Jump to content
  • Popular Contributors

    Nobody has received reputation this week.

  • Our picks

    • Badai Tuan telah berlalu
      Salahkah 'ku menuntut mesra?
      Tiap pagi menjelang
      Kau di sampingku
      'Ku aman ada bersamamu
      • 0 replies
    • Ini Enak dan Tidak Enaknya Jadi Menteri
      Joko Widodo dan Ma'ruf Amin resmi terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden pada periode 2019-2024 dalam Pilpres 2019.

      Setelah pemilihan umum dan berbagai sidang yang menegangkan, kini perhatian masyarakat terfokus pada calon menteri baru dalam kabinet pemerintah 2019-2024.

      Masyarakat penasaran siapa saja menteri yang akan membantu Presiden dan Wakil Presiden terpilih di masa depan.
      • 0 replies
    • Wanita Ini Baru Tau Pekerjaan Suaminya Setelah Suaminya Meninggal
      Seorang wanita menemukan fakta mengejutkan tentang suaminya yang telah dinikahinya selama 64 tahun.

      Kenyataan mengejutkan tersebut bahkan baru diketahuinya setelah sang suami yang bernama Glyn meninggal dunia.
      • 0 replies
    • Kamu Harus Tau Tentang Amnesia
      Apa itu Amnesia?

      Amnesia atau dikenal juga sebagai sindrom amnesik, adalah kondisi yang menyebabkan kehilangan memori. Hal ini meliputi kehilangan informasi, fakta-fakta, dan pengalaman personal. Ada banyak kondisi kesehatan yang dapat menyebabkan amnesia, seperti dementia, stroke, atau cedera kepala.
      • 0 replies
PusatInformasi

Printer 3D untuk Mencetak Kulit Pasien Namanya PrintAlive Bioprinter

Recommended Posts

printalive.thumb.jpg.635d19f536179a5a8a4

Para periset di Universitas Toronto belum lama ini berhasil mengembangkan teknologi untuk membuat kulit pengganti yang dikembangkan dari sel kulit pasien sendiri. Teknologi berbentuk printer semacam printer 3D ini bahkan bisa “mencetak” folikel rambut dan kelenjar keringat. Hal ini menjanjikan penyembuhan bagi para pasien luka bakar yang kehilangan kulitnya.

Produk yang diberi nama PrintAlive Bioprinter ini mampu menghasilkan jaringan kulit yang sama dengan aslinya dan berukuran cukup besar, yang bisa dipakai untuk memulihkan pasien luka bakar dan pasien lain dengan luka di kulitnya. Bersamaan dengan pembuatan sel kulit, produk ini juga akan menghasilkan folikel (kantong kelenjar) rambut, kelenjar keringat, dan aneka unsur kulit, sehingga menyediakan kulit cangkokan siap pakai bagi para pasien yang mengalami luka bakar. Dan karena menggunakan sel yang berasal dari pasien sendiri, kulit cangkokan ini tidak akan mengalami penolakan dari tubuh. Hal ini sekaligus juga akan meniadakan keperluan kulit donor sebagaimana lazimnya saat ini.

PrintAlive Bioprinter 3D menghasilkan jaringan kulit dengan cara menempatkan sel pasien bersama denganbiomaterial lain di atas micro-device, yang lalu akan “mendorongnya” melewati beberapa kanal. Biomaterial ini lalu akan bercampur, menyebabkan timbulnya reaksi kimia yang membentuk “mosaic hydrogel“, sebuah substansi berbentuk lembaran yang menyerupai pertumbuhan sel dalam jaringan hidup. Hydrogel ini akan memungkinkan berbagai sel kulit ditumbuhkan dalam pola yang tepat dan terkontrol. Lembaran mosaic hydrogel akan dikumpulkan dalam sebuah alat semacam drum, yang memungkinkan pembentukan lapisan saat drum ini berputar, sehingga menghasilkan jaringan 3D yang hidup dan berkembang.

PrintAlive Bioprinter sedang memasuki tahap produksi komersial oleh MaRS Innovations bekerja sama dengan Departemen Inovasi dan Kemitraan Universitas Toronto. Lab universitas ini sendiri dilaporkan telah mendaftarkan dua paten atas perangkat tersebut.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...

  • Similar Content

    • By orang_gila
      Seorang pasien Pasien RS Jiwa membeli makanan di KFC. Dia pun berkata kepada pelayan yang cantik.
      Hukakaakaka, Like yaaa 
    • By Hernawan
      Semakin berkembanganya teknologi, maka aktivitas manusia juga akan sangat terbantu. Seperti misalnya perkembangan dalam teknologi printer yang semakin ke sini semakin canggih aja.
       
      Jika dulu printer hanya berguna untuk mencetak dokumen/gambar dari komputer ke media kertas atau media lainnya, sekarang printer juga udah bisa dipakai untuk membangun sebuah gedung, atau dalam hal ini adalah apartemen.
       
      Tentunya bukan printer sembarangan aja yang dipakai untuk membangun apartemen tersebut, melainkan menggunakan printer 3D gais.
       
      Kalau dulu sih untuk membangun sebuah bangunan dibutuhkan waktu yang lama dengan tenaga kerja yang tidak sedikit, maka dengan printer 3D waktu yang dibutuhkan untuk membangun sebuah apartemen bisa tergolong singkat, dan tentunya tidak membutuhkan tenaga kerja yang banyak.
       
      Apartemen yang dibangun menggunakan printer 3D tersebut ada di China sana gais, lebih tepatnya sih di Suzhou Industrial Park. Perusahaan yang membangun apartemen tersebut adalah WinSun, dimana pada bulan Maret tahun lalu, perusahaan ini mampu membuat 10 rumah menggunakan printer 3D hanya dalam waktu 24 jam. Sangar.
       
      Ukuran printer 3D tersebut juga tidak main-main gais, karena ukurannya sangat besar. Yaitu mempunyai tinggi 6.6 meter, lebar 10 meter, dan panjangnya 40 meter. Dengan printer 3D tersebut maka WinSun sudah berhasil membangun rumah, apartemen, dan villa yang semuanya terletak di Suzhou Industrial Park.
       
      Apartemen yang dibangun WinSun sendiri mempunyai 5 lantai gais, dimana apartemen tersebut adalah apartemen pertama di dunia yang dibangun menggunakan printer 3D. Ini gais foto-foto dari apartemen tersebut.
       

      Apartemen Belum Jadi
       

      Apartemen Belum Jadi
       

      Apartemen Udah Jadi
       
      WinSun juga menyatakan bahwa penggunaan teknologi printer 3D untuk membangun sebuah bangunan/gedung juga sangat menghemat biaya dan waktu penyelesaiannya lebih cepat apabila dibandingkan dengan pembangunan secara konvensional.
       
      Menurut WinSun, penggunaan printer 3D bisa menghemat biaya belanja material bangunan antara 30-60%, waktu penyelesaiannya sendiri juga lebih cepat antara 50 – 70%, sedangkan biaya untuk pekerja bisa dihemat antara 50-80%. Wah bener-bener bisa irit biaya dan waktu ya gais kalau membangun pakai teknologi printer 3D.
       
      Sebagai contoh, biaya yang dikeluarkan WinSun untuk membangun villa ‘hanya’ menghabiskan $161.000 atau sekitar 2 miliar rupiah, bandingkan aja dengan biaya yang dikeluarkan jika membangun dengan cara konvensional, bisa habis lebih dari 2 miliar gais.
       

       
      Kapan ya di Indonesia juga ada teknologi printer 3D yang bisa dipakai untuk membangun rumah/bangunan? Kan kalau pakai printer 3D bisa menghemat biaya pembangunan, apalagi saat ini harga tanah kian melambung tinggi.
    • By Hernawan
      Semakin berkembanganya teknologi, maka aktivitas manusia juga akan sangat terbantu. Seperti misalnya perkembangan dalam teknologi printer yang semakin ke sini semakin canggih aja.
       
      Jika dulu printer hanya berguna untuk mencetak dokumen/gambar dari komputer ke media kertas atau media lainnya, sekarang printer juga udah bisa dipakai untuk membangun sebuah gedung, atau dalam hal ini adalah apartemen.
       
      Tentunya bukan printer sembarangan aja yang dipakai untuk membangun apartemen tersebut, melainkan menggunakan printer 3D gais.
       
      Kalau dulu sih untuk membangun sebuah bangunan dibutuhkan waktu yang lama dengan tenaga kerja yang tidak sedikit, maka dengan printer 3D waktu yang dibutuhkan untuk membangun sebuah apartemen bisa tergolong singkat, dan tentunya tidak membutuhkan tenaga kerja yang banyak.
       
      Apartemen yang dibangun menggunakan printer 3D tersebut ada di China sana gais, lebih tepatnya sih di Suzhou Industrial Park. Perusahaan yang membangun apartemen tersebut adalah WinSun, dimana pada bulan Maret tahun lalu, perusahaan ini mampu membuat 10 rumah menggunakan printer 3D hanya dalam waktu 24 jam. Sangar.
       
      Ukuran printer 3D tersebut juga tidak main-main gais, karena ukurannya sangat besar. Yaitu mempunyai tinggi 6.6 meter, lebar 10 meter, dan panjangnya 40 meter. Dengan printer 3D tersebut maka WinSun sudah berhasil membangun rumah, apartemen, dan villa yang semuanya terletak di Suzhou Industrial Park.
       
      Apartemen yang dibangun WinSun sendiri mempunyai 5 lantai gais, dimana apartemen tersebut adalah apartemen pertama di dunia yang dibangun menggunakan printer 3D. Ini gais foto-foto dari apartemen tersebut.
       

      Apartemen Belum Jadi
       

      Apartemen Belum Jadi
       

      Apartemen Udah Jadi
       
      WinSun juga menyatakan bahwa penggunaan teknologi printer 3D untuk membangun sebuah bangunan/gedung juga sangat menghemat biaya dan waktu penyelesaiannya lebih cepat apabila dibandingkan dengan pembangunan secara konvensional.
       
      Menurut WinSun, penggunaan printer 3D bisa menghemat biaya belanja material bangunan antara 30-60%, waktu penyelesaiannya sendiri juga lebih cepat antara 50 – 70%, sedangkan biaya untuk pekerja bisa dihemat antara 50-80%. Wah bener-bener bisa irit biaya dan waktu ya gais kalau membangun pakai teknologi printer 3D.
       
      Sebagai contoh, biaya yang dikeluarkan WinSun untuk membangun villa ‘hanya’ menghabiskan $161.000 atau sekitar 2 miliar rupiah, bandingkan aja dengan biaya yang dikeluarkan jika membangun dengan cara konvensional, bisa habis lebih dari 2 miliar gais.
       

       
      Kapan ya di Indonesia juga ada teknologi printer 3D yang bisa dipakai untuk membangun rumah/bangunan? Kan kalau pakai printer 3D bisa menghemat biaya pembangunan, apalagi saat ini harga tanah kian melambung tinggi.
    • By Hernawan
      Teknologi printer 3D memang tengah mewabah di kalangan masyarakat. Printer 3D sendiri memang bisa diandalkan untuk membuat berbagai macam benda, bahkan bisa juga dipakai untuk membuat apartemen.
       
      Dan kali ini kita akan berbicara tentang penggunaan printer 3D untuk membuat perhiasan. Gak kebayang ya bagaimana bisa printer 3D dipakai untuk membuat perhiasan.
       
      Perhiasan yang dibuat dengan menggunakan printer 3D pastinya akan mempunyai bentuk yang keren-keren dengan tingkat detail yang sangat tinggi. Maklum, kalau pakai printer kan hasilnya sudah pasti sama dengan desainnya.
       
      Hal ini tentu berbeda jika dibandingkan dengan membuat perhiasan menggunakan cara konvensional, dimana hasilnya bisa aja kurang rapi dan bentuk serta ukurannya juga bisa berbeda-beda walaupun modelnya sama.
      Kembali lagi dengan printer 3D, ada sebuah perusahaan yang memanfaatkan teknologi printer 3D untuk menghasilkan berbagai bentuk perhiasan yang keren-keren. Perusahaan tersebut adalah Shapeways. Yuk kita lihat bagaimana hasil jadinya perhiasan yang dibuat menggunakan printer 3D tersebut.
       
      1. Cincin Dari Bahan Platinum
       

       
      2. Gelang Dari Bahan Nylon Putih
       

       
      3. Cincin Berwarna Emas
       

       
      4. Kalung Dari Bahan Plastik
       

       
      5. Anting Dari Bahan Plastik
       

       
      6. Anting Dari Bahan Nylon Putih
       

       
      7. Cincin Yang Berbentuk Melingkar
       

       
      8. Cincin Yang Berbentuk Gurita
       

       
      9. Anting Berbentuk Manusia
       

       
      10. Cincin Berwarna Emas
       

       
      11. Kalung Berwarna-warni Berbentuk Bola
       

       
      12. Kalung Dengan Bentuk Yang Gak Jelas
       

       
      Keren-keren kan ndral perhiasan-perhiasan yang dibuat menggunakan printer 3D tersebut. Kalau kalian mau beliin perhiasan-perhiasan seperti di atas buat pasangan kalian, tinggal beli aja di website Shapeways.
    • By c0d1ng
      Model hasil cetak tiga dimensi untuk operasi transplantasi wajah yang diteliti oleh ilmuwan di Brigham and Women's Hospital, Boston, Amerika Serikat.
       
      Pemanfaatan mesin cetak tiga dimensi (printer 3D) terus diperluas. Para ilmuwan memadukan komputasi tomografi (computed tomopgraphy/CT) dengan printer 3D untuk operasi transplantasi wajah.
       
      Menurut para ahli bedah, printer 3D dapat memberi sebuah standar prosedur baru yang lebih cepat dengan potensi hasil yang akurat.
       
      Penelitian ini dipimpin oleh Frank J. Rybicki (Ahli Radiologi dan Direktur Applied Imaging Science Laboratory), Bohmad Pomahac serta Amir Imanzadeh (Ahli Transplantasi Wajah). Penelitian ini dipresentasikan dalam acara yang digelar oleh Masyarakat Radiologi Amerika Utara (RSNA) pada Senin 1 Desember 2014.
       
      Rybicki mengatakan bahwa proses transplantasi wajah dengan printer 3D ini terbilang kompleks dan keberhasilannya tergantung pada perencanaan bedah. Karena itu, setiap pasien transplantasi harus melewati proses CT sebelum operasi dengan visualisasi 3D.
       
      Untuk menyesuaikan hasil cetakan dengan struktur tengkorak, gambar kepala pasien harus diolah dengan peranti lunak tambahan lalu datanya dihubungkan dengan printer 3D.
       
      "Pada beberapa pasien, kita perlu memodifikasi tulang wajah pasien sebelum transplantasi," kata Imanzadeh. "Model 3D yang telah dicetak membantu kita mempersiapkan struktur wajah sehingga jika transplantasi sebenarnya terjadi, operasi bisa berjalan lancar."
       
      Para peneliti berharap teknologi ini dapat membantu pasien yang tidak memiliki wajah sama sekali agar dapat berbicara, makan, dan bernapas dengan baik. Ada potensi meningkatkan peluang pasien untuk selamat dan tetap hidup.
       
      Menurut ahli bedah plastik yang terlibat dalam penelitian ini, Edward Caterson, seorang dokter yang hendak melakukan transplantasi dengan bantuan printer 3D ini harus memiliki pemahaman mendalam tentang anatomi wajah agar hasilnya akurat.
       
      Sebagai contoh, ketika rahang seseorang hancur, maka dokter akan menggunakan sepotong tulang rusuk atau tulang kaki untuk menggantikan rahang yang hilang. Tulang kaki, misalnya, memiliki bentuk cukup lurus, maka dokter harus melakukan pemotongan agar tulang itu cocok dengan tulang rahang.
       
      Mesin pencetak 3D memang sebuah inovasi yang memberi kemudahan untuk berbagai bidang. Bahkan, badan antariksa Amerika Serikat, NASA, menggunakan mesin ini untuk mencetak peralatan ruang angkasa yang dibutuhkan peneliti di Stasiun Ruang Angkasa (ISS).
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy