Jump to content
Masuk untuk mengikuti ini  
Metrotvnews

Penyuap Bupati Subang Segera Diadili

Recommended Posts

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melimpahkan berkas penyidikan Miftahudin (MTH), tersangka kasus dugaan suap perizinan pabrik-pabrik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Subang ke tahap penuntutan atau tahap dua. Penyuap Bupati Subang ini segera diadili.

"Hari ini dilakukan pelimpahan berkas, barang bukti dan tersangka MTH ke penuntutan tahap 2," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Jumat, 13 April 2018.

Dengan dilimpahkannya berkas perkara itu jaksa penuntut memiliki waktu 14 hari menyusun surat dakwaan Miftahudin untuk dibacakan di persidangan. Menurut Febri, sidang rencananya bakal digelar di Pengadilan Tipikor Bandung, Jawa Barat. 

"Yang bersangkutan dipindahkan ke Lapas kelas 1 Bandung," ujarnya.

Febri mengatakan, untuk melengkapi berkas perkara Miftahudin penyidik telah memerisa 88 saksi. Para saksi yang diperiksa terdiri dari unsur pejabat Pemkab Subang hingga swasta. Sedangkan, Miftahudin tiga kali diperiksa dalam kapasitasnya sebagai tersangka.

Miftahudin ditetapkan sebagai tersangka bersama dengan Bupati Subang Imas Aryumningsih (IA), Data (D) selaku pihak swasta dan Kabid Perizinan DPMPTSP Kabupaten Subang Asep Santika (ASP). Miftahudin ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap sedangkan Imas, Data dan Asep ditetapkan sebagai tersangka penerima suap.
 
Atas perbuatannya, Miftahhufin selalu pemberi suap dijerat dengan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b Pasal 13 UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.
 
Sedangkan, Imas, Data dan Asep selaku penerima suap dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

www.metrotvnews.com

Share this post


Link to post
Bagikan di situs lain

Buat akun atau masuk untuk berkomentar

Anda harus menjadi anggota untuk memberikan komentar

Buat sebuah akun

Mendaftar untuk account baru dalam komunitas kami. Mudah!

Daftarkan akun baru

Masuk

Sudah mempunyai akun? Masuk disini.

Masuk Sekarang

Masuk untuk mengikuti ini  

×

Important Information

Kami menggunakan cookie. Mereka tidak menakutkan, tetapi beberapa orang berpikir mereka. Terms of Use & Kebijakan Privasi