Jump to content
Masuk untuk mengikuti ini  
Metrotvnews

Romy Ogah Bikin Malu Partainya

Recommended Posts

Semarang: Ketua Umum (Ketum) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M Romahurmuziy menekankan pihaknya tak akan memaksa Presiden Joko Widodo untuk memilih kadernya menjadi calon wakil presiden (cawapres). Romy, sapaan Romahurmuziy, ingin Jokowi bebas memilih pendampingnya di periode 2019-2024.

"Kita bukan malu tapi tidak ingin malu-maluin. Jadi, kita menginginkan Presiden memiliki kelelulasan meskipun partai pengusungnya banyak," kata Romy di musyawarah nasional alim ulama, Semarang, Jawa Tengah, Jumat, 13 April 2018..

Menurut dia, PPP juga tidak akan sakit hati jika kemudian Jokowi tak memilih kadernya sebagai cawapres. Dia menekankan, saat mendeklarasikan dukungan kepada Jokowi di pilpres pada Juli 2017, PPP tak mematok syarat apa pun.

Romy menyebut Jokowi akan kesulitan bila partai yang telah mendukungnya menyodorkan kadernya masing-masing sebagai cawapres. PPP, kata dia, tidak ingin menjadi bagian dari kerumitan itu.

"Itulah maka kita tak menambah kepusingan Pak Jokowi kita hanya ingin memberikan kenyamanan dan pilihan seluas-luasnya agar Pak Jokowi memiliki pilihan yang jernih berdasarkan kebutuhan yang beliau pikirkan," jelas dia. 

Namun, dia mengakui banyak kader di wilayah yang menuntut partai segera bersikap soal cawapres. Kader pun terang-terangan mendukung Romy menjadi cawapres. Namun, usulan itu masih harus dikaji mendalam.

"Tentu saya tidak bisa menjawab sendirian, maka saya sampaikan kepada Majelis Syariat ini harus dibahas bersama karena kami DPP (Dewan Pimpinan Pusat) membutuhkan pedoman," pungkas dia.

www.metrotvnews.com

Share this post


Link to post
Bagikan di situs lain

Buat akun atau masuk untuk berkomentar

Anda harus menjadi anggota untuk memberikan komentar

Buat sebuah akun

Mendaftar untuk account baru dalam komunitas kami. Mudah!

Daftarkan akun baru

Masuk

Sudah mempunyai akun? Masuk disini.

Masuk Sekarang

Masuk untuk mengikuti ini  

×

Important Information

Kami menggunakan cookie. Mereka tidak menakutkan, tetapi beberapa orang berpikir mereka. Terms of Use & Kebijakan Privasi