Jump to content
paimin

Alvin Tempuh Jarak 50 Km dari Sekolah ke Rumah

Recommended Posts

Waktu sudah menunjukkan pukul 16.00 WIB. Saatnya Alvin beranjak dari tempatnya menimba ilmu di SDN Kebon Kacang 02 Petang, Tanah Abang, Jakarta Pusat menuju rumahnya. Sekolah Alvin terletak di jantung Ibu Kota, tepatnya di belakang pusat perbelanjaan Thamrin City. 

Akan tetapi, perjalanan Alvin untuk bisa bertemu orang tua dan saudaranya tak semudah yang dibayangkan. Bocah berusia 8 tahun itu saban harinya harus menempuh jarak sejauh 50 kilometer sebelum sampai ke rumah. 

Alvin tak mengeluh, kondisi seperti ini sudah ia lakoni sejak 6 bulan yang lalu saat kedua orang tuanya pindah ke Parung Panjang, Bogor. Dua kaki kecilnya dengan lincah berjalan menyusuri trotoar yang dipadati kendaraan. Mengenakan tas ransel berwarna merah, topi merah putih berlambang garuda dan seragam putih Alvin tampak bersemangat. 

Ia berhenti di depan SPBU Kebon Kacang dan menunggu angkutan umum yang biasa mengantarnya ke Stasiun Karet.Sesak udara di angkutan biru tak membuatnya menyerah. 
Sesampainya di Stasiun Karet, siswa kelas dua itu bergegas menuju loket untuk membeli tiket ke stasiun Parung Panjang seharga Rp 6.000. Memasuki stasiun, Alvin menunggu di tempat yang paling ujung agar dekat dengan gerbong wanita. 
"Biasanya duduk di gerbong wanita," ujar Alvin saat ditemui pada Senin (9/4). 

Baru 10 menit ia duduk di kursi KRL, anak ketiga dari lima bersaudara itu sudah harus bersiap di pintu gerbong untuk transit di stasiun Tanah Abang dan pindah ke gerbong lain tujuan Parung Panjang. 

Suasana stasiun Tanah Abang memang selalu ramai dan padat oleh pengunjung, terlebih di jam-jam pulang kantor. Duh, tak terbayang anak sekecil itu harus berdesakan bersama orang dewasa lainnya. 

Belum lagi, ia harus gerak cepat untuk mendapatkan tempat duduk, bila tak ingin berdiri selama 1,5 jam hingga sampai ke tujuan akhir, stasiun Parung Panjang. 

Selama di dalam gerbong, Alvin lebih banyak diam dan menikmati pemandang melalui kaca bening yang ada di gerbong KRL. Sesekali ia berjalan menyusuri gerbong, tak jarang beberapa orang yang ditemuinya bertanya-tanya. 
"Kamu naik KRL yang ngajarin siapa?" tanya seorang perempuan berambut panjang di sebelahnya. 
"Aku sendiri," jawab Alvin. 
"Ya Allah, anak gue seumuran dia ini, enggak tega lihatnya," sahut perempuan berkacamata yang duduk di depan Alvin. 

Setelah menempuh waktu 1,5 jam menggunakan KRL, akhirnya kereta mengantarkan Alvin di pemberhentian terakhir yakni stasiun Parung Panjang. "Habis dari stasiun, biasanya jalan kaki kalau enggak ada ongkos. Tapi kalau punya ongkos naik mobil (omprengan)," kata Alvin 

Langit semakin gelap, Alvin berlari kecil mengejar kendaraan roda empat berwarna hitam alias omprengan yang sedari tadi terparkir di seberang stasiun. Si sopir menjalankan omprengannya dengan hati-hati, karena jalan yang dilalui belum beraspal, berlubang, dan digenangi air. 

Jarak dari stasiun Parung Panjang menuju rumah Alvin masih sekitar 7 km atau 20 menit dengan mengendarai omprengan. Itu pun bila uang saku Alvin masih tersisa, berbeda saat uang jajannya habis di perjalanan. Alvin akan berjalan dari stasiun Parung Panjang menuju rumahnya. 
"Turun di mana dek?" tanya si sopir kepada Alvin. 
"Di minimarket Ceria," sahut Alvin. 

Rumah Alvin berada di paling ujung berdampingan dengan kebun yang terlihat tak terawat. Bangunan sederhana namun hangat. Di rumah itu, Alvin tinggal bersama ayah, ibu, tiga saudaranya, dan keluarga tantenya. 

Sesampainya di rumah, Alvin lantas melepas sepatu dan berganti baju. Lalu bermain dengan saudara-saudaranya, bertemu ibu dan teman-teman lainnya. 

"Saya bangga sama Alvin, saya merasa sedih apalagi kalau lihat Alvin tidur. Saya sedih banget lihat dia kecapekan," ujar Lasmawati, ibunda Alvin. Sebelum tertidur, ibu bertanya,"Ada PR enggak? Kalau ada dikerjain dulu," kata ibu. 

Alvin menggeleng, ia sibuk bercengkerama dengan adik bungsunya yang masih berusia 7 bulan. Ayah Alvin jarang pulang karena mencari nafkah untuk keluarga. 
"Kerjanya serabutan, kadang empat hari baru pulang bawa Rp70 ribu. Yah dicukup-cukupin aja," ujar wanita berusia 38 tahun itu. Saat azan magrib berkumandang, Alvin pulang ke rumah lalu beristirahat. Jarak 50 kilometer yang ia tempuh tentu membuat raganya lelah.

Sumber: https://id.crowdvoice.com/posts/alvin-tempuh-jarak-50-km-dari-sekolah-ke-rumah-2KtG

eglvixodmma0tjn0w1xr.jpg

ftab3qv1hazl7lzqknm3.jpg

w644.jpg

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...

  • Similar Content

    • By news
      Petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan api yang membakar hutan di kawasan Hutan Nasional Sebangau, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, 14 September 2019.
      Polisi Indonesia mengatakan bahwa mereka telah menangkap 185 orang yang dicurigai memulai kebakaran hutan yang menyebarkan kabut tebal dan berbahaya di Asia Tenggara.
      Juru bicara Kepolisian Republik Indonesia, Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan pada hari Senin (16/9) bahwa polisi secara resmi menyerahkan penyelidikan 23 orang kepada jaksa pekan lalu, sementara 45 lainnya akan diadili akhir bulan ini. Polisi masih menyelidiki selebihnya.
      Prasetyo mengatakan para tersangka dapat dituntut berdasarkan undang-undang perlindungan lingkungan yang memungkinkan hukuman penjara maksimum 10 tahun karena membakar hutan untuk membersihkan lahan.
      Pihak berwenang Indonesia sebelumnya mengatakan bahwa mereka telah menutup sedikitnya 42 perusahaan perkebunan, termasuk perusahaan yang berbasis di Singapura dan empat perusahaan yang berafiliasi dengan grup perusahaan minyak kelapa sawit Malaysia.
      Hampir setiap tahun, kebakaran hutan Indonesia menyebarkan kabut yang berhahaya bagi kesehatan, tidak hanya di wilayah Indonesia, tetapi juga sampai ke negara-negara tetangga, Malaysia dan Singapura.
    • By kotawa
      Markobar, es kepal Milo viral, nugget banana, hingga sate taichan menjadi makanan yang hampir kebanyakan orang mengenalnya. Menu ini memang viral dan terkenal hingga detik ini.
      Menjadi terkenal dan viral tentunya bukan serta merta terjadi begitu saja. Ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk membuat produk dikenal masyarakat luas.
      1. Memiliki nilai cerita yang unik
      Selain terkenal karena rasa pedasnya, Maicih juga dikenal karena kisah di balik usahanya. Sebagian orang penasaran dengan asal mula nama Maicih. Ternyata founder dari Maicih ini bercerita bahwa Maicih sendiri berasal dari nama dompet kecil yang sering dipakai ibu-ibu ke pasar. Awalnya founderbertemu dengan ibu-ibu yang membawa dompet kecil yang dinamakan sebagai dompet icih oleh ibunya.
      Beberapa tahun berselang, founder bertemu dengan ibu-ibu dengan dompet icih tersebut dan menemukan fakta bahwa ia juga memproduksi bumbu pedas. Dari sanalah founder menemukan ide untuk membuat keripik pedas Maicih yang telah viral hingga kini. Belajar dari Maicih yang memiliki cerita unik di balik bisnis, membuat masyarakat ingin lebih tahu dan mengenalnya.
      2. Promosi maksimal di media sosial
      Instagram memang dianggap sebagai media sosial yang hits. Jadi tidak mengherankan jika banyak bisnis yang dipromosikan melalui media sosial ini menjadi lebih cepat meraih viral. Kekuatan warganet memang tidak diragukan lagi. Maka tidak ada salahnya untuk menggunakan Instagram sebagai media sosial agar bisnis semakin terkenal.
      3. Pancing dengan review
      Zaman sekarang, semua produk ada review-nya. Tidak jarang orang-orang memilih untuk mencari dan membaca review-nya terlebih dahulu sebelum membeli. Apapun jenis usaha yang sedang dijalankan kita bisa memanfaatkan para influencer seperti travel blogger, beauty blogger, selebgram, atau orang-orang yang banyak dikenal masyarakat untuk dapat mereview bisnis.
      4. Endorse publik figur
      Dengan banyaknya fans dan followers-nya publik figur, maka setiap produk atau barang yang ia kenakan akan diperhatikan oleh pengikutnya. Sehingga endorse dari publik figur dianggap sebagai cara yang cukup jitu untuk membuat bisnis menjadi viral.
      5. Tampil berbeda
      Markobar milik Gibran anak Presiden RI, Jokowi, memiliki beberapa keunggalan. Dikenal dan viral bukan karena menjadi putra sulung orang nomor satu di Tanah Air. Bukan pula menyajikan martabak yang serupa dengan yang lain. Tetapi Gibran sukses memodifikasi martabak biasa dengan aneka rasa dan topping makanan-makanan yang sedang viral seperti nutella, kit-kat, macha, dan banyak rasa lainnya. Jadi, buatlah bisnis yang unik dan berbeda untuk menyita perhatian khalayak ramai sehingga bisnis akan jauh lebih cepat viral dan terkenal. Itu dia beberapa cara agar bisnis menjadi terkenal. Segera viralkan bisnis Anda sekarang juga!
    • Guest news
      By Guest news
      Sebuah toko pakaian unik dibuka di kota New York baru-baru ini, yang menawarkan pakaian netral jender. “Phluid project” menjual busana yang tidak dikategorikan berdasarkan jender, untuk siapapun dengan jender dan orientasi seksual apapun.
       
    • By chyntia_irawan
      Kehidupan di dunia tidak hanya tentang manusia saja tetapi juga makhluk hidup lainnya seperti hewan. Tentunya, kehidupan yang didapatkan oleh setiap makhluk hidup harus layak dan sesuai dengan kodratnya.
      Untuk melindungi manusia diciptakan sebuah rumah serta lingkungan masyarakat untuk saling membantu. Sedangkan untuk melindungi hewan, pemerintah menciptakan kebun binatang.
      Tidak hanya di Indonesia, kebun binatang ada hampir di seluruh negara di dunia. Salah satunya yang terkenal adalah Taman Nasional Kruger, Afrika Selatan. Bahkan saking luasnya sering dijadikan sebagai tempat wisata safari.

      Di taman wisata ini ada lebih dari 1.000 jenis satwa yang dilindungi dengan baik sehingga dipastikan bahwa hewan-hewan tersebut hidup aman tanpa gangguan. Tapi hal itu ternyata tidak sesuai dengan jaminan yang diberikan.
      Baru-baru ini beredar sebuah foto memilukan dari seekor Singa kelaparan yang dikenal sebagai 'Skybed Scar' di Taman Nasional Kruger. Foto memilukan tersebut menunjukkan hari-hari terakhir seekor singa sebelum ajal menjemput.
      Hewan yang disebut sebagai Raja Hutan ini terlihat lemah, kurus, kemudian selang benerapa waktu dari foto diambil, singa tersebut pun mati.

    • By paimin
      Dua pasangan mesum tepergok berbuat tak senonoh di dalam Masjid At-Taqwa, Desa Sraten, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Kedua mahasiswa perguruan tinggi negeri setempat itu berinsial MWJ (22) dan FM (23).
      MWJ adalah warga Dusun Jetis, RT3/RW6 Desa Jetis, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang. Sementara FM adalah warga Dusun Bayo RT4/RW6 Desa Ledokdawan, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan.
      “Keduanya berstatus mahasiswa. Aksi mereka ketahuan karena terekam kamera pengawas yang ada di dalam masjid,” kata Kepala Sub Bagian Humas Polres Semarang Ajun Komisaris Gteguh Susilo Hadi.
      Ia mengatakan, MWJ dan FM tepergok berbuat tak senonoh di dalam masjid pada Jumat (13/4) siang. Keduanya mengetahui aksi berhubungan badannya yang terlarang tersebut terekam CCTV. Karenanya, mereka berupaya merusak kamera pengawas tersebut. Namun, ketika hendak merusak CCTV, keduanya berhasil ditangkap oleh pengurus masjid dan warga setempat. “Mereka sempat dikeroyok warga, tapi beruntung masih bisa kami selamatkan. Keduanya masih ditahan di Polres Semarang. Kasusnya diserahkan ke Unit PPA,” tuturnya.
      Untuk diketahui, sejumlah video mesum kedua mahasiswi dan proses penangkapannya diunggah oleh warganet dan menjadi viral di media-media sosial.
      Simak videonya :
      https://youtu.be/LF83tbDx9_E
      Sumber: https://id.crowdvoice.com/posts/mesum-di-masjid-terekam-video-2Ku1

×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy