Jump to content
  • Kemerdekaan indonesia 74
  • Kemerdekaan indonesia 74
  • Kemerdekaan indonesia 74
karinanova

Tuhan, Keyakinan, dan Pemikiran Rasional

Recommended Posts

Mengapa kita percaya adanya Tuhan? Mengapa kita memiliki agama sebagai keyakinan?

Pertanyaan ini sebenarnya dapat dijawab dengan sederhana: karena kita yakin.

Keyakinan tersebut yang membuat kita percaya akan adanya Tuhan, menjalankan perintah Tuhan, dan meyakini bahwa agama yang dianut adalah benar.

Bagaimana pendapat sains tentang ini?

BV-Acharya-17.thumb.jpg.66acaf2ff706aa0e4e30fe4edba2792b.jpg

Penelitian Terbaru

Penelitian sebelumnya mengatakan bahwa orang-orang yang memiliki keyakinan agama yang kuat cenderung lebih intuitif dan kurang analitis. Sementara ketika mereka berpikir lebih analitis, keyakinan agama mereka menurun.

Namun, menurut penelitian terbaru oleh Universitas Coventry dan Oxford mengatakan bahwa keyakinan agama tidak terkait dengan intuisi atau pemikiran rasional. Para akademisi dari Ilmu Perilaku di Universitas Conventry dan ilmuwan saraf di Universitas Oxford, menunjukkan bahwa kita (manusia) tidak terlahir sebagai ‘orang beriman’.

Dengan kata lain, ketika kita lahir, kita tidak membawa keyakinan apapun--hanya akal dan sel-sel otak yang saling terkoneksi.

Penelitian tersebut yang mencakup tes terhadap peziarah yang mengambil bagian dalam Camino de Santiago (di utara Spanyol) dan eksperimen stimulasi otak yang terkenal--tidak menemukan kaitan antara pemikiran analitis dan hambatan kognitif (kemampuan untuk menekan pikiran dan tindakan yang tidak diinginkan) dengan keyakinan adikodrati (supernatural).

Sebaliknya, para akademisi menyimpulkan bahwa faktor lain, seperti proses asuhan dan sosio-kultural, lebih cenderung memainkan peran lebih besar dalam keyakinan agama.

Studi yang diterbitkan dalam Scientific Reports adalah yang pertama untuk menantang tren yang berkembang di kalangan psikolog kognitif selama 20 tahun terakhir yang telah berusaha menunjukkan bahwa percaya pada hal adikodrati adalah sesuatu yang datang kepada kita 'secara alami’.

Dalam penyelidikan pertama terhadap peziarah Camino de Santiago de Compostela, tim bertanya kepada mereka tentang kekuatan keyakinan mereka dan menilai tingkat pemikiran intuitif mereka dengan tes probabilitas- di mana para peserta harus memilih di antara pilihan logis atau 'firasat'.

Hasilnya, tidak menyarankan hubungan antara kekuatan keyakinan dan intuisi adikodrati.

Dalam studi kedua, tim menggunakan teka-teki matematika untuk meningkatkan intuisi. Hasilnya sama. Mereka juga tidak menemukan hubungan antara tingkat pemikiran intuitif dan kepercayaan adikodrati.

Pada bagian terakhir dari penelitian, tim menggunakan stimulasi otak untuk meningkatkan tingkat penghambatan kognitif, yang diperkirakan mengatur pemikiran analitis.

Sebuah penelitian pencitraan otak sebelumnya telah menunjukkan bahwa ateis menggunakan area otak yang mengendalikan hambatan kognitif ini lebih banyak lagi ketika mereka ingin menekan gagasan terkait hal-hal adikodrati.

Hasilnya menunjukkan bahwa stimulasi otak ini meningkatkan tingkat penghambatan kognitif. Hal tersebut tidak mengubah tingkat kepercayaan adikodrat, menunjukkan bahwa tidak ada hubungan langsung antara keduanya.

Para akademisi mengatakan bahwa terlalu "prematur" jika menjelaskan kepercayaan pada Tuhan sebagai intuitif atau alami.

Sebaliknya, mereka mengatakan penelitian mereka mendukung teori bahwa agama adalah proses berbasis ‘nurture’ dan berkembang karena proses sosio-budaya, termasuk pengasuhan dan pendidikan.

Penutup

Maraknya aksi terorisme yang dilancarkan segelintir orang dari kaum agama tertentu tidak bisa menjadi patokan untuk menggeneralisasikan agama tersebut. Sejatinya, agama atau keyakinan bisa menjadi pedoman hidup yang baik untuk selalu berbuat kebaikan.

Hanya saja, interpretasi yang salah, yang dilancarkan ‘pemuka agama’ tertentu yang tak bertanggung jawab dengan dalih ‘membela Tuhan’ bisa menjadi bahaya besar. Inilah ‘wrong number’ terbesar dari umat manusia, kata PK dalam film PK (2014).

Intinya, pengasuhan dan pendidikan yang tepat terhadap keyakinan beragama sangat diperlukan untuk menciptakan kedamaian dan kerukunan dalam perbedaan.

Tuhan ada, agama perlu. Namun, toleransi adalah yang utama.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Secara pengasuhan dan pendidikan bahkan lingkungan sekitar mempengaruhi agama apa yang kita yakini. Tapi menurut saya, bila pemikiran analitis terhadap suatu hal misalkan bagaimana terciptanya kehidupan atau hal paling sederhana analisa kita akan "bobot produksi upil perhari berbanding dengan debit udara yang kita hirup dalam bernapas" itu memperkecil/menurunkan keyakinan kita akan agama yang kita anut maka ada yang bertolak belakang antara keduanya. Selama ini sih saya belum pernah mengalaminya. tapi bila ada yang mengalami, 1 hal yang harus dilakukan yaitu lebih memperdalam ajaran agamanya niscaya kita tahu apa agama kita hanya proses berbasis ‘nurture’ yang berkembang karena proses sosio-budaya atau kebenaran sejati.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...

  • Similar Content

    • By TheKingsArmy
      Roket Perang Hamas
      Peperangan Israel adalah peperangan yang masih jauh dari kata damai, konflik politik dan ekonomi didalamnya masih menghiasi perang tersebut. Seperti yang di catat dalam Alkitab negara Israel adalah negara pilihan Tuhan dan tangan Tuhan selalu menyertai mereka.
      Hamas dan Jihad Islam di Gaza terus berjuang dengan semangat menghancurkan Israel karena stigma yang melekat kuat di kalangan mereka bahwa Israel adalah negara Yahudi.
      Seperti yang dikutip di Tellmenow.com mengungkapkan bagaimana Israel berupaya menggunakan misil untuk melindungi warganya dari serangan Hamas, Hamas justru menggunakan warganya untuk melindungi dari serangan misil Israel.
      Hamas cukup dikenal dengan strategi perisai manusia sepanjang sejarah konflik dengan Israel, menyebabkan jumlah korban warga sipil di Gaza terus meningkat. Sementara, Israel terus dikecam oleh dunia internasional karena tidak sanggup meminimalisasi jumlah korban sipil. Bahkan, Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) mengancam Israel dapat dijatuhi tuduhan melakukan kejahatan perang.
      Namun, dibalik kuatnya semangat Hamas untuk menggempur Israel, beberapa di antara mereka yang terus berkeyakinan adanya unsur agama dalam konflik ini seakan-akan melihat ada pertempuran antara dua Tuhan di sini.
      Dalam artikel yang ditulis oleh Barbara Ordman di Jewish Telegraph edisi 18 Juli, Ordman bertanya kepada Hamas mengapa roket mereka tidak begitu efektif menghancurkan Israel. Jawaban yang didapatnya adalah, "Kami telah berusaha, tetapi Tuhan mereka mengubah arah roket kami di atas udara".
      Kutipan Ordman itu pun menjadi headline yang tersebar luas di jejaring sosial setelah dijadikan judul utama di harian Jewish Telegraph.
      Ordman, yang kini tinggal di Ma'ale Adumim di Tepi Barat, kemudian mengutip pernyataan Perdana Menteri Israel yang pertama, David Ben Gurion, pada Oktober 1956. Kala itu, dalam wawancara dengan CBS, Ben Gurion berkata, "Di Israel, untuk menjadi seorang realis, Anda harus percaya pada mujizat".
    • By TheKingsArmy
      Seorang mantan militan ISIS bermimpi melihat sosok yang dipercaya adalah Yesus. Militan ISIS yang diketahui telah banyak membantai umat Kristen mengaku telah mendengar suara Yesus.  
      Hal ini disampaikan berdasarkan laporan Direktur Youth With A Mission (YWAM), Gina Fadely. Ia mengatakan seorang missionaris YWAM yang berada di Timur Tengah menceritakan pengalaman itu setelah bertemu dengan mantan anggota ISIS tersebut. “Ia menceritakan kepada pemimpin YWAM itu bahwa dia bermimpi tentang sosok laki-laki putih menghampirinya dan berkata, ‘Kamu membunuh umat Ku’. Dan dia mulai merasa sakit dan gelisah tentang apa yang telah dilakukannya,” terang Fadely.
      Tak hanya terjadi satu kali, mimpi berikutnya kembali berulang. Ketika itu, sosok pria putih itu meminta untuk mengikut Dia. “Dalam mimpi lain, Yesus meminta untuk mengikuti-Nya dan sekarang dia diminta untuk menjadi pengikut dan murid Kristus,” tambahnya.
      Nabeel Qureshi, seorang apologis dan penulis buku Seeking Allah, Finding Jesus, berkomentar bahwa pengalaman mimpi itu dapat dipercaya. Sebab banyak orang yang berusaha untuk bisa berkomunikasi dengan Tuhan secara pribadi. Namun, kenyataannya perjumpaan itu bisa terjadi melalui mimpi dan seolah mendengar apa yang disampaikan Tuhan secara nyata.
      Mungkin kisah ini sama seperti cerita Saulus sang pembantai orang percaya yang mengalami perjumpaan dengan Tuhan (baca Kisah Para Rasul 9). Sebab sebelum mengalami mimpi itu, mantan militan tersebut mengaku sangat gemar membantai orang-orang Kristen. Sama seperti apa yang telah kita dengar tentang tindakan  brutal kelompok garis keras terhadap orang-orang tak berdosa, sebagian diperlakukan sebagai sanderaan dan kemudian dibunuh.
    • By renungankristiani
      Disebuah sekolah dinegara komunis, sang guru berkata kepada murid-muridnya 'Sekarang kita akan buktikan, apakah Tuhan itu ada atau Tidak.  Silahkan tutup mata kalian, dan berdoalah dengan sungguh-sungguh. Mintalah kepada Tuhan agar memberikan kalian Pensil diatas meja.  Jika pensil itu ada, berarti Tuhan itu ada.  Tapi jika pensil itu tidak ada, berarti Tuhan itu hanyalah dongeng'.
       

       
      Kemudian murid-muridnya berdoa dengan sunggu-sungguh agar Tuhan memberikan pensil diatas meja.  Namun ketika mereka mengucapkan Amin, ternyata mereka tidak melihat apa-apa diatas meja.
       
      Kemudian sang guru berkata, 'kalian lihat, kalian sudah bersusah-payah meminta kepadanya, tapi pensil itu tidak kunjung diberikan. Mengapa ?  Sebab sesungguhnya Tuhan itu tidak ada.'
       
      Lalu guru itupun melanjutkan, 'Sekarang kalian minta pensil pada saya'.
      Lalu murid-murid itupun meminta pensil kepada sang guru.
      Kemudian sang gurupun memberikan pensil kepada semua murid itu, diatas meja mereka masing-masing.
       
      Kemudian sang guru berkata "kalian lihat, kalian meminta kepada saya, dan saya memberikannya.  berarti sayalah Tuhan. Kitalah Tuhan atau lebih tepatnya, sebenarnya Tuhan itu tidak ada".
       
      Demikianlah permulaan para Atheis & Komunis menyangkal keberadaan Tuhan.
       
      Sebagai orang-orang yang telah mengenal Tuhan, tentu kita harus bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan, atau lebih tepatnya tantangan para Liberal ini.
       
      Para Liberal sering meniadakan Tuhan, Setan, Roh, Neraka.  Mereka menganggap semua itu hanyalah lelucon semata.  Mereka sering menyebut orang-orang percaya, sebagai orang-orang bodoh & buta.
       
      Orang-orang Liberal, adalah orang-orang yang sangat mengagungkan Logika.  Karna itu kita juga harus bisa menjawab mereka secara cerdas, agar bisa diterima oleh logika mereka.  Baik dengan Analogi, maupun dengan Fakta.
       
      Dan bagi anda para Liberal, jika anda sangat mengagungkan Perenungan, Logika, ataupun Pencerahan, renungkanlah ini..
       
      "Bukan karena anda tidak bisa melihat angin, lantas angin itu tidak ada".
       
      Dan jika anda berkata lagi 'Angin bisa dirasakan oleh kulit saya, tapi Tuhan ? Setan ?'
       
      Jawabannya 'Untuk mengetahui keberadaan sesuatu, tidak mesti melulu dengan Pancaindera, tapi juga Kesadaran'.
       
       
    • By renungankristiani
      Ketika Musa membawa orang Israel keluar dari Tanah Mesir, Firaun tidak melepaskan mereka begitu saja. Firaun mengerahkan seluruh kekuatan pasukannya. Ia memasang keretanya dan membawa rakyatnya untuk mengejar bangsa Israel. Dengan enam ratus kereta terpilih, lengkap dengan perwiranya, Firaun mengejar mereka (Keluaran 14:5-8).
       
      Firaun dan pasukannya mendekati bangsa Israel yang sedang berkemah di tepi laut Teberau. Melihat hal itu, orang Israel menjadi sangat takut dan berseru-seru kepada Tuhan. Bahkan mereka mengeluh kepada Musa yang telah membuat mereka terjebak seperti saat itu.
       
      Hal seperti ini sering kita alami dalam kehidupan kita. Berbagai masalah datang menghimpit kehidupan kita. Perhatian kita hanya terfokus kepada masalah tersebut. Padahal kita harus berusaha untuk mencari jalan keluar dari masalah yang ada.
       
      Bagaimana caranya Musa dan bangsa Israel dapat terlepas dari masalah yang ada pada saat itu?
       
      1. Jangan Takut
       
      “Janganlah takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari TUHAN, yang akan diberikan-Nya hari ini kepadamu; sebab orang Mesir yang kamu lihat hari ini, tidak akan kamu lihat lagi untuk selama-lamanya.
      TUHAN akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja.” Keluaran 14:14-14
       
      Musa menenangkan bangsa Israel dan mengatakan bahwa Tuhan akan memberikan keselamatan atas mereka. Bangsa Israel diminta untuk tidak takut menghadapi masalah yang ada, karena Tuhan yang akan berperang bagi mereka.
       
      Hal pertama yang harus dilakukan pada saat masalah datang menghimpit adalah jangan menjadi takut. Ketika kita merasa takut, pikiran kita akan dilingkupi dengan banyak hal-hal yang negatif. Kita menjadi lupa akan keberadaan Tuhan. Kita menjadi lupa akan kebesaran Tuhan dan segala yang dapat Dia lakukan dalam hidup kita.
       
      Ingatlah bahwa tidak ada yang mustahil bagi Tuhan dan tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya kepada Dia (Lukas 1:37, Markus 9:23).
       
      Kendalikan emosi dan pikiran kita. Janganlah menjadi takut atas apa yang sedang terjadi. Berpikirlah positif dan percayalah kepada Tuhan. Yakinlah bahwa Dia akan memberikan kita kemenangan sama seperti Musa dan bangsa Israel memperoleh kemenangan.
       
      2. Tetap Melangkah Dengan Iman
       
      “Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka berangkat.
      Dan engkau, angkatlah tongkatmu dan ulurkanlah tanganmu ke atas laut dan belahlah airnya, sehingga orang Israel akan berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering.” Keluaran 14:15a-16
       
      Tuhan tidak mau bangsa Israel hanya diam saja dan mengeluh terus. Tuhan menghendaki mereka untuk bergerak dan melangkah menuju Laut Teberau. Tuhan juga memerintahkan Musa untuk bertindak dengan iman, yaitu membelah Laut Teberau.
       
      Walaupun jalan di depan kita terasa mustahil, tetapi Tuhan menginginkan kita untuk dapat berani melangkah dengan iman. Langkah ini akan terasa berat jika kita terlalu memikirkan resiko apa yang akan terjadi. Logika kita akan memberitahukan kepada kita bahwa tidak mungkin kita melangkah, tidak mungkin kita akan mendapat jalan keluar. Tetapi Firman Tuhan berkata lain, tiada yang mustahil bagi orang yang percaya.
       
      Jangan sekedar mengeluhkan keadaan yang sedang kita alami. Berdoa dan minta petunjuk dari Tuhan. Dia yang menjadi sumber dari segala akal dan pikiran, akan menerangi hati kita dan memberikan petunjuk atas apa yang harus kita lakukan. Jalanilah dengan iman percaya, dan lihatlah tangan Tuhan akan menyertai serta memberikan kekuatan bagi kita untuk melangkah.
       
      Sama seperti bangsa Israel yang berjalan di tengah Laut Teberau yang terbelah, kitapun juga akan melihat mujizat dinyatakan dalam hidup kita. Mungkin kita tidak secara nyata berjalan di tengah laut yang terbelah, tetapi kita akan menyadari kekuatan tangan Tuhan yang membukakan pintu bagi jalan kita. Kita akan melihat bahwa Tuhan senantiasa menyertai kita dan Dia memberikan kemenangan bagi kita. Haleluya!
       
      “Dalam kesesakan aku telah berseru kepada TUHAN. TUHAN telah menjawab aku dengan memberi kelegaan.
       
      TUHAN di pihakku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?” Mazmur 118:5-6
    • By black_zombie
      Dia lebih dikenal sebagai orang yang malang, petugas keamanan yang terobsesi donat di pembangkit listrik tenaga nuklir Springfield, tapi tampaknya Homer Simpson mungkin telah mengalahkan beberapa pikiran cerdas di planet ini. Seorang penulis buku melihat sebuah rumus matematika tersembunyi, dalam episode Simpsons. Ia telah menemukan bahwa Homer mungkin telah meramalkan massa Higgs boson atau partikel Tuhan, 14 tahun sebelum fisikawan menemukan partikel ini di Large Hadron Collider di CERN.
       
      Dr Simon Singh, seorang fisikawan dan penulis, menemukan solusi yang ditulis oleh Homer di papan tulis. Film animasi yang tayang pada tahun 1998 ini, tidak pernah menduga telah ‘melampaui’ pemikiran masa depan. Dalam episode ‘The Wizard of Evergreen Terrace’, Homer menjadi seorang penemu dalam upaya untuk mengikuti jejak dari Thomas Edison.
       
      Berbicara kepada wartawan Independent, Dr Singh mengatakan: “Itu persamaan memprediksi massa Higgs boson. Jika Anda bekerja untuk mendapatkan massa Higgs boson, itu hanya sedikit lebih besar daripada nano-massa Higgs boson sebenarnya. Ini menakjubkan Homer membuat prediksi ini 14 tahun sebelum ditemukan.”
       
      Salah satu persamaan berkaitan dengan Teorema Terakhir Fermat, dan buku pertama Singh adalah tentang semua hal ini. ia terkejut dengan persamaan yang dibuat oleh Homer, dan memprediksi massa Higgs boson.
      Keberadaan Higgs boson–kadang-kadang dijuluki Partikel Tuhan–pertama kali diprediksi oleh Profesor Peter Higgs, seorang ahli fisika teoritis di Universitas Edinburgh, dan lima fisikawan lain pada tahun 1964. Partikel ini adalah dasar, yang diperlukan untuk menjelaskan mengapa partikel dasar lainnya di alam semesta memiliki massa.
       
      Teori mengatakan bahwa semua partikel subatomik berinteraksi dalam suatu medan energi, yang dikenal sebagai medan Higgs, yang memberikan mereka massa.
       

       
      Bukti bahwa partikel ada tidak muncul, sampai Maret 2013 ketika para ilmuwan yang bekerja di Large Hadron Collider–tabrakan keras atom terbesar–mengumumkan bahwa mereka telah menemukan sebuah partikel yang cocok prediksi boson Higgs akan seperti.
       
      Dalam sebuah percobaan berbiaya £8,6 miliar atau US$13,25 miliar, mereka mampu membuktikan keberadaan partikel baru dengan massa 125Gev/c2. Para fisikawan di CERN yang bekerja pada penemuan ini, bersama dengan Higgs dan rekan-rekannya dianugerahi Penghargaan Nobel, atas kontribusi mereka. Namun, tampaknya bahwa penulis Simpsons telah berhasil diprediksi hasilnya 14 tahun sebelumnya.
      Dr Singh mengklaim formula yang ditulis oleh Homer sementara ini, adalah mencoba sebagai serangkaian penemuan gegabah, termasuk listrik palu dan riasan senjata, dengan memberikan jawaban yang sama.
      Bahkan salah satu penulis naskah untuk episode ini, David Cohen X., bertanggung jawab atas persamaan matematika di papan tulis. Cohen sempat menghubungi salah satu teman SMA-nya, David Schiminovich, yang seorang astronom di Universitas Columbia.
       

       
      Persamaan pertama di papan tulis sebagian besar didasarkan pada karyanya, memprediksi massa Higgs boson-dilambangkan dengan H0. Pasangan ini menggodok persamaan untuk memberikan jawaban terbaik, pada data yang tersedia pada saat itu.
       
      Dr Singh mengatakan:
       
       
      Ini bukan satu-satunya bagian dari ilmu pengetahuan yang tersembunyi, dalam serial kartun yang telah lama berjalan. Mungkin juga Homer juga telah berpikir dengan perutnya, dengan formula yang menunjukkan makan setengah donat membuatnya habis. Atau itu hanya sebuah lubang?
       
      Serial animasi The Simpsons sendiri memiliki banyak matematikawan sebagai tim penulisannya, termasuk Al Jean, yang bekerja pada serial pertama, dan yang cukup banyak menjalankan acara hari ini.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy