Jump to content

Di era modern ini, nenek sama kakek perlu diet


Recommended Posts

Obesitas adalah masalah besar yang dihadapi seluruh dunia. Menjadi mimpi buruk banyak orang karena membawa akibat yang membahayakan tubuh termasuk kematian. Namun sayangnya angka ini terus meningkat melebihi angka kelahiran bayi. Lalu bagamaina bila obesitas ini terjadi pada lansia dengan usia >60 tahun dengan fungsi tubuh yang menurun?

011093500_1435640157-30062015-nenekgendu

Selama ini kita mengenal cara menurunkan berat badan melalui dua hal yaitu dengan diet dan olahraga. Mana yang terbaik?

Pada tahun 2012 dilakukan penelitian oleh Dennis dkk di Amerika serikat yang mengumpulkan 93 lansia dengan obesitas. Penelitian ini dibagi 3 kelompok yaitu kelompok diet, olahraga dan kombinasi diet-olahraga. Hasilnya menunjukkan bahwa penurunan berat badan paling cepat terjadi pada kelompok diet dibanding kelompok diet-olahraga sekalipun. Namun dalam hal penurunan lingkar pinggang, fleksibilitas, dan asupan oksigen lebih baik pada kelompok kombinasi diet-olahraga.

Diet yang dianjurkan pada lansia adalah diet dengan mengurangi kebutuhan kalori 500-750 kcal dari kebutuhan harian. Sedangkan olahraga yang aman bagi lansia adalah olahraga aerobik seperti jalan santai, treadmill, bersepeda dan naik turun tangga. Olahraga cukup dilakukan perlahan dan teratur selama 90 menit setiap latihan.

Paling penting adalah proses penurunan berat badan ini dilakukan dengan bahagia karena penurunan berat badan yang sehat membutuhkan waktu yang tidak instan.

Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
  • Similar Content

    • By paimin
      Video petugas TransJakarta sedang merekam penumpang nenek-nenek yang jongkok di kursi jadi viral di media sosial. Dalam video tersebut, nenek itu marah-marah ketika ditegur. 

      Nenek itu berpotongan rambut sebahu dan berkacamata. Nenek itu memakai kemeja bermotif bunga-bunga dan celana panjang selutut berwarna cokelat. 

      Dia jongkok di kursi bagian belakang dan dekat jendela. Dia memprotes ketika petugas mengarahkan kamera ke arah wajahnya. 

      Bahkan nenek itu sempat melempari petugas dengan tisu yang dipegangnya. Petugas itu kemudian menjelaskan bahwa posisi duduk itu berbahaya. 

      "Kagak Bu, saya cuma mau nyuruh Ibu duduk aja. Bahaya," kata petugas tersebut. 

      Namun nenek itu malah menimpali petugas dengan makian dan amarah. Petugas itu kemudian bertanya di mana nenek tersebut turun. 

      "Ibu mau turun ke mana?" tanya petugas itu. 

      "Nggak usah tanya," jawab sang nenek. 

      "Saya mau bantu Ibu doang?" ujar petugas tersebut. 

      "Nggak usah. Aku nggak perlu bantuanmu," tukas si nenek. 

      Meski si nenek berkeras tak butuh bantuan, petugas itu tak berhenti bertanya tujuan nenek itu pergi. Petugas menerangkan bus TransJakarta itu akan berhenti di Halte Harmoni. 

      "Ini tujuan akhir Harmoni. Ibu mau turun di Harmoni atau di Juanda?" tanya petugas. 

      "Tidak usah, tidak usah tanya, kamu," jawab si nenek. 

      "Ini tujuan akhir Harmoni lho," ujarnya. 

      "Ya udah," jawabnya. 

      Nenek ini sadar bahwa dirinya direkam karena kamera si petugas terus mengarah ke wajahnya. Dia pun mengingatkan petugas agar tidak merekam wajahnya. 

      "Ini motret gua timpuk lo. Nggak usah motret-motret!" ujar nenek itu. 

      "Kagak Bu, HP saya memang gini-gini," jawab petugas sambil menggoyang-goyangkan kameranya ke atas dan bawah. 

      Ketika dimintai konfirmasi, pejabat humas PT TransJakarta Wibowo belum bisa memastikan kapan video tersebut diambil. Wibowo menduga TransJakarta itu bertrayek Pulogadung-Harmoni. 
      "Mungkin itu koridor 2, Pulogadung-Harmoni, karena petugas menanyakan ibu itu turun di Juanda atau Harmoni, dan latar belakangnya terlihat Stasiun Gambir," kata Wibowo saat dimintai konfirmasi, Kamis (12/4/2018). 

      Dia mengatakan petugasnya telah menginformasikan bahaya jongkok di kursi. Dikhawatirkan penumpang akan jatuh ketika bus mengerem atau berhenti. 

      "Petugas memberi tahu dengan sopan kepada pelanggan untuk duduk yang benar. Tidak boleh jongkok karena akan membahayakan pelanggan," terangnya. 

      "Kalau kursi itu tentu duduk, kalau jongkok tidak di atas kursi. Kalau bus berhenti nanti jatuh kan membahayakan keselamatan," pesan Wibowo.
      Sumber: https://id.crowdvoice.com/posts/nenek-yang-jongkok-dikursi-bus-transjakarta-ditegur-marah-2KtH

    • By BincangEdukasi
      Obesitas pada anakmerupakan salah satu kekhawatiran yang dirasakan oleh banyak orang tua saat ini. Menutur laporan dari US Centers for Disease Control and Prevention, seorang anakyang terserang obesitas cenderung rawan terkena resiko diabetes, penyakit jantung serta kanker.
      Hal tersebut biasa menjangkiti anak-anak pada rekapan usia antara 6 hingga 11 tahun. Pada usia ini, biasanya anak-anak cenderung sedang dalam tahap hiperaktif dan sulit untuk di kontrol aktifitasnya, terutama berkaitan dengan pola makan, aktifits keseharian dan ritunitas olah raga. Namun, sebenarnya obesitas dapat dicegah sejak dini, dan itu tentu saja menuntut peranan serta  dukungan ekstra dari orang tua.
      Berikut ini adalah beberapa tips jitu yang bisa dilakukan oleh orang tua untuk menghindari terjadinya Obesitas Pada Anak
      Perhatikanlah pola makan anak
      Obesitas banyak menjangkiti sebagian besar  anak yang cenderung tidak terkontrol dengan baik pola makannya. Terutama jenis makanan yang banyak mengandung bahan pengawet, minuman yang bersoda, makanan cepat saji dan makanan sereal.  Jenis makanan tersebut biasanya menjadi menu favorit anak-anak. Maka dari itu, orang tua harus rutin mengawasi anak mengenai jenis makanan atau jajanan ringan yang di konsumsi. Kalau bisa, latihlah anak untuk menyukai buah-buahan dan sayur mayur sejak dini, hal ini akan sangat membantu dalam menyeimbangkan berat badan serta  baik untuk menunjang kesehatan dan  pertumbuhan.
      Latihlah anak untuk membiasakan sejak dini gaya hidup yang seimbang
      Mayoritas anak-anak, mereka sangat menyukai jenis kegiatan seperti bermain game, nonton video dan nonton tv. Padahal, kebiasaan tersebut merupakan faktor yang signifikan dalam meningkatkan kelebihan berat badan. Jadi, sebisa mungkin bagi orang tua untuk mengarahkan pada anak supaya tidak terlalu banyak menghabiskan waktu menekuni rutinitas  tersebut.
      Latihlah anak untuk mencintai olah raga
      Kebiasaan oleh raga yang teratur sejak dini bukan hanya baik untuk kesehatan anak, namun juga sangat penting dalam mengontrol keseimbangan hormon yang dapat menyeimbangkan antara pertumbuhan dan berat badan, sehingga terhindar dari obesitas.
      Kenali jenis menu died yang sehat untuk anak
      Orang tua harus mengetahui bahwa menu died sehat untuk anak-anak berbeda dengan menu died  untuk orang tua. Jika perlu, bertanyalah pada ahli kesehatan mengenai menu yang cocok dan tepat untuk anak sesuai dengan tingkat usia.
      Biasakan mengajak anak untuk berkumpul bersama keluarga
      Ajarkanlah pada anak untuk terbiasa berkumpul dengan keluarga, terutama saat makan malam. Dalam kondisi ini, biasanya seorang anak cenderung lebih tenang dan terbuka pada orang tuanya. Jadi, di sini orang tua memiliki kesempatan yang luas untuk memberikan arahan pada anak dengan cara yang santai dan menyenangkan.
    • By Joshua_ikhsan
      Seorang nenek bernama Siti Aminah warga Malang, Jawa Timur berjalan terhuyung lalu terduduk di atas trotoar. Ternyata di punggung nenek Siti ada pisau menancap! Darah mengalir dari balik busana yang dia kenakan. Netizen bernama akun Facebook Doni Prasetya Kyoichi sempat memotretnya dan membagikan cerita lewat akun pribadinya.
      Dari penuturan Doni, sebenarnya saat itu dia hendak melihat ponsel sebab bergetar terus. Doni yang sedang dalam perjalanan dari Surabaya ke Sidoarjo akhirnya minggir sebentar. Tak berapa lama dia mendengar suara lirih. Ternyata itu lirihan minta tolong Nenek Siti. Nenek berusia 70 tahun tersebut duduk pasrah dengan pisau menancap sedalam kira-kira 20 sentimeter di punggungnya. Banyak darah mengalir. Sontak Doni langsung meminta bantuan ke pos polisi.

      Untungnya polisi sigap dan langsung mengantarkan nenek Siti ke rumah sakit terdekat. Menurut keterangan polisi, korban tengah berjalan namun didekati pelaku. Diketahui pelaku namanya Iis, orang kurang waras yang memang gemar berkeliaran di daerah tersebut. Iis memang sering meresahkan warga. Kadang-kadang pejalan kaki suka ditimpuk batu olehnya. Polisi menertibkan Iis dan mengirimnya ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim untuk diperiksa kejiwaannya.
      Aduh mudah2an gak apa apa nek. 
    • By JustVideo
      Pasti sedikit dari kita melihat seorang kakek jago bermain gitar, ini video yang bikin kita melek, bahwa diusia tua pun, orang masih bisa berkarya.
      Ngobas: http://ngobas.com
      NgobasTV: http://tv.ngobas.com
      Ngobas Store: http://ngobas.com/store/
      Ngobas Magz: http://ngobas.com/magazine
      IT Care Indonesia: http://itc.web.id
      Titip Dot Net: http://titip.net
      GalauRadio: http://galauradio.com
    • By sorandi_budi
      Wang Guan dan istrinya adalah artis opera nasional, suatu ketika mereka berjumpa sekumpulan anak yatim piatu di kampungnya.
      Meskipun sangat membebani kehidupannya, mereka berjuang untuk memelihara anak-anak itu, mendidik sehingga mereka bisa menjadi sebuah grup musik mandarin 
       
×
×
  • Create New...