Jump to content
plusplus

Garuda Turunkan Harga Tiket 70 Persen, Ini Rutenya

Recommended Posts

503034734_GarudaIndonesia.thumb.jpg.0349976e2e4f8c642efa8b15370f8aed.jpg

PT Garuda Indonesia Tbk mengklaim bakal menurunkan harga tiket pesawat lebih besar. Penurunan harga tiket pesawat ini sebelumnya telah diumumkan melalui asosiasi maskapai nasional atau Indonesia Air Carriers Association (Inaca) di kisaran 20 hingga 60 persen. 

Direktur Utama Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Askhara mengatakan, perseroan akan menurunkan harga tiket pesawat lebih besar dibanding maskapai lain mencapai 70 persen. Namun, ketentuan ini hanya berlaku untuk beberapa rute secara bertahap. 

"Kami menyiapkan jalur tertentu seribu seat dengan harga 70 persen lebih murah," kata Ari di Garuda Indonesia Training Center, Jakarta Barat, Rabu, 23 Januari 2019. 

Ia menjelaskan, penurunan harga sebesar 70 persen itu akan dilakukan saat acara Garuda Group Anniversary Online Festival yang digelar pada 26-31 Januari 2019. Disediakan sebanyak 1.000 seat dengan harga 70 persen lebih murah dari harga normal. 

"Harga 70 persen lebih murah untuk (rute Jakarta ke) Denpasar, Jogja, Surabaya, terus Aceh, Padang. Terus yang lainnya 50 persen seperti Ambon, Makassar, Jayapura, jadi semuanya kita turunkan," ucap Ari. 

Ia mengakui ada pertanyaan dari masyarakat, kenapa pada beberapa rute masih ada tiket yang mahal, meskipun sudah ada komitmen penurunan harga tiket. Dijelaskannya, pada setiap penerbangan itu, biasanya tiket murah yang disiapkan maskapai hanya untuk 30 persen pemesan pertama. 

"Kalau permintaan naik otomatis secara bertahap tiketnya pasti akan naik. Biasanya, yang terakhir dapat harga yang paling mahal, atau biasanya yang besok atau dua hari lagi berangkat, itu yang paling mahal," kata dia. 

Untuk itu, ia meminta kepada masyarakat juga harus memahami bahwa tiket pesawat murah yang dijual Garuda Indonesia akan naik ketika permintaan naik.

"Kalau permintaan naik itu pasti akan bertahap naik, Jadi itu bukan kita berarti kita memasang yang mahal. Kita sudah memberikan diskon 70 persen sekarang, bukan 60 persen lagi, khusus Garuda. Tapi kalau misalnya permintaan naik itu akan naik sendiri," tutur dia.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...

  • Similar Content

    • By VOAIndonesia
      Irfan Setiaputra resmi ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Auditorium Garuda City Center (GCC), Komplek Perkantoran Soekarno Hatta, Rabu (22/1).
      Irfan Setiaputra resmi ditunjuk menjadi Direktur Utama PT Garuda Indonesia (persero) Tbk. Tugas dan tantangan berat pun menanti Irfan.
      JAKARTA — Sosok baru di tubuh PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk telah ditetapkan. Irfan Setiaputra resmi ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diadakan di Auditorium Garuda City Center (GCC) Garuda Indonesia Management Building, Komplek Perkantoran Soekarno Hatta, Rabu (22/1).
      Selain Irfan, Mantan Kepala Barekraf Triawan Munaf juga diangkat sebagai Komisaris Utama Garuda Indonesia. Ada juga Yenny Wahid yang ditunjuk sebagai komisaris independen.
      Menteri BUMN Erick Thohir menaruh harapan besar kepada sosok-sosok baru ini. Erick berharap, sebagai direktur utama, Irfan dapat menerapkan prinsip good corporate governance (GCG) sehingga Garuda dapat berkinerja dengan lebih baik lagi.
      “Kami di Kementerian BUMN berupaya mencari figur terbaik yang akan duduk mengelola flight carrier kita, Garuda Indonesia. Saya harap Pak Irfan Setiaputra bisa menjalankan amanah dengan baik, mengikuti prinsip Good Corporate Governance dan bisa membawa Garuda lebih baik lagi,” ujar Erick dalam siaran pers yang diterima VOA, Rabu (22/1).
      Erick juga menaruh harapan besar kepada sosok Triawan Munaf untuk memperbaiki citra Garuda yang sempat tercoreng oleh kasus direktur utama sebelumnya. Sementara untuk Yenny Wahid, Erick meyakini bahwa Yenny merupakan figur perempuan yang tepat untuk Garuda.
      “Pak Triawan Munaf dengan semua pengalaman beliau tentu akan mampu memberikan masukan strategi pemasaran dan meningkatkan citra Garuda yang sempat terganggu. Khusus untuk Ibu Yenny Wahid, figur perempuan yang sangat mumpuni, Bu Yenny merupakan komisaris independen perwakilan publik yang dapat dipercaya,“ jelas Erick.
      Irfan memang tidak mempunyai pengalaman di industri penerbangan. Pria kelahiran Jakarta, 24 Oktober 1964 ini memiliki rekam jejak di berbagai bidang bisnis seperti dunia telekomunikasi hingga pertambangan.
      Lulusan ITB ini pernah berkarier di beberapa perusahaan teknologi informatika, seperti IBM, LinkNet hingga Cisco. Irfan juga pernah menjabat sebagai Dirut PT Industri Telekomunikasi Indonesia (PT Inti) pada tahun 2009-2012.
      Irfan juga pernah menjadi CEO di sejumlah perusahaan pertambangan, salah satunya PT Titan Mining Indonesia dari tahun 2012-2014.
      Sementara itu, pengamat penerbangan Alvin Lie meyakini figur yang terpilih sudah pasti melalui pertimbangan yang sangat matang. Menurutnya, orang yang menduduki jabatan di Garuda tidak harus yang mempunyai pengalaman di bidang industri penerbangan, karena sejatinya sosok baru ini akan membuat kebijakan strategis perusahaan.
      Ia pun memperingatkan sejumlah tantangan yang akan dihadapi oleh orang-orang baru yang menduduki jajaran direksi Garuda ini. Kinerja keuangan, menurut Alvin harus segera dicari solusi terbaik agar maskapai BUMN ini tidak lagi mengalami kerugian, apalagi Garuda mempunyai utang jatuh tempo sebesar USD500 juta pada Mei 2020 ini.
      “Segera memperbaiki kinerja keuangan, terutama likuiditas karena perusahaan ini kan harus lebih sehat secara keuangan, dan sebagai BUMN dan sebagai perusahaan terbuka, direksi ini harus bisa menjaga keseimbangan, kalau terlalu banyak BUMN-nya nanti juga kinerja perusahaan, sahamnya juga nanti akan merosot. Sebaliknya kalau terlalu mengedepankan sebagai perusahaan Tbk juga mengabaikan fungsi BUMN di mana ada kewajiban melaksanakan dan mendukung program-program pemerintah , ada fungsi sosial, ada fungsi pelayanan publik dan sebagainya,” ujar Alvin kepada VOA.
      Lanjutnya, jajaran pengurus Garuda ini juga harus membangun kekompakan, kebersamaan dan persatuan. Jangan sampai ada kubu-kubu yang berbeda di Garuda agar tidak ada intervensi politik di dalamnya nanti, karena sejatinya Garuda bukanlah milik sebuah partai politik, atau pejabat, namun Garuda adalah milik negara.
      Tantangan terberat lainnya, menurut Alvin adalah terkait peningkatan pelayanan yang selama ini cenderung mengalami penurunan. Ia melihat selama ini terjadi inkonsistensi di dalam pelayanan maskapai ini.
      “Dalam waktu setahun terakhir ini kan ada perubahan paradigma, efisiensi di mana-mana, bahkan porsi makanan pun dikurangi, jumlah cabin crew dikurangi. Nah makanya Garuda ini harus jelas, sebenarnya positioningnya akan dijadikan airline macam apa? Jangan nanti setiap kali ganti direksi, setiap kali berubah. Itu yang marketing susah, persepsi customer terhadap Garuda itu tidak jelas nantinya,” jelasnya.
      Yang tidak kalah penting, kata Alvin adalah memperbaiki citra yang telanjur tercoreng akibat permasalahan sebelumnya. Memang hal ini dirasa berat, namun jika merujuk kepada sosok-sosok baru ini, Alvin yakin kinerja Garuda akan lebih baik daripada sebelumnya.
      “Saya yakin direksi yang baru tahu apa yang dihadapi, langkah pertama adalah mereka membersihkan image, memulihkan lagi kepercayaan bukan hanya publik sebagai penumpamg tapi juga vendor, juga investor pemilik saham. Sejauh mereka ini kompak, tidak terkotak-kotak dan punya niatan untuk melakukan itu, saya yakin bukan sesuatu yang mustahil apalagi Pak Triawan Munaf ini kan orang komunikasi, ia juga pakar di bidang komunikasi, mungkin keahlian beliau ini bermanfaat untuk Garuda,” paparnya.
      Sebelumnya, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk pada hari ini, Rabu (22/01) melaksanakan RUPSLB yang dihadiri/diwakili oleh pemegang 23.386.793301 lembar saham atau 90,34 persen dari keseluruhan pemegang saham Garuda Indonesia.
      RUPSLB 2020 hari ini menyetujui penunjukan Irfan Setiaputra sebagai Direktur Utama Garuda Indonesia baru menggantikan I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra yang menjabat sejak September 2018.
      RUPSLB ini juga telah menunjuk jajaran direksi dan dewan komisaris baru Garuda Indonesia.
      Dengan demikian, susunan direksi terbaru Garuda Indonesia saat ini adalah sebagai berikut :
      Direktur Utama : Irfan Setiaputra Wakil Direktur Utama : Dony Oskaria Direktur Layanan, Pengembangan Usaha dan Teknologi Informasi : Ade R. Susardi Direktur Niaga dan Kargo : M. Rizal Pahlevi Direktur Keuangan & Manajemen Resiko : Fuad Rizal Direktur Human Capital : Aryaperwira Adileksana Direktur Operasi : Tumpal Manumpak Hutapea Direktur Teknik : Rahmat Hanafi Sementara susunan Komisaris yang baru adalah :
      Komisaris Utama : Triawan Munaf Wakil Komisaris : Chairal Tanjung Komisaris Independen : Elisa Lumbantoruan Komisaris Independen : Yenny Wahid Komisaris : Peter F. Gontha
    • By iiee
      Maskapai pelat merah PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. diminta untuk lebih transparan menjelaskan laporan keuangannya yang tengah menjadi polemik. Transparansi ini adalah bagian dari keterbukaan informasi Garuda sebagai perusahaan terbuka.
      "Seyogianya direksi Garuda perlu menjelaskan ke publik sebagai keterbukaan informasi. Mengingat Garuda adalah emiten sekaligus BUMN entitas publik," kata Ketua Institut Akuntan Publik Indonesia atau IAPI, Tarkosunaryo, ketika dihubungi Tempo, Kamis 25 April 2019.
      Sebelumnya terjadi perbedaan pendapat di antara Dewan Komisari Garuda Indonesia tentang laporan keuangan 2018. Dua komisaris Garuda, Chairal Tanjung dan Dony Oskaria menyatakan keberatan dan tak menandatangani laporan keuangan tersebut.
      Keberatan itu berpangkal pada adanya pos pendapatan lain-lain yang dianggap masih berbentuk piutang yang ikut masuk sebagai total pendapatan perseroan. Namun, kedua komisaris tersebut tak sependapat dalam pembukuan tersebut.
      Keduanya menilai pencatatan ini bertentangan dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Negara atau PSAK Nomor 23. Menurut mereka, piutang yang muncul dari perjanjian kerja sama antara Garuda dengan PT Mahata Aero Teknologi tersebut seharusnya tak dimasukan pos pendapatan.
      Tarkosunaryo juga berpendapat bahwa sebaiknya Garuda membuka secara lengkap bagaimana kontrak antara Garuda dengan Mahata. Khususnya mengenai bagaimana realisasi dari adanya kerja sama itu. "Apakah prestasi pekerjaan sudah ada dan hak tagih sudah dapat dieksekusi," kata Tarkosunaryo
      Kendati demikian, Tarko menjelaskan, pencatatan piutang sebagai pendapatan dalam dunia akuntansi dianggap sebagai sesuatu yang lazim ditemui. Dalam dunia akuntansi hal ini lazim dikenal dengan istilah pencatatan akuntansi berbasis akrual.
      Baca: Laporan Keuangan Garuda Janggal, Ini Keberatan Dua Komisaris
      Dalam hal ini, lanjut dia, transaksi-transaksi dicatat pada saat terjadinya transaksi itu, bukan saat uang diterima. Transaksi pendapatan dicatat dalam pembukuan pada saat hak tagih sudah ada karena penjual sudah melakukan kewajiban sesuai kontrak.
      Artinya, dalam kasus Garuda, yang perlu diperjelas adalah realisasi transaksi yang kemudian menimbulkan hak tagih (piutang) sehingga bisa dimasukkan dalam pendapatan. Hal inilah yang perlu diungkap ke publik apakah pencatatan dari piutang menjadi pendapatan tersebut sesuai standar. "Nah yang dapat melakukan ini ya direksi beserta auditornya," kata Tarkosunaryo.
    • By PusatInformasi
      Kelas ekonomi menjadi pilihan penumpang. Namun, bukan berarti pelayanan yang diberikan tidak bagus. Hal ini dibuktikan Garuda Indonesia.
       
      Bahkan, kini Garuda Indonesia telah mendapat banyak pengakuan internasional. Baru-baru ini, Garuda masuk urutan ke-3 dalam daftar 10 maskapai dengan kursi ekonomi terbaik yang ditulis di Huffingtonpost.
       
      Salah satu yang membuat penumpang merasa nyaman terbang dengan kelas ekonomi Garuda Indonesia adalah karena area tempat duduk yang terbilang luas. Sehingga tidak membuat kaki sempit atau tertekan dengan kursi di depannya.
       
      “Nah, kita itu memang walaupun terbang di kelas ekonomi tapi tetap nyaman, karena jarak ke kursi lain itu sampai 32 inci. Jadi kakinya nyaman dan enggak mepet,” terang Pujobroto selaku VP Coorporate Communications Garuda Indonesia.
       
      Selain itu, kelas ekonomi di maskapai ini juga menawarkan fasilitas yang jarang didapatkan di kelas ekonomi lain, seperti sistem hiburan Audio Video On Demand (AVOD).
       
      Penumpang kelas ekonomi dengan jadwal penerbangan lebih dari satu jam juga mendapatkan makanan dan minuman.
       
      “Meskipun ekonomi, penumpang bisa merasa nyaman, megah, dan ada hiburan selama penerbangan,” tutup Pujobroto.
       
    • By qbonk
      Myuran Sukumaran (kiri) dan Andrew Chan (kanan) tengah menunggu eksekusi mati yang dijadwalkan bakal berlangsung dalam waktu dekat.
       
      Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia tidak bersedia mengangkut dua terpidana mati asal Australia, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran dari Bali ke Nusakambangan.
       
      Dua pria yang dianggap pemimpin kelompok Bali Nine itu kini masih berada di Penjara Kerobokan, Bali. Lazimnya, eksekusi dilakukan di penjara tempat terpidana itu ditahan.
       
      Namun, terkait keberatan dari pemerintah daerah Bali, pemerintah Indonesia berencana melakukan eksekusi di Penjara Nusakambangan.
       
      Sejumlah pemberitaan menyebut, kedua terpidana akan diangkut ke Nusakambangan menggunakan pesawat Garuda Indonesia.
       
      Akan tetapi, Garuda menyampaikan bantahan, melalui siaran pers:
       
      "Sehubungan dengan beredarnya berita hari ini Jumat 13 Februari 2015 yang mengatakan bahwa Garuda Indonesia akan mengangkut Andrew Chan dan Myuran Sukumaran dari Bali, bersama ini kami tegaskan bahwa tidak benar bahwa Garuda Indonesia akan menerbangkan Andrew Chan dan Myuran Sukumaran."
       
      "Kami juga ingin menyampaikan bahwa Garuda Indonesia tidak pernah manyampaikan komitmen apapun untuk mengangkut Andrew Chan dan Myuran Sukumaran dengan penerbangan/pesawat kami."
       
      Facebook Australia
       
      Garuda juga mengumumkan pernyataan itu dalam bahasa Indonesia dan Inggris, di situs resmi mereka.
      Yang menarik, pengumuman itu hanya muncul di laman Facebook Garuda Indonesia di Australia dan tidak muncul di laman Facebook induk Garuda.
       

      Pernyataan Garuda Indonesia dalam laman Facebook Australia.
       
      Ancaman boikot
       
      Eksekusi terhadap Andrew Chan dan Myuran Sukumaran bisa dilaksanakan sewaktu-waktu, menyusul ditolaknya peninjauan kembali kedua terpidana pada 4 Februari lalu.
       
      Chan dan Sukumaran ditangkap di Bali tahun 2005 lalu dan dijatuhi hukuman mati dalam sidang pengadilan setahun kemudian untuk dakwaan menyelundupkan 8,2 kg heroin.‎
       
      Australia mengupayakan berbagai jalur diplomatik agar Indonesia tidak meminta melaksanakan eksekusi. Penolakan eksekusi juga disuarakan berbagai kalangan masyarakat di Indonesia dan Australia, yang menganggap hukuman mati tidak sesuai dengan prinsip hukum dan kemanusiaan modern.
       
      Namun pemerintah bergeming, dan Presiden Joko Widodo menegaskan tidak akan memberikan grasi.
       
      Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop mengatakan, jika eksekusi dilaksanakan juga, kemungkinan besar rakyat Australia akan melancarkan boikot dengan tidak melakukan perjalanan wisata ke Indonesia.
       
      Dikutip kantor berita AFP, Bishop menyerukan agar Indonesia tidak meremehkan kekuatan perasaan umum rakyat Australia.
       
      "Saya kira rakyat Australia akan menunjukkan ketidaksetujuan mereka dengan, antara lain, mengambil keputusan tentang ke mana mereka ingin pergi untuk liburan mereka," katanya.
       
      Australia merupakan penyumbang terbesar wisatawan yang datang ke Bali. Dari sekitar 3,5 juta wisatawan ke Bali pada 2014, lebih dari seperempatnya adalah turis Australia.
    • By RendyGunawan
      Jabatan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar dalam hitungan hari akan berakhir. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno berencana akan mengganti Emirsyah pekan ini.

      "Ini sudah ada beberapa yang finalisasi hampir selesai, hari ini atau besok akan selesai, kemungkinan untuk Garuda karena memang tanggal 12 (Desember) itu rapat," ujar Rini di Hotel JS Luwansa, Selasa (9/12).

      Saat ini Kementerian BUMN juga membahas direksi Garuda. Hal ini juga terkait direksi Garuda Indonesia yang akan dirombak atau dipangkas jabatan direksinya.

      "Semuanya kan begini, semuanya masih dalam proses, dalam assessment, ada yang belum selesai, calon tidak cuma satu," ungkap Rini.

      Rini memaparkan selain Kementerian BUMN, Presiden Jokowi juga ikut andil dalam pemilihan Direktur Utama Garuda yang baru. Keputusannya akan menunggu uji kelayakan dan kepatutan para calon direksi Garuda.

      "Kami biasanya juga mengusulkan ke Presiden tidak cuma satu hingga ada beberapa. Jadi tiap kali assessment untuk mereka memakan waktu," papar Rini.
       
       
      Sumber: kompas.com

About Ngobas

Ngobas is All-in-One website that can be use by everyone for free to find friends and exchange information. The name Ngobas is derived from the abbreviation, which is Ngomong Bebas Originally Sedap, meaning that it is appropriate to speak according to the ethics of socializing.

CEO’s Greeting

I realize that information and communication are the main things in life. Ngobas is the right platform for that. We will always be connected wherever we are and that is the purpose Ngobas was built.

- Samuel Berrit Olam

×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy