Jump to content
  • Our picks

    • Lari hingga Minum Urine, 3 Kisah Keajaiban Korban Selamat Gempa dan Tsunami Dahsyat
      Musibah gempa dan tsunami di Donggala dan Palu kini tengah menjadi sorotan. Apalagi jumlah korban jiwa mencapai lebih dari 1.500 orang.

      Banyaknya korban akibat musibah bencana alam biasanya yang menjadi perhatian. Meski sejumlah orang berhasil menyelamatkan diri.

      Beberapa orang yang selamat menceritakan bagaimana mereka bisa selamat di tengah kepungan bahaya bencana tersebut. Terdengar seperti mukjizat dan keajaiban, tapi nyata bahwa orang-orang itu lolos maut dari gempa atau tsunami dahsyat.
      • 0 balasan baru
    • Cara Ngakalin Iklan Facebook Biar Murah
      Biaya iklan adalah hal yang sangat diperhatikan oleh semua marketing. Bahkan perincian yang detail dengan konversi ke dampak yang dihasilkan adalah rutinitas wajib para marketer ataupun pebisnis ketika beriklan.
      • 0 balasan baru
    • 3 Hal yang Harus di Pikirkan Sebelum Memiliki Tim Sales
      Perusahaan yang baru dalam bisnisnya tentu menginginkan terjadi penjualan yang lebih. Tidak jarang ada beberapa pebisnis yang sampai rela membangun sebuah tim sales untuk mendongkrak penjualan, padahal umur perusahaan masihlah terlalu muda. Memang keputusan untuk membangun sebuah tim sales adalah kewenangan mutlak dari seorang pemimpin. Akan tetapi jangan sampai kewenangan tersebut akhirnya menjadi kurang efektif.
      • 0 balasan baru
    • Orang Punya Karakter Ini Ternyata Punya Bakat Luar Biasa
      Umumnya, perusahaan selalu menuntut calon pegawai untuk memiliki kemampuan sosial yang tinggi. Ternyata, orang yang memiliki kemampuan sosial rendah justru berpotensi lebih berbakat dalam bidang yang didalaminya.
      • 1 balasan baru
    • Wikileaks Bocorkan Ribuan Data Karyawan Imigrasi Amerika Serikat
      Wikileaks membocorkan informasi profil LinkedIn ribuan karyawan Imigrasidan Bea Cukai AS (ICE) menyusul kebijakan keras pemerintahan Donald Trump terhadap imigran gelap yang masuk ke Amerika Serikat. Bocoran profil karyawan muncul di situs web "ICEPatrol" milik ICE dan menampilkan informasi profesional dan pribadi dari profil jejaring sosial pegawai imigrasi Amerika Serikat.
      • 1 balasan baru
Brenda_Christie

3 Hal yang Harus di Pikirkan Sebelum Memiliki Tim Sales

Recommended Posts

878254548_salesteammeeting-ngobas.thumb.jpg.258b78db03664d9c27c44f291e10123c.jpg

Perusahaan yang baru dalam bisnisnya tentu menginginkan terjadi penjualan yang lebih. Tidak jarang ada beberapa pebisnis yang sampai rela membangun sebuah tim sales untuk mendongkrak penjualan, padahal umur perusahaan masihlah terlalu muda. Memang keputusan untuk membangun sebuah tim sales adalah kewenangan mutlak dari seorang pemimpin. Akan tetapi jangan sampai kewenangan tersebut akhirnya menjadi kurang efektif.

Sudah tahukah Anda bahwa ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan sebelum akhirnya memutuskan memiliki tim sales? Kyle Heller, seorang manager marketing, menuliskan 3 hal yang perlu Anda pikirkan.

1. Struktur dan peraturan organisasi

Penjualan adalah sesuatu yang terus berkembang. Perubahan model bisnis, teknologi dan pandangan pelanggan harus dipikirkan oleh pemimpin demi menemukan cara penjualan yang lebih baik. Banyak pemimpin yang kemudian memikirkan memiliki staf khusus penjualan demu menanggapi klien secara efektif dan efisien.

2. Tim development dan terus tumbuh

Organisasi harus mulai memikirkan peran penjualan dan sama-sama berusaha meningkatkan penjualan. Perusahaan perlu mempertimbangkan strategi retensi, model kompetensi, serta pembinaan dan kemajuan karir semua yang terlibat dalam penjualan.

3. Kompensasi

Struktur kompensasi merupakan elemen penting yang selalu ada dalam penjualan. Ketika dibangun dengan benar, maka kompensasi dapat menjadi motivasi, reward serta membangun loyalitas karyawan. Perusahaan perlu memikirkan kembali apa kompensasi yang benar-benar cocok untuk karyawan.

Share this post


Link to post
Bagikan di situs lain

Buat akun atau masuk untuk berkomentar

Anda harus menjadi anggota untuk memberikan komentar

Buat sebuah akun

Mendaftar untuk account baru dalam komunitas kami. Mudah!

Daftarkan akun baru

Masuk

Sudah mempunyai akun? Masuk disini.

Masuk Sekarang

  • Konten yang sama

    • Oleh kotawa
      Markobar, es kepal Milo viral, nugget banana, hingga sate taichan menjadi makanan yang hampir kebanyakan orang mengenalnya. Menu ini memang viral dan terkenal hingga detik ini.
      Menjadi terkenal dan viral tentunya bukan serta merta terjadi begitu saja. Ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk membuat produk dikenal masyarakat luas.
      1. Memiliki nilai cerita yang unik
      Selain terkenal karena rasa pedasnya, Maicih juga dikenal karena kisah di balik usahanya. Sebagian orang penasaran dengan asal mula nama Maicih. Ternyata founder dari Maicih ini bercerita bahwa Maicih sendiri berasal dari nama dompet kecil yang sering dipakai ibu-ibu ke pasar. Awalnya founderbertemu dengan ibu-ibu yang membawa dompet kecil yang dinamakan sebagai dompet icih oleh ibunya.
      Beberapa tahun berselang, founder bertemu dengan ibu-ibu dengan dompet icih tersebut dan menemukan fakta bahwa ia juga memproduksi bumbu pedas. Dari sanalah founder menemukan ide untuk membuat keripik pedas Maicih yang telah viral hingga kini. Belajar dari Maicih yang memiliki cerita unik di balik bisnis, membuat masyarakat ingin lebih tahu dan mengenalnya.
      2. Promosi maksimal di media sosial
      Instagram memang dianggap sebagai media sosial yang hits. Jadi tidak mengherankan jika banyak bisnis yang dipromosikan melalui media sosial ini menjadi lebih cepat meraih viral. Kekuatan warganet memang tidak diragukan lagi. Maka tidak ada salahnya untuk menggunakan Instagram sebagai media sosial agar bisnis semakin terkenal.
      3. Pancing dengan review
      Zaman sekarang, semua produk ada review-nya. Tidak jarang orang-orang memilih untuk mencari dan membaca review-nya terlebih dahulu sebelum membeli. Apapun jenis usaha yang sedang dijalankan kita bisa memanfaatkan para influencer seperti travel blogger, beauty blogger, selebgram, atau orang-orang yang banyak dikenal masyarakat untuk dapat mereview bisnis.
      4. Endorse publik figur
      Dengan banyaknya fans dan followers-nya publik figur, maka setiap produk atau barang yang ia kenakan akan diperhatikan oleh pengikutnya. Sehingga endorse dari publik figur dianggap sebagai cara yang cukup jitu untuk membuat bisnis menjadi viral.
      5. Tampil berbeda
      Markobar milik Gibran anak Presiden RI, Jokowi, memiliki beberapa keunggalan. Dikenal dan viral bukan karena menjadi putra sulung orang nomor satu di Tanah Air. Bukan pula menyajikan martabak yang serupa dengan yang lain. Tetapi Gibran sukses memodifikasi martabak biasa dengan aneka rasa dan topping makanan-makanan yang sedang viral seperti nutella, kit-kat, macha, dan banyak rasa lainnya. Jadi, buatlah bisnis yang unik dan berbeda untuk menyita perhatian khalayak ramai sehingga bisnis akan jauh lebih cepat viral dan terkenal. Itu dia beberapa cara agar bisnis menjadi terkenal. Segera viralkan bisnis Anda sekarang juga!
    • Guest news
      Oleh Guest news
      Dari California, perusahaan luar angkasa Space X, baru-baru ini meluncurkan satu lagi roket yang membawa satelit ke antariksa. Hal ini menggenjot semakin banyak minat investor dan perusahaan akan bisnis di luar angkasa.
       
    • Guest news
      Oleh Guest news
      Sebuah toko pakaian unik dibuka di kota New York baru-baru ini, yang menawarkan pakaian netral jender. “Phluid project” menjual busana yang tidak dikategorikan berdasarkan jender, untuk siapapun dengan jender dan orientasi seksual apapun.
       
    • Oleh monica_pendong
      Networking adalah salah satu kesempatan besar bagimu untuk mendapatkan kemajuan pesat dalam karier. Ini adalah kesempatanmu keluar dari “zona nyaman” dan menjalin hubungan dengan orang lain.
      Tapi berkenalan saja tidak cukup. Kamu juga harus memberi kesan menarik, serta membangun fondasi untuk relasi jangka panjang.
      Biron Clark, pakar rekrutmen dan founder situs Career Sidekick, mengatakan bahwa ada sebuah strategi yang bisa membuatmu lebih menonjol dan berkesan dalam networking. Dengan strategi ini, meski lawan bicaramu baru saja bertemu seratus orang di hari yang sama, ia akan tetap mengingatmu sebagai orang yang berbeda dari lainnya.
      Clark menyebutnya strategi “Super-Connector”.
      Bagaimana Super-Connector bekerja?
      Apa itu Super-Connector?
      Secara sederhana, cara kerjanya seperti ini:
      Untuk mencapai hal ini, ada beberapa macam contoh pertanyaan yang bisa kamu ajukan. Misalnya:
      Apa hal yang menurut kamu paling menarik saat ini? Apakah ada tantangan besar yang sedang kamu hadapi? Apa rencana besar yang sedang kamu persiapkan? Jika kamu tidak menjalani pekerjaanmu sekarang, apa yang akan kamu lakukan? Pertanyaan-pertanyaan di atas hanya contoh. Pada praktiknya, kalimat yang kamu gunakan tentu tidak akan sama persis. Selain itu, jangan lupa bahwa dasar-dasar komunikasi yang baik (seperti cara berbicara atau bahasa tubuh) tetap penting untuk kamu perhatikan.
      Katakanlah kamu berkenalan dengan orang yang ingin membangun startup, tapi dia bukan engineer/programmer. Kamu bisa berkata, “Kebetulan, saya juga punya kenalan yang dulunya bukan programmer tapi sekarang jadi founder startup teknologi. Minggu ini saya akan coba memperkenalkan kalian, barangkali dari situ kamu bisa mendapat ide.”
      Memberi manfaat dua arah
      Strategi Super-Connector sangat efektif untuk memunculkan kesan baik di mata orang yang baru kamu kenal. Berikut alasannya:
      Mendorongmu lebih banyak mendengar daripada berbicara. Ini akan memunculkan kesan bahwa kamu memang menaruh minat pada si lawan bicara. Membuatmu menonjol karena kamu datang untuk memberi, bukan meminta. Kebanyakan orang saat networking hanya meminta bantuan atau saran. Secara alami membuatmu mendapatkan informasi kontak si lawan bicara. Memberimu kesempatan untuk mengontak lagi di masa depan. Ingat, untuk membangun relasi yang bermakna, satu pertemuan saja tidak cukup. Menunjukkan bahwa kamu orang yang perhatian dan mau membantu orang lain. Ini adalah sifat yang akan membuat orang lain menghormatimu. Dalam proses memberi manfaat itu, kamu akan mengenal lawan bicaramu lebih mendalam, dan pada akhirnya akan terjalin relasi yang kuat di antara kalian.
      Saat pertama kali mencoba menerapkan Super-Connector, mungkin kamu masih akan kaku dan terbata-bata. Tapi seiring pengalaman, sikap “mendahulukan kepentingan orang lain” ini akan tertanam dalam dirimu secara natural. Dengan tidak berusaha menonjolkan dirimu, kamu justru akan menjadi lebih menonjol. Selamat mencoba!
    • Oleh qbonk
      Anda sekarang sampai di laman ini dan membaca kalimat pertama di artikel ini dari sebuah desktop browser. Tak kecil pula bahwa Anda memiliki lebih dari satu peramban yang terpasang, entah itu Google Chrome, Mozilla Firefox, Apple Safari, Opera, Microsoft Edge, atau mungkin Internet Explorer. Atau mungkin Anda malah menggunakan browser di luar nama-nama itu? Kemungkinan selalu ada.
      Kalau Anda mencermati, pasar browser merupakan pasar yang cukup kompetitif. Selain nama-nama mapan yang sudah disebut di atas, kini ada juga penantang baru seperti UC Browser dan Vivaldi. Bagi sebagian orang, mungkin fenomena ini sedikit aneh. Soalnya jarang terdengar dari media bahwa suatu browser saking lakunya sampai membuat developernya seperti sedang mendapatkan durian runtuh alias kebanjiran duit. Kendati demikian faktanya, perusahaan swasta macam Opera Software tetap bisa hidup dan beroperasi sedari berdiri 1995 silam, walau Juli 2016 lalu bisnis utama mereka yang meliputi browser dan aplikasi kemanan telah menjadi milik sebuah konsorsium asal Tiongkok yang di dalamnya ada Qihoo 360, perusahaan yang juga mengembangkan peramban.

      Kembali ke premis yang sudah tertuang di judul, bagaimana browser meraup keuntungan? Saat menghadiri Collision Conference 2017 di New Orleans, Amerika Serikat, Jon von Tetzchner bersedia membocorkan sekeping dari rangkaian bisnis model perusahaannya, Vivaldi, yang ternyata juga dilakukan perusahaan swasta pengembang browser lainnya.
      “Bisnis model kami sebenarnya sama dengan browser lainnya. Anda bisa mendapatkan keuntungan dari kerja sama dengan search engine, misalnya. Jadi, Anda memilih dan menentukan mesin pencari yang dimasukkan di browser tersebut. Kami sendiri baru saja menambahkan Ecosia. Intinya, kami bekerja sama dengan perusahaan itu dan kami pun mendapatkan pemasukan,” jelas CEO Vivaldi Technologies tersebut.
      Oleh karena itu meskipun Anda dan warganet lain bisa menggunakan browser secara gratis, monetisasinya tetap berjalan di ‘belakang layar’.
      Lalu, berapa nominal yang bisa dikantongi oleh developer browser tersebut? Tanpa segan, von Tetzchner mencontohkan revenue perusahaannya yang lalu, Opera, yaitu $1 setiap user dalam setahun. Kalau dikonversi menjadi rupiah, yaitu Rp13 ribuan, jumlah itu memang bukan uang yang besar. Namun, tetap saja bisa menjadi melimpah ketika pengguna browser tersebut kian banyak.
      Sekadar informasi, Vivaldi sendiri adalah peramban yang sedikit berbeda. Diluncurkan sejak awal tahun 2015, Vivaldi mengandalkan user interface (UI) yang lebih menyenangkan, dengan beragam fitur yang belum disediakan oleh browser lain, seperti analisis terhadap situs yang telah dikunjungi oleh user. Keunggulan UI Vivaldi sendiri dapat dilihat dari tampilannya yang minimalis dengan ikon dan font standar plus skema warna yang bisa menyesuaikan background maupun desain dari sebuah situs yang sedang diakses. Pemakai peramban berlogo ‘V’ itu pun dapat mengubah temanya secara keseluruhan, posisi tab, address bar, hingga start page-nya.
      Apabila Anda sudah pernah menggunakan Vivaldi di desktop dan kepincut dengan tampilannya sembari bertanya-tanya apakah browser tersebut akan tersedia dalam versi mobile, sabarlah sedikit lagi. Kepada Rob Pegoraro, pemandi sesi diskusi tersebut, von Tetzchner menyatakan bahwa ia dan timnya mengaku sedang mengerjakan mobile browser Vivaldi, tepatnya untuk sistem operasi Android. Versi iOS-nya nanti akan lahir begitu code base-nya telah siap, karena berbeda dengan Android.
      “Kami berharap Apple melakukan hal yang tepat dan berhenti melarang core browser lain untuk berjalan di platformnya,” keluh pria 49 tahun itu.
×

Important Information

Kami menggunakan cookie. Mereka tidak menakutkan, tetapi beberapa orang berpikir mereka. Terms of Use & Kebijakan Privasi