Jump to content
  • Our picks

    • Kanker Darah Ani Yudhoyono yang Cukup Agresif
      Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkap kondisi ibundanya,Ani Yudhoyono, yang kini dirawat di National University Hospital, Singapura. Penyakit kanker darah yang diidap Ani Yudhoyono disebut bersifat agresif.

      AHY mengatakan kondisi Ani Yudhoyono mulai menurun setelah mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berkunjung di Aceh. Mulanya, keluarga mengira Ani Yudhoyono kelelahan, tapi pemeriksaan medis berkata lain. 
      • 1 balasan baru
    • Apple Mulai Kehilangan Mahkota Triliun Dolar AS
      Apple kehilangan statusnya sebagai perusahaan triliun dollar setelah Wall Street melihat bahwa pembuat iPhone itu mengalami kehilangan USD190 miliar atau lebih dari Rp2.818 triliun.
      • 0 balasan baru
    • Intel Ciptakan 5G Dengan Kecepatan 6GB/Detik
      Intel mengumumkan modem XMM 8160 5G, modem multimode yang dioptimalkan untuk menyediakan konektivitas 5G ke ponsel, PC dan broadband access gateways. Intel mempercepat waktu peluncuran modem tersebut setengah tahun lebih awal.
      • 0 balasan baru
    • WhatsApp, Instagram, dan Facebook Bakal Gabung di 2020
      CEO sekaligus pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, mengungkap alasan di balik rencana mengintegrasikan layanan Messenger, Whatsapp, dan Instagram. Menurutnya, rencana tersebut bakal memberikan keuntungan bagi pengguna.
      • 0 balasan baru
congek

Flickr Diakuisisi SmugMug

Recommended Posts

39739764580_0e5d3a4f31_o.png.b9a1f27f04eab2b2c317d200eecd5dc8.png

Di titik ini, sebagian besar dari kita mungkin sudah lupa dengan eksistensi Flickr. Penyebabnya sedikit banyak adalah pihak yang mengelolanya. Seperti yang kita tahu, Flickr yang didirikan di tahun 2004 sempat diakuisisi oleh Yahoo pada tahun 2005, sebelum akhirnya berpindah tangan lagi ke Verizon, yang mengakuisisi Yahoo di tahun 2017.

Baik Yahoo dan Verizon sama-sama merupakan korporasi besar, dan bisa dibilang bukan tipe yang bisa memahami permintaan komunitas fotografi dengan baik. Contohnya, saat mengumumkan penghapusan paket Flickr Pro, Marissa Mayer yang menjabat sebagai CEO Yahoo saat itu beralasan istilah fotografer profesional sudah tak lagi relevan. Sontak banyak yang merasa tersinggung, dan Marissa pun pada akhirnya minta maaf.

Kabar baiknya, Flickr tidak harus selamanya bernasib seperti itu. Mereka baru saja diakuisisi oleh SmugMug. Bagi yang tidak tahu, SmugMug merupakan penyedia layanan photo sharing yang usianya bahkan lebih tua lagi daripada Flickr, dan mereka bisa bertahan selama ini berkat model bisnis subscription-based yang ‘sehat’.

Nilai akuisisinya tidak diberitakan, tapi yang pasti Flickr dan SmugMug bakal tetap beroperasi sendiri-sendiri. Sejauh ini SmugMug belum mengungkapkan rencana mendetailnya mengenai masa depan Flickr, akan tetapi konsumen loyal Flickr setidaknya bisa sedikit lega melihat SmugMug sebagai pemilik barunya, yang track record-nya sudah terbukti bagus di industri fotografi.

Nasib Flickr ini kurang lebih sama seperti salah satu rivalnya, 500px, yang diakuisisi oleh Visual China Group (VCG) sekitar dua bulan lalu. Perbedaannya, VCG merupakan agensi besar yang kerap disebut sebagai “Getty Images-nya Tiongkok”, sedangkan SmugMug mempersilakan pengguna layanannya untuk menjual karya-karyanya langsung ke konsumen tanpa tarif perantara.

 

Share this post


Link to post
Bagikan di situs lain

Buat akun atau masuk untuk berkomentar

Anda harus menjadi anggota untuk memberikan komentar

Buat sebuah akun

Mendaftar untuk account baru dalam komunitas kami. Mudah!

Daftarkan akun baru

Masuk

Sudah mempunyai akun? Masuk disini.

Masuk Sekarang

  • Konten yang sama

    • Oleh BincangEdukasi
      Pada 2016, terdapat banyak perusahaan teknologi yang melakukan aksi akuisisi terhadap perusahaan lainnya. Beberapa di antaranya bahkan sampai menimbulkan kontroversi di tengah-tengah masyarakat.
      Dari mulai Microsoft hingga Verizon rela mengeluarkan biaya yang fantastis untuk sekadar mengakuisisi perusahaan. Berikut merupakan rentetan aksi akuisisi yang dilakukan perusahaan teknologi selama 2016.
      Fitbit "Mencaplok” Pebble
      Fitbit resmi mengakuisisi kompetitornya Pebble dengan mahar yang tidak terungkap. Kesepakatan ini memungkinkan Fitbit untuk memiliki kekayaan intelektual Pebble seperti sistem operasi.
      Samsung Akuisisi Harman
      Raksasa teknologi Samsung berhasil mengakuisisi perusahaan audio Harman dengan mahar USD8 miliar. Langkah ini memberikan sinyal bahwa Samsung siap memproduksi mobil pintar.
      Yahoo! Dibeli Verizon
      Yahoo! yang tengah mengalami kemunduran dibeli oleh Verizon senilai USD4,4 miliar. Sayangnya, kasus peretasan Yahoo! membuat kesepakatan ini tidak kunjung selesai.
      Microsoft Beli LinkedIn
      Jarang kita dengar jika Microsoft melakukan akuisisi. Namun kali ini, Microsoft melakukan langkah berani dengan membeli LinkedIn dengan mahar USD26,2 miliar.
    • Oleh dugelo
      Microsoft baru saja mengajukan persetujuan dari Komisi Persaingan Eropa. Persetujuan ini diperlukan agar Microsoft bisa menyelesaikan proses akuisisi LinkedIn.
      "Kami yakin dapat memperoleh persetujuan regulasi Uni Eropa pada akhir tahun ini," kata Brad Smith, Microsoft President and Chief Legal Officer.
      Pihak Komisi Eropa menyatakan bahwa penyelidikan itu diperkirakan akan berakhir pada 22 November, dengan asumsi tidak ada perpanjangan.
      Namun, masalah data mengenai 433 juta pengguna LinkedIn dapat memperlambat proses penyelidikan. Margrethe Vestager, Komisaris Uni Eropa mengatakan, "Data bisa menjadi faktor penting dalam bagaimana merger mempengaruhi kompetisi". Ia menyampaikan hal tersebut pada konferensi Big Data pada 29 September.
      Proses penyelidikan ini bermula setelah Salesforce mengajukan keberatan kepada regulator Eropa terkait akuisisi LinkedIn. 
    • Oleh c0d1ng
      Media sosial yang lekat dengan 140 karakter Twitter belakangan ini diketahui akan menjual sahamnya. Saat ini beberapa perusahaan yang dikabarkan memiliki minat untuk mengakuisisinya ialah Google, Microsoft, Salesforce dan terakhir rumah animasi Disney.
      Twitter sendiri diperkirakan memiliki nilai komersil sekira USD18 miliar atau sekira Rp234 triliun saat ini. Sedangkan pendapat lainnya menyebut, nilai valuasi perusahaan berlogo burung biru tersebut bisa mencapai Rp391 triliun atau USD30.
      Namun apakah masa depan Twitter akan memberikan keuntungan bagi peminatnya, atau malah sebaliknya? Berikut ini beberapa kemungkinan yang akan menjadi pertimbangan calon pembeli.
      Keuntungan
      Bagi perusahaan animasi Disney, langkah untuk membeli Twitter akan menguntungkan dari segi distribusi video yang dapat memberikan akses lebih luas. Twitter diketahui memiliki jangkauan acara yang cukup luas seperti pada debat calon presiden kemarin.
      Hal tersebut dapat membantu menaikkan angka penonton Disney dalam bisnis TV kabel yang mulai terancam dengan kehadiran kompetitor seperti Netflix dan Hulu.
      Sedangkan dari sisi Google, dengan mengakuisisi Twitter perusahaan yang berinduk pada Alphabet tersebut akan bisa mengganti layanan media sosial Google Plus yang kurang kompetitif. Selain itu layanan iklan dan juga platform pencarian Twitter dapat membantu feed Google dengan produk lainnya.
      Ide Buruk
      Meski terdapat sejumlah keuntungan yang dihadirkan oleh Twitter untuk mengakuisisinya, ada juga sisi negatif yang kemungkinan membeli Twitter akan menjadi ide buruk bagi peminatnya.
      Disney dikenal memiliki ideologi yang ramah keluarga. Namun Twitter sendiri dikatakan memiliki semacam "racun" bagi komunitas. Selain itu Disney juga memiliki komitmen berinteraksi secara langsung dengan pelanggan, sementara Twitter hanya memungkinkan melalui sebuah perangkat.
      Selain itu Bloomberg meragukan bahwa dengan membeli Twitter akan dapat memberikan keuntungan bagi stockholder. Itu karena perusahaan tersebut dinilai memiliki pertumbuhan pengguna yang cukup lambat dan juga ketertarikan pengguna yang mulai berkurang.
    • Oleh c0d1ng
      Pinterest berhasil mengakuisisi aplikasi penyimpan berita 'Instapaper'. Langkah ini dilakukan Pinterest untuk mendorong pengguna agar lebih banyak membaca berita.
      Instapaper adalah salah satu aplikasi pertama yang menerapkan fitur read-it-later. Fitur tersebut memungkinkan pengguna untuk menyimpan sebuah link artikel untuk dibaca kemudian.
      Dalam sebuah posting-an di blog, Instapaper mengatakan, akuisisi tersebut juga akan membantu pengembangan perusahaan ke arah yang lebih baik.
      "Sebagai aplikasi yang menyediakan layanan berbasis berita, kami sangat senang dengan proses akuisisi ini," sebut pernyataan resmi Instapaper.
      Setelah diakuisisi, Instapaper akan tetap beroperasi sebagai aplikasi mandiri.
    • Oleh paul_perka5a
      Microsoft baru saja mencatatkan sejarah akuisisi terbesar yang pernah mereka lakukan. Perusahaan yang didirikan oleh Bill Gates itupun kini telah mengakuisisi jejaring sosial yang ditujukan untuk para pekerja, yakni LinkedIn. Dan dana yang dikeluarkan oleh Microsoft pun tidak tanggung-tanggung, yakni sebesar 26,2 miliar USD atau setara 349 triliun rupiah.

      Jeff Weiner, Satya Nadella dan Rein Hoffman (kredit: Microsoft)
      Meskipun telah diakuisisi oleh Microsoft, LinkedIn pun tetap beroperasi seperti biasanya. Microsoft dalam pernyataan pers mengungkapkan kalau Jeff Weiner masih tetap akan bekerja sebagai CEO di LinkedIn dan selanjutnya akan memberi laporan kepada CEO Microsoft, Satya Nadella. Reid Hoffman pun masih tetap menjadi chairman LinkedIn.
      Hoffman dalam pernyataannya mengungkapkan kalau proses akuisisi ini menjadi momen pembaharuan bagi LinkedIn. Dia pun menganggap kalau proses akuisisi ini akan memberikan kesempatan yang besar bagi para pengguna jejaring sosial tersebut. Sementara itu, Nadella mengungkapkan kalau teknologi yang dimiliki Microsoft saat ini bisa digunakan untuk semakin meningkatkan perkembangan LinkedIn. Mulai dari penggunaan Microsoft Office 365 ataupun Dynamics.
      Menurut catatan dari Wikipedia, proses akuisisi Microsoft terhadap LinkedIn ini merupakan yang terbesar dalam sejarahnya, dengan jumlah uang mencapai tiga kali lipat dibandingkan dana akuisisi Nokia oleh Microsoft. Aktivitas ini pun merupakan proses akuisisi ke 196 yang dilakukan oleh Microsoft. Dan dari sekian banyak proses akuisisi yang dilakukan, tak semuanya memperoleh kesuksesan. Akuisisi Skype pun bisa dibilang sebagai salah satu bentuk kesuksesan. Sementara akuisisi Nokia, menjadi borok tersendiri bagi Microsoft.
×

Important Information

Kami menggunakan cookie. Mereka tidak menakutkan, tetapi beberapa orang berpikir mereka. Terms of Use & Kebijakan Privasi