Jump to content
  • Our picks

    • Adik Personel One Direction Meninggal Dunia di Usia 18 Tahun
      Kabar duka datang dari keluarga salah satu personel One Direction, Louis Tomlinson. Adiknya, yang bernama Felicite Tomlinson dikabarkan meninggal dunia pada Rabu (13/3/2019) karena serangan jantung.
      • 0 balasan baru
    • Ahmad Sahroni Bocorkan Rumus Kaya Seketika
      Ada kisah menggetarkan hati dari sosok yang tak asing di mata publik.

      Ahmad Sahroni, politisi Partai Nasdem yang kini duduk di kursi DPR RI blak-blakan tentang masa lalunya.

      Siapa sangka Ahmad Sahroni memiliki pengalaman kelam, yang tak pernah terlupakan.

      Ia mencurahkan pengakuannya di depan Hotman Paris, dalam program televisi Hotman Paris Show.
      • 1 balasan baru
    • Banjir Hadiah! Cover Lagu Ricky Kevin Berapa Banyak Cinta
      Jakarta -  Ricky Kevin, penyanyi berbakat asal kota Bandung ini kembali meramaikan blantika musik Indonesia. Single baru bertajuk “Berapa Banyak Cinta” ini resmi dirilis pada 16 Oktober 2018, ciptaan Bemby Moor. Dibawah naungan manajemen CKH Entertainment, bekerja sama dengan lebih dari 50 radio di seluruh Indonesia melakukan pemutaran serentak untuk single yang easy-listening ini.
      • 3 balasan baru
    • Kanker Darah Ani Yudhoyono yang Cukup Agresif
      Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkap kondisi ibundanya,Ani Yudhoyono, yang kini dirawat di National University Hospital, Singapura. Penyakit kanker darah yang diidap Ani Yudhoyono disebut bersifat agresif.

      AHY mengatakan kondisi Ani Yudhoyono mulai menurun setelah mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berkunjung di Aceh. Mulanya, keluarga mengira Ani Yudhoyono kelelahan, tapi pemeriksaan medis berkata lain. 
      • 3 balasan baru
    • Apple Mulai Kehilangan Mahkota Triliun Dolar AS
      Apple kehilangan statusnya sebagai perusahaan triliun dollar setelah Wall Street melihat bahwa pembuat iPhone itu mengalami kehilangan USD190 miliar atau lebih dari Rp2.818 triliun.
      • 0 balasan baru
  1. anon

    anon

  • Konten yang sama

    • Oleh h3ro_pmpg
      Beberapa tahun lalu, Google berencana untuk meluncurkan teknologi masa depan yang canggih. Salah satunya, Project Jacquard yang bertujuan menambahkan fitur-fitur pintar pada pakaian yang memberikan pengguna kemampuan untuk melakukan berbagai tugas di perangkat mereka dengan hanya menyentuh pakaian mereka.
      Untuk menciptakan itu Google bekerjasama dengan Levi meluncurkan jaket pintar pertama pada akhir 2017. Menariknya, kali ini giliran Apple yang akan membuat kain pintar.
      Paten ini telah diajukan Apple sejak 2016. Satu-satunya petunjuk adalah gambar yang menunjukkan potensi desain kain sedemikian rupa yang membuat Apple menerapkannya pada perangkat dan aksesori pintar di masa depan.
      Namun, seperti yang ditunjukkan Dwell, ini bukan paten terkait kain pertama Apple. Apple telah mengajukan beberapa paten lain selama bertahun-tahun yang berkaitan dengan membawa fitur-fitur pintar ke dalam sebuah rancangan.
      Kain pintar dapat berisi berbagai komponen yang akan ditemukan di perangkat pintar, termasuk serat optik, nanoelektronika, dan pewarna termokromik, yang akan tertanam dalam benang dan benang konduktif atau semikonduktif. Kain cerdas akan mampu merespons tekanan dan sentuhan serta mendeteksi perubahan lingkungan.

      Meskipun Apple tidak diharapkan untuk memulai lini pakaiannya sendiri, kain tersebut dapat digunakan dalam aksesori yang menargetkan produk-produknya, termasuk iPhone, iPad, Apple Watch, Mac, dan Apple TV.
      Sebuah paten berbeda yang ditemukan Patently Apple pada pertengahan Desember menggambarkan teknologi tersebut untuk remote Apple TV berbasis kain. Kain akan dapat menanggapi input dari pengguna dan mengirimkan kontrol tersebut ke peralatan.
      Masih belum diketahui kapan Apple akan meluncurkan aksesoris atau produk baru yang terbuat dari smart fabric. Akan tetapi meningkatnya jumlah paten untuk kain cerdas menunjukkan bahwa Apple tertarik untuk menghadirkan fitur-fitur pintar pada fabric di masa depan.
    • Oleh Tania
      Pasien penderita penyakit komplikasi yang lama terbaring di rumah sakit tak jarang membuat harapan untuk kembali sembuh kian tipis. Tak jarang dokter tak mampu berbuat banyak, lantaran kondisi pasien yang sudah di penghujung kematian.
      Dalam kondisi ini, Google mengembangkan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/ AI) untuk memprediksi waktu kematian seseorang.
      Algoritme Google membaca 175.639 poin data dari seorang pasien pengidap kanker payudara stadium lanjut. Penyakit ini membuat cairan memenuhi paru-paru dan organ vital lainnya sehingga dokter memperkirakan ia hanya memiliki peluang hidup sebesar 9,3 persen.
      Sebaliknya, algoritme Google justru memperkirakan harapan hidup sedikit lebih besar. Dari data yang diperoleh, Google memperkirakan peluang kematian perempuan itu mencapai 19,9 persen. Meski beberapa hari kemudian pasien dinyatakan meninggal dunia.
      Belajar dari kasus tersebut, Google mengembangkan alat untuk memperkirakan peluang hidup pasien, termasuk berapa lama ia harus dirawat di rumah sakit, hingga kemungkinan pasien perlu dirawat kembali, dan waktu meninggal yang mungkin terjadi dalam waktu dekat.
      Kecerdasan buatan ini mengolah semua informasi dan menghasilkan prediksi, jauh lebih cepat dan akurat dari teknik-teknik yang telah ada sebelumnya. Algoritme Google bahkan menunjukkan data mana yang akan berujung pada penarikan konklusi.
      Nigam Shah, profesor dari Stanford University sekaligus salah satu penulis dalam riset ini menyebut metode yang ada sekarang menghabiskan 80 persen waktu untuk membuat data laik saji. Sementara pendekatan yang digunakan Google justru menghindari hal tersebut.
      Kemampuan Google dalam menyaring data, termasuk catatan yang terkubur dalam dokumen dan grafik lama tak dipungkiri membuat rumah sakit, dokter dan penyedia layanan kesehatan kagum. Mengingat sejauh ini lembaga kesehatan telah berupaya bertahun-tahun untuk menggunakan rekam jejak kesehatan dan data pasien untuk menyelamatkan lebih banyak nyawa.
      Jeff Dean, kepala bagian kecerdasan buatan Google kepada Bloomberg mengatakan tahap berikutnya yang akan ditempu yakni mengintegrasikan sistem yang memprediksi gejala penyakit ke klinik-klinik. Ia menyebut tingkat akurasi prediksi penyakit diharapkan bisa menjadi harapan dan alarm.
      "Mereka memahami masalah apa yang perlu segera dicarikan solusinya. Sejauh mereka (Google) telah melakukan cukup eksperimen kecil untuk mengetahui hasil yang berbeda-beda dari setiap pengujian," ungkap Jeff.
      Ia berharap kecerdasan buatan ini mampu mengarahkan para dokter kepada pengobatan tertentu dan membantu mendiagnosa penyakit pasien dengan lebih tepat.
    • Oleh thepowerofwindows
      ZTE menjadi perusahaan pertama yang merilis smartphone Android Go murah di pasar Amerika Serikat, dan harganya hanya US$ 80 (sekitar Rp 1 juta).
      Smartphone ZTE Tempo Go memiliki layar 5 inci dengan resolusi 480 x 854 piksel, bezelnya masih cukup tebal, hanya memiliki RAM sebesar 1 GB, dan penyimpanan 8 GB.
      Lewat situs resminya, dijelaskan bahwa smartphone ini tidak mendukung dua kartu SIM atau jaringan 4G. Sementara, kapasitas kartu memorinya hanya dapat mendukung sampai 32 GB.
      Kamera belakangnya bahkan cuma memiliki resolusi 5MP yang sudah dilengkapi LED Flash, sementara kamera di depan memilki resolusi 2MP.
      Untuk dapur pacunya didukung Snapdragon 210, dan berjalan di atas sistem Android 8.0 Oreo. Baterainya sendiri berkapasitas 2200 mAh.
      Memang, Android Go lebih ditargetkan untuk negara-negara yang tidak memiliki ekonomi kuat, dan tidak bisa membeli smartphone Rp 2 jutaan.
      Pada smartphone ini banyak aplikasi beredisi Go yang sistemnya lebih sederhana karena Google memangkas fitur-fitur di aplikasi yang tak dianggap berguna di pasar Android Go.
      Pemakaian data juga akan lebih hemat lewat Android Go, misalnya lewat YouTube Go akan diberikan keterangan data untuk mengunggah video sehingga pengguna bisa memilih video yang tidak memakan banyak data.
      Dengan fitur itu diharapkan pengguna Android Go dari pasar ekonomi rendah dapat terbantu apabila di daerah mereka harga data masih mahal.
      Ada Enam Tipe
      Google menyiapkan enam jenis Android Go yaitu Alcatel 1X, Nokia 1, Gm8 Go, Huawei, Lava Z50, Micromax Bharat Go, dan ZTE Tempo Go.
      Peluncuran Android Go pertama kali diumumkan Google pada ajang Mobile World Congress (MWC) 2018 di Barcelona, Spanyol.
      Android Go termasuk dalam program Android Oreo, sehingga secara resmi namanya Android Oreo (Go Edition).
      Nokia 1 Sudah Rilis

      Nokia 1 yang merupakan Android Go sudah lebih dulu hadir dengan MediaTek MT6737M dan RAM 1GB. Memiliki layar berukuran 4,5 inci, smartphone ini memiliki memori internal 8GB yang dapat diperbesar dengan kartu microSD hingga 128GB.
      Urusan fotografi diserahkan pada kamera utama 5 megapiksel yang sudah didukung LED Flash. Sementara untuk keperluan selfie, Nokia 1 ditopang oleh kamera depan beresolusi 2 megapiksel.
      Smartphone ini juga sudah mendukung Bluetooth v4.2, GPS/A-GPS, FM Radio, Micro-USB, dan jack audio 3,5mm. Dengan baterai berkapasitas 2.150mAh, smartphone ini disebut mampu bertahan hingga 15 hari dalam keadaan standby.
      Lewat smartphone ini, HMD Global kembali menawarkan unsur nostalgia bagi pengguna ponsel Nokia lawas. Sebab, cover Nokia 1 dapat dibongkar pasang sesuai keingingan pengguna atau lebih dikenal dengan nama Xpress-on cover.
      Sekadar informasi, Xpress-on cover sempat menjadi ciri khas ponsel Nokia pada masa keemasannya. Diperkenalkan di Nokia 5110 pada 1998, pengguna dapat dengan mudah mengganti cover ponsel miliknya sesuai keinginan.
    • Oleh c0d1ng
      A guide to what Google and the Indonesia government knows about you, how to delete the data and how to make sure it knows less about you in the future.
      It's no secret that Google knows a lot about you. A large part of the search giant's business model is based around advertising – and for this to be successful it needs to know who you are.
      But with the right know-how it's possible to track down what Google knows about you and control what it uses for advertising purposes.
      Google doesn't make a huge song and dance about its in-depth knowledge of its users, but at the same time it doesn't keep it a secret either. Here's how to find out what Google knows and take control of your data.
      Google saves all your searches
      Probably the least surprising of the lot, but Google has all of your search history stored up.
      How to delete it: If you'd rather not have a list of ridiculous search queries stored up, then head to Google's history page, click Menu (the three vertical dots) and then hit Advanced -> All Time -> Delete.
      If you want to stop Google tracking your searches for good, head to the activity controls page and toggle tracking off.
      Google saves every voice search

      Google records what you say every time you speak to it
      Google's voice search-saving habits have been reported on many times.
      Anyone who use Google's voice search or the voice-activated assistant, Google Now, have their searches stored so that more relevant ads are served and search features are steadily improved -- in the same way you'd expect from regular Google search.
      And a lot of people don't realise that many of these searches are actually recorded. This means users are able to listen back to exactly what they searched for by listening to what they said and how they said it.
      How to delete it: If you've used any of Google's opt-in voice features for yourself, then head to Google's Voice & Audio Activity page to review your voice searches and listen back to them. Be warned, this could be interesting, funny or just plain cringe-worthy.
      To delete this database of embarrassing searches select one or more of the recordings from the check box beside them and then click "delete" at the top of the screen.
      Google tracks and records your location

      Use Google's location services? Then your every move is being tracked and mapped
      As well as recording your searches and your voice, Google has also been keeping tabs on your location.
      Google's location history, or timeline page, serves up a Google Map and allows you to select specific dates and times and see where you were. Its accuracy depends on whether you were signed into your Google account and carrying a phone or tablet at the time.
      How to delete it: When you visit the timeline page you can hit the settings cog in the bottom right-hand corner of the screen and select delete all from there.
      Control advertising data
      One of the more interesting places to check out what Google really knows about you is to head over to its ad settings page where (if you're signed into your Google account) you'll see a profile Google has built for you based on your search history, YouTube history and interests. So, for example, it might know that you're female, aged 18-24 and interested in banking, consumer electronics, mobile phones, shooter games, rap and hip hop and toys.
      From this page it's possible to turn ad personalisation on (or off). If you opt out of personalisation then the adverts that follow you around the web – trainers, when you searched for them once – will stop appearing. Google's ad network operates on more than two million websites around the world and limiting its knowledge about you will make everything seem that little less creepy.
    • Oleh c0d1ng
      Pada tanggal 29 Mei 2017, Google resmi memperkenalkan  beberapa fitur terbarunya dari layanan Search, Maps, Play, dan Youtube. Layanan ini diluncurkan setelah pihak Google melihat adanya perubahan kebutuhan masyarakat selama bulan Ramadan hingga Lebaran.
      Menurut Head of Marketing Google Indonesia, Veronica Utami, pihaknya tidak menargetkan hal tertentu dalam peluncuran beberapa fitur terbarunya. Google, kata Veronica, hanya ingin mempermudah masyarakat menjalankan ibadah, merayakan Lebaran, hingga melakukan perjalanan mudik.
      “Ada perubahan kebutuhan saat bulan Ramadan untuk orang Indonesia. Dan kita mau memastikan Google bisa menjadi teman saat Ramadan, serta membantu kebutuhan tersebut,” ujar Veronica saat ditemui di kawasan Imam Bonjol, Jakarta Pusat.
      Lantas, apa saja fitur terbaru yang disediakan Google? Berikut penjelasan selengkapnya.
      Cari meja
      Fitur ini dapat ditemui dalam layanan Google Maps yang berfungsi untuk mencari restoran terdekat. Pemesanan meja juga bisa langsung dilakukan dari Google Maps sehingga mempermudah mereka yang mencari tempat berbuka puasa. “Fitur cari meja di Google Maps telah bekerja sama dengan Qraved dan Chope,” ujar Consumer Marketing Manager Google, Mira Sumanti.
      Berbagi lokasi
      Google Maps juga telah dibenamkan fitur berbagi lokasi sehingga pengguna bisa memberitahu di mana lokasi mereka pada keluarga, kerabat, atau rekannya. “Kalau penerima location sharing tidak punya akun Gmail, nanti akan dikirim pakai SMS,” kata Mira.
      Fitur transit Commuterline
      Dalam aplikasi Google Maps, kini sudah ditambahkan fitur transit untuk kereta Commuterline Jabodetabek. “Melalui fitur ini, pengguna bisa memantau kapan kereta tiba secara real time beserta lama perjalanan dan biaya perjalanan,” jelas Mira.
      Youtube Ramadan Shelf
      Fitur ini bisa ditemukan pengguna pada pilihan video trending melalui aplikasi YouTube untuk smartphone. Menurut Head of Products Communication Google Indonesia, Putri Silalahi, fitur ini diluncurkan demi mempercepat proses menemukan konten-konten yang berhubungan dengan Ramadan.
      “Kami sudah melihat bagaimana YouTube menemani pengguna selama Ramadan, terutama saat ngabuburit. Misalnya, mau masak opor ayam, masukkan ayam dulu apa serai dulu, itu lihat Youtube. Inspirasi model hijab terbaru, cek di YouTube. Kue kering juga sudah jadi tren sekarang. Saran saya, buatlah tutorial kue kering,” jelas Putri.
      Berbagi album
      Google Photos menambahkan fitur berbagi album yang memungkinkan pengguna membagikan banyak foto sekaligus ke kontak orang-orang yang terdapat di akun Gmail miliknya. Fitur ini juga memakai teknologi machine learning Google, sehingga akan muncul saran ke kontak mana foto itu dibagikan.
      “Misal, saya sering foto sama suami, namanya Dimas. Setiap saya foto sama Dimas, muncul suggest send to Dimas. Jadi, apa yang saya simpan di Google Photos langsung tersimpan juga di akun Google Photos Dimas. Bagi yang tidak punya akun Google, nanti menerima dalam bentuk SMS yang berisi tautan menuju foto tersebut,” jelas Putri.
      Ikut tawarkan promo
      Pihak Google juga ikut menawarkan beragam promo aplikasi dan game. Menurut Product Marketing Manager Google Play Google Indonesia, Sasha Sunu, promo bernama #SalipLevel ini sudah berjalan di beberapa aplikasi maupun game yang ada di Play Store.
×
×
  • Membuat baru...

Important Information

Kami menggunakan cookie. Mereka tidak menakutkan, tetapi beberapa orang berpikir mereka. Terms of Use & Kebijakan Privasi