Jump to content
  • Popular Contributors

    Nobody has received reputation this week.

  • Our picks

    • Badai Tuan telah berlalu
      Salahkah 'ku menuntut mesra?
      Tiap pagi menjelang
      Kau di sampingku
      'Ku aman ada bersamamu
      • 0 replies
    • Ini Enak dan Tidak Enaknya Jadi Menteri
      Joko Widodo dan Ma'ruf Amin resmi terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden pada periode 2019-2024 dalam Pilpres 2019.

      Setelah pemilihan umum dan berbagai sidang yang menegangkan, kini perhatian masyarakat terfokus pada calon menteri baru dalam kabinet pemerintah 2019-2024.

      Masyarakat penasaran siapa saja menteri yang akan membantu Presiden dan Wakil Presiden terpilih di masa depan.
      • 0 replies
    • Wanita Ini Baru Tau Pekerjaan Suaminya Setelah Suaminya Meninggal
      Seorang wanita menemukan fakta mengejutkan tentang suaminya yang telah dinikahinya selama 64 tahun.

      Kenyataan mengejutkan tersebut bahkan baru diketahuinya setelah sang suami yang bernama Glyn meninggal dunia.
      • 0 replies
    • Kamu Harus Tau Tentang Amnesia
      Apa itu Amnesia?

      Amnesia atau dikenal juga sebagai sindrom amnesik, adalah kondisi yang menyebabkan kehilangan memori. Hal ini meliputi kehilangan informasi, fakta-fakta, dan pengalaman personal. Ada banyak kondisi kesehatan yang dapat menyebabkan amnesia, seperti dementia, stroke, atau cedera kepala.
      • 0 replies
bajigur

Cara Membuat Origami Stork

Recommended Posts

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...

  • Similar Content

    • By c0d1ng
      Jika menerbangkan burung kertas atau biasa disebut origami memanglah tidak mungkin, namun burung origami mampu terbang jika telah dimodifikasi menjadi drone. Selama ini kita diperlihatkan drone berbentuk kaku dengan empat baling-baling atau lebih. Namun drone satu ini memiliki inovasi baru pada bentuknya.

      Perkenalkan drone berbentuk burung origami ini yang bernama Orizuru. Perusahaan dibalik drone unik ini adalah ROHM Semiconductor yang mampu menerapkan teknologi drone pada bentuk burung origami. Orizuru sendiri telah dipamerkan pada ajang Combined Exhibition of Advanced Technologies yang diselenggarakan di Tokyo, Jepang.
      Orizuru sendiri mampu terbang karena mengepakan dua sayapnya layaknya burung sungguhan, dengan mengepakan sayap kiri dan kanannya, Orizuru mampu terbang melayang di udara seperti drone pada umumnya. Mereka mengklaim, bahwa Orizuru memiliki tingkat efisiensi daya yang tinggi, sehingga membuatnya bisa lebih lama terbang.
      Untuk mengendalikan Orizuru sendiri masih sama dengan drone lainnya, yakni menggunakan remot untuk mengendalikan dari jarak jauh. Drone ini mereplikasikan gaya kepakan burung yang sesungguhnya, ketika saat terbang di udara drone ini juga nampak terlihat seperti burung sungguhan. Drone dengan ukuran 70 cm ini juga dilengkapi dengan sensor layaknya drone pada umumnya.
      Inovasi yang dikembangkan oleh ROHM Semiconductor ini semata-mata untuk menarik minat pada konsumen dengan bentuk drone yang unik. Penggunaan drone di Jepang sendiri saat ini merupakan suatu yang ilegal, karena masyarakat sipil dapat mengendalikan UAV di pusat-pusat pemerintahan atau politik.
      Pada Bulan April lalu saja, ada seorang pria menerbangkan sebuah drone di atas gedung  yang diketahui menolak atas kebijakan energi nuklir yang dicanangkan pemerinatah Jepang, Perdana Menteri Shinzo Abe. Pada drone tersebut mengangkut pasir radioaktif dan ingin menjatuhkannya pada atap gedung tersebut. Maka dari itu, kemudian pemerintah Jepang menganggap drone sebagai barang ilegal pada bulan Juli lalu.
    • By c0d1ng
      Mainan anak robot transformer mampu berubah wujud dengan melipat diri. Para peneliti meniru teknik tersebut dengan menerapkan ilmu lipatan mirip origami.

      Robot baru ini terbuat dari lembaran kertas dan plastik, serta menggunakan energi dari baterai AA. Robot mirip transformer ini juga disamakan dengan seni lipat-melipat Jepang, origami. Setelah membentuk diri, robot bisa bergerak dengan kecepatan 5,4 sentimeter per detik. Robot ini dikembangkan oleh tim peneliti Harvard University dan tim desainnya dipimpin oleh Rob Wood.
      Robot 'transformer origami' ini adalah robot pertama yang mampu membentuk diri sendiri dan bergerak tanpa intervensi manusia. Sam Felton, ketua tim mengatakan, robotnya mampu "mengambil foto, mengumpulkan data, dan masih banyak lagi".
      Selamatkan nyawa
      Kemungkinan lain adalah, mengerahkan robot yang dilipat secara tipis ke lokasi sempit dan tidak bisa dijangkau oleh manusia. Seperti misalnya lubang dimana korban terjebak setelah adanya gempa bumi. Robot ini juga dimanfaatkan sebagai tempat tinggal yang mampu membangun diri sendiri untuk kawasan yang terkena bencana alam.
      Robot terbuat dari kertas dan polistiren, jenis plastik yang digunakan untuk membuat tempat CD. Di tengahnya, ada sirkuit elektronik yang berfungsi sebagai otak. Untuk bisa bergerak dan membentuk diri, robot memanaskan engsel khusus hingga 100 derajat Celsius dan membuka lipatan dari lembaran datar hingga bentuk akhirnya.
      Rencana lanjutan
      Setelah sekitar empat menit, plastik polistiren telah menjadi dingin dan keras. Robot siap untuk bergerak dengan bantuan dua motor. "Kami menciptakan sistem elektromekanis penuh yang disisipkan dalam satu lembaran datar," ujar Felton.
      Tim ini memperoleh inspiriasi dari seni tradisional Jepang origami. Software desain 3D bernama Origamizer menciptakan lipatan dalam plastik. Felton juga ungkapkan rencana untuk mengembangkan robot origami dengan bentuk berbeda dan polimer lebih kuat yang membutuhkan suhu panas lebih rendah.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy