Jump to content
  • advertisement_alt
  • advertisement_alt
  • advertisement_alt
  • Our picks

    • Orang Punya Karakter Ini Ternyata Punya Bakat Luar Biasa
      Umumnya, perusahaan selalu menuntut calon pegawai untuk memiliki kemampuan sosial yang tinggi. Ternyata, orang yang memiliki kemampuan sosial rendah justru berpotensi lebih berbakat dalam bidang yang didalaminya.
      • 1 balasan baru
    • Wikileaks Bocorkan Ribuan Data Karyawan Imigrasi Amerika Serikat
      Wikileaks membocorkan informasi profil LinkedIn ribuan karyawan Imigrasidan Bea Cukai AS (ICE) menyusul kebijakan keras pemerintahan Donald Trump terhadap imigran gelap yang masuk ke Amerika Serikat. Bocoran profil karyawan muncul di situs web "ICEPatrol" milik ICE dan menampilkan informasi profesional dan pribadi dari profil jejaring sosial pegawai imigrasi Amerika Serikat.
      • 1 balasan baru
    • Trik Mencegah Retasan
      Jangan Gunakan Internet

      Cara paling gampang adalah jangan gunakan internet. Tapi cara ini juga paling sulit dilakukan. Pasalnya setiap orang di dunia modern pasti memiliki perangkat yang selalu terhubung ke internet, baik itu komputer, smartphone, tablet atau peralatan rumah tangga sehari-hari.
      • 1 balasan baru
    • ATURAN VOLUME TOA MASJID DI NEGARA MUSLIM LAIN
      Arab Saudi

      Sejak 2015 silam Kementerian Agama Islam di Arab Saudi melarang masjid menggunakan pengeras suara di bagian luar, kecuali untuk adzan, sholat Jumat, sholat Idul Fitri & Adha, serta sholat minta hujan. Kebijakan ini diambil menyusul maraknya keluhan warga ihwal volume pengeras suara yang terlalu besar. Arab News melaporkan tahun lalu masjid-masjid diperintahkan mencabut toa dari menara.

      Mesir

      Keputusan pemerintah Mesir melarang pengeras suara masjid digunakan untuk selain adzan juga didukung oleh Universitas al-Azhar.
      • 2 balasan baru
    • Jangan Aktifkan Tethering di GBK Selama Asia Games 2018
      Upacara pembukaan Asian Games 2018 tengah berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada Sabtu malam (18/8/2019).

      Karena venue dipadati ribuan pengunjung, Kementerian Komunikas dan Informatika (Kemkominfo) juga tak ketinggalan mengimbau bagi pengunjung untuk mematuhi peraturan yang ada di dalam venue. Imbauan berkaitan dengan penggunaan akses internet di kawasan tersebut.
      • 0 balasan baru
Masuk untuk mengikuti ini  
Guest Metrotvnews

Penyuap Bupati Subang Segera Diadili

Recommended Posts

Guest Metrotvnews
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melimpahkan berkas penyidikan Miftahudin (MTH), tersangka kasus dugaan suap perizinan pabrik-pabrik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Subang ke tahap penuntutan atau tahap dua. Penyuap Bupati Subang ini segera diadili.

"Hari ini dilakukan pelimpahan berkas, barang bukti dan tersangka MTH ke penuntutan tahap 2," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Jumat, 13 April 2018.

Dengan dilimpahkannya berkas perkara itu jaksa penuntut memiliki waktu 14 hari menyusun surat dakwaan Miftahudin untuk dibacakan di persidangan. Menurut Febri, sidang rencananya bakal digelar di Pengadilan Tipikor Bandung, Jawa Barat. 

"Yang bersangkutan dipindahkan ke Lapas kelas 1 Bandung," ujarnya.

Febri mengatakan, untuk melengkapi berkas perkara Miftahudin penyidik telah memerisa 88 saksi. Para saksi yang diperiksa terdiri dari unsur pejabat Pemkab Subang hingga swasta. Sedangkan, Miftahudin tiga kali diperiksa dalam kapasitasnya sebagai tersangka.

Miftahudin ditetapkan sebagai tersangka bersama dengan Bupati Subang Imas Aryumningsih (IA), Data (D) selaku pihak swasta dan Kabid Perizinan DPMPTSP Kabupaten Subang Asep Santika (ASP). Miftahudin ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap sedangkan Imas, Data dan Asep ditetapkan sebagai tersangka penerima suap.
 
Atas perbuatannya, Miftahhufin selalu pemberi suap dijerat dengan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b Pasal 13 UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.
 
Sedangkan, Imas, Data dan Asep selaku penerima suap dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

www.metrotvnews.com

Share this post


Link to post
Bagikan di situs lain

Buat akun atau masuk untuk berkomentar

Anda harus menjadi anggota untuk memberikan komentar

Buat sebuah akun

Mendaftar untuk account baru dalam komunitas kami. Mudah!

Daftarkan akun baru

Masuk

Sudah mempunyai akun? Masuk disini.

Masuk Sekarang
Masuk untuk mengikuti ini  

×

Important Information

Kami menggunakan cookie. Mereka tidak menakutkan, tetapi beberapa orang berpikir mereka. Terms of Use & Kebijakan Privasi