Jump to content
Brenda_Christie

Penyebab lari tak mengurangi lemak perut

Recommended Posts

lari.thumb.jpg.026d2f979c29c4f60238da009053ca02.jpg

Berbagai penelitian memang telah membuktikan bahwa latihan aerobik seperti berlari, berjalan ataupun berenang bisa menurunkan lemak perut dalam jumlah besar. Pun meningkatkan kesehatan secara signifikan.

Namun, tak perlu heran juga jika rutin berlari hanya meningkatkan daya tahan tanpa membuat lemak perut berkurang. Pasalnya, penelitian telah menunjukkan bahwa berlari saja tidak cukup. Walaupun berat badan bisa menurun dengan rutin berlari, bukan berarti lemak perut ikut menurun.

Menurut ahli, penyebabnya adalah kebiasaan dan sejumlah faktor biologis. Mari menyelisik.

Pertama-tama, soal kebiasaan Anda berlari. Menukil Greatist, lemak perut tak kunjung pergi jika Anda berlari dengan kecepatan yang itu-itu saja, meski dilakukan rutin setiap hari dengan waktu yang semakin lama.

Sebabnya, berlari untuk menghilangkan lemak perut itu perlu memperhatikan intensitas dan diselingi variasi seperti angkat beban.

Satu studi oleh peneliti dari University of Tampa menemukan bahwa berlari di atas treadmill selama 45 menit dengan kecepatan yang konsisten tanpa upaya maksimal seperti lari cepat, memang bisa membantu menurunkan berat badan, tetapi hanya di awal.

Studi itu menjelaskan, dalam seminggu metabolisme tubuh kita belajar beradaptasi, sehingga berlari dengan kecepatan stabil membuatnya tak perlu lagi bekerja keras membakar lemak. Alhasil, cuma sedikit kalori yang dibakar.

Selain itu faktanya, kebanyakan orang tidak cukup berlari untuk menurunkan berat badan.

Sebuah penelitian di Journal of American Medical Association pernah memantau kebiasaan olahraga lebih dari 34.000 perempuan dan menyimpulkan bahwa dibutuhkan waktu sekitar satu jam sehari dengan olahraga sedang (3 mil per jam berjalan) untuk mempertahankan berat badan--bukan menurunkan.

Pop Sugar menulis, untuk menurunkan setidaknya setengah kilogram berat badan dalam seminggu--dan mungkin lebih sedikit lemak perut, Anda perlu memangkas 500 kalori tiap hari. Jumlah kalori itu bisa dihilangkan dengan berlari sekurangnya 45 menit sehari, dan wajib dikombinasikan dengan pola makan yang tepat.

Masalahnya, mengira-ngira saja tak cukup memastikan apakah Anda telah membakar kalori dengan baik. Sementara itu, alat pelacak kalori belum tentu efektif.

Pun jika Anda menambah porsi berlari, boleh jadi Anda malah lari berlebihan. Penting diketahui, lari berlebih justru menghambat penurunan lemak perut.

Shape menerangkan, ketika Anda berlari hormon kortisol dilepas. Tak semua kortisol buruk. Akan tetapi, stres kronis dan kortisol kronis dapat menyebabkan resistensi insulin yang memaksa tubuh Anda untuk tetap menyimpan lemak perut.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Hormone Research menemukan bahwa lari jarak jauh seperti dilakukan para pelari dengan ketahanan tinggi macam pelari maraton, bisa menyebabkan peningkatan kortisol berkelanjutan.

Dalam waktu lama, peningkatan kortisol itu berkontribusi terhadap peradangan dan pemulihan lebih lambat, merusak jaringan otot, membangun lemak, dan merusak fungsi kekebalan tubuh.

Penyebab lain, adalah kebiasaan makan dan tidur Anda yang buruk. Sejumlah ahli dalam Prevention mengatakan, kurang serat, jarang mengonsumsi diet seimbang, atau tidak membatasi lemak jenuh bisa meningkatkan akumulasi lemak dalam perut. Begitu pula jika Anda sering kurang tidur.

Penyebab selanjutnya, terkait dengan genetika dan penuaan.

"Tubuh Anda mulai menghasilkan lebih banyak insulin seiring bertambahnya usia, karena otot dan sel-sel lemak tidak lagi merespons dengan benar," ujar Louis Aronne, MD, Direktur Klinik Obesitas di Cornell, AS. “Insulin meningkatkan penyimpanan lemak, terutama di sekitar perut Anda,” jelasnya.

Karenanya, lanjut dia, Anda butuh diet tinggi protein agar terlindung dari resistensi insulin. Ia menyarankan Anda mengonsumsi protein organik atau lebih sehat seperti alpukat dan ikan.

Selain itu, penuaan juga bisa membuat kulit perut mengendur.

Tim Church, seorang profesor di LSU's Pennington Biomedical Research Center menjelaskan, kulit perut kita pada dasarnya sangat tebal. Namun, ketika kita bertambah usia, kulit itu mulai kehilangan elastisitas dan kemampuannya untuk mengecil kembali.

Orang berusia 40-an ke atas, sekalipun gaya hidupnya baik dan tubuhnya langsing ataupun berotot, pasti ada kulit yang kendur di bagian bawahnya. "Satu-satunya cara untuk menyingkirkan kelebihan kulit itu adalah memotongnya," ujar Church pada Vice.

Meski begitu, banyak juga orang muda dengan gen tertentu yang perutnya besar padahal tubuhnya langsing. Pun orang-orang yang tidak memperlihatkan lemak perut sama sekali, walaupun pola makan dan gaya hidupnya buruk.

Church bilang, DNA seperti itu banyak dimiliki orang Asia. Namun, bukan berarti dengan perbedaan tadi Anda jadi lebih sehat. Sebab mereka yang jarang lari dan makan buruk, akan menumpukan beban di perut atau usus. "Ada banyak kasus diabetes pada orang-orang keturunan Asia dengan berat normal,"pungkas Church.

Share this post


Link to post
Bagikan di situs lain

Buat akun atau masuk untuk berkomentar

Anda harus menjadi anggota untuk memberikan komentar

Buat sebuah akun

Mendaftar untuk account baru dalam komunitas kami. Mudah!

Daftarkan akun baru

Masuk

Sudah mempunyai akun? Masuk disini.

Masuk Sekarang

  • Konten yang sama

    • Oleh kotawa
      Masalah umum yang paling sering ditemui pria adalah bagian perut dan lengan yang tidak kencang. Sebenarnya ada cara yang bisa dilakukan di mana pun, tanpa harus pergi ke tempat pusat kebugaran.
      Plank terkenal efektif  membentuk otot perut dan bahu, sekaligus otot di seluruh tubuh. Plank tidak membutuhkan banyak gerakan, namun yang penting diperhatikan adalah menjaga badan tetap dalam posisi yang tepat.
      Bagi yang belum pernah melakukannya, plank termasuk sangat mudah dilakukan. Pertama, berbaring di lantai dengan perut menghadap ke bawah. Tekuk bagian siku hingga 90 derajat dan bertumpu pada bagian ini. Tubuh harus dalam posisi garis lurus dari kepala hingga ujung jari kaki.
      Sesuaikan lengan dan ujung jari kaki harus menyentuh lantai, siku ada di bawah bahu. Jaga tubuh tetap selurus mungkin, kencangkan otot perut. Cobalah tidak menekuk pinggul ke lantai. Bagi pemula lakukan hanya dalam durasi 10 detik, kemudian tingkatkan sedikit demi sedikit, mulai dari 20 detik hingga dua menit.
    • Oleh davidbo
      Ada banyak masalah perut bayi yang perlu Anda ketahui, plus cara mengatasinya
      Perut bayi kelihatan buncit
      Pada bulan – bulan pertama kelahiran,  bayi bernapas menggunakan otot perut. Di saat bersamaan,  rongga perutnya mengalami  tekanan akibat organ-organ dalam tubuhnya seperti hati, usus,  dan lambung, tengah berkembang. Kulit, lemak,  dan dinding otot perut bayi pun masih tipis dan lemah sehingga belum bisa menahan dorongan organ-organ dalam rongga perut. Itu sebabnya,  perut bayi tampak buncit. Seiring waktu, otot perut itu akan semakin kuat, volume perutnya bertambah luas, kulit dan lemaknya menebal. Bayi mulai  bernapas menggunakan otot dadanya,  maka perut akan mengempis dengan sendirinya.
      Bagaimana membedakannya dengan busung?
      Perut bayi yang mengidap busung juga buncit,  namun disertai tanda seperti perbandingan berat badan dengan umurnya di bawah  60% dari berat badan standar  bayi seusianya, wajahnya bulat (moon face), berambut tipis dan merah, rewel, tidak nafsu makan, dan kulitnya penuh ruam.  Jika Anda menemukan gejala ini,  selalu beri bayi ASI. Jika sudah diberi makanan pendamping ASI, MPASI harus  bergizi dan mengandung sayur mayur, buah-buahan, sumber karbohidrat, lemak, dan protein. Selanjutnya periksakan ke dokter untuk memperoleh penanganan yang tepat.
      Gurita bisa membantu mengecilkan perut buncit?
      Adalah mitos jika bayi tidak menggunakan gurita perutnya akan buncit hingga dewasa. Padahal, penggunaannya akan membuat sesak dan tidak nyaman. Selain itu penggunaan gurita akan menghambat pertumbuhan organ tubuh bayi yang tengah berkembang. Selain itu, pemakaiannya yang yang terlalu ketat akan menekan lambung, penghambat napas dan mengganggu perkembangan organ  sistem pernapasan. Makanya secara medis penggunaan gurita tidak dianjurkan.
      Bolehkah perut bayi diberi minyak penghangat?
      Boleh. Sebab kemampuan pengaturan suhu tubuh bayi belum sempurna. Kulit dan lemaknya masih tipis sehingga perlu diberi penghangat. Suhu tubuh normal bayi 34 sampai 35 derajat celsius. Jika bayi kedinginan energinya akan digunakan  untuk menghangatkan tubuh. Padahal bayi membutuhkan energi untuk tumbuh kembangnya.  Penggunaan minyak penghangat seperti minyak telon adalah salah satu cara untuk menghangatkan tubuh bayi.
      Bagaimana cara memijat area perut bayi?
      Memijat perut bayi dapat meringankan keluhan sakit perut yang disebabkan oleh banyaknya gas dalam perut atau kolik. Lakukan pemijatan dengan cara memutar, searah jarum jam atau gerakan mengusap dan membelai dengan telapak tangan. Belai seluruh perut sepanjang tulang rusuk dari sisi kanan,  ke kiri,  dan ke bawah. Balikkan gerakan dengan membelai dari bawah perut ke sisi kanan, sekitar pusar dan sisi kiri. Pemijatan dilakukan dengan tekanan ringan dan konsiten. Saat bayi kolik pemihatan ini dapat mengalihkan rasa sakit dengan memberi usapan dan belaian dan  membantu mendorong keluar  gas di perut bayi.
      Mengapa setelah menyusu perut bayi menjadi kencang?
      Setelah diberi ASI,  perut bayi akan terlihat kencang dan kembung. Hal itu karena kandungan sejenis gula dalam ASI, yaitu laktosa, cepat diserap dan diuraikan di dalam saluran pencernaan dan salah satu hasil proses penguraian itu adalah gas yang terbentuk dalam perut. Selain itu, organ pencernaan pada bayi yang belum kuat mudah meningkatkan gas di perut dan ususnya.  Untuk mengatasinya sendawakan bayi setiap selesai disusui. Setelah fungsi sistem pencernaannya akan berkembang matang, perutnya akan berfungsi dengan baik sehingga tidak lagi terlihat mengencang setelah disusui.
    • Oleh purwa_weheb
      Selain rasa manis dan asin, para peneliti menyatakan bahwa manusia memiliki kemampuan dasar untuk merasakan lemak. Namun, ternyata rasa lemak tidak selezat seperti yang Anda kira.
      Para ilmuwan mengusulkan agar orang memperluas cita rasa mereka dan menggabungkan rasa lemak dengan rasa manis, asin, pahit, asam dan pendatang baru yaitu umami.
      Tim riset di Purdue University menguji campuran yang rupanya mirip dengan rasa yang berbeda. Lebih dari setengah dari 28 pengicip khusus dapat membedakan rasa asam lemak dari rasa-rasa lainnya, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Chemical Senses.
      Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa lemak memiliki nuansa yang berbeda di dalam mulut, namun para ilmuwan telah menghilangkan petunjuk tekstur dan bau namun ternyata orang-orang masih bisa membedakan rasa lemak.
       “Rasa asam lemak sangat tidak enak,” ujar Richard Mattes, penulis studi tersebut dan seorang profesor ilmu gizi. “Saya belum pernah bertemu siapapun yang menyukai rasa tersebut dengan sendirinya. Biasanya Anda akan secara refleks muntah.”
      Keju dengan aroma tajam memilik rasa asam lemak yang tinggi, begitu juga makanan yang sudah tengik, ujar Mattes. Namun orang menyukainya, karena rasa tersebut jika dicampur dengan rasa lain akan menghasilkan unsur terbaik dari rasa-rasa lainnya seperti rasa pahit di dalam kopi atau coklat, ujarnya.
      Untuk memenuhi syarat sebagai sebuah rasa dasar, rasa tersebut harus memiliki unsur kimia yang unik, dan juga memiliki reseptor khusus didalam tubuh kita, dan kita harus bisa membedakan rasa tersebut dengan rasa-rasa lain. Para illmuwan menemukan unsur kimia dan dua reseptor khusus untuk rasa lemak, tapi menunjukkan bahwa orang-orang dapat membedakan rasa lemak adalah hal yang cukup sulit.
      Awalnya, Mattes menemukan bahwa banyak orang yang tidak bisa membedakan rasa lemak ketika diberi variasi rasa yang beragam. Namun jika mereka hanya diberi rasa-rasa yang tidak enak - rasa pahit dan asam - maka mereka dapat membedakkan rasa lemak.
      Awalnya terdapat 54 peserta dalam penelitian ini, namun mereka berkonsentrasi pada hasil dari 28 pengicip yang memiliki indra perasa yang lebih kuat.
      Mattes dan rekan-rekannya mengusulkan menamakan rasa tersebut “oleogustus”, istilah Latin untuk rasa lemak. Tidak ada otoritas ilmiah tunggal yang menamakan rasa.
      Robin Dando, ilmuwan makanan di Cornell University yang tidak terlibat penelitian tersebut, memuji studi tersebut sebagai “sebuah bukti yang kuat” untuk rasa dasar lemak, namun ia tidak menyukai namanya dan memilih untuk hanya menyebutnya sebagai lemak.
    • Oleh BincangEdukasi
      Limpa adalah bagian usus yang terletak lebih dalam daripada lambung dan hati, berada di antara diafragma dan ginjal kiri. Limpa menghasilkan getah bening yang berfungsi untuk memecah sel darah yang sudah tua. Saat tubuh memerlukan kiriman darah yang lebih banyak, limpa akan mengerut sambil mengeluarkannya.
       
      Namun, sewaktu lambung atau hati memerlukan darah untuk mencerna makanan, dan selama itu kita berolahraga, limpa harus mengirimkan darah ke ototpada waktu bersamaan. Bila begini, limpa akan terlalu mengerut sehingga menimbulkan rasa sakit.
  • Kontributor Populer

×

Important Information

Kami menggunakan cookie. Mereka tidak menakutkan, tetapi beberapa orang berpikir mereka. Terms of Use & Kebijakan Privasi