Jump to content
  • ×   Pasted as rich text.   Restore formatting

      Only 75 emoji are allowed.

    ×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

    ×   Your previous content has been restored.   Clear editor

    ×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

  • Similar Content

    • By Forzaken_DT
      VeriSign melaporkan pendaftaran nama domain internet di seluruh top-level domains (TLD) tumbuh menjadi 359,8 juta pada kuartal ketiga 2019.
      Dalam laporan ini tercatat ada peningkatan pendaftaran nama domain sebanyak 5,1 juta pendaftaran atau 1,4%, bila dibandingkan dengan kuartal kedua. Dilihat dari tahun ke tahun, VeriSign menyebutkan ada pendafaran nama domain juta 17,4 juta atau 5,1%.
      Dipaparkan, TLD .com dan .net memiliki total gabungan pendaftaran nama domain sebanyak 157,4 juta di basis nama domain di akhir kuartal ketiga 2019, dengan peningkatan sebesar 1,3 juta pendaftaran nama domain atau 0,8%, jika dibandingkan dengan kuartal kedua tahun 2019.
      TLD .com dan .net mengalami peningkatan gabungan sekitar 5,7 juta pendaftaran nama domain, atau 3,8% dari tahun ke tahun. Pada 30 September 2019, total basis nama domain .com berjumlah 144,0 juta pendaftaran nama domain, sedangkan total basis nama domain .net berjumlah 13,4 juta pendaftaran.
      Total pendaftaran baru nama domain di .com dan .net sekitar 9,9 juta pada akhir kuartal ketiga 2019, jika dibandingkan dengan 9,5 juta pendaftaran nama domain pada akhir kuartal ketiga 2018.
      Berikut 10 besar peringkat TLD berdasarkan jumlah nama domain yang dilaporkan:
      .com sebanyak 144 juta nama domain .tk sebanyak 25,1 juta nama domain .cn sebanyak 23 juta nama domain .de sebanyak 16,3 juta nama domain .net sebanyak 13,4 juta nama domain .uk sebanyak 13,3 juta nama domain .org sebanyak 10 juta nama domain .tw sebanyak 6,8 juta nama domain .nl sebanyak 5,9 juta nama domain .ru sebanyak 5,7 juta nama domain
    • By DragonJebol
      Pemerintah Ekuador disebut telah membiayai operasi mata-mata bernilai jutaan dolar, untuk melindungi dan mendukung Julian Assange di kedutaan besarnya di London, Inggris.
      Menurut laporan The Guardian yang dikutip oleh South China Morning Post pada Rabu (16/5/2018), operasi mata-mata itu bahkan turut mempekerjakan sebuah perusahaan keamanan internasional dan agen rahasia khusus, untuk mengawasi para pengunjung, staf kedutaan dan bahkan polisi Inggris.
      Selama lebih dari lima tahun, Ekuador menggelontorkan setidaknya 5 juta dolar AS (sekitar Rp 70,5 miliar) ke dalam anggaran intelijennya.
      Komponen biaya tersebut, salah satunya, digunakan sebagai 'ongkos' Operasi Hotel (Operation Hotel) yang bertujuan melindungi pendiri WikiLeaks ketika ia mendapat kunjungan dari Nigel Farage, seorang anggota kelompok nasionalis Eropa yang disebut memiliki keterkaitan dengan Kremlin.
      Operasi mata-mata pemerintah Ekuador itu juga dilakukan terhadap tamu-tamu Assange lainnya, termasuk peretas, aktivis, pengacara, dan jurnalis.
      Menurut dokumen milik Badan Intelijen Ekuador, yang dikenal dengan nama Senain, dari Juni 2012 hingga akhir Agustus 2013, Operasi Hotel telah menghabiskan biaya sebesar 972,889 dolar AS, atau setara dengan Rp 13,7 miliar.
      Jumlah tersebut digunakan untuk membiayai pembelian dan perawatan kamera pengawas yang dipasang di seluruh sudut Kedutaan Besar Ekuador di London, sejak masuknya Assange lebih dari setengah tahun lalu.
      Pada saat yang sama, dokumen terkait menunjukkan kontrak rahasia dengan perusahaan keamanan internasional, yang ditugaskan untuk mendata dan memantau semua aktivitas di kedutaan.
      Perusahaan memasang sebuah tim yang menyediakan layanan pemantau keamanan 24 jam selama tujuh hari penuh, yang ditempatkan di sebuah apartemen dengan harga sewa 3.800 dolar AS (sekitar RP 53 juta) per bulan, tidak jauh dari Kedubes Ekuador yang berlokasi di wilayah Knightsbridge, London.
      Selain itu, tugas personil keamanan terkait adalah mencatat setiap beberapa menit sekali kegiatan harian Assange, termasuk interaksinya dengan staf kedutaan, tim hukum, dan pengunjung lainnya.
      Bahkan, mereka juga diketahui mendokumentasikan perubahan suasana hati Assange, dan kemudian menganalisanya.
      Assange juga diwajibkan mengkonsultasikan terlebih dahulu tentang siapa saja yang hendak datang berkunjung.
      Para tamu diharuskan melewati zona keamanan khusus, dan wajib meninggalkan paspor kepada petugas yang berjaga di pintu masuk utama.
      Paspor dibutuhkan untuk membuat profil yang menggambarkan kunjungan, dan memberikan rincian latar belakang semua tamu Asaange
      Hal itu dilakukan karena pemerintah Ekuador khawatir pihak berwenang Inggris dapat menggunakan kekuatan teritorial untuk memasuki kedutaan dan merebut Assange.
      Penahanan paspor juga dimaksudkan untuk menghindari risiko pejabat Ekuador datang dengan rencana untuk membantunya melarikan diri.
    • Guest whatsapp-man
      By Guest whatsapp-man
      Wikileaks membocorkan informasi profil LinkedIn ribuan karyawan Imigrasidan Bea Cukai AS (ICE) menyusul kebijakan keras pemerintahan Donald Trump terhadap imigran gelap yang masuk ke Amerika Serikat. Bocoran profil karyawan muncul di situs web "ICEPatrol" milik ICE dan menampilkan informasi profesional dan pribadi dari profil jejaring sosial pegawai imigrasi Amerika Serikat.
      Informasi seperti foto, jabatan, riwayat pekerjaan, pendidikan dan kota, muncul di banyak profil LinkedIn. Namun tidak diketahui berapa banyak karyawan yang ditargetkan, tetapi situs merilis 9243 profil. Departemen Keamanan Dalam Negeri tidak berkomentar terkait pembocoran ini dan situs ICEPatrol tidak bisa diakses.
      "ICEPatrol adalah sumber daya publik yang penting untuk memahami program ICE dan meningkatkan akuntabilitas, terutama mengingat tindakan yang diambil oleh ICE belakangan ini, seperti pemisahan anak-anak dan orang tua di perbatasan Amerika Serikat," kata Wikileaks, seperti dikutip The Sunday Morning Herald.
      Awalnya database karyawan disusun oleh aktivis yang berbasis di New York, Sam Lavigne, yang menjaring situs profil profesional LinkedIn untuk mengidentifikasi sekitar 1.600 orang yang bekerja untuk ICE. Basis data termasuk informasi publik seperti jabatan atau foto profil para petugas.
      "Karena ICE terus meningkatkan upaya pengawasan dan penahanannya yang tidak manusiawi, saya percaya penting untuk mendokumentasikan apa yang terjadi, dan oleh siapa, dengan cara apa pun yang kami bisa," tulis Sam Lavinge, seperti dilansir dari Russia Today.
      Lavigne mempublikasikan hasil kerjanya ke GitHub dan Medium, tetapi keduanya untuk menghapus publikasi database, karena alasan melanggar aturan komunitas. Twitter juga memblokir beberapa akun yang digunakan untuk berbagi tautan ke database. Namun WikiLeaks menjadi pembocor database kontroversial dan bahkan  membocorkan lebih banyak data yakni 9.200 lebih profil.
      Kebocoran ini terjadi di tengah meningkatnya reaksi terhadap kebijakan imigrasi tanpa toleransi pemerintah Amerika Serikat yang memisahkan 2300 lebih anak-anak dari orang tua mereka yang melintasi perbatasan Amerika Serikat-Meksiko.
    • By astro
      Sejumlah perusahaan jaringan dilaporkan tengah bekerja sama untuk menghadirkan layanan 4G di Bulan. Proyek ini dimulai oleh Vodafone yang bekerja sama dengan Nokia untuk mendukung misi dari PTScientist (Part Time Scientist).
      Sekadar informasi, PTScientist merupakan perusahaan penjelajahan luar angkasa asal Jerman yang tengah menggodok misi penjelajahan ke Bulan. Perusahaan tersebut bakal menjalankan misi ini dengan berkolaborasi bersama Audi untuk membuat rover penjelajah.
      Nantinya, Vodafone dan Nokia akan bekerja sama untuk menyediakan jaringan untuk mendukung misi tersebut. Dikutip dari Engadget, Jumat (2/3/2018), base station Vodafone akan menyediakan jalur komunikasi antara rover di Bulan dengan Bumi.
      Jalur komunikasi itu akan digunakan untuk mengirimkan pencitraan termasuk video dari Bulan. Jaringan 4G ini akan memakai frekuensi 1.800MHz untuk mengirimkan video HD ke Autonomous Landing and Navigation Module (ALINA), yang terhubung ke PT Scientist.
      Sementara, Nokia akan menyediakan perangkat jaringan dengan kualitas luar angkasa yang dibuat sangat ringan. Rencananya, bobot perangkat ini tak lebih dari 1 kg.
      4G sendiri dipilih karena dianggap lebih efisien ketimbang radio analog. Selain itu, jaringan ini memungkinkan terjadinya proses transfer data dalam kapasitas besar. 
      Menurut CTO Nokia, Marcus Weldon, dukungan misi penting tak hanya dari sisi akademis, tetapi juga industri terkait penelitian tentang Bulan. Karena itu, misi yang direncanakan meluncur pada 2019 ini memiliki potensi yang sangat besar.
      Rencana PTScientist
      Rencana PTScientist untuk melakukan misi ke bulan sebenarnya sudah dicanangkan sejak tahun lalu. Mereka menciptakan infrastruktur telekomunikasi yang nantinya memudahkan astronot bisa melakukan panggilan telepon dari bulan ke bumi.
      PTScientist yang juga sempat menciptakan wahana moon rover untuk Google Lunar XPrize ini memang menuturkan akan mengandalkan teknologi 4G LTE, yakni jaringan yang kini tengah digunakan oleh operator telekomunikasi di seluruh dunia
      "Kami bekerja sama dengan Vodafone untuk menyediakan base station LTE di bulan," kata Karsten Becker, pemimpin pengembangan perangkat elektronik PTScientist seperti dilansir Space.
      Rencananya, PTScientist akan memulai uji coba perdana dengan meluncurkan pesawat luar angkasa (spacecraft) Falcon 9 dengan dua wahana rover dalam orbit berjarak 26.000 mil.
      "Dari situ, ia akan melakukan landing ke bulan dan mengeluarkan dua wahana rover yang akan 'berkomunikasi' ke base station LTE kami," jelas Becker.
      Misi ke Bulan

      Untuk informasi, dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah negara dan perusahaan memang menjadikan Bulan sebagai tujuan penjelajahan. Salah satu negara yang dilaporkan akan mengirimkan manusia ke Bulan adalah Jepang. 
      Rencana perjalanan ke bulan ini terungkap dari sebuah proposal milik Badan Antariksa Jepang atau Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA).
      Proposal yang dikirimkan ke Kementerian Pendidikan, Budaya, Olahraga, Pengetahuan, dan Teknologi Jepang, ini berisikan tentang rencana dan misi eksplorasi manusia ke bulan.
      Sementara, prediksi para peneliti Badan Antariksa Eropa (ESA, European Space Agency) menyebut akan bisa menghuni Bulan dalam kurun waktu 23 tahun lagi, tepatnya pada 2040.
      Kira-kira, pada waktu tersebut akan ada sekitar 100 orang yang akan memiliki hunian permanen di Bulan. Konsep hunian di Bulan ini dicetuskan oleh pimpinan peneliti ESA untuk Bulan, Bernard Foing. 
    • By purwa_weheb
      Bandwidth merupakan besaran yang menunjukkan seberapa banyak data yang dapat dilewatkan dalam koneksi melalui sebuah network. Lebar pita atau kapasitas saluran informasi. Kemampuan maksimum dari suatu alat untuk menyalurkan informasi dalam satuan waktu detik.
      Nah, sekarang sudah tahu kan apa itu bandwith?? Selanjutnya saya akan menjelaskan Perbedaan Bandwidth Internet Dedicated dan Up To. Perhatikan iklan-iklan ISP (Internet Service Provider) atau Penyedia Layanan Internet di TV, Internet, Brosur, dll. Mereka berlomba-lomba menawarkan layanan internet cepat dan murah sesuai paket yang diambil. Namun kebanyakan pelanggan tidak memperhatikan paket yang mereka ambil itu speednya Up To ataukah Dedicated. Inilah yang menjadi masalah bagi kebanyakan pelanggan. Pelanggan ada yang protes speednya tidak sesuai dengan paket yang diambil. Padahal kesalahan ada di pihak pelanggan. Mereka tidak mengetahui paket internet Up To dan Dedicated. Bagi pelanggan yang awam kebanyakan mengambil paket internet Up To. Perbedaan Up To dan Dedicated sebagai berikut :
      Logikanya begini, ibarat Anda melewati sebuah jalan menuju ke suatu tempat. Ketika Anda melewati jalan A (Up To) maka jalan tersebut juga dipakai pengguna jalan lain sehingga waktu yang ditempuh untuk mencapai lokasi tergantung lalu lintasnya padat atau tidak. Sedangkan ketika Anda melewati jalan B (Dedicated) ibarat Anda melewati jalan pintas yang hanya diketahui oleh Anda sehingga waktu yang ditempuh juga lebih cepat.
×
×
  • Create New...