Jump to content
  • ×   Pasted as rich text.   Restore formatting

      Only 75 emoji are allowed.

    ×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

    ×   Your previous content has been restored.   Clear editor

    ×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

  • Similar Content

    • By Males
      Kotak hitam (black box) belum ditemukan, penyelidikan soal penyebab pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610 juga masih jauh dari kesimpulan. Namun, data satelit yang dimuat situs pemantau lalu lintas udara, FlightRadar24 dijadikan petunjuk awal terkait insiden kapal terbang yang jatuh 13 menit setelah lepas landas itu. 
      Berdasarkan data yang diungkap FlightRadar24, sejumlah keanehan terpantau dalam pergerakan pesawat yang membawa 189 orang tersebut. 
      Salah satunya, ketika sebuah pesawat umumnya akan naik dalam beberapa menit pertama penerbangan, Lion Air JT 610 justru mengalami penurunan 726 kaki (setara 221 meter) selama 21 detik.
      Ahli penerbangan Phillip Butterworth-Hayes mengatakan bahwa data tersebut tidak biasa. Apalagi, saat lepas landas seperti itu, pilot biasanya dibantu oleh kendali otomatis pesawat.
      "Ini tidak sesuai dengan profil penerbangan otomatis," kata Butterworth-Hayes saat mempelajari data. "Kecuali, jika sistem pesawat itu memberikan koreksi untuk sejumlah alasan."
      Butterworth-Hayes mengatakan bahwa mengingat pesawat yang digunakan Lion Air JT 610 baru berusia dua bulan, alasan di balik kecelakaan tersebut "sangat tidak mungkin" berasal dari kesalahan mekanis.
      "Pesawat terbang tidak jatuh begitu saja dari langit," katanya.
      "Saya tidak bisa membayangkan masalah mekanis apa pun selain kehilangan tenaga mesin yang tiba-tiba dan tidak dapat dijelaskan, atau kegagalan listrik menyeluruh. Ini jauh lebih mungkin disebabkan faktor eksternal," lanjutnya menjelaskan.
      Dia mengatakan bahwa masalah lingkungan bisa jadi adalah penyebabnya, misalnya ledakan mikro (microburst), atau pesawat yang menabrak sesuatu seperti kawanan burung.
      "Ledakan mikro sangat sulit untuk dideteksi, bisa berubah menjadi angin kencang, seperti pusaran, dan Anda tidak bisa melihatnya. Tiba-tiba pesawat tidak berfungsi sebagaimana mestinya, pilot kemudian mulai melakukan segala macam upaya pemulihan dan kemudian sudah terlambat, pesawat jatuh," jelas Butterworth-Hayes.
      Ditambahkan olehnya bahwa pilot Boeing 737 MAX 8 meminta izin pada air traffic controller (ATC) melakukan return to base atau kembali ke bandara asal, sekitar 22 kilometer setelah lepas landas. Namun, saat itu belum terlihat pertanda kondisi darurat. 
    • By paimin
      Jembatan Babat Lamongan-Widang Tuban, yang melintang di atas sungai Bengawan Solo, pada Selasa (17/04/2018) sekitar pukul 10.50 WIB, ambrol. Tiga truk tronton yang sedang melintas di atas jembatan tersebut, turut terjatuh ke dasar sungai. Untuk sementara, seorang sopir dilaporkan meninggal dunia. 

      Kapolsek Babat Kompol Hariadi Agus Wahono SH, ketika dihubungi awak media ini melalui sambungan telepon seluler membenarkan, bahwa jembatan penghubung Babat Lamongan-Widang Tuban, yang merupakan jalur Pantura, pada Selasa (17/04/2018) sekitar pukul 10.50 WIB, ambruk. 

      “Tiga tronton turut tercebur ke dasar sungai,” jelas Kompol Agus. 
      Ketika ditanya jumlah korban jiwan, Kompol Agus menenerangkan bahwa untuk sementara ini dilaporkan 1 (satu) orang sopir tronton, dilaporkan meninggal dunia. 
      “Sementara satu orang sopir yang dilaporkan meninggal mas,” terang Kompol Agus 

      Kompol Agus menambahkan, lokasi jembatan yang ambruk tersebut sebagian masuk wilayah Babat, namun sebagian besar masuk wilayah Kecamatan Widang Tuban, atau di sisi utara sungai Bengawan Solo. 
      “Saya masih di TKP mas, petugas masih berupaya mengevakuasi korban dan melakukan olah TKP,” imbuhnya.

    • Guest News
      By Guest News
      Kecelakaan ini terjadi pada 11 Maret 2017, tempat kejadiannya di Toll Jorr dari arah BSD ke Pondok Indah pagi ini. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini.
       
       
    • By berita_semua
      Tim SAR di Indonesia hari Minggu (27/11) menemukan puing-puing helikopter TNI dan menyelamatkan pilot yang luka parah, tiga hari setelah helikopter itu dinyatakan hilang di bagian barat Kalimantan. Empat orang lainnya masih hilang.
      Helikopter jenis Bell 412 EP itu membawa lima tentara, termasuk dua pilot, menuju ke Long Bawan, sebuah kota terpencil di dekat perbatasan Malaysia ketika hilang kontak dengan pangkalan di Kalimantan Utara beberapa menit setelah mengudara hari Kamis (24/11).
      Juru bicara tentara Brigadir Jendral Sabrar Fadhillah mengatakan puing-puing helikopter yang berusia tiga tahun itu terlihat di sebuah daerah di pinggiran distrik Malinau hari Minggu (27/11). Ditambahkannya, cuaca buruk menyulitkan upaya mencapai lokasi kecelakaan itu. Tim SAR hingga kini masih belum menemukan empat tentara yang hilang. “Kami berharap bisa menemukan sisa korban dalam keadaan selamat”, ujar Fadhillah. Ditambahkannya “penyelidikan sedang dilakukan untuk mengetahui penyebab kecelakaan itu”.
      Helikopter itu membawa 400 kilogram pasokan untuk dikirim ke tentara di perbatasan.
      Tahun 2013 lalu sebuah helikopter tentara MI-17 yang membawa tujuh tentara dan 12 warga sipil juga mengalami kecelakaan ketika sedang dalam misi membangun pos perbatasan di Kalimantan Utara. Semua penumpang helikopter itu tewas.
    • By berita_semua
      Sopir truk fuso yang mengangkut alat berat crane hingga merobohkan jembatan penyeberangan orang (JPO) di ruas jalan tol BSD KM 7,8 tak memiliki kelengkapan surat izin mengemudi (SIM).
      Sopir yang tercatat atas nama Marsan Simbolon (34 tahun), warga Cilincing, Jakarta Utara ini harus mendekam di Polres Tangerang Selatan (Tangsel) untuk sementara waktu.
      Kasubdit Gakkum Dirlantas Polda Metro Jaya, AKBP Budianto mengatakan Marsan sedang mengemudikan truk Fuso yang mengangkut Crane dari arah BSD menuju Serang, Banten melalui jalur 1. 

      "Marsan Simbolon tidak memiliki SIM tahun 2015 pernah ditilang oleh Polantas Polda Jabar, namun tidak ditindaklanjuti. Sopir dan kernet truk tersebut diamankan ke Mapolres Tangsel," ujar Budianto.
      Imbas ambruknya Crane di ruas tol BSD, hingga kini tol BSD - Pondok Indah masih tidak dioperasikan. Namun, evakuasi sudah selesai dilakukan, dua buah crane dikerahkan untuk menggeser JPO tersebut dari tengah ruas jalan tol.
      "Aktivitas tol dari kedua arahnya baik dari  Serpong menuju jakarta maupun sebaliknya sampai saat ini masih di tutup dan dialihkan untuk sementara waktu" ujar Budianto.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy