Jump to content

Wikileaks Bocorkan Ribuan Data Karyawan Imigrasi Amerika Serikat


Guest whatsapp-man

Recommended Posts

Guest whatsapp-man

wikileaks.thumb.jpg.fb9bc6247d0f412f2734033f01d6dce9.jpg

Wikileaks membocorkan informasi profil LinkedIn ribuan karyawan Imigrasidan Bea Cukai AS (ICE) menyusul kebijakan keras pemerintahan Donald Trump terhadap imigran gelap yang masuk ke Amerika Serikat. Bocoran profil karyawan muncul di situs web "ICEPatrol" milik ICE dan menampilkan informasi profesional dan pribadi dari profil jejaring sosial pegawai imigrasi Amerika Serikat.

Informasi seperti foto, jabatan, riwayat pekerjaan, pendidikan dan kota, muncul di banyak profil LinkedIn. Namun tidak diketahui berapa banyak karyawan yang ditargetkan, tetapi situs merilis 9243 profil. Departemen Keamanan Dalam Negeri tidak berkomentar terkait pembocoran ini dan situs ICEPatrol tidak bisa diakses.

"ICEPatrol adalah sumber daya publik yang penting untuk memahami program ICE dan meningkatkan akuntabilitas, terutama mengingat tindakan yang diambil oleh ICE belakangan ini, seperti pemisahan anak-anak dan orang tua di perbatasan Amerika Serikat," kata Wikileaks, seperti dikutip The Sunday Morning Herald.

Awalnya database karyawan disusun oleh aktivis yang berbasis di New York, Sam Lavigne, yang menjaring situs profil profesional LinkedIn untuk mengidentifikasi sekitar 1.600 orang yang bekerja untuk ICE. Basis data termasuk informasi publik seperti jabatan atau foto profil para petugas.

"Karena ICE terus meningkatkan upaya pengawasan dan penahanannya yang tidak manusiawi, saya percaya penting untuk mendokumentasikan apa yang terjadi, dan oleh siapa, dengan cara apa pun yang kami bisa," tulis Sam Lavinge, seperti dilansir dari Russia Today.

Lavigne mempublikasikan hasil kerjanya ke GitHub dan Medium, tetapi keduanya untuk menghapus publikasi database, karena alasan melanggar aturan komunitas. Twitter juga memblokir beberapa akun yang digunakan untuk berbagi tautan ke database. Namun WikiLeaks menjadi pembocor database kontroversial dan bahkan  membocorkan lebih banyak data yakni 9.200 lebih profil.

Kebocoran ini terjadi di tengah meningkatnya reaksi terhadap kebijakan imigrasi tanpa toleransi pemerintah Amerika Serikat yang memisahkan 2300 lebih anak-anak dari orang tua mereka yang melintasi perbatasan Amerika Serikat-Meksiko.

Link to comment
Share on other sites

  • 3 weeks later...
Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
×
×
  • Create New...