Jump to content
  • advertisement_alt
  • advertisement_alt
  • advertisement_alt
  • Our picks

    • Orang Punya Karakter Ini Ternyata Punya Bakat Luar Biasa
      Umumnya, perusahaan selalu menuntut calon pegawai untuk memiliki kemampuan sosial yang tinggi. Ternyata, orang yang memiliki kemampuan sosial rendah justru berpotensi lebih berbakat dalam bidang yang didalaminya.
      • 1 balasan baru
    • Wikileaks Bocorkan Ribuan Data Karyawan Imigrasi Amerika Serikat
      Wikileaks membocorkan informasi profil LinkedIn ribuan karyawan Imigrasidan Bea Cukai AS (ICE) menyusul kebijakan keras pemerintahan Donald Trump terhadap imigran gelap yang masuk ke Amerika Serikat. Bocoran profil karyawan muncul di situs web "ICEPatrol" milik ICE dan menampilkan informasi profesional dan pribadi dari profil jejaring sosial pegawai imigrasi Amerika Serikat.
      • 1 balasan baru
    • Trik Mencegah Retasan
      Jangan Gunakan Internet

      Cara paling gampang adalah jangan gunakan internet. Tapi cara ini juga paling sulit dilakukan. Pasalnya setiap orang di dunia modern pasti memiliki perangkat yang selalu terhubung ke internet, baik itu komputer, smartphone, tablet atau peralatan rumah tangga sehari-hari.
      • 1 balasan baru
    • ATURAN VOLUME TOA MASJID DI NEGARA MUSLIM LAIN
      Arab Saudi

      Sejak 2015 silam Kementerian Agama Islam di Arab Saudi melarang masjid menggunakan pengeras suara di bagian luar, kecuali untuk adzan, sholat Jumat, sholat Idul Fitri & Adha, serta sholat minta hujan. Kebijakan ini diambil menyusul maraknya keluhan warga ihwal volume pengeras suara yang terlalu besar. Arab News melaporkan tahun lalu masjid-masjid diperintahkan mencabut toa dari menara.

      Mesir

      Keputusan pemerintah Mesir melarang pengeras suara masjid digunakan untuk selain adzan juga didukung oleh Universitas al-Azhar.
      • 2 balasan baru
    • Jangan Aktifkan Tethering di GBK Selama Asia Games 2018
      Upacara pembukaan Asian Games 2018 tengah berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada Sabtu malam (18/8/2019).

      Karena venue dipadati ribuan pengunjung, Kementerian Komunikas dan Informatika (Kemkominfo) juga tak ketinggalan mengimbau bagi pengunjung untuk mematuhi peraturan yang ada di dalam venue. Imbauan berkaitan dengan penggunaan akses internet di kawasan tersebut.
      • 0 balasan baru
  1. dugelo

    dugelo

  • Konten yang sama

    • Guest News
      Oleh Guest News
      Trump saat berpidato di markas CIA.
      Presiden Donald Trump, yang pernah mengecam pedas komunitas intelijen sebelum ia dilantik, hari Sabtu mengatakan kepada para staf di Badan Intelijen Amerika (CIA), bahwa ia mendukung mereka. Trump mengadakan kunjungan ke kantor pusat CIA di Langley, Virginia, sehari setelah ia dilantik sebagai presiden.
      Pada hari pertamanya menjabat sebagai pemimpin negara, Presiden Donald Trump mengatakan kepada staff CIA, ia mendukungnya. 
      "Saya sangat mendukung Anda dan saya tahu, mungkin kalian kadang belum tidak mendapat dukungan yang diperlukan, tapi kini kalian akan mendapat begitu banyak dukungan, sehingga mungkin kalian akan mengatakan, ‘Tolong, jangan beri kami begitu banyak bantuan," kata presiden yang disambut tawa.
      Dia mengatakan kepada sekitar 400 staf CIA yang berkumpul, Amerika harus berjuang melawan ISIS.
      "Kita sudah terlibat perang ini lebih lama dari semua perang yang pernah kita lakukan. Kita tidak menggunakan kemampuan penuh, karena kita terkekang. Kita harus menyingkirkan ISIS. Kita tidak punya pilihan." 
      Trump menuduh media menulis berita palsu bahwa ia bermusuhan dengan badan-badan itelojen Amerika. Kurang dari dua minggu sebelum menjabat sebagai presiden, Trump mengkritik badan-badan intelijen setelah bocornya klaim yang belum terbukti, bahwa Rusia mengumpulkan informasi buruk tentang dirinya. Dia mentweet: "Badan-badan intelijen seharusnya tidak memperbolehkan berita palsu ini 'bocor' ke publik ...." Ini akan mengambil Tapi mungkin akan dibutuhkan lebih dari satu kunjungan ke markas CIA untuk memperbaiki hubungan, kata mantan analis CIA, Aki Peritz. 
      "Semua karyawan CIA adalah orang yang cukup cerdas, profesional, berpendidikan, satu pidato saja tidak akan benar-benar mengubah keprihatinan serius mereka dengan presiden sekarang ini," ujarnya.
      Trump memuji Direktur CIA pilihannya, anggota Kongres Mike Pompeo, sebagai "bintang yang mantap". Senat diharapkan mengukuhkan Pompeo hari Senin. 
      Kemudian, setelah kembali ke Gedung Putih, juru bicara pers presiden dengan tajam mengecam media atas peliputan pelantikan. Sean Spicer menuduh media meremehkan banyaknya orang yang hadir pada acara pelantikan. 
      "Upaya-upaya untuk mengurangi antusiasme pelantikan itu memalukan dan salah," ujarnya.
      Pelantikan itu adalah awal dari apa yang dijanjikan Trump masa kepresidenan yang sibuk.
    • Oleh Cahayapurno
      Rodrigo Duterte ialah Presiden Filipina ke-16
      Pada Kamis lalu, Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengatakan bahwa kebanyakan duta besar  meremehkan pemerintah asing tempat mereka bertugas. Sebab, kata dia, karena tugas mereka lebih sebagai mata-mata.
      Secara khusus, ia menyebut mantan duta besar Philip Goldberg.
      Duterte mencetuskan hal itu ketika menanggapi laporan Manila Times bahwa mantan duta besar AS itu sedang merencanakan untuk 'menggoyang' Duterte.
      Harian tersebut mengaku mendapat informasi dari 'sumber dalam' bahwa Goldberg mencanangkan strategi penggulingan  dalam waktu 1,5 tahun.
      Seperti dikutip dari UPI pada Jumat (30/12/2016), pihak AS melalui State Department atau Departemen Luar Negeri membantah tuduhan itu pada hari yang sama.
      Daniel Russel, staf menlu untuk Uurusan Asia Timur dan Pasifik menyatakan melalui harian tersebut, "Seperti kami katakan, hubungan kami dengan Filipina luas dan persekutuan kita adalah salah satu hubungan yang berjalan dan terpenting di kawasan Asia Pasifik."
      Dalam wawancara televisi itu, Duterte bahkan memperluas tuduhannya kepada para duta besar AS lainnya, katanya, "Mengacu kepada berita yang kredibel, mungkin kalian sudah sedikit mengerti bagaimana mereka beroperasi."
      "Karena kebanyakan duta besar AS, tidak semua, bukan benar-benar duta besar profesional…mereka sedang memata-matai. Mereka sangat terhubung dengan ."
      "Duta besar suatu negara adalah mata-mata nomor wahid, tapi ada sejumlah duta besar AS bertugas menggoyang pemerintahan. Itulah yang terjadi di Bolivia," imbuhnya.

      Philip Goldberg and Duterte.
       
      Goldberg berdinas sebagai duta besar AS untuk Filipina dari 2 Desembeer 2013 hingga 4 November 2015. Sebelumnya ia adalah asisten menteri untuk intelijen dan penelitian di State Department.
      Pada 2006, Presiden George W. Bush mencalonkan dia menjadi duta besar untuk Bolivia.
      Pada 10 September 2008, pemerintah Bolivia memberi waktu 72 jam baginya untuk hengkang, setelah AS dicurigai memberikan jutaan dolar kepada para pemimpin oposisi dan pemikir yang berseberangan dengan Presiden Evo Morales.
      Menurut State Department, tuduhan terhadap Goldberg tidak berdasar.
      Kata Duterte, "Itulah yang terjadi di Bolivia. Dia diusir karena menggoyang presiden pribumi di sana."
      "Dan Goldberg semakin ketahuan, menggerogoti sendi dasar kepresidenan dan diusir sebagai persona non grata (orang yang tak disuka)."
    • Oleh ThinkSmart
      Dokumen-dokumen yang belakangan terungkap ke publik mengungkap keberadaan sejumlah proyek itu, dari yang dirasa lucu, hingga yang berakibat mengerikan. Dari proyek rahasia Angkatan Udara AS membuat piring terbang supersonik hingga penelitia era Perang Dunia II yang menghasilkan senjata pemusnah massal bom atom.
      1. Proyek Manhattan

      Ini adalah proyek yang berujung pada kematian ratusan ribu orang. Dimulai diam-diam pada tahun 1939, Proyek Manhattan, menghasilkan bom atom pertama di muka Bumi.
      Riset dipimpin fisikawan Amerika Julius Robert Oppenheimer, kendali proyek secara keseluruhan ada di tangan Mayor Jenderal Leslie Groves dari US Army Corps of Engineers.
      Meski melibatkan 30 tempat riset dan produksi yang berbeda, Proyek Manhattan sebagian besar proyeknya dilaksanakan di tiga tempat rahasia: Hanford di Washington, Los Alamos di New Mexico, dan Oak Ridge di Tennesse --yang lokasinya dirahasiakan sampai akhir Perang Dunia II.
      Proyek Manhattan menghasilkan rancangan, produksi, dan peledakan dari tiga bom nuklir pada 1945. Yang pertama, menggunakan plutonium dibuat di Hanford, dites pada 16 Juli di Situs Trinity, tes nuklir pertama dunia, dekat Alamogordo, New Mexico. Ledakan menciptakan awan cendawan (jamur) yang membentang selebar 12.200 meter. Kekuatannya setara dengan 15 ribu TNT.
      Sebulan kemudian Jepang jadi lokasi uji coba. Bom uranium disebut Little Boy diledakan pada 6 Agustus di kota Hiroshima, Jepang. Yang ketiga, bom plutonium disebut Fat Man, diledakan pada 9 Agustus di atas kota Nagasaki. Sebuah tragedi di akhir Perang Dunia II yang merenggut ratusan ribu nyawa. Dua bom di Jepang adalah satu-satunya senjata nuklir, sampai saat ini, yang digunakan dalam perang.
      Hari ketika bom atom meledak, Oppenheimer bersorak atas kesuksesan misinya. Namun beberapa bulan kemudian ia menyesal bukan main. Apalagi, Pemerintah AS menggunakan tragedi Hiroshima untuk mempercepat perlombaan senjata nuklir dan bukan untuk menciptakan perdamaian dunia.
      Suatu hari ia bertemu Presiden Harry S. Truman di Gedung Putih dan berkata, "Pak Presiden, aku merasa tanganku berlumuran darah," kata dia, merujuk pada Tragedi Hiroshima-Nagasaki, seperti dimuat Daily Mail. Pernyataan yang membuat Truman marah dan menyebut Oppenheimer sebagai 'ilmuwan cengeng'.
      Pernyataan yang sama diucapkan Oppenheimer 20 tahun kemudian. "Saat ini aku menjadi Kematian. Penghancur dunia."
      2. Operasi Paperclip

      Pada September 1946, Presiden Harry Truman memberikan izin berlangsungnya sebuah program yang diberi nama Operasi Paperclip -- yang bertujuan 'mencuri' ilmuwan dari Nazi Jerman dan memindahkan mereka ke AS.
      Para pejabat dari Office of Strategic Services (cikal bakal CIA) merekrut ilmuwan- ilmuwan Jerman untuk membantu pembangunan di Negeri Paman Sam setelah perang -- sekaligus memastikan pengetahuan ilmiah yang berharga dan strategis tak jatuh ke tangan Uni Soviet, serta Jerman Barat dan Jerman Timur.
      Kala itu, pencapaian teknologi Jerman mengejutkan para ilmuwan Sekutu yang ikut dengan pasukan invasi ke Jerman pada tahun 1945.
      Roket supersonik, gas syaraf, pesawat terbang jet, rudal jelajah, teknologi stealth dan bahan lapis baja yang lebih keras adalah beberapa teknologi terobosan yang dikembangkan di dalam laboratorium dan pabrik Nazi, bahkan saat Jerman hampir kalah perang.
      Amerika Serikat dan Uni Soviet-lah, pada awal-awal Perang Dingin, yang bersaing dan berpacu dengan waktu untuk menemukan rahasia ilmiah Hitler yang belum terungkap.
      Pada Mei 1945, pasukan legiun Stalin berhasil menguasai beberapa laboratorium penelitian atom di Institut Kaiser Wilhelm yang terkenal di pinggiran Berlin. Ini memberi mereka teknologi yang kemudian digunakan untuk membangun gudang senjata nuklir Soviet.
      Sementara, Salah satu ilmuwan yang direkrut adalah ahli roket, Wernher von Braun, yang menjadi otak misi Apollo Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA). Dia mestinya tak masuk kriteria karena keterkaitannya dengan Nazi. Von Braun adalah anggota berbagai organisasi Nazi dan memegang jabatan di pasukan khusus Nazi, SS.
      Tidak lama kemudian Mayor Jenderal Hugh Knerr, wakil panglima pada Angkatan Udara AS di Eropa menulis: "Pendudukan lembaga ilmiah dan industri Jerman mengungkapkan kenyataan yang mengejutkan bahwa kami sangat terbelakang dalam banyak lapangan penelitian," demikian Liputan6.com kutip dari BBC.
      "Kalau kami tidak meraih kesempatan ini untuk menguasai alat dan otak yang mengembangkan teknologi itu dan mempekerjakan mereka, kami akan tetap tertinggal bertahun-tahun."
      3. Proyek Grudge

      Sementara Area 51 tak secara khusus ditujukan untuk meneliti makhluk ekstrateresterial, Angkatan Udara AS diam-diam menyelidiki eksistensi UFO.
      Proyek Grudge, adalah program jangka pendek yang diluncurkan pada 1949 untuk menyelidiki benda terbang aneh, seperti piring terbang. Misi ini melanjutkan program sebelumnya yang dinamakan Proyek Sign -- yang melaporkan pada 1949 bahwa sebagian penampakan diduga UFO sejatinya adalah pesawat terbang -- yang tak ada data khusus untuk menentukan asal usulnya.
      Kritik terhadap Project Grudge, bahwa program tersebut semata-mata ditetapkan untuk menghilangkan prasangka laporan UFO -- untuk menenangkan masyarakat -- dan hanya sedikit penelitian aktual yang dilakukan.
      Sebaliknya, banyak pula yang berkata bahwa pemerintah pernah menutup-nutupi proyek ini dari pantauan masyarakat umum, seperti pada awal kasus kecelakaan di Roswell, New Mexico. Pada bulan Juli 1947, pejabat militer mengadakan siaran pers bahwa reruntuhan telah ditemukan dari pesawat luar angkasa asing yang jatuh, namun kemudian menarik kembali pernyataan mereka keesokan harinya.
      Dalam bukunya, Edward J. Ruppelt, Kapten Angkatan Udara sekaligus direktur proyek menulis, "Tak butuh banyak waktu saat mempelajari dokumen UFO lama, untuk melihat bahwa prosedur standar intelijen tidak diikuti dalam Proyek Grudge. Segala sesuatu yang dievaluasi dengan premis bahwa UFO sejatinya tak ada. Apapun yang Anda lihat atau dengar, jangan percaya."
      Setelah bubar, Proyek Grudge bermetamorfosa menjadi "Blue Book Project" yang pada tahun 1969 resmi diakhiri oleh pemerintah Amerika Serikat.
      4. Area 51

      Seperti halnya Segitiga Bermuda, Area 51 adalah salah satu tempat paling misterius di muka Bumi. Banyak teori konspirasi beredar soal lokasi pangkalan militer rahasia AS di Nevada itu.
      Ada yang menduga area 51 adalah lokasi perakitan UFO yang jatuh, tempat penelitian alien yang tertangkap. Ada juga yang mengira lokasi itu adalah tempat pengujian senjata rahasia AS, termasuk senjata pengendali cuaca, juga penelitian mesin penjelajah waktu. Bahkan, ada yang menduga area 51 adalah markas organisasi rahasia, Majestic 12, yang bercita-cita mendirikan pemerintahan tunggal di dunia.
      Pada Juli 2013, dokumen CIA yang status kerahasiaannya dicabut, mengakui keberadaan Area 51 untuk pertama kalinya. Dalam dokumen disebut, situs rahasia tersebut digunakan untuk menguji berbagai pesawat mata-mata, termasuk U-2 -- pesawat pengintai terkenal.
      Lokasi terpencil di gurun yang mengelilingi Danau Groom dipilih karena berdekatan dengan fasilitas pengujian nuklir. "U-2 sangat rahasia," kata jurnalis pertahanan Inggris, Chris Pocock, dan penulis sejarah program pengembangan pesawat U-2 tersebut, kepada BBC. "Mereka mencoba untuk menyembunyikan semua hal tentang itu."
      Pesawat U-2 yang dibuat untuk memata-matai Uni Soviet dimasa perang dingin, masih diterbangkan oleh Angkatan Udara AS hingga saat ini.
      Dokumen ini mencatat bahwa pengujian pesawat U-2 pada 1950 --dengan ketinggian yang jauh lebih tinggi daripada pesawat komersial -- menyulut "peningkatan yang signifikan terhadap laporan benda terbang yang tak dikenal (UFO)".
      "Pada saat itu, tidak ada yang percaya penerbangan berawak bisa terbang di atas 60.000 kaki (seperti U-2), sehingga tidak ada yang menyangka akan melihat sebuah benda yang begitu tinggi di langit," catatan penulis Gregory Pedlow dan Donald Welzenbach.
      5. Proyek MK-ULTRA

      Pada tahun 1950-an, CIA meluncurkan program superrahasia, MKULTRA. Tujuannya mencari obat atau teknik yang bisa digunakan untuk mengendalikan pikiran manusia. Lebih dari dua dekade selanjutnya, lembaga intelijen itu menggunakan halusinasi, kondisi kurang tidur ekstrem, dan alat kejut listrik sebagai upaya pencucian otak sempurna.
      Ilmuwan CIA melakukan lebih dari 149 proyek riset sebagai bagian dari MKULTRA. Salah satunya, mereka mengetes efektivitas LSD dalam situasi sosial tertentu dengan cara, diam-diam membubuhkan obat di sebuah bar di New York atau San Francisco. Atau menawarkan heroin pada pecandu agar mereka bisa berhalusinasi.
      Dihantui skandal Watergate, pada tahun 1973 Direktur CIA, Richard Helms memerintahkan dokumen yang terkait dengan proyek tersebut dimusnahkan. Namun, sejumlah dokumen berhasil lolos, pada 1977 atas nama UU Kebebasan Informasi, sebanyak 20.000 halaman dirilis.
      6. Proyek Iceworm

      Pada tahun 1960-an, Angkatan Darat AS memulai sebuah misi rahasia untuk membangun serangkaian situs peluncuran rudal nuklir mobile di bawah lapisan es Greendland. Tujuannya, sebagai landasan rudal jarak menengah untuk menyerang sasaran di dalam Uni Soviet.
      Program tersebut diberi kode Project Iceworm, namun, untuk menguji kelayakannya, Angkatan Darat meluncurkan kedok proyek riset yang dinamakan "Camp Century" pada 1960.
      Di bawah kedok ini, insinyur membangun jaringan bangunan bawah tanah dan terowongan, termasuk tempat tinggal, dapur, ruang rekreasi, rumah sakit, laboratorium, kamar pasokan, pusat komunikasi dan pembangkit listrik tenaga nuklir.
      Pangkalan, yang juga dirahasiakan dari pemerintah Denmark, beroperasi selama 7 tahun. Program itu akhirnya dibatalkan pada 1966, akibat geseran es yang menciptakan kondisi tak stabil. Hingga kini, sisa-sisa Proyek Iceworm terkubur di bawah lapisan es Kutub Utara.
      7. Proyek 1794

      Pada tahun 2012, Angkatan Udara AS mengungkap dokumen rahasia, termasuk catatan program rahasia pembuatan pesawat yang bentuknya meniru piring terbang.
      Program ambisius itu dinamakan Proyek 1794. Tujuannya,membuat piring terbang yang kuat dan dapat berfungsi untuk melakukan patroli udara. Sekaligus untuk menembak jatuh pesawat pembom Uni Soviet.
      Dalam memo tahun 1956 terungkap, pesawat ditargetkan bisa melaju dengan kecepatan maksimal antara Mach 3 dan Mach 4, melayang di ketinggian 100.000 kaki atau 30.000 meter, dan daya jangkaunya maksimal 1.000 mil laut.
      Target lain, piring terbang itu bisa terbang di lapisan stratosfer, dengan kecepatan 2.600 mil per jam, kemampuan untuk take-off dan mendarat secara vertikal, dan dikontrol dan distabilkan dengan pendorong jet. Saking cepatnya, perjalanan New York - Miami cukup ditempuh 24 menit.
      Lalu bagaimana nasib proyek ini?
      Diketahui, para insinyur telah melakukan tahap awal, lalu membangun desain prototipe. Namun pada akhirnya usaha mereka pupus. Proyek ini ditakdirkan gagal, meski para ilmuwan yang terlibat yakin, mereka di jalur yang benar.
      Uji coba menunjukkan, desain piring terbang, dari kaca mata aerodinamis, tak stabil dan tak terkendali dalam kecepatan tinggi.
      Kendala lainnya adalah soal pembiayaan, untuk meneruskan pembangunan prototipe tersebut membutuhkan uang sebanyak US$3,1 juta atau sekitar US$26,6 miliar jika dibandingkan dengan nilai uang saat ini. Sungguh jumlah yang luar biasa untuk proyek yang belum dipastikan bakal berhasil.
    • Oleh berita_semua
      Kelompok ISIS mengklaim telah memenggal sejumlah pasukan pemberontak Suriah dari faksi Tentara Pembeban Suriah (FSA). Alasannya, FSA bekerjasama dan dididik CIA, Amerika Serikat, untuk menggulingkan rezim Suriah.
      Klaim kelompok Islamic State atau ISIS itu muncul dalam video yang dirilis hari Rabu. Kelompok yang menjalankan eksekusi terhadap para tentara FSA sejatinya kelompok “Wilayat Furat”. Namun, kelompok itu telah bersumpah setia kepada ISIS.
      Video eksekusi yang dirilis berdurasi 19 menit. Seorang anggota ISIS dengan menutup wajahnya mengeluarkan ancaman akan melakukan banyak eksekusi lagi.
      ”Setiap Muslim yang berpikir untuk bergabung kelompok yang didukung AS yang ingin menyingkirkan rezim (Presiden Suriah Bashar) Assad,” bunyi ancaman anggota ISIS itu, mengacu pada target yang akan akan dieksekusi selanjutnya.
      Kelompok itu mengatakan bahwa mereka ditangkap para pasukan FSA setelah bertempur di dekat Kota Al-Bukamal, perbatasan Suriah dengan Irak. “Kami memperkuat saudara-saudara kita di ISIS,” kata seorang militan kelompok itu di video, yang dikutip Al Arabiya, semalam (5/10/2016).
      FSA yang beranggotakan sekitar 60 ribu mantan tentara Suriah sudah lama berusaha menggulingkan rezim Assad. Beberapa anggotanya telah menerima pelatihan dari agen CIA.
    • Oleh Aladin
      Mantan pegawai badan intelijen Amerika Serikat, National Security Agency (NSA), serta juga sebagai mantan agen CIA,  Edward Snowden, pembocor rahasia intelijen AS yang kini bermukim di Rusia mengungkapkan bahwa bahwa Islamic State of Irak and Syria (ISIS) bukan murni organisasi militan Islam. Organisasi ini merupakan bentukan kerjasama dari badan intelijen Inggris (MI6), Amerika (CIA) dan Israel (Mossad).
      Snowden mengatakan badan intelijen ketiga negara itu secara khusus  menciptakan sebuah organisasi teroris yang mampu menarik semua ekstremis dunia untuk bergabung di suatu tempat, dengan menggunakan strategi yang disebut "the hornet's nest" atau  sarang lebah. Menurut Snowden, dokumen NSA itu terlihat mengimplementasikan strategi sarang lebah untuk melindungi entitas Zionis dengan menciptakan slogan-slogan keagamaan dan Islam.
      Menurut media-media di Iran, sepeti dikutip Moroccantimes, pemimpin ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi dilatih secara khusus oleh badan intelijen Israel, Mossad. Badan intelijen tiga negara tersebut sengaja membentuk kelompok teroris untuk menarik kelompok-kelompok garis keras di seluruh dunia dalam satu tempat. Dengan strategi ini, kelompok-kelompok yang merupakan musuh Israel dan sekutunya itu jadi lebih mudah terdeteksi. Tujuan lainnya, untuk merawat instabilitas di negara-negara Arab.
      Menurut dokumen yang dirilis oleh Snowden, disebutkan juga, "Satu-satunya solusi untuk melindungi negara Yahudi adalah dengan menciptakan musuh di dekat perbatasannya ". Dokumen yang dibocorkan itu  mengungkapkan bahwa pimpinan tertinggi  ISIS yang juga seorang ulama,  Abu Bakr al-Baghdadi  telah dilatih   secara militer yang intensif selama satu tahun di bawah kendali Mossad. Selain latihan militer dan pengorganisasiannya,  dia juga dilatih dalam masalah teologi dan seni berbicara.
      Global Research, sebuah lembaga peneliti independen dari Canada menyebutkan bahwa seorang Rusia, pakar dalam studi oriental, Vyacheslav Matuzov, mengatakan pemimpin dari  Negara Islam Irak dan Levant (ISIL) Abu Bakr al-Baghdadi memiliki hubungan sangat dekat dan terus bekerja sama dengan Badan Intelijen Pusat AS (CIA). Matuzov menyatakan, “All facts show that Al-Baghdadi is in contact with the CIA and during all the years that he was in prison (2004-2009) he has been collaborating with the CIA,” katanya di Suara Radio Rusia, Selasa, 8 Juli 2014.
      Dia mengatakan bahwa AS tidak perlu menggunakan drone untuk mengamati ISIL, karena sudah memiliki  memiliki akses ke para pemimpin ISIL. Matuzov juga meyakini sejak komandan teroris merupakan sekutu AS, maka Washington tidak akan memerangi mereka. Mereka adalah bagian dari rencana besar dari AS, tegas Mantuzov.
      Dalam penelitiannya, menurut Global Research bahwa ISIL adalah kelompok ekstremis Takfiri yang awalnya adalah para pemberontak yang berjuang  melawan invasi pimpinan AS ke Irak pada tahun 2006. Kemudian ISIL sejak Tahun 2012 berkembang menjadi lebih besar di Suriah.  Kelompok ini dikenal bertanggung jawab atas pembunuhan massal dan tindakan ekstremis kekerasan di seluruh Suriah dan Irak.
      Dalam catatan Global Reserarch, pemimpin ISIL adalah  Abu Bakr Al-Baghdadi, yang pernah menjadi  seorang tahanan di penjara milik AS Bucca pada tahun 2004, kemudian dilepaskan pada tahun 2009 dan  mengumumkan dirinya sebagai khalifah dari negara Islam.  Beberapa informasi menyebutkan bahwa pejuang suku Kurdi mengungkapkan bahwa mereka telah menemukan bahan makanan kemasan buatan Israel di tempat persembunyian ISIL di Mosul dan kota Kirkuk.
      Beberapa laporan pengamat militer juga menyebutkan bahwa rumah sakit milik Israel telah merawat militan ISIL yang terluka dalam pertempuran. Bahkan Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu juga telah melakukan kunjungan ke rumah sakit lapangan yang didirikan oleh otoritas Israel di wilayah Suriah yang diduduki  ISIL untuk mengobati pemberontak yang luka akibat bertempur dengan pasukan Suriah.
      Informasi lain yang memperkuat adanya kaitan antara kelompok ISIL (ISIS) dengan badan intelijen AS, disampaikan oleh pejabat Yordania, bahwa anggota ISI telah dilatih disebuah markas rahasia di Yordania oleh instruktur dari Amerika Serikat. Pada minggu pertama bulan Juni 2014 mingguan Jerman Der Spiegel menulis bahwa militer AS telah melatih pemberontak Suriah di Yordania.
      Latihan di Yordania dilaporkan terutama pada penggunaan senjata anti-tank. Majalah Jerman itu melaporkan sebelumnya sekitar 200 orang pemberontak telah menerima pelatihan selama tiga bulan. Harian Inggris Guardian juga melaporkan bahwa AS  pada bulan Maret membantu pelatihan militer kepada  pemberontak Suriah di Yordania bersama dengan instruktur Inggris dan Perancis.  Reuters melaporkan juru bicara Departemen Pertahanan AS menolak berkomentar langsung pada laporan majalah Jerman itu. Kementerian luar negeri Prancis dan kementerian luar negeri dan pertahanan Inggris juga tidak mau berkomentar kepada Reuters.
      Kontroversi info intelijen Abu Bakr al-Baghdadi
      Abu Bakr al-Baghdadi dalam rangka upaya klaim sebagai keturunan Nabi Muhammad, melengkapi namanya menjadi Abu Bakr Al-Baghdadi Al-Hussein Al-Qurashi. Setelah AS melakukan Invasi ke Irak pada tahun 2003, al-Baghdadi membantu mendirikan kelompok militan, Jamaat Jaysh Ahl al-Sunnah wal-Jamaah (JJASJ), di mana ia menjabat sebagai kepala Komite penilaian kelompok.  Menurut catatan Departemen Pertahanan AS, Bakr al-Baghdadi kemudian ditangkap oleh pasukan AS dan ditahan di Camp Bucca diobawah kontrol pasukan AS dari awal Februari 2004 hingga awal Desember 2004. Dari catatan yang ada, al-Baghdadi setelah itu tidak pernah ditahan lagi (Wiki).
      Camp Bucca adalah  fasilitas penahanan militer AS di dekat Umm Qasr, Irak. James Skylar Gerrond, mantan pasukan keamanan perwira Angkatan Udara AS dan seorang komandan di Camp Bucca pada tahun 2006 dan 2007, mengatakan awal bulan Juli 2014 bahwa tempat tahanan itu untuk "menciptakan pressure cooker untuk ekstremisme."  Selain itu, Dr Kevin Barrett mengatakan, “Circumstantial evidence suggests that al-Baghdadi may have been mind-controlled while held prisoner by the US military in Iraq.”
      Al -Baghdadi dan kelompoknya bergabung dengan Mujahidin Shura Council (MSC) pada tahun 2006, di mana ia menjabat sebagai anggota Komite hukum MSC. Setelah mengubah nama MSC sebagai Negara Islam Irak (ISI) pada tahun 2006, al-Baghdadi Menjadi pengawas umum Komite penghakiman ISI dan anggota dari kelompok Dewan Konsultatif senior.
      Negara Islam Irak (ISI) juga dikenal sebagai Al-Qaeda di Irak atau AQI-Irak,  bagian dari organisasi militan Islam internasional Al-Qaeda. Al-Baghdadi diumumkan sebagai pemimpin ISI pada tanggal 16 Mei 2010, setelah tewasnya pendahulunya Abu Omar al-Baghdadi dalam serangan bulan April.  Antara Maret dan April 2011, ISI mengklaim 23 serangan di selatan Baghdad, semua menuduh telah dilakukan di bawah komando al-Baghdadi.
      Setelah serangan pasukan AS, Navy SEALs X-Team pada tanggal 2 Mei 2011 di Abbottabad, Pakistan yang menewaskan pemimpin tertinggi Al-Qaeda Osama bin Laden, al-Baghdadi merilis pernyataan memuja Osama bin Laden dan mengancam akan melakukan pembalasan  atas kematiannya.
      Pada 15 Agustus 2011, gelombang serangan bunuh diri ISI dimulai di Mosul yang mengakibatkan 70 orang tewas. Tak lama kemudian, ISI berjanji pada situs web untuk melakukan 100 serangan di seluruh Irak sebagai pembalasan atas kematian bin Laden. Baghdadi menyatakan bahwa kampanye ini akan menampilkan berbagai metode serangan, termasuk razia, serangan bunuh diri, bom pinggir jalan dan  serangan senjata ringan, di semua kota dan daerah pedesaan di seluruh negeri. ISI terus melakukan teror di Irak.
      Pada  8 April 2013, al-Baghdadi mengumumkan pembentukan Negara Islam Irak dan Levant (ISIL) yang diterjemahkan dari bahasa Arab sebagai Islamic State of Iraq and Syria.  Sebagai pemimpin ISIS,  al-Baghdadi menjalankan dan memimpin  semua aktivitas ISIS di Irak dan Suriah.
      ISIS kemudian terlibat konflik dengan Jabhat al-Nusra (Al-Nusra Front) yang diketahui sebagai perwakilan Al-Qaeda di Suriah.  Ketika mengumumkan pembentukan ISIS, al-Baghdadi menyatakan bahwa faksi jihad perang saudara Suriah, Jabhat al-Nusra juga dikenal sebagai Al-Nusra Front adalah bagian dari ISIS. Pemimpin Jabhat al-Nusra, Abu Mohammad al-Jawlani, mengajukan keberatan ke Emir Al-Qaeda, Ayman al-Zawahiri, yang kemudian mengeluarkan pernyataan  agar ISIS harus membatasi operasinya hanya di Irak dan keluar dari Suriah.   Pada bulan Januari 2014 Al-Nusra berhasil menmaksa ISIS keluar dari kota Raqqa, pada bulan Februari 2014 Al-Qaeda memutuskan hubungan dengan ISIS. Tetapi ISIS dengan berani menentang seruan Al-Qaeda tersebut.
      Pada tanggal 29 Juni 2014, ISIS   mengumumkan pembentukan khilafah, al-Baghdadi meresmikan dirinya sebagai Khalifah, dikenal sebagai Khalifah Ibrahim, dan ISIL (ISIS) berganti nama menjadi Islamic State (Negara Islam). Deklarasinya itu   banyak dikritik oleh pemerintahan negara-negara dan kerajaan di  Timur Tengah serta kelompok-kelompok jihad lainnya, serta juga oleh para teolog Muslim Sunni dan sejarawan.
      Yusuf al-Qaradawi, seorang pengajar terkemuka yang tinggal di Qatar menyatakan: "Deklarasi yang dikeluarkan oleh Islamic State itu   tidak sah menurut hukum dan memiliki konsekuensi yang berbahaya bagi Sunni di Irak dan pemberontakan di Suriah." Dia menambahkan bahwa gelar Khalifah "hanya dapat diberikan oleh seluruh bangsa dan kaum muslim di dunia, bukan oleh satu kelompok." Al-Baghdadi sebagai khalifah menyatakan mendesak umat Islam di seluruh dunia untuk pindah dan bergabung  ke Negara Islam baru itu.
      Catatan khusus : Pada tanggal 4 Oktober 2011, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat memasukan Abu Bakr al-Baghdadi sebagai teroris global yang khusus dicari dan mengumumkan hadiah hingga US $ 10 juta untuk informasi yang mengarah pada penangkapannya atau kematiannya.  Dalam pemberian hadiah besar lainnya bagi kalangan teroris, hanya Ayman al-Zawahiri, pimpinan tertinggi Al-Qaeda yang tercatat lebih tinggi dihargai kepalanya yaitu US $ 25 juta.
      Analisis
      Dari beberapa fakta diatas, terlihat adanya perbedaan informasi penahanan pimpinan ISIS Abu Bakr al-Baghdadi  yang kini mengangkat dirinya menjadi Khafilah Negara Islam. Pakar dari Rusia dalam studi oriental, Vyacheslav Matuzov menyatakan Baghdadi telah ditahan di AS selama empat tahun dan kemudian dilepas dan menjadi agen CIA. Sementara informasi lain (Wiki) menyebutkan referensi Departemen Pertahanan AS menyatakan al-Baghdadi hanya ditahan selama 10 bulan di penjara (Camp Bucca) dari bulan Februari-Desember 2004. Nampaknya informasi Matuzov tidak akurat, karena sejak 2006 Baghdadi diketahui kembali aktif di kawasan Irak.
      Tetapi nampaknya ada kemungkinan pada tahun 2005 selama setahun Al-Baghdadi menghilang, dia sedang menjalani latihan di Yordania dibawah pelatih dari Mossad, karena Baghdadi baru diberitakan muncul dan aktif pada 2006 bergabung pada  Mujahidin Shura Council (MSC). Baghdadi kemudian mengubah nama MSC menjadi  Negara Islam Irak (ISI), dan pada 16 Mei 2010 dia menjadi pimpinan tertinggi. Selama aktif di ISI diketahui Baghdadi ikut beroperasi sebagai organisasi militant Al-Qaeda di Irak atau AQI-Irak.
      Kiprah al-Baghdadi kemudian mulai bersinar setelah ISIS melebarkan sayap ke Suriah dan melakukan serangan bom bunuh diri di Mosul pada 15 Agustus 2011. ISIS dibawah kepemimpinan Abu Bakr al-Baghdadi kemudian terus melakukan serangan bom bunuh diri di Irak dan Baghdadi mengeluarkan pernyataan akan membalas kematian Osama bin Laden yang ditembak mati Pasukan Khusus AS Navy SEALs pada 2 Mei 2011.
      Nah, pada tanggal 4 Oktober 2011 itu, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengumumkan memasukkan nama Baghdadi sebagai teroris global yang namanya dicari dan kepalanya dihargai US $ 10 juta. Pengumuman ini yang sangat menarik perhatian, karena seperti dikatakan oleh pakar Rusia Matuzov, Baghdadi adalah agen binaan CIA yang dilatih oleh Mossad. Apakah ini merupakan upaya pengamanan agen seperti yang biasanya dilakukan badan intelijen? Biasa disebut sebagai upaya desepsi pengamanan agen agar tidak terbaca oleh counter intelligence lawan.
      Kiprah al-Baghdadi kemudian semakin menjadi-jadi. Pembentukan ISIS (ISIL) pada 8 April 2013 semakin menunjukkan kepercayaan diri dan anak buahnya. Dikabarkan di daerah operasi Suriah, sebagian besar milisi asing kemudian bergabung ke ISIS. Al-Baghdadi tidak perduli, siapapun yang dianggap bertentangan akan diserangnya. ISIS ini telah mendapatkan reputasi untuk aturan brutal di daerah yang dikendalikannya. Semua diatur dengan hukum syariat Islam yang sangat keras, mereka yang beragama selain Islam dipaksa masuk Islam atau membayar pajak, dan apabila menolak akan dipenggal kepalanya.
      Konflik ISIS dengan pemerintahan negara-negara di Timur Tengah semakin menjadi-jadi terutama setelah dia mengumumkan Negara Islam versi Baghdadi, dimana dia menjadi Khalifah pada tanggal 29 Juni 2014. Al-Baghdadi mendesak umat Islam di seluruh dunia untuk pindah dan bergabung dengannya.
      Kini, Islamic State bentukan Al-Baghdadi semakin kuat, mempunyai ribuan pasukan bersenjata, memiliki peralatan perang hasil rampasan dari pasukan Irak di Mosul. Dengan idenya membentuk negara Islam yang menerapkan syariat Islam dengan keras, disatu pihak dia tidak disukai, tetapi dilain pihak dia dipuja. Sebagai contoh, di Indonesia ada kelompok yang melakukan ba'iat kepada al-Baghdadi tidak peduli apa yang dilakukannya dan dimanapun dia berada, yang penting kata mereka, ada tokoh yang menyuarakan negara Islam dan telah membuktikan keberhasilan langkah militernya untuk menguasai sebuah negara.
      Jadi memang benar,  ISIS bukanlah aliran agama yang berisi ajaran teologi dan ritual keagamaan. ISIS atau faham Islamic State Baghdadi adalah  gerakan politik yang bisa mengancam kedaulatan dan konstitusi.  ISIS termasuk dalam kategori gerakan transnasional politik agama. Itulah sebabnya organisasi ini dinilai sangat berbahaya apabila terbentuk dan kemudian membesar. Tujuannya apabila berkembang  di Indonesia hanya satu, yaitu akan merebut dan mengubah dasar negara Pancasila dan UUD 1945.
      Nah, kini yang menjadi pertanyaan, apakah memang ISIS dan Abu Bakr al-Baghdadi adalah bentukan tiga badan intelijen dari tiga negara? Memang bisa diakui bahwa keberadaan ISIS yang kemudian berkembang menjadi IS (Islamic State) telah menimbulkan konflik kepelbagai pejuru. al-Baghdadi telah menabrak semua pihak yang bertikai, dan ada satu dimana dia tidak terlibat, yaitu dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Disinilah point penting, pada masa mendatang kita akan melihat apakah mereka justru merupakan bemper dari Israel?
      Kesimpulannya, antara politik dan intelijen memang merupakan dua komponen intelijen strategis yang sangat erat kaitannya di wilayah konflik Timur Tengah itu. Kini si principle agent memasukkan komponen sosial sebagai bumbu penyedap dan komponen militer sebagai unsur penekan dan diplomasi. Kita harus siap jangan sampai kemasukan atau terjadi infiltrasi komponen militer, karena komponen sosial politik sudah mulai melakukan infiltrasi kedalam negeri.
      Walau target ISI pada awalnya hanya untuk menimbulkan gelombang kejut serta penciptaan instabilitas di kawasan Timur Tengah,  penulis agak khawatir al-Baghdadi akan menjadi bola liar memantul ke pejuru dunia. Indonesia mereka pasti  ketahui masih banyak kaum muslim yang tidak faham apabila dimanfaatkan untuk sebuah kepentingan politik sepihak. Banyak pasti yang akan terkejut dan kecewa apabila memang benar informasi Snowden itu, ISIS juga buatan Mossad yang  dibuat untuk melindungi Israel.
      Disinilah intelijen dan aparat keamanan sebaiknya mewaspadainya, karena faham ini sudah merembes lebih dari empat bulan tanpa adanya langkah counter yang pasti dan tegas. Kata teman penulis, "untung ada video Youtube itu, kita jadi tersadar."
×

Important Information

Kami menggunakan cookie. Mereka tidak menakutkan, tetapi beberapa orang berpikir mereka. Terms of Use & Kebijakan Privasi