Jump to content

Ekuador Habiskan Jutaan Dolar AS untuk Memantau Tamu Pendiri Wikileaks


DragonJebol

Recommended Posts

  • Premium Account

1895639679_JulianAssange.jpg.6537d366d6be20efb89f803ba0b15c48.jpg

Pemerintah Ekuador disebut telah membiayai operasi mata-mata bernilai jutaan dolar, untuk melindungi dan mendukung Julian Assange di kedutaan besarnya di London, Inggris.

Menurut laporan The Guardian yang dikutip oleh South China Morning Post pada Rabu (16/5/2018), operasi mata-mata itu bahkan turut mempekerjakan sebuah perusahaan keamanan internasional dan agen rahasia khusus, untuk mengawasi para pengunjung, staf kedutaan dan bahkan polisi Inggris.

Selama lebih dari lima tahun, Ekuador menggelontorkan setidaknya 5 juta dolar AS (sekitar Rp 70,5 miliar) ke dalam anggaran intelijennya.

Komponen biaya tersebut, salah satunya, digunakan sebagai 'ongkos' Operasi Hotel (Operation Hotel) yang bertujuan melindungi pendiri WikiLeaks ketika ia mendapat kunjungan dari Nigel Farage, seorang anggota kelompok nasionalis Eropa yang disebut memiliki keterkaitan dengan Kremlin.

Operasi mata-mata pemerintah Ekuador itu juga dilakukan terhadap tamu-tamu Assange lainnya, termasuk peretas, aktivis, pengacara, dan jurnalis.

Menurut dokumen milik Badan Intelijen Ekuador, yang dikenal dengan nama Senain, dari Juni 2012 hingga akhir Agustus 2013, Operasi Hotel telah menghabiskan biaya sebesar 972,889 dolar AS, atau setara dengan Rp 13,7 miliar.

Jumlah tersebut digunakan untuk membiayai pembelian dan perawatan kamera pengawas yang dipasang di seluruh sudut Kedutaan Besar Ekuador di London, sejak masuknya Assange lebih dari setengah tahun lalu.

Pada saat yang sama, dokumen terkait menunjukkan kontrak rahasia dengan perusahaan keamanan internasional, yang ditugaskan untuk mendata dan memantau semua aktivitas di kedutaan.

Perusahaan memasang sebuah tim yang menyediakan layanan pemantau keamanan 24 jam selama tujuh hari penuh, yang ditempatkan di sebuah apartemen dengan harga sewa 3.800 dolar AS (sekitar RP 53 juta) per bulan, tidak jauh dari Kedubes Ekuador yang berlokasi di wilayah Knightsbridge, London.

Selain itu, tugas personil keamanan terkait adalah mencatat setiap beberapa menit sekali kegiatan harian Assange, termasuk interaksinya dengan staf kedutaan, tim hukum, dan pengunjung lainnya.

Bahkan, mereka juga diketahui mendokumentasikan perubahan suasana hati Assange, dan kemudian menganalisanya.

Assange juga diwajibkan mengkonsultasikan terlebih dahulu tentang siapa saja yang hendak datang berkunjung.

Para tamu diharuskan melewati zona keamanan khusus, dan wajib meninggalkan paspor kepada petugas yang berjaga di pintu masuk utama.

Paspor dibutuhkan untuk membuat profil yang menggambarkan kunjungan, dan memberikan rincian latar belakang semua tamu Asaange

Hal itu dilakukan karena pemerintah Ekuador khawatir pihak berwenang Inggris dapat menggunakan kekuatan teritorial untuk memasuki kedutaan dan merebut Assange.

Penahanan paspor juga dimaksudkan untuk menghindari risiko pejabat Ekuador datang dengan rencana untuk membantunya melarikan diri.

Link to comment
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
×
×
  • Create New...