Jump to content
kompipanas123

Transkrip Pernyataan Jusuf Kalla Tentang Pengajian Pakai Kaset Yang Dipelintir Media Tertentu

Recommended Posts

Sebagai ketua Umum dewan masjid Ada satu hal yang saya ingin minta pendapat kepada Ijtima fatwa MUI ini, kemarin saya ke kampung saya di Bone, jam 4 saya sudah dibangunkan oleh 4 masjid yang ada di sekitar rumah saya, Masya Allah !!!.

Padahal waktu subuh di sana adalah jam 5 kurang 10. Jadi 50 menit saya dihajar oleh segala macam pengajian dan tahrim yang tidak keruan. Kenapa saya bilang tidak keruan ?? Karena ke 4 nya saling bersaing suara, dan tabrak-tabrakan di udara, akhirnya tidak jelas apa itu yang dibacanya.
Yang jadi masalah, yang ngaji itu kaset, atau tape recorder. Kalau orang yang mengaji memang dapat pahala, tapi kalau kaset dapat pahala tidak ?? Karena dia mengganggu saja, dan ini adalah polusi suara di udara. Bukan hanya umat lain yang terganggu, kita sebagai umat merasa terganggu.

Akhirnya waktu saya pergi sholat ashar di situ, saya panggil marbotnya yang lagi putar kaset dan bilang :
" Hey turunkan volumenya itu, apa urusannya ini anda kasi mengaji pakai kaset, dan orang susah dengar juga karena kalian tabrak-tabrakan, dan yang kedua kasi mengadi kaset itu apa dapat pahala ?? Kalau pun ada pahalanya pasti orang jepang yang dapat, karena yang kau pakai putar itu kaset pasti produksi jepang"
Jadi menurut saya dia tidak dapat pahala, yang kedua kita juga tidak tau apa yang dia perdengarkan (suara saling tabrakan) ketiga mereka berdosa juga karena ganggu kita yang lagi istirahat.
Kita sudah bikin rumusan di DMI, pertama tahrim itu tidak boleh pakai kaset, harus mengaji langsung, itu baru dapat pahala.
Sebenarnya kalau kita yang sudah pernah ke mekkah, di sana itu tidak ada pengajian yang keras-keras. Hanya azan saja dua kali, Sudah cukup itu.

Saya sudah hitung semuanya, di Indonesia ini ada sekitar 800 ribu mesjid, artinya tiap 500 meter ada masjid atau musahalla. Bahwa orang jalan kaki dari rumah ke masjid, itu maksimum 10 menit. Jadi tak usah bangunkan orang 1 jam sebelumnya. Jadi pengajian itu 5 menit saja sudah cukup. kemudian tahrim 3 menit, kemudian azan 2 menit, Iqamat 1 menit kemudian kasi kesempatan orang sholat sunnah 3 menit, saya rasa sudah cukup itu waktunya. Baru bisa aman negeri ini, kalau tidak begitu akan polusi suara di mana mana.
Saya sudah marahi itu marbot di kampung saya, saya bilang :
" Kau ini kau kasi mengaji mesjid keras keras jam 4 subuh setelah itu kau tidur, kita semua yang kena. Anda enak memang, karena habis sholat subuh anda bisa tidur sampai jam 10, sementara kita ini harus pergi kerja. Bagaimana anda ini ??".
Jadi ini bisa menghambat, pekerjaan bisa ngantuk semua di kantor kalau bangunnya jam 4. Saya selalu bangunnya jam 5 saja, itu sudah cukup.

Jadi mudah-mudahan bisa dibicarakan di sini ( ijtima fatwa MUI) apakah pengajian lewat kaset itu dapat pahala atau tidak ?? Karena menurut saya tidak ada amalnya. Karena itu di DMI kita bikin peraturan tidak ada lagi pengajian lewat kaset, harus pengajian orang langsung.
Kalau begitu kan tidak juga ustadz yang datang mau mengaji jam 4 subuh di masjid, biasanya jam setengah 5 lebih sedikit baru mereka datang. Dan lagian juga mana dia sanggup mengaji yang baik lebih dari setengah jam. Kalau kaset 1 jam lebih pun masih sanggup.

Dan itu kenyataan yang saya temukan, itu marbot putar kaset mengaji jam 4 dan dia sendiri tidur (di masjid). Dan di jakarta juga masih banyak yang begitu. Kalau di masjid al-markaz dan masjid raya makassar saya memang sudah mengatur, pengajian tidak boleh lebih dari 5 menit. Saya sudah pretili semua itu alat2 pemutar kasetnya. Jadi kalau ada yang mau mengaji, harus orang langsung. Jangan suddais saja yang diperdengarkan ke kita setiap hari, sementara suddais sendiri sudah tidak ada.

Ini hal yang kelihatannya memang tidak penting, tapi dari sini juga kita bisa memperbaiki kebangsaan dan produktivitas bangsa.
Belum lagi mereka yang bertugas sampai malam, misalnya polisi yang kadang pulang tengah malam, kalau dia dibangunkan jam 4, bagaimana dia mau kerja baik. Jadi itu mohon pak Din (syamsuddin) ini dibahas juga. Ini penting karena 200 juta orang di indonesia yang kena hal seperti ini setiap hari.
 

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...

  • Similar Content

    • By berita_semua
      Ernest Prakasa membuat surat pernyataan yang berisikan ucapan terima kasih kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla yang telah memaafkannya. Sebelumnya, Ernest memang sempat berkicau tentang sikap hangatWakil Presiden Jusuf Kalla dalam menjamu hangat Zakir Naik yang disebutnya sebagai donatur ISIS.
      "Dengan Segala kerendahan hati, saya ingin mengucapkan terimakasih kepada Bapak Wakil Presiden atas pernyataan di media massa terkait twit saya, dimana Bapak Wakil Presiden telah memaafkan kekhilafan saya yang telah mengeluarkan pernyataan di Twitter dengan hanya mengacu kepada portal berita yang belum tentu valid pemberitaannya, tanpa mengetahui lebih banyak fakta yang ada," tulis Ernest dalam surat pernyataan yang diterbitkan pada Selasa (7/3/2017).
      Dalam pernyataannya, Ernest juga menuliskan janjinya untuk lebih teliti lagi dalam menggunakan media sosial. Terlebih saat mengemukakan hal-hal sensitif terkait simbol negara.
      "Ke depannya, saya berjanji akan lebih teliti dan berhati-hati dalam mempercayai dan membagi tautan di media sosial, apalagi berkaitan dengan simbol negara," tukas Ernest.

      Wapres Jusuf Kalla-Dr Zakir Naik
      Seperti diberitakan sebelumnya, Ernest Prakasa memang sukses menjadi perbincangan hangat lantaran kicauannya tentang pertemuan Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam menjamu hangat Zakir Naik yang disebutnya sebagai donatur ISIS. Sontak hal tersebut langsung menuai reaksi keras dari para pengguna jagat maya.
      Tak berapa lama, Ernest Prakasa pun langsung memberikan konfirmasi terkait kicauannya tersebut dengan menyematkan salah satu berita Inggris yang menuliskan keterikatan Zakir Naik dan ISIS. Namun, setelah ditelaah, Ernest merasa salah lantaran terlalu mudah percaya pada berita tersebut tanpa melakukan riset terlebih dulu.
    • By pusat_indoindo
      CEO Facebook, Mark Zuckerberg menghadiri APEC CEO Summit Peru 2016. Dalam kunjungan ke Peru tersebut, Mark rencananya akan bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla.
      "Hari besar di Peru membahas program konektivitas dengan lebih dari 20 presiden dan perdana menteri," tulis Mark dalam posting-an di Facebook resminya.
      Ia mengatakan, apabila pihaknya membuat investasi saat ini, maka perusahaan dapat menghubungkan miliaran orang pada dekade berikutnya. "Memimpin jalan bagi generasi kita untuk melakukan hal-hal besar," tambahnya.
      Mark dijadwalkan bertemu dengan Wapres Jusuf Kalla (JK) usai pertemuan para pemimpin ekonomi anggota APEC. Pada pertemuan tersebut, bos Facebook dan Wapres kabarnya tidak tidak akan membicarakan soal pajak perusahaan media sosial.
      "Kami tidak akan membicarakan teknis (pajak) seperti itu. Kami hanya ingin ada perluasan hubungan dengan mereka karena itu (Facebook) sudah suatu yang tidak bisa dihindari," kata Wapres sebelum menuju lokasi pertemuan puncak pemimpin APEC itu.
      Menurut Kalla, Indonesia harus bisa meniru Irlandia yang memanfaatkan Facebook dan media sosial berbasis teknologi informasi lainnya untuk menjaga persaingan usaha lebih sehat.
      "Ada yang minta investasi seperti Apple yang akan bangun semacam kampus di Indonesia. Ini (pembicaraan dengan Zuckerberg soal investasi) juga sedang dalam proses," pungkasnya.
    • Guest News
      By Guest News
      Sebelum menghadiri rangkaian kegiatan KTT Keamanan Nuklir, Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menyempatkan bertemu sejumlah pengusaha food truck Indonesia. Mereka ini adalah sebagian diaspora Indonesia yang ikut memperkenalkan masakan khas Indonesia ke khalayak luas di Amerika.
       
    • By Ngobas
      Reporter VOA Patsy Widakuswara mendapat kesempatan untuk berbincang-bincang dengan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla di Studio Mini VOA, setelah menyampaikan pidato di hadapan Sidang Majelis Umum PBB di Markas Besar PBB di New York, sekitar jam 14:00 waktu setempat.
    • Guest News
      By Guest News
      Wakil Presiden Jusuf Kalla menyampaikan sambutan di hadapan Sidang Majelis Umum PBB di New York, Jumat sore (3/10) waktu setempat. Simak wawancara reporter VOA Patsy Widakuswara dengan Wapres terkait rencana kunjungan Presiden Jokowi ke AS
       
×
×
  • Create New...