Jump to content
  • Popular Contributors

    Nobody has received reputation this week.

  • Our picks

    • Game MOBA Made in Indonesia Meluncur
      Bukan hanya diproduksi menjadi film, Semesta Satria Dewa juga akan diadopsi ke dunia eSports lewat game bernama "Battle of Satria Dewa" yang digarap oleh BANG Idea Indonesia dengan bekerja sama dengan salah satu pengembang game, Semisoft dan perusahaan animasi, Lumine.
      • 0 replies
    • China Sudah Dilanda Flu Burung Padahal Virus Korona Belum Selesai
      Pemerintah China benar-benar dibuat pusing saat ini. Di saat virus korona yang mewabah di Provinsi Wuhan belum selesai ditangani, virus flu burung atau H5N1 muncul di Provinsi Hunan Selatan. Hal itu dikonfirmasi Kementerian Pertanian dan Pedesaan China pada Sabtu 1 Februari 2020.

      Kasus flu burung ini terjadi di salah satu peternakan yang ada di Kota Shaoyang, Provinsi Hunan Selatan. Sejauh ini dari 7.850 ayam yang ada di peternakan tersebut, 4.500 di antaranya mati karena flu burung.
      • 0 replies
    • WNI Akan Diobservasi 14 Hari di Natuna Sebelum Kembali ke Rumah
      Pemulangan WNI dari Wuhan

      Menteri Kesehatan (Menkes) dr Terawan Agus Putranto mengatakan, 238 Warga Negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Wuhan, China, harus menjalani masa observasi selama 14 hari di kompleks militer di Pulau Natuna, Riau.
      • 0 replies
ThinkSmart

Boeing Akui B 737 MAX Cacat

Recommended Posts

boeing.thumb.jpg.6f164a9e5f79573b83027be3c5949a19.jpg

CEO Boeing Co, Dennis Muilenburg untuk pertama kalinya, akhirnya mengakui bahwa malfungsi Boeing 737 Max 8 berperan dalam jatuhnya Lion Air JT 610 pada Oktober dan Ethiopian Airlines ET 302 pada Maret 2019. Menanggapi pengakuan yang dirilis Muilenburg dalam sebuah video itu, Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B. Pramesti mengatakan bahwa Kementerian Perhubungan masih mempelajari ihwal kasus Boeing.

Polana mengatakan Kemenhub masih menunggu hasil investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi dan perbaikan yang akan dilakukan Boeing. "Terlalu dini kalau pemerintah melarang B737Max atau B737 families," kata Polana saat dihubungi, Ahad, 7 April 2019.

Sebelumnya, CEO Boeing, Dennis Muilenburg mengakui kecelakaan Lion Air JT 610 dan Ethiopian Air ET 302 terjadi karena fitur otomatisasi MCAS (Maneuvering Characteristics Augmentation System) pesawat aktif sebagai respons terhadap informasi angle of attack/AOA (sudut serangan) yang keliru. Muilenburg  mencuitkan rasa menyesalnya itu ke akun Twitternya. Seperti dikutip Antara, Sabtu 6 April 2019, bos pabrikan pesawat terbesar Amerika Serikat itu mewakili seluruh karyawan Boeing menyampaikan simpati kepada keluarga korban para penumpang dan kru pesawat Lion Air dan Ethiopian Airlines. 

Setelah mengakui kesalahan itu, Muilenburg mengatakan bahwa perusahaan memiliki "tanggung jawab untuk menghilangkan risiko tersebut. Lalu, Boeing pun berupaya membuat pembaruan perangkat lunak 737 Max untuk mencegah kecelakaan serupa terjadi lagi. 

Terkait cacat sistem MCAS ini, Muilenburg menyebut pihaknya telah bekerja tanpa lelah bersama Federasi Penerbangan Sipil Amerika Serikat (FAA) semenjak tragedi Lion Air. Boeing bersama pihak lainnya pun berupaya untuk menyelesaikan dan mengimplementasikan perangkat lunak demi memastikan kecelakaan naas tersebut tak akan pernah terjadi lagi.

Kecelakaan udara mematikan baru-baru ini telah menyebabkan pelarangan terbang pesawat 737 Max di seluruh dunia. Otoritas penerbangan Amerika Serikat, FAA, telah melarang terbang semua pesawat Boeing 737 Max 8 di Amerika Serikat dan seluruh dunia. Di Indonesia, Kementerian Perhubungan telah meng-grounded 11 unit pesawat tipe tersebut yang dimiliki maskapai penerbangan Lion Air dan Garuda Indonesia sejak 14 Maret 2019.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...

  • Similar Content

    • By plusplus
      Iran membantah tuduhan yang menyebutkan bahwa pesawat Ukraina yang jatuh di Bandara Imam Khomeini disebabkan oleh tembakan rudal.
      Teheran menganggap tuduhan itu tidak masuk di akal, sebab beberapa penerbangan domestik dan internasional juga terbang di wilayah itu di ketinggian 2.440 meter pada saat yang sama.
      "Kisah tentang rudal yang menabrak sebuah pesawat sama sekali tidak benar. Rumor seperti itu tidak masuk akal," Kepala Organisasi Penerbangan Sipil Iran sekaligus Wakil Menteri Transportasi, Ali Abedzadeh, seperti dilansir AFP pada Kamis (9/1).
      Pesawat Ukraine International Airlines itu jatuh tidak lama setelah lepas landas pada Rabu (8/1) pagi waktu setempat. Seluruh 176 penumpang dan kru pesawat jenis Boeing 737 itu tewas di tempat.
      Iran telah menemukan kotak hitam pesawat itu namun menolak untuk diberikan kepada Amerika Serikat demi diselidiki. Teheran ingin kotak hitam itu diselidiki di negara selain AS.
      Laporan yang dirilis otoritas penerbangan Iran mengungkapkan bahwa pesawat itu sempat berputar balik ke arah bandara sebelum jatuh. Pilot dilaporkan tidak mengirimkan pesan radio terkait kemungkinan kerusakan pesawat.
      Investigasi yang dilakukan Teheran tak mengungkapkan lebih lanjut kecelakaan mendadak yang menimpa pesawat nahas tersebut.
      Berdasarkan sumber intelijen, media AS menyebut itu jatuh karena tembakan rudal militer Iran. Tuduhan itu muncul ketika ketegangan antara Teheran dan Washington kembali memanas terutama setelah serangan drone AS menewaskan jenderal Iran, Qasem Soleimani, di Irak.
      Kanada juga mengamini laporan AS itu. Perdana Menteri Justin Trudeau mengatakan negaranya memiliki data dari berbagai sumber intelijen menunjukkan pesawat itu jatuh akibat tertembak rudal Iran.
    • By plusplus
      Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Abbas Mousavi mengatakan akan melibatkan pemerintah Ukraina dan Boeing untuk menyelidiki penyebab jatuhnya pesawat pada Rabu (8/1) pagi waktu setempat.
      Dilansir kantor berita IRNA, Mousavi juga mengatakan pihaknya juga terbuka jika para ahli dari negara-negara asal korban tewas untuk ikut serta melakukan investigasi.
      Pernyataan ini berbanding terbalik dengan sikap Iran yang sebelumnya berkeras tidak akan melibatkan Boeing untuk proses investigasi, kendati dua kotak hitam sudah ditemukan.
      Dalam kesempatan yang sama, Mousavi juga mendesak PM Kanada Justin Trudeau atau pemerintah negara lain untuk terlibat dalam proses penyelidikan.
      Mansour Darajati, Direktur Pelaksana Kantor Gubernur Teheran yang bertanggung jawab atas manajemen krisis mengatakan tim penyelamat telah menyelesaikan proses pencarian jenazah. Ia juga melaporkan seluruh jenazah sudah tidak utuh.
      Pesawat Boeing 737 milik maskapai Ukraina International Airlines jatuh tak lama setelah lepas landas dari Bandara Imam Khomeini, Iran.
      Pesawat yang membawa 176 penumpang dan kru itu dinyatakan tewas.
      Laporan yang dirilis otoritas penerbangan Iran mengungkapkan bahwa pesawat sempat berputar balik ke arah bandara sebelum jatuh. Hanya saja pilot dilaporkan tidak mengirimkan pesan radio terkait kemungkinan kerusakan pesawat.
      Namun, sumber intelijen media AS mengungkapkan pesawat jatuh lantaran terkena tembakan rudal militer Iran.
      Tuduhans erupa diamini oleh Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau yang mengklaim pihaknya memiliki data dari berbagai sumber intelijen yang menunjukkan pesawat itu jatuh setelah tertembak rudal Iran.
    • By ega
      Boeing mengumumkan akan menangguhkan sementara produksi 737 Max mulai bulan depan. Langkah ini diambil menyusul keputusan regulator keselamatan terkait pesawat 737 Max.
      Dikutip dari AFP, keputusan penangguhan tersebut menguatkan kekhawatiran investor terkait pemulihan perusahaan dari krisis yang berlarut-larut dan menciptakan ketidakpastian bagi Boeing.
      Kesulitan Boeing sejak Maret telah membebani ekonomi AS. Perusahaan tersebut menekan output manufaktur Amerika dan merusak kinerja perusahaan pada indeks Wall Street, Dow Jones Industrial Average.
      Dalam pernyataan resminya, perusahaan mengatakan akan terus membayar pekerjanya meskipun penghentian produksi sementara. Namun, keputusan tersebut menimbulkan pertanyaan untuk masa depan pemasok suku cadang yang berkontribusi pada pembuatan jet.
      "Kami sebelumnya telah menyatakan bahwa kami akan terus mengevaluasi rencana produksi kami jika landasan MAX lebih lama dari yang kami harapkan," kata Boeing dalam pernyataan resmi.
      Boeing pun mengungkap sebagai hasil dari evaluasi yang sedang berlangsung, perusahaan akan memprioritaskan pengiriman pesawat yang disimpan. Perusahaan mengatakan akan fokus pada pengiriman 400 jet yang telah disimpan di penyimpanan.
      Boeing 737 Max menjadi sorotan usai kecelakaan mematikan di Indonesia dan Ethiopia, yang menewaskan 346 orang. Namun, Boeing terus memproduksi 40 pesawat per bulan di sebuah fasilitas Renton, Washington.
      Pekan lalu, regulator penerbangan AS mengeluarkan teguran kepada Boeing dan menuduh perusahaan mengejar jadwal untuk membawa Max kembali ke 'udara'.
      Federal Aviation Administration mengatakan mereka tidak menyetujui kembalinya jet ke layanan sebelum 2020. Meskipun, Boeing telah lama menargetkan dapat lampu hijau regulator sebelum akhir tahun.

About Ngobas

Ngobas is All-in-One website that can be use by everyone for free to find friends and exchange information. The name Ngobas is derived from the abbreviation, which is Ngomong Bebas Originally Sedap, meaning that it is appropriate to speak according to the ethics of socializing.

CEO’s Greeting

I realize that information and communication are the main things in life. Ngobas is the right platform for that. We will always be connected wherever we are and that is the purpose Ngobas was built.

- Samuel Berrit Olam

×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy