Jump to content
  1. kotawa

    kotawa

  2. Sam

    Sam

  • Similar Content

    • By VOAIndonesia
      Mustang Panda adalah sebuah kelompok peretas Tiongkok yang dicurigai berusaha menyusup ke dalam sistem komputer pemerintah Indonesia pada bulan lalu.
      Pelanggaran yang dilaporkan ini, yang telah dibantah oleh pihak Indonesia sendiri, sesuai dengan pola kampanye mata-mata di dunia maya yang baru-baru ini dilakukan oleh China.
      Seorang pakar mengatakan dalam satu tahun terakhir ini, serangan-serangan seperti ini semakin sering terjadi, dan dilakukan dengan tujuan untuk mencari data intelijen terkait isu sosial, ekonomi, dan politik dari negara-negara Asia dan negara-negara lain di seluruh dunia.
      “Ada pelonjakan,” kata Ben Read, direktur analisis mata-mata dunia maya di Mandiant, sebuah perusahaan keamanan dunia maya, dalam wawancara dengan VOA.
      "Operasi siber yang dilancarkan oleh China ini merupakan kampanye yang cukup luas dan tidak dibatasi sama sekali,” tambahnya.
      Selama bertahun-tahun China dianggap sebagai musuh utama Amerika Serikat dalam dunia dunia maya.
      Negara tersebut dianggap memiliki tim-tim yang terkoordinir baik di dalam maupun di luar pemerintahan yang dapat melakukan kampanye memata-matai di dunia maya yang “berskala besar dan tidak membeda-bedakan,” demikian kata Josephine Wolff, seorang profesor kebijakan keamanan siber di Tufts University.
      Peretasan pada tahun 2014-2015 terhadap Kantor Manajemen Personalia Pemerintah Federal OPM Amerika di mana catatan personil 22 juta pekerja federal terancam terganggu merupakan contoh dari “penggalian besar-besaran” yang dilakukan oleh China, kata Wolff.
      Setelah ada persetujuan keamanan dunia maya antara Presiden Obama dan Presiden Xi Jinping pada tahun 2015 lalu, menurut para pakar, serangan dari China telah berkurang, paling tidak terhadap dunia Barat. (jm/em)
    • By pasmantap
      Kondisi lockdown akibat pandemi membuat pertumbuhan yang pesat untuk game. Bagaimana tidak, jumlah pemain game makin banyak dengan durasi permainan yang juga meningkat signifikan.
      Meski dunia lebih aman dari pandemi pada tahun 2021 ini, permintaan akan game tetap ada. Nilai industri game ditaksir mencapai USD 175,5 miliar pada akhir 2021.
      Seiring dengan pesatnya pertumbuhan industri game, Kaspersky menganalisis serangan dengan malware dan software berbahaya lain yang menyamar sebagai 24 game PC dan 10 game ponsel terpopuler 2021.
      Hasilnya, ancaman siber yang menyerang game melonjak seiring masa lockdown di kuartal 2 (Q2) 2020. Kaspersky mendeteksi terdapat 2,48 juta ancaman siber terkait game pada Q2 2020.
      Dikutip dari rilis Kaspersky, Rabu (1/9/2021), jumlah ini meningkat 66 persen dibanding kuartal 1 2020, yakni 1,48 juta serangan.
      Namun pada 2021, jumlah serangan dan pengguna terinfeksi menurun menjadi 636.904 serangan pada kuartal kedua 2021.
      Pada awal pandemi, jumlah pengguna game mobile yang terpengaruh naik 185 persen, dari 1.138 pengguna (Februari 2020) menjadi 3.253 pengguna (Maret 2020). Namun terjadi penurunan serangan pada kuartal kedua 2020 dibandingkan kuartal kedua 2021.
      Game Paling Banyak Dimanfaatkan

       
      Minecraft menjadi game kategori PC dan seluler yang paling sering dimanfaatkan untuk menyamarkan software dan malware berbahaya lainnya.
      Hal ini tidak lepas dari banyaknya software modifikasi tambahan yang bisa dipasang di game Minecraft untuk meningkatkan pengalaman. Biasanya mod yang dibuat tidak resmi sehingga penjahat siber bisa mudah menyelipkan muatan atau software berbahaya.
      Dari Juni 2020-Juni 2021, 36.336 file disamarkan sebagai Minecraft dan 184.887 PC telah terdampak, serta mengakibatkan 3 juta percobaan infeksi.
      Judul lain yang juga sering disamarkan dan disusupi malware adalah The Sims 4 (terdeteksi 1,2 juta kali), PUBG (terdeteksi 484 ribu kali), Fortnite (terdeteksi 267 ribu kali), dan Grand Theft Auto V (terdeteksi 187 ribu kali).
      Sebagian besar file yang didistribusikan dengan kedok game populer merupakan downloader, yakni program yang mampu mengunduh adware dan software lain ke perangkat terinfeksi.
      Pengguna PC dan smartphone menghadapi ancaman yang jauh lebih serius termasuk Trojan-stealers (dirancang untuk mencuri data terkait mata uang kripto dan data lainnya), Trojan-banking, dan backdoor.
      Perkembangan Kripto Turut Ikut Andil
       
      Peneliti Keamanan Kaspersky Anton V. Invanov mengatakan, makin banyak pengguna menghadapi ancaman yang disamarkan sebagai game.
      "Dua cara populer menyebarkan ancaman adalah halaman phishing yang menargetkan pengguna game dan cara kedua adalah situs warez, yakni kampanye terkoordinasi yang mendistribusikan penetes berbahaya melalui situs tersebut," kata Invanov.
      Ia menambahkan, seiring perkembangan fitur dan mata uang kripto dalam game, industri game jadi lebih menarik bagi pelaku kejahatan siber.
      "Risiko terburuk mengenai ancaman terkait game adalah hilangnya kredensial akun, baik itu detail login ke akun game hingga aplikasi perbankan atau mata uang kripto," katanya.
    • By pasmantap
      Indonesia kembali dibayang-bayangi kasus pelanggaran data yang 'menelanjangi' informasi sensitif milik masyarakat, pejabat, dan bahkan negara.
      Belum tuntas kasus kebocoran data pribadi penduduk Indonesia yang melibatkan BPJS Kesehatan dan dijual di forum online, kini muncul kasus dugaan kebocoran 1,3 juta data pengguna eHAC atau Electronic Health Alert Card yang dikelola Kementerian Kesehatan (Kemenkes)--baru-baru ini diungkap oleh peneliti vpnMentor.
      eHAC merupakan aplikasi yang berfungsi untuk melakukan verifikasi (test and trace) penumpang selama berpergian. Aplikasi ini wajib untuk setiap wisatawan dari negara atau wilayah tertentu untuk memastikan mereka tidak membawa virus corona ke Indonesia.
      Karena tak hanya melibatkan pengguna lokal, tetapi juga warga negara asing (WNA) yang masuk ke Tanah Air, kasus ini dinilai mencoreng nama Indonesia di mata dunia dan memberikan rapor merah kepada tim IT Kemenkes.
      "Kebocoran data eHAC mencoreng nama Indonesia di mata dunia, karena eHAC diwajibkan untuk di-install bagi orang asing yang masuk ke Indonesia," kata Pengamat Keamanan Siber, Alfons Tanujaya, Rabu (1/9/2021).
      Ia menilai kasus ini mencoreng nama Indonesia karena pemerintah ingin minta data orang (WNA), tetapi tidak mampu mengamankan dan mengelolanya dengan baik. Pendiri Vaksincom tersebut bahkan tak ragu memberikan rapor merah kepada tim IT Kemenkes yang mendapat informasi tentang dugaan akses pihak ketiga, tetapi tidak memberikan respons selama berminggu-minggu.
      "Catatan merah perlu diberikan kepada tim IT Kemenkes yang dikontak, tetapi tidak ada tanggapan hingga berminggu-minggu," tutur Alfons.
      Sebagai informasi, peneliti vpnMentor mengaku telah menghubungi Kemenkes untuk memberitahu temuan pelanggaran data ini pada 22 dan 27 Juli 2021 waktu Indonesia. Namun mereka mengklaim tidak mendapatkan tanggapan dari Kemenkes mengenai temuan tersebut.
      "Tim kami membobol data eHAC tanpa rintangan sama sekali karena tidak adanya protokol yang digunakan oleh pengembang aplikasi. Ketika database diteliti dan dipastikan keasliannya, kami langsung menghubungi Kementerian Kesehatan Indonesia dan menyerahkan hasil temuan kami," kata tim peneliti vpnMentor.
      Karena tak mendapat respons dari Kemenkes, VpnMentor lantas menghubungi pihak lain, yaitu Indonesia's Computer Emergency Response Team (CERT) 23 Juli 2021 dan Google sebagai penyedia hosting eHAC pada 26 Juli 2021 waktu Indonesia. Namun, temuan vpnMentor tersebut juga tidak mendapat tanggapan.
      Hingga awal Agustus, tidak ada respons dari pihak-pihak tersebut. Lalu vpnMentor kembali mencoba mengontak institusi lain, termasuk Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) pada 23 Agustus 2021 waktu Indonesia.
      Menurut vpnMentor, BSSN langsung merespons laporan mereka di hari yang sama. Dua hari kemudian, pada 25 Agustus 2021 waktu Indonesia, server eHAC sudah di-take down. vpnMentor memperkirakan ada lebih dari 1,3 juta pengguna yang bisa menjadi korban kebocoran data ini.
      Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Anas Maruf mengakui pihaknya baru merespons temuan vpnMentor pada 23 Agustus 2021, setelah laporan kerentanan kebocoran data eHAC itu diverifikasi BSSN. Meski begitu, Anas tidak menjelaskan kenapa saat vpnMentor memberitahu temuannya pihak Kemenkes tidak langsung menanggapi.
      Setelah mendapat pemberitahuan dari BSSN, Kemenkes baru kemudian melakukan penelusuran dan menemukan kerentanan tersebut pada platform mitra eHAC. "Kementerian Kesehatan langsung melakukan tindakan dan kemudian dilakukan perbaikan-perbaikan pada sistem tersebut," ungkap Anas.
    • By Brenda_Christie
      Aktivitas digital tak dipungkiri juga membawa kerentanan data-data yang diakses. Misalnya, data pribadi seperti identitas kependudukan.
      Beberapa waktu lalu terjadi kebocoran data yang melibatkan 279 juta data penduduk Indonesia yang diduga berasal dari server BPJS Kesehatan. Data itu diketahui dijual hacker di salah satu forum.
      Kendati demikian, lembaga resmi mengklaim telah memiliki standar keamanan data yang tersertifikasi. Seperti misalnya ISO 27001, Indeks Keamanan Informasi (KAMI), hingga Control Objective for Information & Related Technology (Cobit).
      Antivirus Specialist Vaksincom, Alfons Tanujaya, memandang bahwa sertifikasi keamanan bukan jaminan aman sebuah lembaga kebal dari kebocoran data.
      “Namun perlu diingat, sekuriti adalah proses dan jangan menjadikan sertifikasi sebagai tujuan akhir karena justru sebaliknya sertifikasi merupakan awal dari suatu proses yang harus dijalankan secara disiplin dan berkesinambungan guna mengamankan dengan baik data yang dikelola,” kata pria yang juga dikenal sebagai pengamat keamanan siber, melalui keterangannya, Selasa (15/6/2021).
      Ia menambahkan kalau sertifikasi boleh saja menjadi acuan, namun tidak sebagai jaminan keamanan yang pasti tanpa celah.
      Dasar Kerja Administrator Data
      Dalam penilaiannya, sebuah pertanyaan besar jika sebuah lembaga yang telah memiliki sertifikat keamanan masih mengalami kebocoran data. Jika semua sistem, prosedur dan proses pencatatan (log) dilakukan dengan baik, maka dalam waktu singkat segera diketahui sumber kebocoran data itu.
      Alfons menyebut langkah ini yang jadi dasar kerja administrator pengelola data sehingga bisa jadi pembelajaran pengelolaan data khususnya yang berhubungan dengan data publik.
      “Sehingga mampu meningkatkan kemampuan pengelolaan data publik dengan baik,” tulisnya.
      Alfons mengatakan langkah-langkah yang seharusnya menjadi perhatian lembaga terkait. Seperti izin akses pihak ketiga hingga keamanan dalam transmisi data.
      “Mungkin kita bisa bertanya, apakah hak akses yang diberikan kepada pihak ketiga pengakses data sudah dibatasi dengan baik dan benar? Apakah data yang di transmisikan tersebut di enkripsi dan akses data hanya diakses seperlunya dengan terbatas oleh pihak ketiga,” tuturnya.
      Tak Bisa Diganti
       
      Di sisi lain, mengacu pada kejadian kebocoran data yang pernah terjadi melibatkan e-commerce, Alfons menyoroti langkah yang dilakukan. E-commerce seperti Tokopedia yang pernah mengalami kebocoran data itu langsung melakukan antisipasi dengan mengaktifkan 2-Factor-Authentication.
      Dengan demikian dampak kebocoran tersebut bisa diminimalisir memandang data pengguna adalah satu hal penting yang perlu dijaga perusahaan.
      “Tetapi lain halnya dengan data kependudukan. Bagaimana mungkin kita bisa mengganti Nama, NIK, Tempat/Tanggal lahir, Jenis Kelamin dan Alamat yang ada di KTP? Atau kalau data KK yang bocor lalu siapa yang berani nekad mengganti data istri dan anak?,” tegasnya.
      Perlu jadi perhatian khusus bagi siapa pun yang mengelola data, bahwa datanya akan jadi incaran utama penjahat digital yang ingin mengambil keuntungan.
      “Tidak ada hal yang bisa dilakukan pemilik data untuk mencegah kebocoran data ini karena bukan ia yang mengelola data tersebut. Dan hal yang cukup menggelitik rasa keadilan adalah pemilik data tidak melakukan kesalahan dan tidak menyebabkan kebocoran data tersebut, tetapi ia yang harus menanggung akibat dari kebocoran data,” tandas Alfons.
    • By Jennifer_Wirayang
      Konsumsi camilan alias ngemil tidak layak Anda salahkan sepenuhnya atas kenaikan berat badan. Justru dengan camilan yang tepat, kebutuhan gizi, kalori terpenuhi sehingga Anda tetap bisa beraktivitas dengan energi dan konsentrasi penuh.
      Sebaiknya jaga agar konsumsi camilan tidak mengganggu konsumsi makan utama. Kemudian jaga pula jenis camilan yang dikonsumsi. Sangat baik jika Anda membuat sendiri camilan untuk dikonsumsi di rumah. Dengan trik sederhana, camilan buatan sendiri bakal lebih menyehatkan dan dikonsumsi tanpa rasa bersalah.
      1. Ganti mentega dengan puree alpukat
      Saat membuat kue, coba ganti butter atau mentega dengan puree alpukat atau alpukat tumbuk. Menurut Samantha Cassetty, ahli gizi, trik ini akan mengurangi kandungan lemak secara keseluruhan sekaligus meningkatkan serat dan kandungan nutrisi termasuk pasokan vitamin K, E, folat, dan kalium.
      Di samping itu, penggunaan alpukat akan menggantikan lemak jenuh yang kurang sehat dengan lemak tak jenuh yang sehat. Disarankan untuk menggunakan puree alpukat setara dengan kebutuhan mentega.
      Namun jika Anda khawatir dengan semburat warna hijau pada kue, coba gunakan untuk kue-kue berwarna gelap.
      2. Selipkan chickpea
      Meski terdengar aneh, chickpea atau kacang Arab begitu fleksibel ditambahkan pada kue-kue kering atau kukis. Rasanya juga cenderung tawar sehingga tidak banyak merusak rasa asli pangan.
      "Kacang Arab memberikan asupan protein dan serat, juga beberapa nutrisi termasuk magnesium, zinc, zat besi dan folat," jelas Cassetty, seperti dikutip Real Simple.
      3. Gunakan chia seed atau flaxseed daripada telur
      Resep-resep vegan umumnya sama sekali tidak menggunakan telur. Telur akan diganti dengan flaxseed atau chia seed. Meski Anda bukan kaum vegan, tak ada salahnya trik ini dicoba.
      Seperti dilansir Eat This, Not That!, untuk membuat telur vegan, kombinasikan satu sendok makan chia seed atau flaxseed dan tiga sendok makan air. Biarkan biji terendam selama 10-15 menit hingga memiliki konsistensi seperti telur. Biji-bijian ini merupakan superfood yang membantu pencernaan dan mengandung omega 3.
      4. Mengurangi takaran gula
      Anda tidak harus tunduk 100 persen pada apapun yang tertulis dalam resep. Kadang resep kue atau camilan mewajibkan takaran gula sekian sendok. Di sini Anda bisa mengurangi takarannya agar asupan gula lebih terkontrol.
      Untuk memberikan rasa manis, Anda bisa menggunakan pemanis alami seperti madu, sirup maple, gula kelapa atau kurma. Meski deret bahan ini merupakan pemanis alami, tetap perhatikan jumlah yang akan dipakai.
      5. Sedikit modifikasi pada buah
      Cassetty mengatakan dirinya tidak pernah menggunakan potongan buah polos begitu saja untuk cake atau kue. Justru berikan sedikit modifikasi agar buah 'naik level'.
      "Satu cara favorit saya adalah membuat potongan apel yang ditumis bersama kayu manis lalu diberi topping walnut. Opsi lainnya, memanaskan buah beku selama 30 detik hingga berair dan lalu diaduk dengan satu sendok teh chia seed. Biarkan campuran ini selama 30 menit hingga jadi gel. Lalu berikan topping granola rendah gula," ujarnya.
      6. Maniskan dengan pisang
      Menyelipkan pisang adalah salah satu cara terbaik untuk memberikan rasa manis daripada menambahkan gula. Untuk rasa super manis, gunakan pisang yang sudah benar-benar matang.
      Pisang kaya akan glukosa alami yang mudah dicerna dan memberikan energi tanpa lonjakan gula darah yang parah. Pisang bisa Anda gunakan untuk mengganti sebagian tepung terigu untuk membuat kue.
      7. Tambahkan rempah-rempah
      Tak ada salahnya menggunakan rempah-rempah untuk campuran kue atau camilan lain. Apalagi rempah bisa Anda jadikan trik untuk alternatif pangan dengan campuran gula. Kayu manis atau pala untuk muffin atau cake pisang bisa menggantikan sebagian gula tambahan yang tidak perlu.
      8. Kacang-kacangan untuk tekstur
      Selama ini kacang-kacangan disarankan untuk dijadikan camilan. Kadang tak harus dikonsumsi begitu saja, kacang-kacangan bisa Anda jadikan pengganti tepung untuk membuat kue.
      Tak perlu seluruh tepung Anda ganti, tetap gunakan sebagian tepung dan sebagian kacang-kacangan seperti kacang Arab atau kacang hitam. Selain tambahan nutrisi, kacang akan memberikan tekstur tanpa mengubah rasa kue.
      9. Ganti minyak atau lemak dengan Greek yoghurt
      Lemak tetap baik untuk tubuh jika dikonsumsi dalam jumlah terbatas. Untuk camilan-camilan dengan bahan minyak atau lemak, coba ganti dengan Greek yoghurt atau yoghurt Yunani.
      Yoghurt akan memberikan hidrasi pada pangan, fleksibel untuk hidangan manis maupun gurih juga memiliki kandungan probiotik, kalsium dan protein.
×
×
  • Create New...