Jump to content
news

Merpati Nusantara Airlines Bakal Beroperasi Lagi

Recommended Posts

ng1.thumb.jpg.185cdc2cf909f1968ac43a4b20afe910.jpg

PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berkeyakinan dapat beroperasi kembali setelah resmi mendapatkan perpanjangan waktu untuk merestrukturisasi utang selama 120 hari.

Dengan diperolehnya perpanjangan waktu penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) di Pengadilan Niaga Surabaya tersebut, perseroan bakal fokus mengupayakan reoperasi maskapai Merpati.

Kuasa hukum PT Merpati Nusantara Airlines (debitur) Rizky Dwinanto mengatakan bahwa saat ini perusahaan fokus mengupayakan reoperasi maskapai Merpati.

"Tujuan utama kami Merpati Airlines bisa terbang lagi," katanya kepada Bisnis, Minggu, (25/3).

Oleh karena itu, keberhasilan restrukturisasi utang menjadi jalan satu-satunya. Rizky berujar, debitur akan menawarkan proposal perdamaian yang diharapkan bisa mengakomodasi seluruh pihak.

Namun demikian, dia mengakui bahwa proses PKPU Merpati Airlines merupakan tantangan yang cukup besar. Pasalnya, kreditur perseroan beragam mulai dari pemerintah, badan usaha milik negara, pajak, vendor hingga karyawan.

Tak tanggung-tanggung, total utang Merpati kepada seluruh kreditur mencapai Rp10,03 triliun, dengan perincian kreditur separatis atau dengan jaminan kebendaan mengantongi piutang Rp3,33 triliun. Pemegang tagihan terbesar yang tergabung dalam separatis adalah Kementerian Keuangan dengan nilai Rp2,1 trilun.

Sementara itu, piutang kreditur konkuren (tanpa jaminan) sebesar Rp5,62 triliun. Adapun tagihan dari kreditur konkuren mayoritas dipegang oleh PT Pertamina (Persero) senilai Rp2,6 triliun.

Terakhir, tagihan dari kreditur preferen atau prioritas tercatat Rp1,08 trliun. Kategori ini menampung tagihan eks karyawan dan kantor pajak.

Saat ini, kata Rizky, debitur intens mengadakan pertemuan dengan kreditur, khususnya Kementerian Keuangan dan PT Pertamina (Persero). Pertemuan tersebut merupakan pembahasan internal antara prinsipal Merpati Airlines atau kuasa hukum dengan para shareholders.

Debitur juga menggunakan jasa konsultan keuangan untuk merumuskan proposal perdamaian. Kendati demikian, dia belum bisa membeberkan skema pembayaran.

"Ini masih digodok formula pembayarannya dalam masa perpanjangan PKPU," tuturnya.

SKEMA PERDAMAIAN

Merpati Airlines, lanjut Rizky, harus berhati-hati membuat rencana perdamaian agar mendapatkan kepercayaan dari kreditur dan tidak dipailtkan.

Merpati Airlines resmi mendapatkan waktu tambahan restrukturisasi utang selama 120 hari, setelah memanfaatkan waktu PKPU Sementara selama 45 hari. Namun, selama 45 hari tersebut debitur belum menemukan skema perdamaian yang tepat.

Salah satu pengurus PKPU PT Merpati Nusantara Airlines Beverly Charles Panjaitan menuturkan bahwa debitur resmi mendapatkan perpanjangan waktu 120 hari pada sidang penetapan Jumat (23/3) lalu.

Dalam pemungutan suara sebelumnya, mayoritas kreditur setuju dengan perpanjangan PKPU debiturnya. Namun, salah satu kreditur PT Garuda Indonesia (Persero) hanya mengizinkan masa tambahan selama 60 hari saja.

"Seluruh kreditur separatis setuju [perpanjangan PKPU] 120 hari. Dari konkuren hanya satu saja yang tidak setuju yaitu Garuda Indonesia," tutur dia kepada Bisnis, Minggu (25/3).

Charles meminta debitur serius memanfaatkan waktu tersebut untuk merancang perdamaian yang terbaik.

"Kami berharap [agar] perdamaian bisa tercapai dan Merpati Airlines dapat mengudara kembali, setelah berhenti operasi sejak 2014," ungkapnya.

Berdasarkan penelusuran Bisnis di laman Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Surabaya, PT Parewa Aero Katering yang memohonkan PKPU Merpati (debitur).

PT Parewa Aero Katering merupakan perusahaan jasa makanan yang memasok katering ke maskapai Merpati Airlines. PT Parewa berkantor pusat di Komplek Pergudangan Bandara, Tangerang, Banten.

Kuasa hukum PT Parewa Aero Katering Berlian Simbolon mengaku lega PT Merpati Airlines mulai merestrukturisasi utang di pengadilan. Pihaknya telah mempelajari bahwa Merpati Airlines bukan murni perusahaan BUMN sehingga permohonan PKPU dapat diajukan oleh kreditur yang memiliki tagihan.

Dalam permohonanya, PT Parewa Aero Katering mengikusertakan dua kreditur lain yakni PT Kirana Mitra Mandiri, dan PT Pratitha Titian Nusantara.

Alasan majelis mengabulkan permohonan PKPU lantaran PT Merpati Airlines bukan 100% Badan Usaha Milik Negara. Adapun 10% saham dari perusahaan dirgantara ini turut dimiliki oleh publik, termasuk di dalamnya yaitu PT Garuda Indonesia (Persero).

Dengan demikian, permohonan PKPU PT Merpati Airlines tidak perlu diajukan oleh Menteri Keuangan.

Oleh karena itu, permohonan dari PT Parewa Katering tidak memiliki alasan untuk ditolak berdasarkan Pasal 2 ayat 5 Undang-undang No. 37/2004 tentang Kepailitan dan PKPU.

Pasal itu berbunyi dalam hak debitur adalah perusahaan asuransi, perusahaan reasuransi, dana pensiun, atau BUMN yang bergerak di bidang kepentingan publik, permohonan pernyataan pailit hanya dapat diajukan oleh Menteri Keuangan.

Share this post


Link to post
Bagikan di situs lain

Buat akun atau masuk untuk berkomentar

Anda harus menjadi anggota untuk memberikan komentar

Buat sebuah akun

Mendaftar untuk account baru dalam komunitas kami. Mudah!

Daftarkan akun baru

Masuk

Sudah mempunyai akun? Masuk disini.

Masuk Sekarang

  • Konten yang sama

    • Oleh news
      Burung liar di sekitar bandara bisa menabrak pesawat terbang atau tersedot mesin jet sehingga membahayakan keselamatan penerbangan. Otoritas bandara sering memakai anjing atau bunyi keras untuk menghalau kawanan burung, namun menurut perusahaan Belanda, burung robot produksinya jauh lebih efektif.
       
    • Oleh BisaJadi
      Jadi pramugari itu enak. Bisa terbang ke banyak kota bahkan negara, gratis. Udah gitu dapet bayaran pula. 
      Kalau Kamu berpikir seperti itu, kayaknya Kamu harus baca artikel ini baik-baik. Menjadi seorang pramugari itu nggak seenak yang Kamu lihat. Bayangin aja, mereka harus tetep tersenyum dan melayani Kamu dengan ramah meski lagi capek. 
      Pramugari nggak bisa makan sesuka hati. Harus nungguin semua penumpang selesai makan, baru deh bisa makan.
      Belum lagi kalau ada penumpang menyebalkan yang gangguin doi pas lagi kerja. Kezel, tapi di sisi lain para pramugari juga harus tetep ramah. 
      Kurang lebih seperti itulah yang dirasakan banyak pramugari yang ada di dunia ini, termasuk Sydney Pearl. Dia menuliskan semua hal menyebalkan yang dialami pas lagi berhadapan sama penumpang dalam sebuah buku berjudul Diary of a Pissed-Off Flight Attendant.
      Dalam buku yang udah diterbitkannya, ada 10 hal yang sebaiknya nggak Kamu ucapin pada pramugari. Mau tahu? Nih; 
      1. “Senyum dong”

      Kalau Kamu pernah mengucapkan kalimat ini pada mbak-mbak pramugari, mending jangan diulangi lagi. Menurutnya, tanpa diminta buat tersenyum pun, dia dan para pramugari lainnya udah selalu berusaha tersenyum setiap saat.
      Kalau kebetulan doi lagi nggak senyum, bukan berarti dia lupa sama tugasnya, tapi capek tahu senyum terus setiap saat. Kata Pearl sih gini, 
      Saya mengambil napas panjang, nahan diri buat nggak ngumpat. Padahal sih, jengkelnya udah ada di ubun-ubun,
      2. “Kok Kamu kelihatan ngantuk?”

      Ada juga, penumpang pesawat yang iseng bilang “Kok Kamu kelihatan ngantuk?”.
      Yah, gimanapun juga, banyaknya aktivitas selama penerbangan bikin pramugari nggak punya banyak waktu buat istirahat. Apalagi buat tidur enak.
      Mungkin, niat kita sebagai penumpang cuma basa-basi doang, tapi ternyata perkataan itu bikin pramugari bete. Kalau kata Pearl sih gini, 
      Mungkin mereka lupa jika kami, para pramugari memberi pelayanan tidak hanya pada satu penerbangan saja hari itu.
      3. “Pramugari cuma pelayan yang dimuliakan”

      Pearl pernah mendapat perkataan seperti ini. Doi cuma diam dan tersenyum. Padahal nih gais, di dalam hati dia bete banget. 
      Kalau Kamu berkata bahwa pramugari adalah pelayan yang dimuliakan, sebaiknya Kamu beli kaca besar di rumah deh. Biar nggak ngatain pramugari dengan kalimat itu lagi, itu pun kalau Kamu masih punya nilai humanis, kata Pearl 
      4. “Hari ini saya ulang tahun, boleh dong dapet minuman gratis!”

      Kamu mungkin pernah berpikir, kalimat meminta minuman gratis hanyalah guyonan doang. Tapi, ternyata, kalau Kamu sampai ngucapin kalimat itu gais, Kamu udah bikin image-mu drop di mata pramugari gais.
      5. “Bisakah Kamu bantuin saya menggantikan popok anak saya?”

      Khusus buat Kamu yang udah punya baby gais, please jangan bilang kayak gini sama pramugari. Kalau Kamu belum bisa bedain antara pramugari dan pembantu rumah tangga, boleh-boleh aja kali ya. 
      6. “Dari tadi Kamu ngapain aja sih? ”

      Yang bikin Pearl kezel abis gais, pernah suatu waktu ada penumpang pesawat yang bilang kayak kalimat di atas. Kata doi, sebelum Kamu bertanya apa aja yang udah dikerjain pramugari dari tadi, mending Kamu baca dulu daftar tugas pramugari deh.
      Jujur, apa yang Kamu ucapkan ini udah bikin pramugari sakit hati. Doi udah kerja keras bikin Kamu nyaman, tapi kayak nggak dihargai sedikit pun usahanya. 
      7. “Duh, gara-gara Kamu saya jadi telat nih”

      Nah, kalau penerbangan Kamu terlambat, jangan salahin pramugari. Karena jadwal penerbangan dan lalu lintas udah diatur sesuai dengan manajemen penerbangan. 
      Ya, mungkin kalimat itu cuma luapan kekesalan doang sih, tapi biasakan buat ngontrol emosi dan nggak mengkambinghitamkan pramugari. Pesennya si Pearl si gitu.
      8. “Saya benci merepotkan Kamu, tapi saya minta tolong dong ..”

      Poinnya gini gais, nggak usah basa-basi sama pramugari. Kalau emang  butuh bantuan, ya udah tinggal minta bantuan aja. Cukup bilang apa yang pengen Kamu pesen.
      9. “Mbak, kapan kita bisa dinner bareng?”

      Ada yang berani bilang kayak gini sama mbak pramugari? Duh, nyalimu besar banget gais. Beruntung, setiap pramugari udah terlatih buat nolak setiap ajakan tanpa memperlihatkan ketidaksukaannya.
      10. “Boleh minta id Line Kamu nggak?” (berkata seperti ini dengan cincin pernikahan mengkilat di jari)

      Ini yang paling buruk.
    • Oleh Males
      Airbus A380 berbeda dengan tipe pesawat lainnya. Jika Anda belum yakin kenapa harus mencoba naik pesawat ini, berikut adalah 5 alasan utamanya.
      1. Kapasitas Besar
      Airbus A380 adalah sebuah pesawat berbadan lebar dengan dua tingkat yang mampu memuat hingga 850 penumpang dalam konfigurasi satu kelas atau 555 penumpang dalam konfigurasi tiga kelas. Pesawat ini merupakan pesawat komersial terbesar yang pernah dibuat dan dijuluki “Superjumbo”. Hingga saat ini, setidaknya ada 13 maskapai yang menggunakannya, yaitu Air France, Asiana Airlines, British Airways, China Southern, Emirates, Etihad, Korean Air, Lufthansa, Malaysia Airlines, Qantas Airlines, Qatar Airlines, Singapore Airlines, dan Thai Airways.
      2. Desain Kabin
      Umumnya, pesawat Airbus A380 didesain oleh maskapai dengan konfigurasi 2-3 kelas, yaitu Ekonomi, Bisnis, dan First Class. Desain dan konfigurasi tempat duduk pada kelas Ekonomi tampak seperti pada umumnya, hanya saja kursi dan layar di kursi terlihat lebih mewah, serta ruang kaki lebih lebar. Namun apabila Andamemasuki ruang Bisnis dan First Class, Anda akan terkesima. Di First Class maskapai Etihad dan Singapore Airlines misalnya, terdapat kamar tidur dan kamar mandi pribadi yang akan membuat Anda merasa sangat nyaman saat menempuh penerbangan panjang. Anda pun tidak akan kekurangan hiburan dengan adanya entertainment center dengan layar datar yang lebar.
      3. Fasilitas Mewah
      Kemewahan akan terasa sejak Anda memasuki kabin. Selain layar entertainment center yang berkualitas bagi setiap kursi, 8 dari 13 maskapai di atas menyediakan Wi-Fi dan membolehkan Anda menyalakan telepon genggam. Selain kompartemen bagasi kabin yang biasa ada di atas kepala Anda, maskapai seperti Korean Air dan Asiana Airlines bahkan menyediakan kompartemen ekstra untuk tas tangan bagi Anda yang duduk di dekat jendela. Untuk bagian penutup jendela, jika Anda biasa menutupnya dengan manual (menggeser ke atas/bawah), maskapai seperti Qantas membuat Anda melakukannya hanya dengan satu sentuhan kecil saja.
      4. Lounge, Bar, Social Area
      Fasilitas seperti hotel bintang 5 ini umumnya ada di bagian atas (upper deck). Anda bisa menikmati semua fasilitas, termasuk makanan dan minuman, yang ada secara gratis. Setiap maskapai bahkan punya tema sendiri dalam mendesain lounge, bar, social area, spa, hingga ruang gantinya. Ingin mencari teman baru selama penerbangan? Bersantai menghilangkan penat dengan teman dan keluarga Anda selama di pesawat? Itu semua bisa Anda lakukan di pesawat Airbus A380!
      5. Wisata Kuliner dan Belanja
      Tak hanya fasilitas dan desainnya saja yang seperti hotel bintang 5, begitu pula dengan menu makanan dan minuman yang tersedia. Menu yang disajikan oleh tiap maskapai memang berbeda, tapi mereka sama-sama dimasak oleh chef hebat yang kualitas bahan, rasa, dan tampilannya sama dengan chef dari hotel-hotel mewah. Selain makanan yang disajikan, Anda bisa menikmati makanan dan minuman yang ada di area self-service. Fasilitas ini ada di maskapai Air France, China Southern, dan Qantas. Untuk Anda yang suka berbelanja di atas pesawat, beberapa maskapai bahkan membuat area duty-free shop. Anda akan bisa merasakan pengalaman berbelanja seperti di toko pada umumnya namun kali ini toko itu berada di udara!
      Itulah 5 alasan utama Anda, setidaknya sekali dalam seumur hidup, harus mencoba naik pesawat jenis Airbus A380.
    • Oleh Males
      Sejak dulu, penggunaan barang elektronik di dalam pesawat sangat terbatas. Jangankan mendapatkan sinyal untuk menerima panggilan, mengaktifkan gadget saja tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. Apa lagi berharap bisa mendapatkan jaringan internet ketika sedang berada pada ketinggian 30.000 kaki di udara?
      Kini, hal itu bukan hal yang mustahil. Teknologi semakin berkembang dan sekarang mendapatkan akses internet di dalam pesawat sangatlah memungkinkan. “Wi-fi on board” kini bisa dinikmati di penerbangan jarak jauh dari beberapa maskapai full-service.
      Namun pertanyaan yang menggelitik bagi sebagian orang – terutama yang sangat menyukai dunia aviasi dan teknologi – adalah: sebenarnya, apa yang membuat kita sekarang bisa mengakses wi-fi dalam penerbangan? Bagaimana cara kerja wi-fi di dalam pesawat?
      Ada dua teknologi yang memungkinkan penumpang pesawat bisa mendapatkan wi-fi dalam penerbangan, yaitu teknologi Air-to-Ground (ATG) dan satelit.
      Air-to-Ground (ATG)
      Sistem ATG ini membutuhkan dua antena yang tertanam di perut pesawat untuk menangkap sinyal dari menara seluler yang ada di darat. Ketika pesawat sudah mencapai ketinggian tertentu dan pramugari/a sudah menyalakan tombol ATG ke “On”, maka pesawat akan mulai “menarik” sinyal dari berbagai menara seluler yang ada di daratan. Setelahnya, penumpang pun bisa beraktivitas dengan menggunakan sinyal Wi-Fi selama berada di dalam pesawat.
      Saat ini, sistem ATG baru bisa menawarkan kekuatan Wi-Fi hingga 3 Mbps. Artinya, Anda baru dapat menggunakannya untuk mengakses email dan mengecek beberapa akun media sosial Anda.
      Satelit
      Keterbatasan sistem ATG adalah jika pesawat keluar dari jangkauan menara seluler di darat ataupun sedang terbang di atas lautan, maka sinyal akan otomatis hilang. Sistem penerimaan sinyal Wi-Fi berbasis satelit yang lebih kuat bisa mengatasi hal itu, sehingga Anda bisa tetap terhubung ke jaringan internet dengan cakupan area yang lebih luas.
      Dengan menggunakan satelit, ada antena yang harus diarahkan ke satelit tertentu ketika pesawat terbang. Ada tiga jenis antena yang biasa digunakan di pesawat-pesawat yang menyediakan fasilitas wi-fi dan menggunakan system satelit, yaitu Ku-Band, Ka-Band, dan Ku/Ka-Band.
      Antena Ku-Band bisa memberikan Wi-Fi dengan kecepatan hingga 30-40 Mbps. Walau demikian, kecepatan Wi-Fi akan tergantung seberapa banyak pesawat yang juga mengambil sinyal dari satelit tersebut. Semakin banyak pesawat yang terhubung ke satelit yang sama, maka kecepatan yang bisa didapat masing-masing pesawat pun semakin sedikit.
      Selain tipe Ku-Band, ada pula antena tipe Ka-Band yang memberikan servis Wi-Fi tercepat, dengan kecepatan hingga 70 Mbps per pesawat. Dengan kecepatan ini, Anda bisa mengunggah foto ke berbagai media sosial hingga streaming video favorit Anda.
      Saat ini, baru Virgin America yang menggunakan antena gabungan Ka-/Ku-Band dalam pesawat-pesawat Airbus A320 terbarunya untuk penerbangan di Amerika Serikat. Sementara di benua lain, seri Airbus A350 dari Qatar Airways dan Ethiopian telah menggunakan antena Ka-Band yang akan memberikan sinyal Wi-Fi yang lebih kuat.
       
  • Kontributor Populer

×

Important Information

Kami menggunakan cookie. Mereka tidak menakutkan, tetapi beberapa orang berpikir mereka. Terms of Use & Kebijakan Privasi