Jump to content
amelia

Resep Kue Kering Bagea

Recommended Posts

b0842f12-cac3-448c-8126-d68b9b0581ff_169.jpeg.de9a68420fe5e86c161003b9a53a62be.jpeg

Sebagaimana nastar, putri salju, atau lidang kucing, kue kering bagea jadi salah satu kue tradisional yang banyak diburu ketika hari-hari besar seperti Lebaran, Natal dan Imlek tiba.

Bagea adalah kue khas dari wilayah timur Indonesia seperti Maluku, Maluku Utara dan Sulawesi Selatan. Di daerah asalnya kue ini biasa disantap dengan menyeruput teh atau kopi.

Kue yang umumnya terbuat dari sagu ini biasanya berbentuk bulat dan kecoklatan. Meski cenderung sulit dimakan saat gigitan pertama, sensasi butiran kenari yang sampai di lidah setelah itu dapat membuat orang tak berhenti mengunyah kue bagea.

Bagea ini dapat menjadi salah satu pilihan untuk menyambut tamu di rumah saat Lebaran nanti. Apalagi, kue kering ini dapat dibuat dengan cara yang mudah dan sederhana.

Salah satu koki ahli masakan khas Indonesia Ragil Imam Wibowo membagikan resep kue kering bagea kepada pembaca CNNIndonesia.com. Pria yang akrab disapa Chef Ragil itu baru saja mendapatkan gelar Chef of The Year dari Jakart Best Eats dan Asian Cuisice Chef of the Year dari World Gourmet Summit.

Berikut merupakan resep kue kering bagea ala Chef Ragil.

Bahan:

  • 100 gr gula halus
  • 50 gr telur ayam
  • 190 gr sagu papua
  • 47 gr butiran kenari
  • 47 gr kacang mete
  • 45 gr minyak kelapa
  • 1 gr bubuk kayu manis
  • 2 gr baking powdewer
  • 20 gr keju cedar
  • 20 gr biji kakao
  • 2 gr vanilla essence
  • 2 cubit garam

Cara membuat:

  1. Campurkan semua bahan, lalu aduk sampai tercampur rata.
  2. Setelah tercampur rata, bentuk sesuai selera. Dapat dibentuk memanjang, bulat, atau cetakan tertentu.
  3. Susun adonan kue kering bagea yang sudah dibentuk di baking tray yang sudah dipoles mentega.
  4. Panggang di oven dengan suhu 180 derajat celcius selama 30 menit.

Jangan lupa suguhkan teh hangat atau minuman panas lainnya ketika menyajikan kue bagea. Selamat mencoba! 😉

Share this post


Link to post
Bagikan di situs lain

Buat akun atau masuk untuk berkomentar

Anda harus menjadi anggota untuk memberikan komentar

Buat sebuah akun

Mendaftar untuk account baru dalam komunitas kami. Mudah!

Daftarkan akun baru

Masuk

Sudah mempunyai akun? Masuk disini.

Masuk Sekarang

  • Konten yang sama

    • Oleh Caca_irma
      Kebijakan pemerintah yang melarang pejabat menerima parcel barang menjelang hari raya Lebaran membawa berkah bagi pengusaha kue tart Lebaran. Sejak beberapa hari ini pengusaha kue tart dan roti banyak menerima pesanan kue tart yang dihias ucapan selamat Idul Fitri sebagai hantaran bingkisan menjelang hari Lebaran.

      Seorang Pengusaha Kue dan Roti asal Yogyakarta Sri Hartati belakangan ini terlihat sibuk membuat kue tart Lebaran. Sebab pesanan kue tart Lebaran meningkat sejak beberapa hari terakhir dan diperkirakan akan terus bertambah ketika semakin mendekati hari Lebaran nanti.
      “Hingga akhir minggu kedua bulan Ramadan ini setidaknya sudah ada 40 pesanan kue tart Lebaran aneka ukuran,” tuturnya di Bantul, Yogyakarta, Minggu (26/6/2016)
      Kue tart buatan Sri ini sedikit spesial. Roti cake yang dioles dengan butter cream serta guyuran coklat menjadi indah ketika selesai dihias dengan gambar ketupat atau masjid kemudian ditambah dengan beberapa buah cherry. Selain itu dihiasi juga dengan ucapan selamat Idul Fitri yang dituliskan diatas kue tart membuat kue tart ini layak dijadikan bingkisan Lebaran bagi kerabat maupun relasi.
      Sri membanderol kue tartnya mulai dari Rp50 ribu hingga ratusan ribu Rupiah, sesuai dengan ukuran dan kerumitan hiasan. “Jadi harganya tergantung pesanan juga,” imbuhnya.
      Sri memang telah memulai membuat kue tart Lebaran ini sejak ramadhan tahun lalu. Meskipun diakuinya tahun lalu pesanan belum begitu banyak, namun menjelang hari Lebaran tahun ini pesanan kue tart Lebaran sudah mulai meningkat. Pasalnya kue tart mulai marak di masyarakat sebagai bingkisan Lebaran menggantikan parcel barang.
    • Oleh berita_semua
      Orang bilang, tidak ada kesuksesan yang diraih tanpa kerja keras. Nampaknya ungkapan ini dibuktikan oleh CEO perusahaan agrobisnis Muhammad Hadi Nainggolan.
      Hadi Nainggolan memulai usahanya dengan berdagang kue. Belasan tahun lalu, Hadi adalah bocah penjual kue yang kerap berkeliling kampung membantu sang ibu untuk menafkahi keluarganya.
      Hadi dibesarkan di Desa Rimo, Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh. Sang ayah berasal dari Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara, sedangkan ibu Hadi berasal Aceh Singkil, Nangroe Aceh Darussalam. Ayah Hadi adalah salah seorang pegawai di perusahaan perkebunan kelapa sawit swasta yang cukup besar di masa Orde Baru.
      Sejak usia sembilan tahun, pria yang akrab di sapa Bang Hadi ini sudah berdagang menjual kue dan es. Kalau pagi habis salat subuh itu jualan kue keliling kampung hingga pukul 07.00 WIB sebelum berangkat ke sekolah. Siang hari sepulang sekolah, dia berjualan es dalam termos. Jalan hidup ini terpaksa ia lakoni setelah sang ayah sakit stroke sehingga tak bisa bekerja.
      “Karena keterbatasan ekonomi ini, rutinitas ini saya tempuh setiap hari sehabis salat subuh,” kata Hadi
      Jika hari minggu, dia membantu sang ibu berjualan rempah-rempah dan hasil bumi di pasar. Tanggung jawab yang ia pikul semakin besar setelah sang ayah meninggal dunia saat dirinya kelas 6 SD. “Pengalaman hidup saya waktu kecil seharusnya diisi bermain. Tapi seperti ini takdir hidup saya yang telah digariskan Allah SWT dan justru ini membuat saya menjadi mandiri,” ujar pria kelahiran 25 April 1983 tersebut.
      Ketika mulai memasuki masa SMP dengan SMA, Hadi terus berdagang. Bahkan dari hasil menabung dari membantu ibunya berjualan, Hadi bisa membeli kios sendiri di pasar saat duduk di bangku Madrasah Aliyah Muhammadiyah di kampung halaman ibunya. Seusai lulus, Hadi menempuh studi di Fakultas Pertanian Universitas Islam Sumatera Utara, Medan.
      Sambil kuliah, dia membuka bisnis desain grafis dan percetakan. Ia bahkan sempat memiliki properti dan kendaraan dari bisnis percetakannya. Namun dalam bisnis desain grafis dan percetakan ini Hadi sendiri mengakui mengalami jatuh bangun beberapa kali, begitu juga dengan bisnis properti dan event orgaziner yang sempat ia bangun, semua akhirnya gulung tikar. Ya namanya juga usaha dan sambil terus belajar tentu “human error” tinggi.
      Namun Hadi masih memiliki obsesi lebih besar lagi untuk meraih kesuksesan dengan mencari suasana baru di luar Aceh dan Sumatera utara. Akhirnya pada tahun 2011, Hadi memutuskan untuk menutup semua bisnis dan menjual seluruh asetnya di Medan. Ia memilih merantau ke Surabaya, Jawa Timur dan Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Di Banjarmasin ia bertemu dengan mitra asal Singapura dan akhirnya menekuni bisnis batubara bersama koleganya tersebut.
      Sayangnya komoditi batubara akhirnya melorot. “Dari situ saya berpikir bahwa kita harus merancang bisnis yang lebih bisa bertahan lama,” tutur Hadi.
      Akhirnya mulai 1 Januari 2013, Hadi memutuskan merantau ke Ibu Kota Jakarta. Di sinilah ia secara bertahap berhasil membangun tiga kelompok usaha.
      Pertama, Daun Agro Group yang bergerak di bidang usaha Agribisnis khususnya perdagangan kelapa kopra. Bahan bakunya dari Nusa Tenggara Timur yang didistribusikan oleh penyalur di Surabaya. Selain itu, dia menyediakan jasa konsultan perencanaan perkebunan sesuai basis pendidikan yang dia miliki.
      Kedua, dia merupakan Founder dan CEO Langit Digital Group. Usaha ini adalah yang paling menjanjikan secara komersial dari tiga kelompok usaha yang dia miliki. Terdiri dari PT Langit Trans Digital, PT Langit Taktix Digital, PT Langit Medika Solusindo, yang bergerak dalam bidang Information Technology (IT), e-commerce, Crowdsourcing, Content Digital Marketing, Agency Digital Advertising.
      Selain itu, ada satu Perusahaan lagi akan diluncurkan. Sebuah perusahaan yang fokus pada e-commerce (jual beli online) pada Juni 2016 mendatang. Namun e-commerce yang akan ia luncurkan lebih bersifat spesifik pada produk-produk tertentu. “Karena itu justru memiliki peluang lebih besar kepada pasar. Kalau situs belanja online terlalu general produknya yang ditawarkan, orang akan malas,” jelas pria berdarah campuran Tapanuli Utara dan Aceh Singkil tersebut.
      Kelompok usaha yang ketiga ialah Graha Inspirasi, di mana Hadi juga sebagai founder sekaligus CEO. Graha Inspirasi didirikan pada tahun 2014. Ide mendirikan Graha Inspirasi tersebut merupakan kelanjutan dari salah impiannya ketika mendirikan Moeslim Entrepreneur Coaching di Kota Medan, Sumatera Utara pada tahun 2009 silam. Salah satu impian yang belum terwujud adalah membuat sebuah sentra kegiatan "creative hub" berbagai komunitas untuk bertukar ide, belajar bersama, saling mendukung, berbagi ilmu dan bersinergi dalam proses pengembangan bisnis/usaha serta kreativitas diri.
      Impian tersebut menjadi kenyataan ketika dirinya bertemu dengan Ibu Riwandari Juniasti di Jakarta, yang akhirnya menjadi partnership untuk bersama-sama mendirikan Graha Inspirasi. “Awalnya ini ditujukan sebagai kegiatan sosial, namun kemudian berkembang menjadi usaha yang menjanjikan,” tutur Hadi.
      Graha Inspirasi sendiri saati ini ada tiga perusahaan, PT Graha Inspirasi Indonesia, PT Inspirasi Muda Indonesia, PT Wahana Inspirasi Indonesia yang bergerak dalam bidang Creative and Community hub, Service Office, Coworking, Virtual Office, Legal Businees Service, Strategic Planning Innovation.
      Fokus Bisnis Graha Inspirasi ini ada lima. Pertama menyediakan jasa persewaan ruangan kantor di tujuh tempat, mulai Kalimalang, Pancoran, Rawamangun, Senen dan beberapa tempat lain. Kedua, virtual office yang merupakan kantor bersama. Ini bagi pelaku usaha yang belum mampu menyewa ruang kantor sendiri. Ketiga, coworking space atau kantor harian bagi pelaku usaha yang belum mampu sewa kantor ataupun virtual office.
      Keempat, jasa pembuatan legalitas badan hukum usaha di Wilayah DKI Jakarta. Kelima, jasa pelatihan entrepreneur bagi kawula muda. “Yang terakhir ini bisa saja tak dipungut biaya jika ada sponsornya,” kata Hadi.
      Saat ditanya apa impian terbesarnya dalam dunia bisnis “ saya bermimpi punya 50.000 orang karyawan saat memasuki usia 40 tahun”. Bayangkan jika saya punya 50.000 orang karyawan dan satu orang karyawan rata-rata bisa menghidupi tiga orang itu artinya saya bisa berkontribusi nyata membantu 150.000 orang di Negeri ini, imbuh Hadi.
      Hadi tak melulu mengisi hari-harinya dengan aktivitas bisnis. Ia aktif di beberapa Organisasi/Komunitas, ,mulai dari sebagai Co Founder Komunitas Memberi, Local President JCI Jakarta (Junior Chamber International) Jakarta tahun 2016, Sekretaris Forum Dialog BPP HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia), Sekretaris Jenderal PERJAKBI (Perhimpunan Pengusaha Jasa Kantor Bersama Indonesia), Wakil Sekretaris Jenderal DPP BKPRMI (Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia) dan beberapa organisasi lainnya.
    • Oleh BincangEdukasi

      Jika Anda mengira wajah tampan dan tubuh atletis jadi jaminan untuk mendapatkan wanita di media sosial, Anda salah. Pasalnya, sepotong kue bagel di aplikasi kencan Tinder, sukses membuat 1000 perempuan jatuh cinta. 
      Akun Tinder tersebut bernama “EverythingBagel”. Seperti namanya, foto profil yang akan Anda temukan di akun itu bergambar kue bagel. Ditambah caption sederhana yang berbunyi “Saya bisa jadi segalanya untukmu,” akun tersebut langsung menarik perhatian kaum hawa. 
      Tidak tanggung-tanggung, EverythingBagel ‘berjodoh’ dengan 1000 orang wanita di Tinder. 
      Di dunia nyata, pemilik EverythingBagel adalah pria lajang berumur 25 tahun. Dia mengaku tidak punya keahlian sosial yang dibutuhkan untuk menarik perhatian wanita. Oleh karena itu, dia ‘bersembunyi’ dibalik foto bagel. 
      Melansir laman Daily Meal, bagel dicintai banyak wanita karena rasanya yang versatile dan bisa disajikan dengan apapun. Kue bagel bisa disantap bersama kopi, teh, atau bahkan jadi sarapan ‘berat’ saat dikombinasikan bersama telur.
      Bisa jadi, itu alasan kenapa EverythingBagel bisa ‘cocok’ dengan ribuan wanita.
      Meskipun begitu, pemilik akun EverythingBagel, mengatakan kepada laman Motherboard bahwa dia selalu mengungkapkan jati diri sebenarnya kepada semua wanita yang cocok dengannya di Tinder. 
      “Saya menjelaskan pada mereka siapa saya sebenarnya. Mungkin mereka tertarik karena foto saya yang unik. Tapi, saya rasa mereka tidak akan mau berkencan dengan sepotong kue bagel,” ujar dia. 
      Hanya saja, dia mengatakan, ada keuntungan tersendiri menjadi bagel. “Itu adalah pencair suasana yang tidak pernah gagal,” sebutnya.
       
    • Oleh desianiputri

      Siapa sih yang tak kenal dengan makanan yang satu ini. Kue dengan bentuk bolong di bagian tengahnya ini sangat mendunia. Kali ini Vemale bakal menghadirkan satu resep donat lezat dan mudah tanpa menggunakan telur. Simak resepnya di halaman ini yuk.
      Bahan:
      250 gram tepung terigu 1 sdt ragi instan 2 sdm gula pasir 2 sdm margarin 200 ml air hangat Cara Membuat:
      Campur ragi dan gula pasir serta sedikit air hangat. Tunggu selama kurang lebih 10 menit sampai berbuih. Campur semua bahan dan campuran ragi. Aduk sampai rata dan kalis. Diamkan selama kurang lebih 30 menit. Tutup dengan kain basah. Kempiskan adonan dan bentuk seperti donat. Diamkan selama kurang lebih 10 menit. Panaskan minyak goreng dan goreng donat sampai matang atau berubah warna kecoklatan. Angkat, tiriskan, dan beri topping sesuai selera.
  • Kontributor Populer

×

Important Information

Kami menggunakan cookie. Mereka tidak menakutkan, tetapi beberapa orang berpikir mereka. Terms of Use & Kebijakan Privasi