Jump to content
BisaJadi

Agar Tidak Kecanduan Media Sosial

Recommended Posts

Media sosial yang pada awalnya hanya bisa digunakan melalui komputer atau laptop, sekarang lebih banyak yang mengaksesnya melalui ponsel.

Hanya dengan hitungan detik, kamu bisa mengunduh foto langsung dari ponsel ke akun media sosial tanpa perlu membuka komputer atau laptop terlebih dahulu.

Karena kemudahan dan kecanggihan smartphone yang bisa dibawa kemana-mana, tentu hal ini bisa memancing kamu untuk terpikat terus-menerus menggunakan media sosial.

Jika tidak mewaspadai hal ini, tentu akan berdampak buruk bagi diri kamu dengan orang sekitar.

Mobile-social-and-data.thumb.jpg.db81d656cbf088af7d390a919f2bc16d.jpg

Untuk menghindari hal ini terjadi, simaklah beberapa tips tentang bagaimana cara agar tidak kecanduan media sosial.

1. Bertemu dan Bicara dengan Teman juga Keluarga

Ketika kamu berlama-lama dengan media sosial, tentu akan membuat waktu yang kamu habiskan bersama teman-teman juga keluarga akan menjadi sedikit.

Dan hal ini bisa saja mengurangi kepekaan terhadap orang-orang sekitar karena kamu telah dikuasai oleh dunia maya di smartphone.

Untuk itu, cobalah untuk lebih banyak menghabiskan waktu bersama sahabat dan keluarga ketimbang dengan media sosial.

2. Lihat Sepintas atau Baca Sedikit Caption saja

Saat kamu sedang membaca atau mendapatkan beberapa informasi, pilihlah informasi yang dibutuhkan dan dianggap penting. Ingatlah, untuk tidak menghabiskan waktu hanya untuk membaca review atau hal-hal lain yang kurang penting.

Cobalah untuk membatasi diri untuk melihat dan membaca berbagai laman di media sosial hanya 15 menit saja. Hindari menghabiskan waktu berjam-jam berselancar di media sosial.

3. Alihkan Fokus ke yang Lebih Penting

Semakin banyak waktu yang dihabiskan di dunia maya tentu akan membuat kamu membutuhkan waktu lebih banyak untuk melakukan hal yang lain.

Otak manusia sendiri sebenarnya membutuhkan waktu 64 detik untuk kembali ke tingkat konsentrasi di mana kamu sudah berada sebelumnya, dan jika dikumpulkan tentu membuat banyak waktu terbuang begitu saja.

Maka dari itu, cobalah untuk mulai fokus pada satu hal yang lebih penting. Sehingga bisa lebih mudah mengontrol kembali kehidupan menjadi lebih baik dan produktif.

4. Carilah Hobi Baru

Cobalah mencari hobi baru yang kamu minati untuk mengisi waktu luang. Gali potensi diri untuk mempelajari hal-hal baru atau bisa juga mencoba melakukan sesuatu yang selama ini ingin dilakukan tapi tak pernah punya waktu lebih untuk merealisasikannya.

Dengan memiliki hobi baru ini, maka kamu akan bisa menjaga pikiran dan tangan yang biasanya cenderung tak bisa lepas dari smartphone hanya untuk eksis di media sosial.

5. Hindari Dampak Negatif dari Media Sosial

Di era globalisasi seperti ini sudah tidak mengherankan lagi bahwa hampir semua orang di dunia ini memiliki akun media sosial dengan berbagai macam tujuan, seperti untuk berbisnis, mencari kenalan, menunjukkan eksistensi diri, dan sebagainya.

Dengan hadirnya media sosial ini masyarakat pun semakin dimudahkan dalam berbagai aktivitas terutama menjalin komunikasi.

Tetapi, dibalik segala manfaat yang sudah dinikmati sekarang, juga menyimpan dampak buruk, salah satunya kesehatan mata terganggu, individualis, hingga kriminalitas, dan masih banyak lagi. Untuk itu, bijaklah dalam bermedia sosial dan hindari dampak negatifnya.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...

  • Similar Content

    • By MariaAngeline
      Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi, sebagai orang tua mungkin kita menjadi sering lupa dalam menjaga privasi di sosial media. Di sisi lain, sosial media memang memudahkan kita dalam menerima dan memberi informasi kepada teman terdekat hingga yang tak kenal sekalipun. Facebook contohnya, kebanyakan orangtua lebih memilih mengunggah foto anaknya dibanding foto orangtuanya sendiri.
      Masih ingat kasus seorang remaja yang dituduh telah menghina Kota Bandung dengan kata-kata kotornya di Twitter? Ya, kasus yang telah dilaporkan ke polisi oleh Wali Kotanya langsung ini sempat heboh di dunia maya, hingga terungkaplah bahwa foto orang pada akun bermasalah tersebut bukan foto asli pelaku. Dari kasus ini kita bisa mengambil pelajaran bahwa kita tidak boleh sembarang mengupload sebuah foto di sosial media, jika yang sopan saja sudah disalahgunakan bagaimana dengan foto yang kurang sopan?
      Sebaiknya orangtua kini lebih bijak dalam mengupload foto anak di sosial media, mengupload foto tanpa diseleksi lebih dulu bisa berdampak negatif di antara bahayanya adalah menjadi sasaran pelaku pedofil dan penculikan anak. Lalu, apa yang harus diperhatikan sebelum mengupload foto ke sosial media?
      Perhatikan Pengaturan Privasi
      Di Facebook misalnya, Anda dapat mengatur siapa saja yang bisa melihat foto atau status yang diposting, hanya untuk diri sendiri, keluarga, teman atau publik. Untuk photo anak lebih baik hanya kalangan teman atau anggota keluarga saja yang bisa melihat.
      Tidak Memasang Foto Anak Tanpa Busana
      Siapa yang tidak gemas jika melihat anak balita yang tengah mandi atau tanpa busana? Tentu semua orang menyukai foto bayi yang terlihat lucu saat mandi. Tapi ternyata, mengupload foto balita tanpa busana atau hanya memakai pakaian dalam sangat tidak disarankan. Karena ini akan membahayakan anak sendiri, anak bisa menjadi target dari pelaku pedofil atau predator.
      Meski masih balita bukan berarti bisa bebas mengabadikan semua momen dan mengunggah fotonya di sosial media. Sebaiknya dipikir ulang jika ingin mengunggahnya, pilihlah foto yang memang sopan dan tidak memancing tindak kriminal.
      Hindari Memasang Status Lokasi
      Tidak jarang para orangtua suka menandai keberadaan lokasi saat bersama anak. Bukan tidak boleh berbagi informasi tentang kegiatan dan lokasi dimana kita menghabiskan waktu bersama anak, tapi cobalah untuk mengurangi kebiasaan memberitahu secara detail lokasi dimana kita berada. Hal ini bisa memancing tindakan penculikan terhadap anak, jadi alangkah baiknya jika Anda tidak menulis nama lengkap anak atau lokasi secara detail jika ingin mengupdate status di sosial media.
      Hindari berfoto dengan latar tempat
      Misalnya berfoto di depan sekolah, rumah dan lokasi-lokasi yang sekiranya dapat memudahkan para pedofil atau penculik mencari anak Anda. Hindari melakukan hal ini! Banyak kasus penculikan yang bermula dari lokasi sekolah anak dengan tujuan untuk memeras hingga kasus penjualan anak.
      Berikan Komentar Positif
      Saling memberikan komentar di sosial media memang akan menjadi ajang sosialisasi yang menyenangkan, namun pastikan Anda selalu memberikan komentar positif di sosial media. Jangan memberikan komentar negatif atau mengejek ya. Hindari menggunakan ikon atau tokoh kartun dengan karakter negatif sebagai julukan kepada anak. Sebaiknya sosial media dijadikan ajang positif untuk memberikan informasi yang bermanfaat.
      Perlu diingat bahwa setiap foto yang Anda upload di sosial media meskipun telah Anda hapus tidak menjamin foto tersebut akan menghilang di database mesin pencari, mungkin foto yang Anda unggah sudah ada yang mendownload atau menyebarkannya via sosial media lain. Jadi berhati-hatilah, jangan terlalu sering mengupload foto. Lebih baik dokumentasikan melalui album foto di rumah Anda.
    • By paul_perka5a
      Microsoft baru saja mencatatkan sejarah akuisisi terbesar yang pernah mereka lakukan. Perusahaan yang didirikan oleh Bill Gates itupun kini telah mengakuisisi jejaring sosial yang ditujukan untuk para pekerja, yakni LinkedIn. Dan dana yang dikeluarkan oleh Microsoft pun tidak tanggung-tanggung, yakni sebesar 26,2 miliar USD atau setara 349 triliun rupiah.

      Jeff Weiner, Satya Nadella dan Rein Hoffman (kredit: Microsoft)
      Meskipun telah diakuisisi oleh Microsoft, LinkedIn pun tetap beroperasi seperti biasanya. Microsoft dalam pernyataan pers mengungkapkan kalau Jeff Weiner masih tetap akan bekerja sebagai CEO di LinkedIn dan selanjutnya akan memberi laporan kepada CEO Microsoft, Satya Nadella. Reid Hoffman pun masih tetap menjadi chairman LinkedIn.
      Hoffman dalam pernyataannya mengungkapkan kalau proses akuisisi ini menjadi momen pembaharuan bagi LinkedIn. Dia pun menganggap kalau proses akuisisi ini akan memberikan kesempatan yang besar bagi para pengguna jejaring sosial tersebut. Sementara itu, Nadella mengungkapkan kalau teknologi yang dimiliki Microsoft saat ini bisa digunakan untuk semakin meningkatkan perkembangan LinkedIn. Mulai dari penggunaan Microsoft Office 365 ataupun Dynamics.
      Menurut catatan dari Wikipedia, proses akuisisi Microsoft terhadap LinkedIn ini merupakan yang terbesar dalam sejarahnya, dengan jumlah uang mencapai tiga kali lipat dibandingkan dana akuisisi Nokia oleh Microsoft. Aktivitas ini pun merupakan proses akuisisi ke 196 yang dilakukan oleh Microsoft. Dan dari sekian banyak proses akuisisi yang dilakukan, tak semuanya memperoleh kesuksesan. Akuisisi Skype pun bisa dibilang sebagai salah satu bentuk kesuksesan. Sementara akuisisi Nokia, menjadi borok tersendiri bagi Microsoft.
    • By dugelo

      Mark Zuckerberg belum lama ini menghadiri Q&A Session di Berlin, Jerman, untuk membicarakan tentang Facebook AI Research dan kerjasamanya dengan universitas di sana. Namun sebagai pemimpin Facebook yang memiliki jutaan pengguna, tak heran ketika seseorang bertanya kepadanya mengenai apa yang akan dia lakukan seandainya menjadi CEO Twitter.
      Seperti diketahui, Twitter telah mengalami perlambatan pertumbuhan pengguna. Jika dulunya ia secara langsung berhadapan dengan Facebook, kini jumlah penggunanya bahkan telah kalah dari Instagram yang juga dicaplok Facebook.
      Sebagai perbandingan, Instagram telah memiliki 400 juta pengguna, sementara Twitter hanya 320 juta. Situs berbagi gambar dan video 15 detik itu memiliki 200 ribu pengiklan, sementara Twitter hanya 130 ribu.
      Karena itu, Zuck berkata: "Live akan menjadi hal yang menakjubkan untuk tokoh masyarakat. Bayangkan mereka atau politikus memiliki kekuatan untuk broadcast dari sakunya, live, memiliki ribuan penonton."
      "Saya kira Anda akan melihat hal seperti ini di Facebook dan Instagram. Lalu jika teman-teman di Twitter melakukan hal yang baik, saya kira Anda juga akan melihat hal yang sama di sana," sambungnya.
      Twitter sendiri sebenarnya memiliki Periscope yang memungkinkan pengguna untuk livedengan penonton. Menurut Zuck, tantangan Twitter adalah mewujudkan ‘live’ di sosial medianya.
    • By dugelo

      Di samping merosotnya daya tarik Twitter, jejaring sosial mikroblog ini ternyata mengalami peningkatan pengguna di Jepang yang mengalahkan Facebook.
      Sudah jadi hal lumrah bahwa Facebook seakan memiliki 'rakyat' sendiri yang mencapai miliaran. Sedangkan Twitter kekurangan pamor, terutama di kampung halamannya Amerika Serikat.
      Wall Street Journal mewartakan bahwa Twitter telah mengalahkan Facebook. Jejaring sosial pimpinan Jack Dorsey itu mengungkapkan layanannya memiliki 35 juta pengguna bulanan aktif di Jepang pada akhir 2015. Sedangkan Facebook hanya meraih 25 juta pengguna di periode yang sama.
      Dengan kata lain, Twitter 'menang' 10 juta pengguna lebih banyak ketimbang Facebook di Negeri Sakura.
      "Kami melihat lebih dari lima kali pertumbuhan dalam penggunaan layanan ini di waktu yang singkat," ucap wakil presiden Twitter kawasan Asia Pasifik, Amerika Latin dan negara berkembang, Shailesh Rao.
      Tercatat pada 2011 silam pengguna Twitter masih kurang dari 7 juta pengguna. Sementara belakangan terungkap pengguna Twitter di AS turun drastis sebanyak 1 juta user pada kuartal keempat 2015.
      Twitter juga sebelumnya turut mengumumkan, bahwa jumlah pengguna aktifnya tidak mengalami pertumbuhan dari kuartal ketiga 2015, yakni tetap sama di angka 320 juta user.
      Parahnya lagi, jika tidak mengikutsertakan para pengguna yang menggunakan Twitter melalui pesan teks -- biasanya disebut "SMS Fast Followers" -- maka sebetulnya 'rakyat' Twitter berkurang.
      TechCrunch melaporkan, pengguna aktif bulanan pada kuartal keempat 2015 tanpa melibatkan mereka yang memanfaatkan pesan teks menurun dari 307 juta menjadi 305 juta user.
      Sementara untuk di kawasan Amerika Serikat sendiri yang menjadi kampung halaman Twitter menurun sebanyak 1 juta pengguna, yakni dari 66 juta menjadi 65 juta.
    • By manuvoping

      Jika Anda malu mendekati pria di dunia nyata, coba cari jalan alternatif, yaitu lewat media sosial. Mungkin lewat media sosial Anda akan lebih mudah mendekatinya dan mendapat setitik perhatian pujaan hati. Berikut cara mencari perhatian pria lewat media sosial.
      Tambahkan sebagai teman
      Langkah pertama yang harus dilakukan adalah tambahkan dia sebagai teman di Instagram, Facebook, Twitter, dan Path. Tidak perlu terlalu genit, tapi cobalah memperkenalkan diri dengan ramah.
      Like statusnya
      Menyukai setiap statusnya itu akan mengundang perhatian dia. Kalau bisa like status atau foto-foto lamanya. Dia akan menangkap sinyal bahwa Anda perhatian.
      Komentari statusnya
      Dalam hal ini Anda harus berhati-hati. Berikan komentar halus, bukan meledek atau bernada kritik.
      Tandai dia dalam postingan
      Anda dapat menandai dia dalam postingan. Seperti lewat kata-kata motivasi, sehingga dia tahu perasaan Anda.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy