Jump to content
  1. Sam

    Sam

  • Similar Content

    • By ega
      Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, mengatakan insentif penurunan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) kendaraan bermotor akan membuat potensi pendatapan negara berkurang hingga Rp 2,3 triliun. Diskon pajak ini mulai berlaku pada Maret 2021 untuk kendaraan segmen ≤ 1.500 cc kategori sedan dan 4x2.
      "Kami bersama Kemenkeu dan Kemenperin sudah membahas ini dan kita buat simulai dengan pengurangan PPnBM ini bahwa potensi penurunan pendapatannya ada di angka Rp 1 sekian hingga Rp 2,3 triliun untuk di dua segmen tadi," ungkap Susiwijono.
      Kendati demikian, dampak positif dari kebijakan ini adalah tumbuhnya demand masyarakat untuk membeli kendaraan bermotor atau mobil baru. Seiring dengan peningkatan demand, maka industri otomotif akan turut tumbuh.
      "Sehingga hitung-hitungan kami masih cukup positif dibandingkan dengan potensi kerugian dari pendapatan yang ada. Oleh karena itu, pemerintah mendorong kebijakan ini terutama untuk pengungkit pada kuartal I serta menjelang momen Ramadan dan Lebaran," jelasnya.
      Susiwijono mengatakan bahwa kebijakan ini ditargetkan berlaku per 1 Maret 2021. Target ini karena pemerintah mengejar pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2021, yang diharapkan lebih baik daripada kuartal IV 2020.
      Sektor otomotif merupakan salah satu yang terdampak pandemi Covid-19. Sepanjang 2020 terjadi penurunan penjualan motor 43,57 persen, penjualan mobil minus 48,35 persen, dan penjualan suku cadang minus 23 persen.
    • By ega
      Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, mengatakan pemerintah membuka kemungkinan mobil baru di atas 1.500 cc juga akan mendapatkan insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM).
      Namun rencana relaksasi PPnBM ini bergantung pada evaluasi atau efektivitas pada tiga bulan pertama, yakni penurunan 100 persen untuk segmen di bawah 1.500 cc.
      Segmen mobil di atas 1.500 cc ini menargetkan kelompok menengah atas. Untuk saat ini, kelompok menengah atas masih banyak menyimpan dana di perbankan, dan enggan membelanjakannya.
      "Untuk menengah atas ini mereka memang paling banyak share konsumsinya, tapi kita lihat di Dana Pihak Ketiga yang di perbankan juga meningkat karena mereka tidak mau melakukan konsumen. Sehingga, nanti kita juga akan menyasar ke sana," tutur Susiwijono dalam diskusi virtual pada Selasa (16/2/2021).
      Oleh sebab itu, kebijakan insentif PPnBM akan dilakukan evaluasi setiap tiga bulan hingga Desember 2020. Diskon pajak ini akan diberikan sebesar 100 persen dari tarif normal akan diberikan pada tiga bulan pertama, 50 persen dari tarif normal pada tiga bulan berikutnya, dan 25 persen dari tarif normal pada tahap ketiga untuk empat bulan
      "Karen itu untuk PPnBM kita akan selalu berikan catatan, yaitu penerapannya bertahap setiap tiga bulan akan kita ubah kebijakannya. Selain itu juga akan ada evaluasi 3 bulanan," tuturnya.
      Alasan pemilihan segmen kendaraan di bawah 1.500 cc kategori sedan dan 4x2, karena memiliki peminat yang banyak di Indonesia.
      "Salah satu kita minta di bawah 1.500 cc itu selain pertimbangan lokal konten TKDN, kita berharap segmen menengah bawah mulai melakukan konsumsi walau mereka paling terkena dampak pandemi. Selain itu juga karena share penjualan segmen tersebut besar," jelas Susiwijono.
    • By iiee
      Dengan "Mode Drift", Anda dapat melepaskan adrenalin dengan KIA Stinger GTS. Diusung oleh bentuknya yang ramping dan penekanan pada sisi sporti-nya, Kia Stinger dirancang untuk mengambil gen sedan sport Jerman. Sebagian besar berhasil, tetapi selalu ada ruang untuk penyempurnaan.
      Memulai debutnya di 2019 New York Auto show, Kia Stinger GTS edisi terbatas ini dirilis bertujuan untuk lebih meningkatkan faktor "Fun to Drive". Mobil ini dilengkapi dengan fitur sistem penggerak semua roda yang memungkinkan pengemudi mengubah perilaku mobil ini. Sistem ini dijuluki "D-AWD" dimulai dalam "mode kenyamanan," dengan 60 persen daya dikirim ke roda belakang. Mode "Sport" meningkatkan responsivitas, mengirimkan daya 80 persen ke roda belakang untuk memberi Stinger pengendalian yang lebih agresif.
      Namun kekurangannya adalah “Mode Drift,” yang mengirimkan daya 100 persen ke roda belakang. Mode ini juga menahan perpindahan gigi transmisi otomatis. Kia bukan pembuat mobil pertama yang mencoba sesuatu seperti ini. BMW M5 dan Mercedes-AMG E63 S juga menawarkan stabilitas all-wheel drive saat pengemudi membutuhkannya, dan menggunakan sistem penggerak roda belakang saat mereka menginginkannya.

      Ford Focus RS yang dihentikan produksinya juga memiliki "Mode Drift", yang dirancang untuk membantu hot hatchback ini melampaui kapabilitas platform penggerak roda depan. Mobil-mobil ini semua membutuhkan "Mode Drift" untuk aktifkan penggerak roda belakang. Tetapi Stinger tidak, karena sudah tersedia varian khusus dengan penggerak roda belakang dari pabrikannya. Stinger GTS juga tersedia dengan penggerak roda belakang. Namun Kia ingin menutup celah antara penggerak "All-Wheel Drive "dan penggerak roda belakang. Oleh karena itu, dilengkapi dengan "Mode Drift".
      Stinger GTS menggunakan mesin V6 3,3 liter twin-turbocharged yang sama dengan Stinger varian standar. Mesin, yang digunakan pada Genesis G70 dan G80 Sport, menghasilkan 365 tenaga kuda dan torsi 570 Newton meter. Mobil ini tersedia hanya dengan transmisi otomatis delapan percepatan. Kia juga menawarkan mesin 2.0 liter turbocharged empat silinder pada varian Stinger yang lebih rendah.
      Secara visual, Stinger GTS dibedakan oleh warna cat oranye yang spesifik-model, disertai dengan trim serat karbon, dan roda kemudi dan konsol tengah yang tertutup Alcantara. Ia juga mendapatkan sunroof, sistem audio Harman / Kardon 720 watt, dan pengisian daya nirkabel. GTS Stinger Kia akan terbatas hanya 800 unit. Produksi dijadwalkan untuk memulai musim semi ini, dengan harga (sebelum tujuan) mulai dari US$ 44.000 untuk versi penggerak roda belakang, dan US$ 46.500 untuk model penggerak semua-roda. 
    • By Gracia_Mega
      Perangkat AC mobil menjadi fitur penting sebagai penunjang kenyamanan berkendara. Ketika AC mobil mulai tidak dingin tentu bisa mengganggu perjalanan bahkan anggota keluarga teriak gerah, panas. Sering kali, AC mobil yang tidak dingin yang dituduh biang kerok adalah freon. Alasannya, freon memang sering bocor jika usia mobil sudah lumayan lawas.
      Sistem AC mobil terdiri dari beberapa komponen utama yang berfungsi untuk menyemburkan udara dingin, diantaranya kompresor, kondensor, receiver, dryer, dan evaporator. Nah, dalam evaporator inilah freon AC berada.
      Semestinya, risiko kebocoran freon ini sangat kecil. Tapi dalam kondisi tertentu, umur freon AC ini bisa menua dan mengurangi kemampuannya untuk mendinginkan ruangan. Hal ini bisa disebabkan karena intensitas penggunaan AC itu sendiri, atau karena usia kendaraannya.
      Selain kedua faktor tersebut, kemampuan AC mobil untuk mendinginkan ruangan bisa berkurang karena lubang pada karet seal di sambungan selang dan pipa, sudah merenggang. Kondisi ini biasanya terkait dengan usia karet seal atau faktor lainnya.
      Solusi terbaik untuk mengatasi masalah tersebut adalah, cek dulu seluruh komponen AC secara keseluruhan. Jika terdapat kebocoran, sebaiknya langsung ditambal. Setelah itu, baru AC mobil bisa diisi dengan freon baru.
      Cara mengetahui kebocoran? Mendeteksi kebocoran AC sebenarnya cukup mudah, Anda hanya perlu memperhatikan kompresor yang terdapat pada AC mobil. Jika kompresor AC mobil tidak bergerak saat dinyalakan, kemungkinan besar freon AC sudah habis karena adanya kebocoran.
      Selain itu, ada beberapa ciri lainnya yang menandakan freon AC mobil harus segera diganti, diantaranya adalah kipas AC tidak berputar, udara yang keluar tak segar dan dingin lagi, kipas AC tidak berputar dan lainnya. Segera bawa ke dealer resmi.
    • By dugelo
      Teknologi mobil listrik di Indonesia akan semakin dekat, terlebih saat ini Pemerintah tinggal menunggu Perpres yang sebelumnya dikabarkan telah masuk tahap finalisasi.
      Menyongsong kabar tersebut, PT Nissan Motor Indonesia (NMI) saat ini tengah menyiapkan mobil listrik untuk pasar automotif nasional. Tak tanggung-tanggung, model yang akan hadir merupakan mobil listrik paling laris di pasar global.
      Nissan sendiri dalam keterangan resmi yang diterima Okezone, akan memboyong Leaf ke Indonesia tahun depan. Diperkirakan pada 2020, Indonesia akan memulai era baru bagi tumbuhnya mobil listrik secara nasional.

      Memperluas akses terhadap kendaraan listrik terlaris di dunia ini merupakan bagian penting dari tujuan Nissan untuk meningkatkan elektrifikasi, di mana dalam rencana jangka menengah Nissan M.O.V.E 2022, seperempat dari jumlah penjualan adalah kendaraan listrik. Rencana percepatan ini termasuk lokalisasi dan perakitan komponen kendaraan listrik di pasar-pasar utama Asia Tenggara.
      New Nissan LEAF merupakan ikon dari Nissan Intelligent Mobility, yang merupakan visi perusahaan untuk membawa masyarakat ke dunia yang lebih baik dengan mengubah cara mobil ditenagai, dikendarai, dan terhubung dengan ekosistem di sekitarnya.

      Sejak tahun 2010, Nissan LEAF telah terjual sebanyak 400.000 unit, dan menjadi kendaraan listrik murni terlaris di dunia. Tahun ini, Nissan telah memperkenalkan kendaraan listrik ini ke Australia, Selandia Baru, Singapura, Korea Selatan, Thailand, Hong Kong, dan Malaysia.
×
×
  • Create New...