Jump to content
Brenda_Christie

Instagram Bisa Lacak Waktu Penggunaan Aplikasi per Hari

Recommended Posts

instagram.thumb.jpg.601fa74c9ec67ce6d169162d886c19a4.jpg

Serupa fitur Screen Time baru Apple di iOS 12 yang berfungsi mengukur jangka waktu yang dihabiskan di iPhone setiap harinya, Instagram dilaporkan berencana menawarkan fitur serupa.

Informasi ini diperoleh dari gambar yang dirilis Jang Manchun Wong dari kode APK Android aplikasi Instagram. Menurut Wong, jejaring sosial yang telah diakuisisi Facebook ini menyebut fitur tersebut dengan nama User Insight.

Fitur tersebut berfungsi menampilkan seberapa sering pengguna Instagram mengakses aplikasi setiap harinya.

Dan serupa dengan fitur Take a Break Reminder di YouTube, pengguna dapat mengatur agar aplikasi mengirimkan pemberitahuan saat telah menggunakan Instagram untuk jangka waktu tertentu yang telah dipilih. Instagram juga turut menghadirkan fitur lain terkait dengan pengingat waktu penggunaan aplikasi.

Fitur lain ini akan memungkinkan pengguna Instagram membatasi jumlah notifikasi yang diterima dari aplikasi. Secara teori, fitur ini dinilai akan membantu pengguna Instagram dalam mengurangi waktu penggunaan aplikasi.

Menu berikon tiga garis bertumpuk secara horisontal baru pada halaman profil dilaporkan akan menampilkan menu berisi tautan ke fitur User Insight.

Fitur ini belum resmi diluncurkan oleh Instagram, namun fitur ini dinilai selaras dengan tren yang saat ini berkembang, mengarah ke penggunaan smartphone lebih sehat.

Pengguna smartphone akan mendapati sejumlah aplikasi populer untuk menghadirkan fitur serupa seperti yang akan dihadirkan Instagram ini, meski sejumlah pihak meragukan akan terdapat banyak pengguna yang diperkirakan akan menghentikan aktivitasnya di smartphone saat alarm pengingat tersebut berbunyi.

Sebelumnya, Instagram mengonfirmasi tidak lagi menguji fitur pemberitahuan saat pengguna lain mengambil screenshot pada Story, setelah sejumlah pengguna dilaporkan menyampaikan ketidaksukaan mereka terhadap fitur tersebut melalui jejaring sosial Twitter.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...

  • Similar Content

    • By ega
      Mark Zuckerberg, selaku pemilik Facebook berencana untuk menggabungkan tempat bertukar pesan pada sosial media miliknya — Whatsapp, Instagram, dan Facebook Messenger. Tindakan ini membuat Mark terlihat seperti ingin unjuk gigi disaat bisnisnya babak belur diserang skandal dalam dua tahun terakhir.
      “Kedepannya ketiga tempat bertukar pesan tersebut akan menjadi satu aplikasi yang berdiri sendiri tetapi secara teknikal akan digabungkan dengan satu infrastruktur” kata empat orang yang terlibat dengan pembuatan aplikasi tersebut. Hal ini berarti akan membawa tempat pengiriman pesan terbesar dalam tiga aplikasi di dunia dengan pengguna lebih dari 2.6 miliar untuk dapat berkomunikasi lintas aplikasi untuk pertama kalinya.
      Pergerakan ini bisa dibilang sekaligus untuk mendata ulang berapa banyak orang yang sering menggunakan ketiga aplikasi tersebut sambil Facebook terus meningkatkan penggabungan industri, privasi dan keamanan. Tetapi hal ini juga semakin menegaskan jika Mark ingin memaksakan kehendaknya padahal, dulu Mark pernah bersumpah untuk tidak mengutak-atik ketiga aplikasi tersebut dan membiarkan ketiga aplikasi tersebut terpisah.
      “Rencananya proses penggabungan ini akan diselesaikan pada akhir tahun ini atau pada awal tahun 2020 dan membutuhkan ribuan pegawai Facebook untuk mengatur ulang cara WhatsApp, Instagram dan Facebook Messenger berfungsi.” kata orang yang tergabung dalam pergerakan ini dan tidak dapat disebutkan namanya karena hal ini bersifat rahasia.
      Mark juga berencana untuk mengunci percakapan pada aplikasi tersebut dengan end-to-end encryption yang mana melindungi percakapan pesan sehingga hanya orang yang bersangkutan yang dapat melihat isi pesan. “Kami membangun pengiriman pesan secepat dan serahasia mungkin. Kami juga membuka jalan untuk para pengguna dapat lebih mudah mencari teman, relasi atau keluarga dengan adanya aplikasi ini.” tegasnya.
      Dengan menggabungkan ketiga aplikasi tersebut Mark berharap dapat meningkatkan hubungan antara pengguna internet dengan aplikasi miliknya. Dan dengan meningkatnya pengguna pada aplikasi miliknya maka akan meningkat pula pengguna yang akan menggunakan iklan di tempatnya.
      WhatsApp dan Instagram sebelumnya memang perusahaan yang berdiri sendiri. Saat Facebook mengakuisisi dua aplikasi tersebut, Mark berjanji untuk tidak banyak mengubahnya. Namun semakin lama, orang-orang berkata Mark berubah. Kini ia memikirkan untuk menggabungkan ketiga aplikasi tersebut untuk mengambil keuntungan di Facebook. Kabar ini tersiar pada akhir tahun 2018.
      Usahanya ini telah mengakibatkan perselisihan di Facebook. Penemu Instagram, Kevin Systrom dan Mike Krieger telah meninggalkan perusahaan yang telah ia bangun saat mendengar rencana Mark yang tidak sesuai dengan keinginan mereka. Begitu juga dengan penemu WhatsApp, Jan Koum dan Brian Acton. “Seandainya bermitra dengan Facebook berarti harus mengubah nilai-nilai yang telah kami bangun, kita pasti tidak akan menyerahkan WhatsApp padanya.” Jelas Jan Koum yang telah sepakat untuk Facebook mengakuisisi WhatsApp sebesar 19 Miliar Dollar pada tahun 2014.
      Pada tanggal 7 Desember 2018 ada pertemuan besar antara pegawai dan Mark Zuckerberg. Saat para pegawai menanyakan mengapa Mark ingin menggabungkan layanan pesan pada ketiga aplikasi tersebut. Beberapa pegawai merasa jawaban Mark terlalu banyak diputar dan tidak pada intinya hingga akhirnya sebagian pegawai memutuskan untuk pergi dari perusahaan karena rencana Mark tersebut.
      Sebagai pengguna ketiga aplikasi tersebut apa pendapat kalian? Apakah penggabungan tempat bertukar pesan dari ketiga platform raksasa tersebut akan jadi menarik dan menantang atau malah membuat kalian malas menggunakannya?
    • By teknotekno
      CEO sekaligus pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, mengungkap alasan di balik rencana mengintegrasikan layanan Messenger, Whatsapp, dan Instagram. Menurutnya, rencana tersebut bakal memberikan keuntungan bagi pengguna.
      "Menurut saya, mengintegrasikan tiga layanan tersebut memberikan peluang yang lebih baik. Kami ingin membuat pengguna merasa lebih nyaman dalam mengakses ketiga layanan tersebut," kata Mark Zuckerberg
      Mark Zuckerberg menambahkan, penyatuan ketiga layanan itu dilakukan pada 2020 mendatang. Dia mengklaim rencana itu memudahkan pengguna untuk saling berkomunikasi. Namun, jangan bayangkan layanan Whatsapp, Messenger, dan Instagram bakal berada dalam satu platform.
      Bagaimana pun juga, Whatsapp, Instagram, dan Messenger merupakan tiga aplikasi berbeda dan memiliki fungsi masing-masing. Mark Zuckerberg menegaskan, integrasi ini justru bakal memberikan keamanan berlapis. Penyatuan layanan ini diklaim dapat menciptakan pengalaman menarik layaknya penggunaan iMessage.
      Singkatnya, setelah diintegrasikan, pengguna Whatsapp bisa bertukar pesan dengan pemakai Instagram, begitu pula sebaliknya. Pengguna Facebook juga bisa mengirim pesan ke orang yang hanya punya Whatsapp. Pesan yang dikirim itu aman karena terenskripsi.
      Selama ini, perusahaan besutan Mark Zuckerberg itu menggunakan sistem enskripsi end to end. Sistem ini melindungi pesan agar tidak bisa dibaca orang lain, kecuali yang terlibat dalam percakapan. Kabar rencana pengintegrasian ini kali pertama diungkap oleh New York Times.
    • By vyrous
      Facebook baru saja mengumumkan pembaruan kotak pesan masuk (inbox), yang memungkinkan bisnis untuk menghubungkan akun Facebook, Messenger dan Instagram.
      Langkah ini ditempuh perusahaan agar pengguna dapat mengelola komunikasi di ketiga platform tersebut dalam satu tempat.
      Jutaan bisnis menghabiskan lebih banyak waktu dari biasanya untuk mengelola Facebook, Instagram dan Messenger. Faktanya, jika digabungkan, Facebook Pages saja menerima hampir 5 juta komentar, pesan, dan postingan dari pengunjung Page setiap bulan.

      Berikut ini fitur kotak pesan masuk yang mengalami pembaruan di antaranya:
      Satu Kotak Pesan Masuk
      Memberikan respon untuk komentar Facebook, postingan pengunjungan, ulasan, pesan dan seluruh komentar Instagram hanya dalam satu aplikasi.
      Layanan yang Lebih Personal
      Mengamati informasi dasar mengenai orang-orang yang berinteraksi dengan bisnis Anda. Cukup dengan mengklik nama seseorang untuk melihat profil mereka yang tersedia bagi publik, serta interaksi mereka sebelumnya dengan bisnis Anda.
      Inbox Diperbarui
      Inbox diperbarui akan dirilis secara global untuk semua pengguna aplikasi Pages Manager Mobile dalam beberapa minggu mendatang, dan akan segera tersedia di perangkat lain. Kini Anda bisa memulai menghubungkan akun Facebook dan Instagram Anda.
    • By patricia
      Instagram meluncurkan fitur yang memungkinkan pengguna memblokir kata tertentu untuk dapat muncul dalam komentar di unggahan mereka. Filter ini juga memungkinkan pengguna menentukan kata yang akan diblokir tersebut.
      Filter ini ditujukan untuk menghadirkan kenyamanan bagi pengguna yang sering kali mengeluhkan gangguan spam, ataupun komentar kurang pantas dan menyinggung yang muncul pada kolom komentar.
      Rencana menghadirkan filter ini telah disampaikan Instagram pada minggu lalu. Saat itu, Instagram menyebut opsi ini akan segera tersedia untuk pengguna dengan jumlah pengikut besar.
      Model dan istri dari John Legend, Christy Teigen, menjadi salah satu pengguna filter ini, yang diketahui setelah ia mengunggah screenshot fitur baru ini di akun Twitternya.
      Sementara itu, Head of Public Policy Instagram, Nicky Jackson mengungkap, fitur ini menjadi cara perusahaannya untuk mencapai tujuannya sebagai media sosial yang ramah, menyenangkan dan yang terpenting, aman bagi pengguna untuk mengekspresikan diri mereka.
      Colaco juga menyebut fitur ini memberikan pengguna kesempatan untuk memoderatori pengalaman penggunaan pengguna terkait dengan komentar.
      Baru dapat dinikmati oleh selebriti dan pengguna dengan jumlah pengikut besar, Instagram mengungkap akan meluncurkan fitur ini untuk seluruh pengguna dalam waktu dekat.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy