Jump to content
  • Kemerdekaan indonesia 74
  • Kemerdekaan indonesia 74
  • Kemerdekaan indonesia 74
teknotekno

Apple Mulai Kehilangan Mahkota Triliun Dolar AS

Recommended Posts

Apple-Office.thumb.jpg.34348106073a49edf316b2705184d8ce.jpg

Apple kehilangan statusnya sebagai perusahaan triliun dollar setelah Wall Street melihat bahwa pembuat iPhone itu mengalami kehilangan USD190 miliar atau lebih dari Rp2.818 triliun.

Apple masih menjadi perusahaan publik yang berharga di dunia, dengan kapitalisasi pasar USD921,41 miliar. Saham Apple dikabarkan turun lebih dari 5 persen karena kekhawatiran iPhone baru Apple mungkin tidak mendapatkan dorongan produksi.

Lumentum, salah satu pemasok Apple yang menggunakan teknologi augmented reality dan facial recognition mengatakan bahwa mereka menerima permintaan dari salah satu pemasok terbesarnya untuk mengurangi pengirimannya.

Ini mendorong kekhawatiran bahwa iPhone terbaru mungkin tidak mencukupi selama masa liburan seperti yang diharapkan para investor. Meskipun Lumentum tidak menyebut nama Apple, namun perusahaan pembuat iPhone ini masuk dalam daftar pelanggan terbesarnya.

"Siklus produk iPhone terbaru telah kehilangan tenaga dengan Street sekarang kurang percaya diri dalam cerita pertumbuhan Apple di 2019," kata Daniel Ives, Managing Director of Equity Research di Wedbush Securities.

"Cook dan perusahaan perlu untuk mendapatkan kembali mojo mereka dengan layanan dan pertumbuhan iPhone di depan dan tengah," katanya.

Selama lima pekan terakhir, Apple telah kehilangan nilai USD190 miliar. Selama laporan pendapatan kuartal keempat Apple awal bulan ini, Cook mengatakan Apple tidak akan lagi melaporkan jumlah unit yang telah terjual dari produk apa pun dalam laporan pendapatan di masa depan.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...

  • Similar Content

    • By qbonk
      CEO Apple Tim Cook memastikan layanan kartu kredit besutan perusahanya, Apple Card, akan meluncur pada awal bulan Agustus ini.
      Apple Card sendiri merupakan layanan kartu kredit untuk pengguna iPhone dan iPad dengan menggunakan jaringan Mastercard dan dioperasikan Goldman Sachs.
      "Ribuan karyawan Apple menggunakan Apple Card setiap hari dalam pengujian versi beta dan kami berencana untuk memulai peluncuran Apple Card pada bulan Agustus," kata Cook dikutip dari Tech Crunch, Rabu (31/7/2019).
      Apa yang disampaikan oleh Cook ini menegaskan rumor yang telah beredar terkait Apple Card sebelumnya. Apple Card sendiri pertama kali ke publik pada Maret lalu.
      Kartu ini dibuat untuk memudahkan pengguna melakukan pembayaran di tempat yang tidak mendukung Apple Pay. Berbeda dengan kartu konvensional, tak ada nomor, CVV, tanggal kadaluarsa, dan tanda tangan pada kartu Apple Card. 
      Menariknya dari Apple Card ini akan hadir tanpa mengenakan biaya, di mana pengguna diberikan pengurangan suku bunga dan diberi Daily Cash, yakni program cash back di setiap transaksinya.
      Untuk saat ini, Apple Card dirancang untuk pasar Amerika Serikat. Namun tidak menutup kemungkinan layanan ini bisa go international.
    • By h3ro_pmpg
      Beberapa tahun lalu, Google berencana untuk meluncurkan teknologi masa depan yang canggih. Salah satunya, Project Jacquard yang bertujuan menambahkan fitur-fitur pintar pada pakaian yang memberikan pengguna kemampuan untuk melakukan berbagai tugas di perangkat mereka dengan hanya menyentuh pakaian mereka.
      Untuk menciptakan itu Google bekerjasama dengan Levi meluncurkan jaket pintar pertama pada akhir 2017. Menariknya, kali ini giliran Apple yang akan membuat kain pintar.
      Paten ini telah diajukan Apple sejak 2016. Satu-satunya petunjuk adalah gambar yang menunjukkan potensi desain kain sedemikian rupa yang membuat Apple menerapkannya pada perangkat dan aksesori pintar di masa depan.
      Namun, seperti yang ditunjukkan Dwell, ini bukan paten terkait kain pertama Apple. Apple telah mengajukan beberapa paten lain selama bertahun-tahun yang berkaitan dengan membawa fitur-fitur pintar ke dalam sebuah rancangan.
      Kain pintar dapat berisi berbagai komponen yang akan ditemukan di perangkat pintar, termasuk serat optik, nanoelektronika, dan pewarna termokromik, yang akan tertanam dalam benang dan benang konduktif atau semikonduktif. Kain cerdas akan mampu merespons tekanan dan sentuhan serta mendeteksi perubahan lingkungan.

      Meskipun Apple tidak diharapkan untuk memulai lini pakaiannya sendiri, kain tersebut dapat digunakan dalam aksesori yang menargetkan produk-produknya, termasuk iPhone, iPad, Apple Watch, Mac, dan Apple TV.
      Sebuah paten berbeda yang ditemukan Patently Apple pada pertengahan Desember menggambarkan teknologi tersebut untuk remote Apple TV berbasis kain. Kain akan dapat menanggapi input dari pengguna dan mengirimkan kontrol tersebut ke peralatan.
      Masih belum diketahui kapan Apple akan meluncurkan aksesoris atau produk baru yang terbuat dari smart fabric. Akan tetapi meningkatnya jumlah paten untuk kain cerdas menunjukkan bahwa Apple tertarik untuk menghadirkan fitur-fitur pintar pada fabric di masa depan.
    • By teknotekno
      Divisi mobil self-diriving Apple dengan nama project Titan mengalami proses restrukturisasi di bawah kepemimpinan baru. Sayangnya, ini mensyaratkan adanya pemecatan lebih dari 200 karyawan minggu ini.
      Seorang juru bicara Apple bahkan telah mengonfirmasi adanya PHK dan beberapa karyawan yang sebelumnya di bawah Titan telah dipindahkan ke divisi lain.
      "Kami memiliki tim yang sangat berbakat yang bekerja pada sistem otonom dan teknologi terkait di Apple. Saat tim memfokuskan pekerjaan mereka pada beberapa bidang utama untuk 2019, beberapa kelompok sedang dipindahkan ke proyek di bagian lain perusahaan, di mana mereka akan mendukung pembelajaran mesin dan inisiatif lainnya, di seluruh Apple," jelas Apple.

      Perusahaan mengatakan, pihaknya terus percaya ada peluang besar dengan sistem otonom, bahwa Apple memiliki kemampuan unik untuk berkontribusi, dan bahwa ini adalah proyek pembelajaran mesin paling ambisius yang pernah ada.
      Sebelumnya, perusahaan yang berbasis di Cupertino itu telah merekrut mantan insinyur senior Tesla VP Doug Field pada Agustus 2018 untuk memimpin Project Titan. Tampaknya Apple memang telah merencanakan perubahan besar-besaran untuk divisi di bawah kepemimpinannya.
      Titan sudah berubah arah pada 2016, bahkan menjauh dari mengembangkan kendaraannya sendiri untuk menciptakan sistem self-driving. Juru bicara itu tidak mengklarifikasi bidang utama apa yang akan menjadi fokus tim untuk 2019, dan perampingan besar-besaran itu berarti Cupertino sedang mengurangi upaya-upayanya lagi.
    • By teknotekno
      Apple dilaporkan tengah mengurangi perekrutan karyawan baru untuk beberapa divisi produk. Hal tersebut kabarnya karena penurunan pendapatan Apple hingga 7 persen. Pada Q1 di 2019, perusahaan yang bermarkas di Cupertino tersebut mendapatkan USD84 miliar, angka ini turun dari USD89-93 miliar dari pendapatan sebelumnya.
      Meskipun demikian CEO Apple, Tim Cook masih belum yakin apakan pembekuan perekrutan tersebut menjadi tindakan yang tepat. Menurut Bloomberg, Cook telah membuat pengungkapan kepada karyawannya awal bulan ini.
      Misalnya, perusahaan tidak akan menyaksikan pembekuan perekrutan, namun beberapa divisi akan mengalami pengurangan perekrutan. Cook belum menentukan divisi mana yang akan mengurangi perekrutan, tetapi ia menyatakan bahwa tim AI Apple akan terus menambah karyawan baru.
      Dia juga mengatakan bahwa tingkat perekrutan Apple tidak menentukan pentingnya divisi itu, tetapi perusahaan belum mengomentari kapan akan mempekerjakan karyawan. Untuk informasi, penjualan iPhone XR, XS, dan XS Max dikabarkan melambat karena adanya ketegangan antara Amerika dan China. Beberapa perusahaan di China telah memerintahkan karyawannya untuk tidak menggunakan iPhone.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy