Jump to content
  1. Sam

    Sam

  • Similar Content

    • By Males
      Sejak dulu, penggunaan barang elektronik di dalam pesawat sangat terbatas. Jangankan mendapatkan sinyal untuk menerima panggilan, mengaktifkan gadget saja tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. Apa lagi berharap bisa mendapatkan jaringan internet ketika sedang berada pada ketinggian 30.000 kaki di udara?
      Kini, hal itu bukan hal yang mustahil. Teknologi semakin berkembang dan sekarang mendapatkan akses internet di dalam pesawat sangatlah memungkinkan. “Wi-fi on board” kini bisa dinikmati di penerbangan jarak jauh dari beberapa maskapai full-service.
      Namun pertanyaan yang menggelitik bagi sebagian orang – terutama yang sangat menyukai dunia aviasi dan teknologi – adalah: sebenarnya, apa yang membuat kita sekarang bisa mengakses wi-fi dalam penerbangan? Bagaimana cara kerja wi-fi di dalam pesawat?
      Ada dua teknologi yang memungkinkan penumpang pesawat bisa mendapatkan wi-fi dalam penerbangan, yaitu teknologi Air-to-Ground (ATG) dan satelit.
      Air-to-Ground (ATG)
      Sistem ATG ini membutuhkan dua antena yang tertanam di perut pesawat untuk menangkap sinyal dari menara seluler yang ada di darat. Ketika pesawat sudah mencapai ketinggian tertentu dan pramugari/a sudah menyalakan tombol ATG ke “On”, maka pesawat akan mulai “menarik” sinyal dari berbagai menara seluler yang ada di daratan. Setelahnya, penumpang pun bisa beraktivitas dengan menggunakan sinyal Wi-Fi selama berada di dalam pesawat.
      Saat ini, sistem ATG baru bisa menawarkan kekuatan Wi-Fi hingga 3 Mbps. Artinya, Anda baru dapat menggunakannya untuk mengakses email dan mengecek beberapa akun media sosial Anda.
      Satelit
      Keterbatasan sistem ATG adalah jika pesawat keluar dari jangkauan menara seluler di darat ataupun sedang terbang di atas lautan, maka sinyal akan otomatis hilang. Sistem penerimaan sinyal Wi-Fi berbasis satelit yang lebih kuat bisa mengatasi hal itu, sehingga Anda bisa tetap terhubung ke jaringan internet dengan cakupan area yang lebih luas.
      Dengan menggunakan satelit, ada antena yang harus diarahkan ke satelit tertentu ketika pesawat terbang. Ada tiga jenis antena yang biasa digunakan di pesawat-pesawat yang menyediakan fasilitas wi-fi dan menggunakan system satelit, yaitu Ku-Band, Ka-Band, dan Ku/Ka-Band.
      Antena Ku-Band bisa memberikan Wi-Fi dengan kecepatan hingga 30-40 Mbps. Walau demikian, kecepatan Wi-Fi akan tergantung seberapa banyak pesawat yang juga mengambil sinyal dari satelit tersebut. Semakin banyak pesawat yang terhubung ke satelit yang sama, maka kecepatan yang bisa didapat masing-masing pesawat pun semakin sedikit.
      Selain tipe Ku-Band, ada pula antena tipe Ka-Band yang memberikan servis Wi-Fi tercepat, dengan kecepatan hingga 70 Mbps per pesawat. Dengan kecepatan ini, Anda bisa mengunggah foto ke berbagai media sosial hingga streaming video favorit Anda.
      Saat ini, baru Virgin America yang menggunakan antena gabungan Ka-/Ku-Band dalam pesawat-pesawat Airbus A320 terbarunya untuk penerbangan di Amerika Serikat. Sementara di benua lain, seri Airbus A350 dari Qatar Airways dan Ethiopian telah menggunakan antena Ka-Band yang akan memberikan sinyal Wi-Fi yang lebih kuat.
       
    • By Supraman
      Mesin cuci saat ini menjadi kebutuhan bagi masyarakat Indonesia khususnya yang tinggal di wilayah perkotaan. Ini karena proses mencuci dengan mesin cuci lebih mudah dan waktu yang dibutuhkan lebih sedikit dibanding mencuci secara manual.
      LG Electronics dalam waktu dekat akan mengeluarkan mesin cuci terbarunya ke pasar Indonesia. Mesin cuci ini menggunakan teknologi canggih berupa inverter direct drive (inverter DD), sehingga lebih hemat listrik, minim getaran, dan tidak berisik.
      Disebut direct drive karena motor dan drum menyatu, sedangkan pada mesin cuci biasa butuh belt untuk menyatukan dua komponen tersebut. Itulah sebabnya mesin cuci dengan teknologi IDD minim getaran dan diklaim tidak berisik.
      Varian yang akan meluncur ke pasar Tanah Air yakni mesin cuci top loader dan front loader. Diperkirakan, pada Juni 2017, produk ini mulai dipasarkan.
      Pada mesin cuci front loader, juga akan dilengkapi dengan teknologi 6 motion yang dapat mengurangi kerusakan baju dan kerutan, karena mencuci seperti menggunakan tangan. Mesin cuci jenis ini juga dilengkapi dengan turbo wash yang dapat mencuci lebih cepat.
      "Mesin cuci front loader lainnya biasanya butuh waktu dua jam untuk mencuci, tetapi ini lebih cepat menjadi 50 menit," kata Seungjae Jeong, Team Leader H&A Asia Wash Machine Sales and Marketing saat bertemu dengan sejumlah wartawan dari Indonesia di Seoul, Korea Selatan.
      Mesin cuci ini akan dilengkapi dengan koneksi wiFi, sehingga hanya dengan menggunakan aplikasi pada telefon pintar, pengguna dapat mengatur mesin cuci dari jarak jauh. Tombol-tombol pada mesin cuci juga menggunakan sistem touch screen.
      Sementara untuk mesin cuci top loader, juga dilengkapi dengan teknologi smart inverter yang menjamin efisiensi energi dan smart motion yang dapat mengurangi kerusakan pakaian. Teknologi lainnya yakni turbo drum yang memadukan smart motion dan fitur punch+3, sehingga performa pencucian diklaim lebih baik.
      Seungjae Jeong menambahkan, pangsa pasar mesin cuci di Indonesia menjanjikan sehingga pihaknya akan menambah investasi produksi. Bila pabrik di Tangerang selama ini kapasitas produksinya 2 juta, maka akan ditingkatkan menjadi 2,5 juta.
    • By c0d1ng
      Institut Teknologi Massachusetts (MIT) mengungkapkan berhasil memecahkan masalah wifi yang sangat lambat saat berada di tempat sibuk. Saat berada di tempat ramai, kecepatan wifi bisa sangat lambat, dan sekarang tim di MIT mengklaim bisa menjawab masalah itu.
      Sistem MegaMIMO mereka menggunakan algoritma untuk membiarkan beragam routers berbagi bagian yang sama dari spektrum. Tim dari MIT Computer Science dan Artificial Intelligence Lab, yang dipimpin Profesor Dina Katabi, menyatakan MegaMIMO 2.0 bisa melakukan transfer wireless data tiga kali lebih cepat dibanding sistem yang ada.
      Peneliti mengembangkan algoritma yang memproses sinyal router, sehingga beberapa router dapat mengirimkan informasi pada spektrum nirkabel yang sama tanpa menyebabkan gangguan.
      Ezzelding Hussein Hamed, seorang peneliti MIT, mengatakan kepada MIT News bahwa data dapat ditransfer 10 kali lebih cepat jika timnya telah menguji dengan router tambahan. "Ini bisa memungkinkan beberapa hal yang tidak pernah bisa dilakukan sebelumnya," katanya.
      Dalam laporan yang baru dipublikasikan secara online, Tim MIT menjelaskan metode untuk mengelola jaringan yang menyebabkan router untuk berkolaborasi lebih baik.
      Namun, mereka mengakui sistem belum pernah diuji di stadion atau tempat besar lainnya, tetapi di laboratorium, menggunakan robot yang berkeliaran.
    • By JARVIS

       
      Tak lama lagi, cahaya yang berasal dari lampu LED akan membuat kecepatan koneksi Wi-Fi bagaikan berjalan lambat. Ini semua berkat teknologi baru yang disebut Light Fidelity atau Li-Fi yang mengirimkan informasi secara nirkabel melalui cahaya tampak.

      Mengutip National Geographic, teknologi tersebut baru-baru ini didemonstrasikan di ajang MWC 2016 oleh perusahaan start upPrancis, Oledcomm. Li-Fi bahkan menarik minat perusahaan Apple untuk mengintegrasikannya ke dalam iPhone 7.

      Hal yang membuat Li-Fi begitu revolusioner adalah kecepatan luar biasa yang diklaim mampu 100 kali lebih cepat dari Wi-Fi. Dengan menggunakan koneksi Li-Fi, Anda bisa mengunduh 23 DVD hanya dalam waktu satu detik. Uji laboratorium menunjukkan kecepatan Li-Fi lebih dari 200 Gbps.

      Teknologi ini bisa memecahkan masalah 'kemacetan' yang saat ini ada pada jaringan Wi-Fi. Apalagi, diperkirakan sekitar 50 juta objek yang berbeda dan perangkat akan terhubung ke internet pada tahun 2020.

      Li-Fi bekerja dengan memanfaatkan kerlip tak terlihat dari lampu LED, yang sebenarnya berkedip ribuan kali per detik. Kedipan tersebut telah dijuluki sebagai 'persamaan digital sandi Morse'.
       
      Untuk semua kelebihannya, Li-Fi memang memiliki satu kelemahan. Karena menghantarkan informasi dengan cahaya tampak, perangkat Anda harus berada di ruang dengan lampu yang menyala terang agar Li-Fi bisa bekerja.

      Li-Fi tak bisa digunakan dalam ruangan yang gelap atau di bawah sinar matahari. Sinar matahari akan mengganggu cahaya buatan yang mentransmisikan informasi. Li-Fi juga tidak bisa menembus dinding, karena alasan yang sama bahwa cahaya dari ruang tertutup tidak bisa menerangi setiap kamar sekitarnya.

      Jadi Wi-Fi masih menjanjikan untuk digunakan, meskipun Li-Fi telah diimplementasikan secara luas.

      Saat ini, Li-Fi lebih merupakan teknologi laboratorium daripada sesuatu yang akan Anda temukan di kedai kopi, tapi mungkin tak akan lama lagi hotspot Li-Fi mulai bermunculan.

      Deepak Solanki, pendiri perusahaan Estonia Velmenni, yang menguji Li-Fi di ruang industri tahun lalu, mengatakan bahwa ia yakin teknologi ini benar-benar akan mulai dikomersialkan dalam dua tahun ke depan.

      Bahkan, rentang waktu itu mungkin dipersingkat jika Apple mulai mengintegrasikannya dengan iPhone 7, yang dijadwalkan akan rilis pada September tahun ini. 
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy