Jump to content
Ngobas

Facebook Sederhanakan Aplikasi Massenger

Recommended Posts

facebook_messenger-2-720x720.jpg

Konferensi Facebook F8 yang menjadi agenda tahunan, kali ini mengedepankan beberapa pembaharuan fitur salah satunya untuk messenger. Facebook sendiri telah menyederhanakan tampilan antarmuka aplikasi saat pengguna mengirim pesan.

"Saat Anda mengirim pesan, Anda benar-benar menginginkan pengalaman yang sederhana dan cepat. Kami mengambil momen ini untuk mendesain ulang Messenger sepenuhnya untuk memfokuskan ide-ide ini," kata Mark Zuckerberg.

Sedangkan Wakil Presiden Facebook Messenger, David Marcus mengumumkan, pembaruan yang efisien untuk Facebook Messenger akan datang segera. Perusahaan diklaim telah mengerjakannya sejak awal 2018.

Saat ini, ada lima tab yang lebih rendah dan tiga tab atas untuk menavigasi aplikasi. Desain ulang memiliki tiga tab utama di bagian bawah: obrolan, kontak, dan fitur yang tampak seperti kompas. Ini mungkin merupakan dampak migrasi Facebook Find My Friends ke dalam aplikasi Messenger.

Kondisi ini masuk akal, karena banyak orang menggunakan Facebook Messenger sembari membagikan lokasinya dengan teman ketika mencoba untuk bertemu.

Di bagian atas ada tiga pintasan: kamera, video call, dan tulis. Di kiri atas adalah ikon pengguna dan bilah penelusuran ada di bawah. Pembaruan baru juga akan mendapatkan mode gelap, fitur lama tertunda untuk Facebook Messenger. Gelembung obrolan akan diwarnai dengan gradien, tetapi para pencetusnya tidak yakin apakah warna pekat akan hilang.

Berikut adalah hal yang harus diperhatikan oleh Facebook: Obrolan Kepala harus menjadi fitur keikutsertaan. Setidaknya harus bertanya kepada pengguna setelah beberapa hari menggunakan aplikasinya.

Share this post


Link to post
Bagikan di situs lain

Buat akun atau masuk untuk berkomentar

Anda harus menjadi anggota untuk memberikan komentar

Buat sebuah akun

Mendaftar untuk account baru dalam komunitas kami. Mudah!

Daftarkan akun baru

Masuk

Sudah mempunyai akun? Masuk disini.

Masuk Sekarang

  • Konten yang sama

    • Oleh c0d1ng
      Pendiri Facebook Mark Zuckerberg menyebutkan perusahaanya tidak mungkin benar-benar melindungi platform-nya dari serangan yang tak terduga maupun pencurian data.
      Ia berpendapat, perbaikan merupakan proses yang selalu dilakukan. "Sudah sangat jelas kami tidak cukup fokus untuk mencegah hal ini semua. Kami tidak melihat hal ini sebagai tanggung jawab kami dan ini merupakan kesalahan besar. Ini salah saya," ujarnya.
      Panggilan tersebut datang beberapa jam usai anggota parlemen mengumumkan Zuckerberg akan bersaksi di depan Komite Energi dan Perdagangan DPR minggu depan.
      Ini juga tak lama setelah Facebook mengumumkan Cambridge Analytica, sebuah perusahaan data yang memiliki hubungan dengan kampanye Presiden Trump dicurigai memiliki 87 data juta orang pengguna Facebook.
      Zuckerberg menilai angka tersebut sebagai 'jumlah maksimum orang yang dapat kami hitung' yang datanya mungkin telah diakses. Ia mengatakan data itu jumlahnya tidak bisa lebih tinggi namun bisa saja lebih rendah.
      "Kami menerima banyak pertanyaan penting. Pertama soal apakah kita bisa mengendalikan sistem dan dapat membuat orang tetap aman menggunakan Facebook. Kemudian apakah kita bisa memastikan sistem tidak digunakan untuk merusak demokrasi."
      Zuckerberg berpendapat, perang melawan aktor dibalik pencurian data ini merupakan upaya berkesinambungan yang digalakkan Facebook.
      "Ini akan menjadi pertarungan yang tak pernah berakhir. Kamu tidak akan pernah benar-benar menjadi solusi dalam keamanan data," ungkapnya.
      Peraturan baru
      Melihat hal ini, Facebook akan mematuhi peraturan Eropa baru yakni Peraturan Perlindungan Data Umum (GDPR) yang bertujuan memudahkan pengguna FB di Eropa untuk keluar dari data mereka di FB dan situs pihak ketiga.
      "Saya pikir peraturan seperti GDPR sangatlah positif. Kami bermaksud untuk membuat semua kontrol yang sama untuk tersedia dimana-mana, tak hanya di Eropa saja," tuturnya.
      Zuckerberg mengklaim, data yang dibagikan pengguna merupakan data yang mereka pilih untuk dibagikan. Namun Facebook melacak individu di situs pihak ketiga.
      Ia beranggapan, perusahaan dapat menjelaskan apa yang dilakukanya pada pengguna. "Ada banyak kesalahpahaman pada apa yang telah kita kerjakan di Facebook," pungkasnya.
      Dalam beberapa minggu terakhir, Facebook telah mengubah kebijakan dengan membatasi akses pada pengembang mereka dan beberapa larangan tertentu.
      Meskipun begitu, Zuckerberg mengungkapkan Facebook belum merasakan penurunan pendapatan yang signifikan terkait skandal ini.
      "Meskipun begitu, hal ini tetap saja sangat tidak mengenakan. Orang-orang mulai mempertanyakan kepercayaan mereka pada kami dan tentu masih banyak perbaikan yang kami perlu lakukan untuk atasi ini," tandas dia.
      Dalam posting blog Rabu, pejabat teknologi kepala Facebook mengumumkan batasan untuk akses pengembang dan pembatasan baru terkait fitur pemulihan akun yang dapat memungkinkan aktor jahat untuk mengikis data pengguna.
    • Oleh purwa_weheb
      Masalah bertubi-tubi menerjang Facebook. Belum beres dengan skandal penyalahgunaan 50 juta data penggunanya, kini sang raksasa media sosial milik Mark Zuckerberg tersebut kembali diterpa perkara baru.
      Masalah ini berakar sejak 2016. Facebook pernah membuat memo internal perusahaan yang diedarkan ke karyawan secara tertutup.
      Memo tersebut, ditulis oleh salah seorang wakil direktur Facebook bernama Andrew Bosworth pada 2016. Yang memicu kontroversi tentu adalah isinya. Diketahui, memo ini dimuat pertama kali via BuzzFeed News.
      Dalam memo itu, Boz--panggilan karib Bosworth--mengklaim kalau Facebook cuma memiliki satu misi untuk menguntungkan perusahaan, yakni menghubungkan semua penggunanya menjadi komunitas besar.
      Tentu, semakin besar jumlah pengguna, semakin banyak pula keuntungan yang dikantongi Facebook. Namun, Boz malah menekankan cara ini bisa dilakukan bisa dengan apa saja, yang penting caranya baik secara de facto. Bisa disimpulkan, Facebook dapat menghalalkan segala cara untuk meraup untung.
      "Mungkin kita butuh mengorbankan hidup untuk mengekspos seseorang yang di-bully, atau juga mungkin kita juga bisa mengekspos seseorang yang mati terkena serangan teroris. Mau bagaimana pun, itulah yang kita lakukan. Sejelek apa pun isunya, kita harus menghubungkan orang. Titik. Itulah kerjaan kita untuk menumbuhkan pengguna," tulis Boz.
      Sontak saja, memo tersebut memicu kontroversi dan pertanyaan soal kesigapan Facebook menangani informasi dan data pribadi pengguna, apakah mereka benar-benar menjaga kerahasiaan data pengguna, atau cuma sekonyong-konyong memikirkan angka demi keuntungan belaka?
    • Oleh c0d1ng
      WhatsApp akhirnya resmi merilis WhatsApp Business setelah diperkenalkan dalam format beta pada September 2017 lalu.
      Indonesia menjadi negara Asia pertama yang sudah bisa menggunakan WhatsApp Business di platform Android bersama empat negara lain yaitu Italia, Meksiko, Inggris dan Amerika Serikat.
      Lalu, apa bedanya WhatsApp Messenger yang biasa digunakan dengan WhatsApp Business?
      Seperti namanya, platform yang berdiri sendiri (standalone) ini menyasar kalangan pebisnis, mulai dari perusahaan besar hingga UKM.
      WhatsApp Business memungkinkan pebisnis lebih komunikatif dengan konsumennya, serupa dengan konsep yang diusung aplikasi Line@.
      Berikut beberapa perbedaan antara WhatsApp Messenger dan WhatsApp Business yang dirangkum KompasTekno dari Gadgets Now, Jumat (19/1/2018).
      1. Perbedaan logo
      WhatsApp Business menggunakan huruf kapital "B" dengan latar warna hijau khas WhatsApp.
      Logo ini berbeda dengan WhatsApp Messenger yang terkenal dengan logo gambar telepon.
      2. Dapat menggunakan dan menambahkan nomor telepon rumah atau kantor
      Berbeda dengan WhatsApp Messenger yang menggunakan nomor ponsel, WhatsApp Business bisa menggunakan sekaligus menambahkan nomor telepon rumah atau kantor meskipun sah-sah saja menggunakan nomor seluler.
      Namun WhatsApp menyarankan untuk tidak mengganti-ganti nomor seluler dan menentukan satu nomor ponsel yang permanen.
      Menggunakan WhatsApp Business dan WhatsApp Messenger dalam satu perangkat yang sama bisa saja dilakukan, namun Anda harus menggunakan nomor yang berbeda untuk masing-masing aplikasi tersebut.
      3. Bisa membalas pesan secara otomatis
      Fitur ini memungkinkan pebisnis untuk menyetel balasan otomatis jika mendapat pertanyaan yang sama dari konsumen.
      Pengaturan ini juga bisa digunakan untuk mengirim pesan otomatis untuk menyambut konsumen baru. Fitur ini tentu tak ditemukan di WhatsApp Messenger yang bertujuan personal.
      4. Lihat statistik pesan terkirim dan diterima
      Dengan fitur ini, pebisnis bisa melihat statistik pesan terkirm dan pesan yang diterima.
      Tetu saja fitur ini tidak didapatkan di WhatsApp Messenger dimana seringnya, pengguna justru menyembunyikan informasi jika pesan telah dibaca.
      5. Bisa memilih kategori bisnisnya
      Selain menginformasikan profil perusahaan, seperti jam operasional, situs resmi, dan lokasi, pebisnis juga bisa memilih kategori bisnis yang tersedia.
      Tidak melulu perusahaan besar, WhatsApp Business juga terbuka untuk UKM dan usaha kecil lainnya. Jika kategori bisnis tidak terdapat di pilihan yang tersedia, bisa memilih kategori "Others".
      6. Centang Hijau
      Tidak seperti WhatsApp Messenger yang tidak ada proses verifikasi, WhatsApp Business akan melakukan verifikasi pada akun pebisnis.
      Berbeda dengan lencana centang biru pada akun terverifikasi di Instagram atau Twitter, akun yang telah diverifikasi oleh WhatsApp Business akan diberikan centang berwarna hijau.
      "Jika Anda melihat lencana hijau di sebelah nama kontak, itu berarti WhatsApp telah memverifikasi jika nomor tersebut adalah benar milik perusahaan", jelas WhatsApp pada blog situs resmi perusahaan.
      7. Mengkategorikan pesan masuk menggunakan "Labels"
      Fitur ini merupakan fitur baru yang sebelumnya belum ada di versi beta. Dengan "Labels", pebisnis bisa mengkategorikan pesan masuk tertentu sehingga komunikasi dengan konsumen lebih terorganisir.
    • Oleh satpam
      Setelah 12 tahun meninggalkan kampus, Mark Zuckerberg menjadi tamu kehormatan saat acara kelulusan mahasiswa Universitas Harvard angkatan 2017. Dalam pidatonya di hadapan lulusan tahun 2017, Zuckerberg menyampaikan beberapa poin penting yang relevan terkait dengan teknologi hingga tren entrepreneur saat ini.
      Kami merangkum beberapa poin penting yang bisa dicermati calon pelaku startup yang berniat untuk meluncurkan startup atau menjadi entrepreneur.
      Temukan teman sejati
      Salah satu cerita yang disampaikan Zuckerberg adalah bagaimana sulitnya ia menemukan teman baru di masa awal kuliah, namun beruntung ada satu orang yang bersedia untuk mengajak ngobrol hingga akhirnya mengerjakan proyek bersama. Temannya saat itu adalah Kang-Xing Jin yang hingga kini masih bersama Zuckerberg di Facebook.
      Inti dari cerita yang ingin disampaikan oleh Zuckerberg adalah terkadang pertemanan di saat kuliah bisa berujung menjadi rekan bisnis yang loyal. Untuk itu cari tahu siapa saja teman saat kuliah yang cocok dan nantinya bisa diajak bekerja sama ketika Anda berniat membangun perusahaan suatu saat nanti.
      Bangun bisnis untuk alasan yang tepat
      Dalam pidatonya Zuckerberg juga kerap menyebutkan betapa pentingnya alasan yang tepat dan memiliki impact saat membangun bisnis. Sense of purpose menjadi hal yang wajib diterapkan saat Anda ingin membangun startup yang sukses. Bukan hanya memberikan manfaat untuk Anda namun juga orang banyak. Alasan utama atau purpose juga bisa menjadi motivasi ketika Anda mulai merasa kewalahan saat menjalankan bisnis. Menjadi hal yang penting bukan hanya menciptakan peluang dan potensi namun juga menemukan alasan yang tepat.
      Jangan jual startup terlalu cepat
      Saat Zuckerberg mulai mengembangkan Facebook, banyak perusahaan besar yang mulai melirik teknologi serta inovasi yang dimiliki Zuckerberg dan Facebook. Zuckerberg menolak untuk menjual bisnis yang telah ia bangun, demi tujuan yang lebih besar, yaitu menciptakan inovasi dan bermanfaat untuk orang banyak. Upaya Zuckerberg akhirnya mulai menunjukkan hasil dengan diluncurkannya fitur Newsfeed.
      Jika Anda merasa yakin dengan produk atau layanan yang Anda miliki, coba pertahankan terlebih dahulu perusahaan dengan menghadirkan inovasi dan lihat hasilnya, sebelum Anda memutuskan untuk menjual startup.
      Jangan takut membuat kesalahan
      Sebelum Zuckerberg sukses membuat Facebook, ia telah meluncurkan beberapa produk yang tidak terlalu sukses. Tidak menjadi masalah ketika saat memulai startup Anda gagal dan harus mengulang atau menciptakan inovasi yang baru. Selama Anda terus belajar dari kesalahan dan bisa menemukan dengan tepat, produk atau layanan yang tepat dan bakal diminati oleh pasar.
      Perluas wawasan dan terus belajar
      Saat ini teknologi berubah dengan cepat, begitu juga dengan metode, informasi, dan hal-hal penting lainnya yang wajib Anda ketahui. Jangan pernah berhenti belajar, membuka wawasan, dan menggali informasi sebanyak-banyaknya, agar Anda bisa beradaptasi dengan tren dan perubahan teknologi. Pendidikan menjadi faktor pendukung yang wajib diperhatikan setiap saat, agar Anda bisa memiliki wawasan yang cukup untuk memulai usaha hingga menjalankan bisnis setiap hari.
  • Kontributor Populer

×

Important Information

Kami menggunakan cookie. Mereka tidak menakutkan, tetapi beberapa orang berpikir mereka. Terms of Use & Kebijakan Privasi