Jump to content
  1. ginseng

    ginseng

  • Similar Content

    • By BisaJadi
      Garuda Indonesia memutuskan untuk melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada pilot-pilotnya di tengah kondisi bisnis yang sedang tertatih akibat pandemi Corona.
      Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menyatakan, meskipun perusahaan pelat merah melakukan PHK, pihaknya memastikan hak-hak karyawan tetap terpenuhi dengan baik. Adapun, PHK dilakukan karena adanya penyelesaian kontrak kerja lebih awal.
      "Melalui penyelesaian kontrak tersebut, Garuda Indonesia tetap memenuhi kewajibannya atas hak-hak penerbang sesuai masa kontrak yang berlaku," kata Irfan dalam keterangannya, Selasa (2/6/2020).
      Irfan melanjutkan, kebijakan PHK tersebut merupakan upaya perusahaan untuk menyelaraskan supply & demand operasional penerbangan yang saat ini terdampak signifikan imbas pandemi Covid-19.
      "Kebijakan tersebut dilakukan dengan pertimbangan yang matang dengan tetap memperhatikan hak-hak dari pegawai yang kontraknya diselesaikan lebih awal," jelasnya.
      Demi Bertahan
      Meskipun berat, namun Irfan yakin, Garuda Indonesia akan terus bertahan menghalau dampak pandemi dan dapat beroperasi normal seperti sedia kala.
      "Ini keputusan berat yang harus kami ambil. Namun demikian, kami yakin Garuda Indonesia akan dapat terus bertahan dan kondisi operasional Perusahaan akan terus membaik dan kembali kondusif sehingga mampu melewati masa yang sangat menantang bagi industri penerbangan saat ini," tutupnya.
       
    • By BisaJadi
      PT Garuda Indonesia (Persero) memutuskan untuk melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dengan menyelesaikan lebih awal atas kontrak kerja pegawai dengan profesi penerbang dalam status hubungan kerja waktu tertentu.
      Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menjelaskan, keputusan ini diambil menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menjaga operasional perusahaan tetap baik.
      "Ini keputusan berat yang harus kami ambil. Namun demikian, kami yakin Garuda Indonesia akan dapat terus bertahan dan kondisi operasional Perusahaan akan terus membaik dan kembali kondusif sehingga mampu melewati masa yang sangat menantang bagi industri penerbangan saat ini," kata Irfan dalam keterangannya, Selasa (2/6/2020).
      Irfan menegaskan, melalui penyelesaian kontrak tersebut, Garuda Indonesia tetap memenuhi kewajibannya atas hak-hak penerbang sesuai masa kontrak yang berlaku.
      "Adapun kebijakan tersebut dilakukan sebagai langkah berkelanjutan yang perlu ditempuh dalam upaya menyelaraskan supply & demand operasional penerbangan yang saat ini terdampak signifikan imbas pandemi COVID-19," tambah dia.

      800 Karyawan Kontrak Dirumahkan selama 3 Bulan
      Maskapai penerbangan Garuda Indonesia mulai merumahkan 800 karyawan kontrak, mulai Kamis 14 Mei 2020 selama 3 bulan ke depan.
      Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menyatakan, keputusan merumahkan karyawan dengan status PKWT tersebut merupakan upaya lanjutan agar perusahaan tetap terjaga ditengah kondisi operasional penerbangan yang belum kembali normal sebagai dampak pandemi.
      "Kebijakan tersebut dilakukan dengan pertimbangan yang matang dengan memperhatikan kepentingan karyawan maupun perusahaan dan dilakukan dalam rangka menghindari dilakukannya PHK. Disamping itu, implementasi kebijakan ini juga telah melalui kesepakatan dan diskusi dua arah antara karyawan dan perusahaan,” papar Irfan dalam keterangan resmi, Minggu (17/5/2020).
      Adapun, kebijakan ini bersifat sementara yang akan terus dikaji dan evaluasi secara berkala sejalan dengan kondisi perusahaan dan peningkatan operasional penerbangan.
      Selama periode tersebut, lanjut Irfan, karyawan yang dirumahkan tetap mendapatkan hak kepegawaian berupa asuransi kesehatan maupun tunjangan hari raya yang sebelumnya telah dibayarkan.
      "Kebijakan ini merupakan keputusan berat yang harus diambil dengan pertimbangan mendalam terkait aktifitas operasional penerbangan yang belum sepenuhnya normal. Namun demikian, kami meyakini Garuda Indonesia akan dapat terus bertahan melewati masa yang sangat menantang bagi industri penerbangan saat ini," jelasnya.
      Garuda Indonesia Putar Otak
      Pesawat Garuda Indonesia terparkir di Terminal 3 bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (24/7/2019). Maskapai penerbangan Garuda Indonesia mengeluarkan kebijakan terbaru terkait pengambilan gambar ataupun video di dalam pesawat oleh penumpang ataupun awak kabin. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
      Sebelumnya Garuda Indonesia telah melaksanakan sejumlah upaya strategis berkelanjutan dalam memastikan keberlangsungan bisnis perusahaan melalui renegosiasi sewa pesawat, restrukturisasi network, efisiensi biaya produksi dan termasuk penyesuain gaji jajaran komisaris, direksi hingga staf secara proporsional serta tidak memberikan THR kepada Direksi dan Komisaris.
       
    • By Males
      Kotak hitam (black box) belum ditemukan, penyelidikan soal penyebab pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610 juga masih jauh dari kesimpulan. Namun, data satelit yang dimuat situs pemantau lalu lintas udara, FlightRadar24 dijadikan petunjuk awal terkait insiden kapal terbang yang jatuh 13 menit setelah lepas landas itu. 
      Berdasarkan data yang diungkap FlightRadar24, sejumlah keanehan terpantau dalam pergerakan pesawat yang membawa 189 orang tersebut. 
      Salah satunya, ketika sebuah pesawat umumnya akan naik dalam beberapa menit pertama penerbangan, Lion Air JT 610 justru mengalami penurunan 726 kaki (setara 221 meter) selama 21 detik.
      Ahli penerbangan Phillip Butterworth-Hayes mengatakan bahwa data tersebut tidak biasa. Apalagi, saat lepas landas seperti itu, pilot biasanya dibantu oleh kendali otomatis pesawat.
      "Ini tidak sesuai dengan profil penerbangan otomatis," kata Butterworth-Hayes saat mempelajari data. "Kecuali, jika sistem pesawat itu memberikan koreksi untuk sejumlah alasan."
      Butterworth-Hayes mengatakan bahwa mengingat pesawat yang digunakan Lion Air JT 610 baru berusia dua bulan, alasan di balik kecelakaan tersebut "sangat tidak mungkin" berasal dari kesalahan mekanis.
      "Pesawat terbang tidak jatuh begitu saja dari langit," katanya.
      "Saya tidak bisa membayangkan masalah mekanis apa pun selain kehilangan tenaga mesin yang tiba-tiba dan tidak dapat dijelaskan, atau kegagalan listrik menyeluruh. Ini jauh lebih mungkin disebabkan faktor eksternal," lanjutnya menjelaskan.
      Dia mengatakan bahwa masalah lingkungan bisa jadi adalah penyebabnya, misalnya ledakan mikro (microburst), atau pesawat yang menabrak sesuatu seperti kawanan burung.
      "Ledakan mikro sangat sulit untuk dideteksi, bisa berubah menjadi angin kencang, seperti pusaran, dan Anda tidak bisa melihatnya. Tiba-tiba pesawat tidak berfungsi sebagaimana mestinya, pilot kemudian mulai melakukan segala macam upaya pemulihan dan kemudian sudah terlambat, pesawat jatuh," jelas Butterworth-Hayes.
      Ditambahkan olehnya bahwa pilot Boeing 737 MAX 8 meminta izin pada air traffic controller (ATC) melakukan return to base atau kembali ke bandara asal, sekitar 22 kilometer setelah lepas landas. Namun, saat itu belum terlihat pertanda kondisi darurat. 
    • By Supraman
      Di dalam dunia film, B’timers bisa menyaksikan sejumlah artis Hollywood berteleportasi, menghilang, apalagi menerbangkan pesawat. Namun, bagaimana bila di dunia nyata sejumlah artis tersebut memang mampu menjadi seorang pilot? Siapa saja mereka? Berikut ulasannya.
      Gisele Bundchen

      Model cantik asal Brazil ini juga tak hanya bisa melenggak-lenggok di atas cat-walk, lho. Supermodel ini lolos kualifikasi pilot pada tahun 2009, bersamaan dengan pekerjaannya sebagai duta lingkungan PBB. Ia terlibat dalam program untuk menemukan sumber bahan bakar alternatif bahan bakar jet.
      Tom Cruise

      Tak hanya mampu membius penggemarnya dengan ketampanan, Tom Cruise juga punya bakat menerbangkan pesawat. Ia mulai mengantongi surat izin terbang sejak tahun 1994. Ia juga menjadi pilot pada sejumlah maskapai penerbangan milikinya, termasuk Gulfstream GIV, penerbangan jet pribadi.
      Clint Eastwood

      Pria yang pernah bermain sebagai Frabkie Dunn di film “Million Dollar Baby”, Clint Eastwood juga telah menjadi seorang pilot selama lebih dari 30 tahun. Ia mulai melakukan penerbangannya di tahun 1980-an.
      Angelina Jolie

      Siapa yang meragukan kemampuan akting Jolie dalam membintangi sederet film action maupun sci-fi? Namun, tak disangka bahwa Jolie sebenarnya telah mulai menerbangkan pesawat sejak tahun 2004 dan beberapa waktu lalu ia juga menerbangkan helikopter Cirrus SR22 yang bermesin tunggal.
      Morgan Freeman

      Aktor sekaligus sutradara ternama asal Amerika, Morgan Freeman ini juga ternyata sangat multi talenta. Pemenang piala Oscar ini mulai mendapatkan ijin menerbangkan pesawat pribadinya di usia ke 65. Ia juga memiliki sejumlah penerbangan pribadi, salah satunya adalah Cessna 414.
      John Travolta

      Penyanyi,  penari, sekaligus pemain film John Travolta juga merangkap pekerjaan sebagai seorang pilot. Ia memiliki penerbangan bernama Qantas Ambasador Travolta dengan lima pesawat jet yang dikepalai oleh dirinya sendiri. Bahkan, ia juga telah melakukan penerbangan sejauh 1,4 mil.
      See? Banyak sekali aktor dan artis Hollywood yang  punya skill mengagumkan di luar kehidupan mereka sebagai public figure, ya!
    • By qbonk
      Pilot bernama Tekad Purna Agniamartanto yang diduga mabuk saat akan menerbangkan pesawat dari Bandara Juanda ke Bandara Soekarno-Hatta, diketahui sempat mendapatkan pendidikan pilot di Australia.
      Hal ini bisa dilihat dari akun facebook Tekad. Di akun tersebut, Tekad menuliskan kalau dia sempat mengenyam pendidikan di bidang penerbangan, di Moorabin Aviation Services dan Australian National Airline College. Kedua lembaga tersebut berada di Australia.
      Tekad Purna merupakan Kapten Pilot Citilink QG 800 rute Jakarta-Surabaya. Pesawat tersebut harusnya terbang pada pukul 05:15 WIB, namun akibat Tekad Purna yang telat datang karena diduga mabuk, pesawat tersebut baru terbang pada 06:20 WIB.
      Tekad Purna sempat menyapa penumpang pesawat melalui speaker di pesawat tersebut. Dari nada suara Tekad, penumpang menduga pilot tersebut dalam keadaan tidak prima.
      Salah satu penumpang, Hendro T. Subiyantoro, melakukan cuitan atas kondisi pilot tersebut. Dia berujar, suara pilot terdengar melantur saat memberi pengumuman melalui public announcer di dalam kabin pesawat. Akhirnya para penumpang meminta pergantian pilot.
      Adapun akibat peristiwa ini Tekad Purna dipecat oleh Citilink. Lalu hari ini, Chief Executive Officer PT Citilink Albert Burhan memutuskan mengundurkan diri dari jabatannya. Selain Albert, Direktur Operasional Citilink Hadinoto Soedigno juga ikut mengundurkan diri.
       
×
×
  • Create New...