Jump to content

Alasan Kucing Sering Memijit Kamu dengan Cakarnya


Recommended Posts

cat.thumb.jpg.4826283e05f7b38f87ad6a0a754b3f74.jpg

Bagi pencinta kucing sejati, salah satu perasaan terbaik di dunia adalah ketika kucingmu duduk di pangkuanmu dan menekan-nekan tubuhmu dengan dua kaki depannya. Seringkah kamu mengalaminya?

Perilaku ini disebut meremas. Ada alasan yang meluluhkan hati mengapa hal ini adalah bagian spesial dari hubunganmu dengan kucingmu.

Perilaku meremas sesungguhnya sudah dimulai sejak anak kucing lahir. Ketika itu, fungsinya adalah untuk merangsang produksi susu di kelenjar susu ibu. Namun setelah melalui fase anak-anak, perilaku meremas kepadamu bukan berarti kucing mencoba membuatmu menghasilkan susu.

Ketika meremasmu, biasanya juga disertai dengan dengkuran khas kucing. Kemudian, diikuti dengan tidur siang bagi si kucing. Kedua perilaku tersebut juga diamati pada anak kucing selama dan setelah menyusui.

Menurut ASPCA, kucing dewasa tidak saling mengoceh. Mereka hanya “mengoceh” (katakanlah: mengeong) pada manusia, seperti anak kucing yang mengoceh pada ibunya. Jadi, kucingmu memang menganggap kamu sebagai kucing juga--atau tepatnya sebagai orang tua mereka yang aneh dan terlampau besar.

Sementara menurut situs PetMD yang dikelola dokter hewan, kucing dewasa di alam liar menggunakan cakarnya untuk menginjak dan melembutkan area kecil untuk tidur. "Nenek moyang liar kucing domestik suka berbaring di permukaan yang lembut dan nyaman untuk tidur atau melahirkan anak mereka," catat situs web tersebut.

giphy.gif.85d362c62e6135ec8e2d66e37448b3aa.gif

Selain itu, karena kucing memiliki kelenjar bau di bantalan kaki mereka, itu artinya mereka menandai kamu atau tempat tidur kamu sebagai ‘properti’ mereka.

Bahkan, yang perlu kamu tahu, ketika anak kucing dipisahkan dari ibunya sebelum dia sudah siap, dia akan mencoba menyusu pada hal-hal lain, tidak terkecuali bagian tubuh manusia.

Coba saja kalau kamu memiliki anak kucing dan letakkan di tubuhmu, dia akan mencoba mencari kelenjar susu yang bisa dia isap. Pada akhirnya, ketika seekor kucing yang katakanlah sudah cukup dewasa ‘menguleni’--alias meremas kamu berarti kamu sangat dicintai.

Jadi, itu adalah salah satu cara spesial kucing menunjukkan cintanya padamu. "Kucing meremas karena mereka merasa sangat dicintai dan nyaman," kata Katie Armor dari MSPCA kepada The Dodo. "Kamu benar-benar harus menganggap itu sebagai pujian!"

Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
  • Similar Content

    • By BincangEdukasi
      Kucing sudah menjadi binatang peliharaan sejak jaman Mesir kuno. Bahkan di sana, kucing dianggap sebagai jelmaan dewa sehingga dipuja dan dimanja-manja. Hingga saat ini kucing masih menjadi salah satu binatang peliharaan yang populer — termasuk untuk anak muda. Namun tidak sedikit juga yang mengurungkan niat untuk mengadopsi kucing karena berbagai alasan. Misalnya, karena TORCH.
      Singkatnya, TORCH adalah infeksi yang disebabkan oleh virus Toksoplasma, Rubella, CMV dan Herpes, yang menyerang ibu hamil. Dampak dari kondisi ini sendiri tak bisa dibilang remeh: janin yang dikandung sang ibu bisa cacat pada mata, kepala, telinga hingga paru-paru. Jangankan memelihara, menyentuhpun kadang ada orang yang tidak mau karena takut terpapar virus-virus yang konon dibawa kucing ini.
      Jika saja kita mau meluangkan waktu untuk mempelajari seluk beluk dunia kucing, seluruh pandangan negatif mengenai kucing dapat disingkirkan, lho. Jadi, jangan takut terserang virus-virus itu jika kamu sudah lebih dulu melakukan ini!
      Sebelum adopsi, pastikan kamu terinformasi. TORCH tidak akan menimpamu jika kamu rajin mencari tahu.
      Dengan mengetahui informasi yang benar mengenai TORCH, pastinya kamu nggak akan lagi terjebak dalam pandangan yang salah mengenai kucing. Informasi mengenai TORCH tersedia banyak di buku-buku tentang hewan, dan jika kamu aktif dalam komunitas pecinta binatang, kamu akan mendapatkan pengetahuan yang banyak mengenai hewan-hewan tidak terkecuali pengetahuan mengenai TORCH ini sendiri. Jadi jangan ragu untuk ikut komunitas pecinta hewan yang ada di kotamu sebelum memelihara kucing agar kamu mengerti betul tentang dunia kucing ya!
      Kucing memang salah satu penyebar virus TORCH, namun TORCH tidak hanya ditularkan melalui kucing saja. Masih ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang dapat terkena virus TORCH.
      TORCH sering kali identik dengan penyakit yang berasal dari kucing. Padahal infeksi TORCH tidak hanya ditularkan oleh kucing ke manusia lho. Ada banyak parasit yang menyebabkan infeksi TORCH terjadi. Misalnya makan ikan atau daging mentah atau dimasak kurang matang. Itu sebabnya mengapa ibu hamil dianjurkan dokter untuk tidak makan daging mentah atau setengah matang seperti sashimi dan sushi sebagai upaya pencegahan agar tidak terkena infeksi TORCH yang nantinya akan berdampak buruk pada perkembangan janin.
      Kucing sering dituding sebagai biang keladi dari penyebab infeksi TORCH karena kucing sering menangkap tikus atau binatang buruan lainnya. Yang perlu kita lakukan adalah menjaga kebersihan dan kesehatan kucing dengan baik. Penyebab toksoplasma lainnya adalah sayuran atau buah-buahan yang tidak dicuci dengan bersih dan terkontaminasi oleh spora yang berasal dari kotoran hewan. Nah jika hendak memasak, pastikan sayur telah tercuci bersih dan daging telah termasak dengan sempurna, ya!
      Supaya nggak tenggelam dalam pandangan yang salah, ada baiknya jika kita ikut memperhatikan tindakan perawatan kucing yang benar.
       
      Daripada terus menerus menyalahkan binatang unyu ini sebagai biang keladi infeksi TORCH, sebaiknya setelah memelihara kucing, kita juga ikut belajar bagaimana cara perawatan kucing supaya tidak menyebabkan infeksi TORCH pada manusia.
      Jaga kebersihan kandang hewan peliharaan kamu. Lebih baik lagi bila ada orang lain yang melakukannya, apalagi jika kamu memang memiliki sistem imun yang lemah. Rutin memotong kuku dan menjaga kebersihan kucing itu sendiri karena kotoran seringkali menempel pada kuku kucing yang suka bermain di halaman. Beri kucing makanan khusus kucing, jangan biarkan kucing berburu makanannya sendiri demi mencegahnya makan hewan-hewan yang sudah terkena virus TORCH. Jangan mengkonsumsi daging dan telur setengah matang atau minum susu yang belum disterilkan. Jika kamu memiliki hobi berkebun, jangan kontak langsung dengan tanah yang mungkin saja mengandung virus TORCH. Tanah berpotensi sebagai tempat hidup virus ini. Cuci bersih sayuran dan buah-buahan sebelum dikonsumsi, apalagi yang dimakan dalam keadaan mentah. Sebagai bentuk pencegahan, lakukan pemeriksaan laboratorium untuk melihat apakah antibody kamu cukup kuat untuk menghadang virus TORCH. Jika perlu, kamu juga bisa melakukan vaksin TORCH di laboratorium atau rumah sakit terdekat untuk memastikan bahwa kamu benar-benar terlindungi dari ancaman infeksi TORCH. Memelihara kucing banyak nggak serta-merta akan membuatmu terkena infeksi TORCH, dan tidak memelihara kucingpun juga tidak akan membuatmu aman dari serangan infeksi TORCH. Karena dengan memahami fakta yang sebenarnya justru akan membuat kita makin terbuka dan makin mengerti jika suatu hari kita memutuskan untuk memelihara hewan peliharaan terutama kucing. Kucing itu binatang yang menggemaskan, tentu kita tak perlu menghardiknya hanya karena ia menjadi perantara penyakit yang bahkan ia sendiri tidak tahu.
    • By ThinkSmart
      Ternyata di Hongkong sekarang ini ada kepercayaan pedagang pelihara kucing itu bikin hoki atau keberuntungan. Buktinya sekarang di Hongkong, para pedagang percaya berbondong bondong pada beli kucing. Liat ini ndral:






      Gimana menurut lu ndral?
    • By BincangEdukasi
      Di dunia ini, perempuan atau betina ditakdirkan untuk mengandung dan melahirkan. Namun, hal berbeda dialami kuda laut.
      Kuda laut mengalami hal yang sangat tidak umum di dunia binatang untuk hamil dan melahirkan. Para ahli bahkan tidak memiliki penjelasan mengapa kuda laut melalui pengalaman tersebut meski mereka berteori itu adalah cara kuda laut membantu anak mereka bertahan hidup.
      Meski kuda laut jantan yang mengandung, jangan salah bahwa mereka merupakan hermafrodit atau berkelamin ganda. Pejantan tetap membutuhkan telur yang disuntikkan ke kantong pejantan oleh betina ketika mereka kawin.
      Kantong pejantan tersebut adalah organ yang sangat kompleks yang mampu mengatur suhu, aliran darat, serta salinitas air untuk telur ketika mereka menetas, sehingga bayi-bayi mereka siap dilahirkan di laut.  
      Teori lainnya yang menjelaskan mengapa pejantan yang mengandung adalah agar kuda laut lebih cepat membuat bayi. Sang betina mendepostikan telurnya yang siap dibuahi ketika kawin dengan pejantan sehingga mereka bisa membuat lebih banyak telur. Jadi ketika pejantan hamil, para betina memproduksi sel telur. Hal tersebut dilakukan agar ketika pejantan melahirkan, mereka siap disuntik telur lagi dan bisa hamil. Ini menghemat waktu dan energi para betina.
      Menurut para ahli, ini adalah acara kuda laut untuk membagi beban. Membuat telur adalah hal yang membutuhkan banyak energi sehingga para betina perlu berkonsentrasi penuh. Sementara itu, para jantan mampu menyediakan “rumah” untuk bayi mereka.
      Menariknya, rumah tersebut bisa dihuni lebih dari seribu bayi pada saat yang sama. Namun, hanya sekira lima dari mereka yang bertahan hidup hingga dewasa. Bayi-bayi tersebut sangat kecil dan tak bisa memakan plankton yang sama dengan orangtua mereka sehingga pilihan mereka sangat sedikit. Saking kecilnya, mereka juga terbawa arus laut dan terpelanting terkena batu.
    • By BincangEdukasi
      Salah satu ciri makhluk hidup adalah bisa mati. Hewan yang termasuk golongan makhluk hidup, seharusnya memiliki ciri yang serupa. Eits, namun rupanya tidak untuk 5 hewan di bawah ini loh.
      5 hewan di bawah ini dikatakan immortal atau tak bisa mati. Yuk intip kisahnya.
      1. Immortal Jellyfish

      Jellyfish atau ubur-ubur bukan hanya seperti yang biasa disaksikan saat berlibur di laut saja loh. Salah satu jenis ubur-ubur adalah Immortal Jellyfish ini.
      Immortal Jellyfish atau ubur-ubur yang hidup abadi ini termasuk dalam spesies Turriptopsis Nutricula. Fase hidup ubur-ubur ini akan melalui kembali fase anak-anak setelah lewat dari fase dewasa atau matang secara seksual. Dan proses ini berulang terus. Wah.
      2. Hydra

      Hydra tentu sudah tak asing lagi, bukan? Hewan dengan kemampuan memperbaharui diri ini pun rupanya memiliki siklus hidup yang membuatnya tak bisa mati.
      Menurut hasil penelitian menyebutkan bahwa hydra tak dapat bertambah tua. Pasalnya, sel-sel tubuh akan terus berada dalam fase memperbaruhi diri.
      Selain itu, kemampuan tersebut pun membuat hydra mampu memperbaiki kerusakan sel serta membuang unsur buruk dari luar. Inilah yang membuat hydra seperti terus hidup.
      3. Lungfish

      Lungfish merupakan salah satu jenis makhluk hidup paling tua di bumi. Hewan dari spesies ikan ini pun memiliki fase hidup unik yang membuatnya bersifat immortal.
      Ikan Lungfish memiliki struktur dan bentuk tubuh primitif. Berbeda dengan jenis ikan lain, Lungfish dapat hidup bertahan tanpa air hingga 6 bulan berkat kemampuannya bernafas tanpa air. Hebatnya, meskipun mungkin Lungfish mati, namun ia akan hidup lagi ketika dimasukkan dalam air.
      Hewan yang termasuk dalam golongan ikan air tawar ini memiliki habitat hidup di rawa yang berlumpur. Ekosistem Lungfish sendiri dapat ditemukan di negara-negara di Afrika, Amerika Serikat, serta Australia.
      4. Targidrate

      Targidrate adalah hewan mikroskopik dengan ukuran tak lebih dari 1,5 milimeter. Karena itu, Anda yang penasaran wajib berbekal mikroskop untuk dapat meilihat salah satu hewan immortal ini.
      Habitat hidupnya sebenarnya adalah di air. Yang istimewa dari Targidrate selain kemampuannya untuk tak mati adalah bentuknya. Tubuh Targidrate hampir mirip dengan tapir dengan moncong, hanya saja, kaki yang ia miliki berjumlah 8.
      Targidrate mungkin adalah hewan dengan adaptasi paling sempurna. Ia bisa bertahan hidup dalam situasi, dan kondisi seperti apapun. Ia bertahan di cuaca panas hingga ekstrim dingin. Walau ekosistemnya dalam air, ia pun tak masalah bila harus hidup tanpa air.
      Bahkan ia akan tetap hidup tanpa udara. Hal ini dibuktikan ketika para ilmuwan membawa Targidrate ke luar angkasa dan terbukti ia tetap hidup. Luar biasa.
      5. Tree Weta

      Hewan sebangsa semut dengan ukuran yang besar ini termasuk dalam golongan serangga yang tak bisa mati. Hampir sama seperti Targidrate, Tree Weta pun memiliki kemampuan menyesuaikan diri yang hebat.
      Kemampuan tersebut didapat dari darah Tree Weta yang memiliki protein anti beku. Ia dapat bertahan di udara sangat dingin.
      Walau dari luar Tree Weta seperti telah mati membeku, namun jantung dan otaknya akan tetap bekerja karena protein anti beku ini.
      Setelah suhu udara kembali normal, serangga raksasa ini pun mampu hidup kembali. Ia bergerak dan melakukan aktivitas seperti biasanya. Wah hebat…
    • By griyogledek
      Panda tidak lagi masuk dalam daftar spesies yang terancam punah, menyusul upaya penyelamatan oleh kelompok pelestari lingkungan selama puluhan tahun.
      Status hewan yang disayangi masyarakat ini berubah dari "terancam" menjadi "rentan" karena populasinya yang tumbuh kembali di Cina.
      Namun di balik kabar baik ini ada pula informasi buruk, yaitu keberadaan spesies gorila di wilayah timur, primata terbesar di dunia, yang saat ini terancam punah.
      Perubahan status panda ini diumumkan oleh Lembaga internasional untuk konservasi alam, IUCN, terkait hewan-hewan yang terancam punah.
      Upaya pemerintah Cina, yang menyebut panda raksasa sebagai hewan nasional, telah menyelamatkan keberadaan hewan itu dari tepi jurang kepunahan.
      Perkiraan terbaru menunjukkan bahwa populasi panda dewasa saat ini mencapai 1.864 jiwa.
      Ancaman perubahan iklim
      Tidak ada angka pasti untuk jumlah panda anak-anak, tetapi diperkirakan jumlah keseluruhan panda mencapai 2060 jiwa.
      "Bukti dari serangkaian survei menunjukkan bahwa penurunan populasi panda dapat ditangani, dan sebaliknya jumlahnya mulai meningkat saat ini," demikian laporan terbaru IUCN.
      "Peningkatan status ini menegaskan bahwa upaya pemerintah Cina untuk melindungi spesies ini berjalan efektif," tambah IUCN.
      Namun demikian, pertumbuhan kembali populasi panda bisa berumur pendek, demikian peringatan IUCN. Perubahan iklim diperkirakan dapat menewaskan lebih dari sepertiga habitat panda dalam 80 tahun ke depan.

      Gelombang perburuan liar telah menyebabkan jumlah spesies gorila di wilayah timur terus berkurang.
      "Dan itu artinya populasi panda dapat menurun, membalikkan keadaan selama dua dekade terakhir," kata laporan itu.
      Dia menambahkan: "Untuk melindungi spesies ikonik ini, sangat penting diambil langkah-langkah perlindungan yang efektif sekaligus mendiskusikan ancaman baru yang muncul."
      Gorila timur terus berkurang
      Sementara, gelombang perburuan liar telah menyebabkan jumlah spesies gorila di wilayah timur terus berkurang. Saat ini diperkirakan hanya ada 5.000 di seluruh dunia.
      Empat dari enam kera raksasa sekarang terancam punah - gorila timur, gorila barat, orangutan Kalimantan dan Sumatera orangutan.
      "Hari ini adalah hari menyedihkan, karena daftar merah IUCN menunjukkan bahwa kita bertanggungjawab atas pemusnahan beberapa kerabat terdekat kita," kata Inger Andersen, pimpinan IUCN kepada wartawan.
      Menurut IUCN, jumlah gorila timur telah menurun lebih dari 70% dalam dua dekade terakhir.
      Daftar merah IUCN meliputi 82.954 spesies, baik tumbuhan dan hewan. Hampir sepertiganya, yaitu 23.928, masuk dalam daftar yang terancam punah.
×
×
  • Create New...