuka kepada Presiden China, suratkabar tersebut menyatakan "Pemerintahan dan ilmuwan Anda telah lama mengetahui bahwa virus corona sangat menular, namun Anda membiarkan seluruh dunia tidak mengetahuinya".
      "Para ilmuwan utama Anda tidak merespon ketika para peneliti Barat ingin mengetahui apa yang terjadi di Wuhan," tambahnya.
      Di Australia
      Seperti diberitakan ABC, Menlu Australia Senator Marise Payne telah mendorong perlunya dilakukan penyelidikan asal-usul virus corona, karena dia yakin organisasi kesehatan dunia WHO tidak akan melakukan hal itu.
      Hal senada disampaikan Mendagri Australia Peter Dutton, yang juga mendesak agar China lebih transparan mengenai pandemi COVID-19, karena keluarga puluhan warga Australia yang meninggal akibat virus ini perlu mendapatkan jawaban.
      "Tentu saja kita pun akan dituntut jika Australia yang menjadi epicentrum virus ini yang kemudian menyebar ke masyarakat," kata Menteri Dutton.
      "China harus menjawab pertanyaan-pertanyaan ini dan memberi informasi sehingga masyarakat mendapatkan kejelasan menenai apa yang sesungguhnya terjadi, karena kita tidak ingin hal itu terulang," katanya.
      Menteri Dutton sendiri positif terinfeksi virus corona dan terpaksa menjalani perawatan rumah sakit pada Maret lalu.
      Tanggapan China
      Pemerintah China telah berulangkali menyangkal bahwa pihak menyembunyikan informasi mengenai COVIFD-19 pada tahap-tahap awal penyebaran.
      Mereka, katanya, senantiasa melaporkan setiap perkembangan terbaru COVID-19 ke WHO.
      Pakar hukum dari Yale University Stephen L Carter berpendapat, sebagai sebuah negara-bangsa, China tidak dapat digugat dalam permasalahan ini.
      Menurut dia, Pemerintah China dilindungi oleh doktrin kekebalan kedaulatan, sama seperti pemerintahan negara lain.
      Penyalahgunaan kewenangan pemerintah China dalam menangani COVID-19, kata Prof Carter, tidak dapat menghapuskan doktrin kekebalan kedaulatan tersebut.
      Dia menjelaskan bahwa doktrin ini bersifat timbal-balik, yaitu bahwa suatu negara tidak akan membiarkan rakyatnya mengugat negara lain jika kita tidak ingin rakyat negara lain menggugat kita.
      Kedubes China di Canberra juga telah menuding Mendagri Australia Dutton sebagai juru bicara Amerika Serikat. Mereka menyebut desakan sejumlah politisi untuk menyelidiki China sebagai tindakan konyol.
      "Sudah jadi pengetahuan umum bahwa sejumlah orang di AS termasuk pejabat-pejabatnya telah menyebarkan virus informasi anti China. Tujuan mereka yaitu menyalahkan orang lain dan mengalihkan perhatian dengan memojokkan China," kata jubir Kedubes China di Canberra.
      Sementara itu, WHO sendiri menyatakan sampai saat ini "semua bukti yang ada" menunjukkan bahwa virus berasal dari hewan, kemungkinan besar dari kelelawar.
      Infeksi COVID-19 pada manusia pertama kali terindentifikasi di Wuhan pada akhir Desember lalu.
      WHO menyatakan pihaknya belum mengetahui bagaimana infeksi pertama tersebut terjadi pada manusia.
    • By fuufuu
      Karantina wilayah alias 'lockdown' di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China—tempat pandemi virus corona bermula—resmi dicabut. Warga kota yang memiliki 'kode hijau' pada aplikasi ponselnya diperbolehkan keluar kota, untuk pertama kali sejak 23 Januari silam.
      Pencabutan kebijakan 'lockdown' itu dibarengi dengan pembukaan jalan bagi kendaraan serta layanan kereta api.
      Media pemerintah China menayangkan gambar-gambar dari angkasa yang memperlihatkan sedikitnya 100 kereta cepat berangkat serta blokade-blokade jalan tol diangkut.
      Mulai Rabu (08/04), warga "berkode hijau" akan dapat menggunakan moda transportasi umum, dengan terlebih dahulu memindai kode QR. Kode tersebut berbeda untuk setiap orang karena terkait dengan status kesehatan yang bersangkutan.
      Warga yang bekerja di bidang farmasi dan alat kesehatan serta kebutuhan pokok akan diperbolehkan kembali bekerja.
      Sejumlah industri lainnya yang berdampak pada rantai suplai nasional dan global diperkenankan untuk kembali aktif.
      Selain moda transportasi darat, sebanyak 200 penerbangan dijadwalkan bertolak dari Wuhan pada Rabu (08/04), dengan mengangkut 10.000 penumpang.
      Kendati demikian, sekolah-sekolah masih ditutup dan beberapa pembatasan transportasi masih diberlakukan.
      Rangkaian peristiwa ini terjadi sehari setelah pemerintah China melaporkan tidak ada kematian akibat Covid-19 pada Selasa (07/04), yang pertama sejak pencatatan dipublikasikan pada Januari lalu.
      Untuk menghentikan penyebaran virus corona di Wuhan, aparat menempuh pelarangan perjalanan dan memerintahkan penutupan tempat-tempat usaha di kota berpenduduk 11 juta orang itu.
      Langkah ini, menurut pihak berwenang China, berhasil menurunkan tingkat penyebaran domestik. Adapun kasus positif yang muncul di China saat ini diklaim berasal dari luar negeri.
      Khusus di Wuhan, bulan lalu kota itu melaporkan tidak ada kasus baru dalam sepekan. Kala itu, pusat-pusat perbelanjaan dibuka. Sejumlah warga di kawasan permukiman yang dinyatakan "bebas epidemi" diperbolehkan keluar rumah selama dua jam.
      Sementara itu, kota-kota lain di China masih mengalami pemberlakuan karantina wilayah. Di Beijing, tempat 31 kasus baru dilaporkan pada Senin (06/04), pemerintah kota telah mengumumkan kebijakan baru yang lebih ketat. Siapapun yang memasuki ibu kota China itu harus dikarantina dan menjalani pemeriksaan kesehatan.
      Sejak wabah melanda, lebih dari 3.300 orang meninggal di China dan 81.740 dikonfirmasi positif terpapar virus corona.
      Komisi Kesehatan Nasional menyatakan terdapat 32 kasus baru pada Selasa (07/04), turun dari 39 kasus sehari sebelumnya.
      Angka-angka itu disoroti beberapa pihak yang menuding pemerintah China tidak melaporkan data sesungguhnya.
      Media pemerintah China menanggapi tudingan itu dengan menerbitkan lini masa respons pemerintah China dan informasi yang dibagikan.
×
×
  • Create New...