Jump to content
  • Our picks

    • Lari hingga Minum Urine, 3 Kisah Keajaiban Korban Selamat Gempa dan Tsunami Dahsyat
      Musibah gempa dan tsunami di Donggala dan Palu kini tengah menjadi sorotan. Apalagi jumlah korban jiwa mencapai lebih dari 1.500 orang.

      Banyaknya korban akibat musibah bencana alam biasanya yang menjadi perhatian. Meski sejumlah orang berhasil menyelamatkan diri.

      Beberapa orang yang selamat menceritakan bagaimana mereka bisa selamat di tengah kepungan bahaya bencana tersebut. Terdengar seperti mukjizat dan keajaiban, tapi nyata bahwa orang-orang itu lolos maut dari gempa atau tsunami dahsyat.
      • 0 balasan baru
    • Cara Ngakalin Iklan Facebook Biar Murah
      Biaya iklan adalah hal yang sangat diperhatikan oleh semua marketing. Bahkan perincian yang detail dengan konversi ke dampak yang dihasilkan adalah rutinitas wajib para marketer ataupun pebisnis ketika beriklan.
      • 0 balasan baru
    • 3 Hal yang Harus di Pikirkan Sebelum Memiliki Tim Sales
      Perusahaan yang baru dalam bisnisnya tentu menginginkan terjadi penjualan yang lebih. Tidak jarang ada beberapa pebisnis yang sampai rela membangun sebuah tim sales untuk mendongkrak penjualan, padahal umur perusahaan masihlah terlalu muda. Memang keputusan untuk membangun sebuah tim sales adalah kewenangan mutlak dari seorang pemimpin. Akan tetapi jangan sampai kewenangan tersebut akhirnya menjadi kurang efektif.
      • 0 balasan baru
    • Orang Punya Karakter Ini Ternyata Punya Bakat Luar Biasa
      Umumnya, perusahaan selalu menuntut calon pegawai untuk memiliki kemampuan sosial yang tinggi. Ternyata, orang yang memiliki kemampuan sosial rendah justru berpotensi lebih berbakat dalam bidang yang didalaminya.
      • 1 balasan baru
    • Wikileaks Bocorkan Ribuan Data Karyawan Imigrasi Amerika Serikat
      Wikileaks membocorkan informasi profil LinkedIn ribuan karyawan Imigrasidan Bea Cukai AS (ICE) menyusul kebijakan keras pemerintahan Donald Trump terhadap imigran gelap yang masuk ke Amerika Serikat. Bocoran profil karyawan muncul di situs web "ICEPatrol" milik ICE dan menampilkan informasi profesional dan pribadi dari profil jejaring sosial pegawai imigrasi Amerika Serikat.
      • 1 balasan baru
fuufuu

Google Punya Tempat Rahasia untuk Ide Gila di Masa Depan

Recommended Posts

post-73-0-09558600-1431533598.jpg

Elon Musk sering mengunjungi apartemen rahasia Google

 

Google X, selama ini dikenal sebagai laboratorium rahasia untuk menggodok produk masa depan. Akan tetapi, nyatanya itu bukanlah satu-satu tempat rahasia yang dimiliki oleh perusahaan raksasa internet tersebut.

 

Menurut cerita yang ditulis di buku Elon Musk: Tesla, SpaceX, and the Quest for a Fantastic Future, apartemen rahasia milik Google ini berada di pusat kota Palo Alto, Amerika Serikat. Tempat ini sering digunakan oleh petinggi Google bersama orang penting lainnya untuk bertemu tanpa diketahui khalayak ramai.

 

Seperti dinukil dari Business Insider, CEO Tesla Elon Musk adalah salah satu orang penting yang termasuk sering berkunjung ke apartemen rahasia ini untuk bertemu dengan CEO dan pendiri Google Larry Page.

 

Page dan sesama pendiri Google Sergey Brin kadang-kadang bertemu dengan Musk untuk berbicara tentang teknologi, transportasi, dan soal lainnya di lokasi pribadi ini.

 

Google bahkan memiliki koki sendiri untuk datang menyiapkan makanan untuk para tamu yang diizinkan masuk ke apartemen ini

 

Dalam buku itu sahabat Musk, George Zachary, menggambarkan apa saja yang dibicarakan oleh orang-orang penting ini di apartemen rahasia tersebut.

 

"Aku ada di sana sekali, Elon berbicara tentang membangun sebuah pesawat jet listrik yang dapat lepas landas dan mendarat secara vertikal. Larry mengatakan pesawat harus bisa mendarat di lereng gunung, dan Sergey menambahkan jet listrik ini juga dapat berlabuh di sebuah pelabuhan di Manhattan," ceritanya dalam buku itu.

 

Zachary melanjutkan, kemudian mereka mulai berbicara tentang membangun sebuah pesawat komuter yang selalu mengelilingi Bumi, dan Anda akan melompat ke situ dengan sangat cepat.

 

"Saya pikir semua orang bercanda, tapi pada akhirnya saya bertanya Elon, 'Apakah Anda benar-benar akan melakukan itu?' Dan dia berkata, "Ya.""

 

Apartemen rahasia Google ini menawarkan pemandangan pegunungan sekitar kampus Stanford University. Selama beberapa kali pertemuan, Musk, Page, dan Brin mulai berbagi ide-ide yang berubah menjadi proyek-proyek nyata.

 

Bukan tidak mungkin di masa depan ada produk masa depan hasil kerjasama Tesla dan Google yang lahir dari tempat ini.

Share this post


Link to post
Bagikan di situs lain

Buat akun atau masuk untuk berkomentar

Anda harus menjadi anggota untuk memberikan komentar

Buat sebuah akun

Mendaftar untuk account baru dalam komunitas kami. Mudah!

Daftarkan akun baru

Masuk

Sudah mempunyai akun? Masuk disini.

Masuk Sekarang

  • Konten yang sama

    • Oleh dugelo
      Bayangkan bagaimana orang kaya hidup hari ini, ujar Hal Varian, ekonom utama di Google. Mereka punya supir sendiri. Bankirnya sendiri. Hidupnya serba dilayani dan bagaikan mimpi. Inikah pula yang kamu idamkan?
      Demikianlah, cara mudah membayangkan membayangkan masa depan menurut Varian: Di masa mendatang, pekerjaan-pekerjaan akan dituntaskan oleh robot. Rutinitas-rutinitas yang menyita waktu dan menyiksa akan diambil alih mereka sementara manusia akan memiliki semakin banyak waktu untuk dihabiskannya sendiri.
      Perjalanan mereka akan disetiri oleh kendaraan dengan kecerdasan buatan. Setiap orang akan memiliki sistem yang bekerja mengurusi tetek bengek yang menguras waktu dan tenaganya.
      Masa depan yang menyenangkan? Masa depan yang sudah tak terlalu jauh lagi, Varian percaya.
      Inovasi sudah terjadi tapi…
      Persoalannya, inovasi-inovasi teknologi serta pengorganisasian kerja sebenarnya sudah sejak lama memangkas berbagai kewajiban kerja yang kita perlukan. Sejak kapan telepon genggam kita berubah menjadi perkakas serba bisa?
      Apakah 2005 yakni sejak Blackberry serta Blackberry Messenger diperkenalkan dan memudahkan kebutuhan-kebutuhan komunikasi Anda? Apakah sejak iOS, Android diperkenalkan dan segala ragam aplikasi pengatur hidup tersedia dalam genggaman tangan?
      Yang pasti, berkatnya Anda kini tidak perlu lagi merepotkan diri mengirim dokumen-dokumen lewat pos.Anda tidak harus lagi mendatangi orang dan bergelut dengan kemacetan ketika detail pekerjaan dapat diterangkan melalui surel, pesan WhatsApp, atau panggilan video.
      Dan setiap saat, aplikasi-aplikasi, sistem operasi memutakhirkan diri sehingga kebutuhan-kebutuhan kecil—mengunggah foto atau dokumen, katakanlah—semakin tidak perlu Anda pikirkan.
      Apakah pekerjaan berkomunikasi Anda semakin sedikit, pertanyaannya? Apakah waktu luang Anda semakin banyak? Saya jamin, tidak. Bagi kebanyakan dari kita, tidak. Apa yang terjadi adalah Anda masih mesti menanggapi surel dari atasan atau klien pada pukul tiga dini hari. Boleh jadi, Anda bahkan masih harus bergelut dengan rapat melalui panggilan video pada hari raya Lebaran.
      Anda seorang desainer? Anda, boleh jadi, pernah bergelut merevisi pekerjaan Anda puluhan kali—menyambangi semua yang diinginkan klien dan bos Anda hanya untuk kembali ke desain pertama yang Anda ajukan. Semua berkat kemudahan berkomunikasi.
      Potret kerja media daring
      Bagaimana awalnya kepelikan ini terjadi? Keinginan. Ia, saya rasa, berawal dari keinginan manusia yang bukan saja tak tuntas-tuntas melainkan juga mengada-ada. Pekerjaan, toh, tak pernah sekadar melayani kebutuhan-kebutuhan bertahan hidup belaka sebuah masyarakat.
      Saya tak tahu bagaimana menerangkannya dengan kalkulasi ekonometri yang teliti. Tetapi, saya dapat menceritakan awal mula wartawan di Indonesia diharuskan menulis lima belas berita per harinya.
      Awalnya adalah kesuksesan Detik.com yang mengantarkannya menjadi media daring terbesar hingga hari ini. Pada waktu itu, media daring adalah wahana yang benar-benar baru. Belum ada yang benar-benar tahu strategi agar pengunjung secara konsisten terpikat mendatanginya.
      Detik.com, lantas, mencoba menayangkan sebanyak-banyaknya berita di portalnya. Lebih banyak selalu lebih baik. Lagi pula, berbeda dengan media cetak, media daring sanggup menayangkan berita sebanyak apa pun. Strategi ini berhasil meraup pembaca. Dan, memang, perhitungannya masuk akal. Dengan menayangkan lebih banyak berita, peluang berita mereka dibaca, disebarkan, dan dibicarakan dengan sendirinya akan lebih besar.
      Akan tetapi, apa yang terjadi selepas standar Detik.com menjadi mantra semua media daring yang ada? Media disesaki pengulangan-pengulangan tak berbobot. Satu cerita yang sama dapat didedah menjadi tiga-empat berita. Berita-berita merupakan jiplakan mentah dari siaran pers. Tentu saja, dengan cara apa lagi seorang awak media dapat menulis lima belas berita dalam sehari kecuali dengan taktik-taktik semacam ini?
      Keinginan siapa yang dipuaskan dengan berita-berita daring yang demikian? Keinginan pembaca, boleh jadi. Tetapi, bukankah keinginan mereka seharusnya dapat dipuaskan dengan berita secukupnya yang mengena dan merangkum semua informasi yang dibutuhkan? Dan bukankah kalau media daring tak menciptakan sendiri rasa penasaran tidak sehat pembaca dengan berita-berita sepotong dan umpan klik, wartawan tidak harus bekerja bak mesin atau bahkan menulis berita yang lebih bernas?
      Tak hanya media
      Saya kira, kepelikan ini kini tak sekadar mencekik para pekerja media. Beberapa editor media daring menetapkan standar wartawannya harus dapat dikontak 24 jam penuh. Bayangkan, 24 JAM PENUH!
      Peraturan menyesakkan serupa, kendati tak pernah disampaikan secara terbuka, juga menjadi norma yang sebenarnya dipaksakan kepada banyak pekerja di ranah-ranah lainnya.
      Staf Humas Elon Musk bercerita ia dapat dipanggil bosnya itu pukul tiga pagi hanya karena Sang Bos menemukan kritik sepele terhadap dirinya. Kondisi ini, saya yakin, bukan kondisi yang sulit dipahami pekerja-pekerja di Indonesia.
      Mereka mesti sudi dikontak atasannya dini hari lantaran Sang Atasan tersulut emosinya oleh satu dan lain hal. Mereka perlu menanggapi dengan ramah, manis, dan menguras kesabaran keluhan-keluhan klien atau penyandang dana ketika baru bangun tidur.
      Dan, lagi-lagi, sebagaimana kerja para wartawan media daring, kerja yang paling menguras waktu bukanlah kerja yang konkret. Ia adalah kerja-kerja menyusui keinginan yang tak ada habisnya bila seseorang tidak mengeremnya. Teknologi membuka ruang selebar-lebarnya, selentur-lenturnya untuk menagih kerja orang lain kapan pun dan di mana pun, dan relasi kerja yang timpang menyebabkan mereka tidak mungkin menolaknya. "Belum tipes, belum loyal,” katanya.
      Relasi kerja timpang
      Hal Varian, dengan demikian, boleh saja memimpikan orang-orang kian dimanjakan seiring tak terelakkannya perkembangan teknologi. Namun, dengan lemahnya posisi pekerja di Indonesia—dan sebenarnya juga di banyak negara lain—ia rentan menjadi mimpi muluk-muluk belaka bagi kebanyakan orang. Inovasi teknologi alih-alih memangkas kerja malah menciptakan kerja, dan alih-alih menghemat waktu kerja malah menyebabkan kerja menjajah waktu senggang kita hingga jengkal terakhirnya.
      Dengan tersedianya laptop, yang katanya memudahkan hidup banyak orang, toh, apa yang terjadi kalau bukan pekerjaan kini dianggap dapat dituntaskan di mana pun?
      Dan dengan tersedianya angkutan daring, apa yang terjadi kalau bukan manajemen tidak lagi mempermasalahkan jam pulang pekerjanya?
      Apa yang bisa kita antisipasi dari perkembangan teknologi menghebohkan selanjutnya, karenanya, kalau bukan ia semakin menyempurnakan eksploitasi pekerja?
      Mungkin, dengan demikian, teknologi tidak seharusnya semata berkembang dan melangkah maju. Ia juga tidak bisa melaju dengan kacamata kuda. Ia tidak seyogianya terjatuh ke tangan yang salah.
    • Oleh Tania
      Pasien penderita penyakit komplikasi yang lama terbaring di rumah sakit tak jarang membuat harapan untuk kembali sembuh kian tipis. Tak jarang dokter tak mampu berbuat banyak, lantaran kondisi pasien yang sudah di penghujung kematian.
      Dalam kondisi ini, Google mengembangkan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/ AI) untuk memprediksi waktu kematian seseorang.
      Algoritme Google membaca 175.639 poin data dari seorang pasien pengidap kanker payudara stadium lanjut. Penyakit ini membuat cairan memenuhi paru-paru dan organ vital lainnya sehingga dokter memperkirakan ia hanya memiliki peluang hidup sebesar 9,3 persen.
      Sebaliknya, algoritme Google justru memperkirakan harapan hidup sedikit lebih besar. Dari data yang diperoleh, Google memperkirakan peluang kematian perempuan itu mencapai 19,9 persen. Meski beberapa hari kemudian pasien dinyatakan meninggal dunia.
      Belajar dari kasus tersebut, Google mengembangkan alat untuk memperkirakan peluang hidup pasien, termasuk berapa lama ia harus dirawat di rumah sakit, hingga kemungkinan pasien perlu dirawat kembali, dan waktu meninggal yang mungkin terjadi dalam waktu dekat.
      Kecerdasan buatan ini mengolah semua informasi dan menghasilkan prediksi, jauh lebih cepat dan akurat dari teknik-teknik yang telah ada sebelumnya. Algoritme Google bahkan menunjukkan data mana yang akan berujung pada penarikan konklusi.
      Nigam Shah, profesor dari Stanford University sekaligus salah satu penulis dalam riset ini menyebut metode yang ada sekarang menghabiskan 80 persen waktu untuk membuat data laik saji. Sementara pendekatan yang digunakan Google justru menghindari hal tersebut.
      Kemampuan Google dalam menyaring data, termasuk catatan yang terkubur dalam dokumen dan grafik lama tak dipungkiri membuat rumah sakit, dokter dan penyedia layanan kesehatan kagum. Mengingat sejauh ini lembaga kesehatan telah berupaya bertahun-tahun untuk menggunakan rekam jejak kesehatan dan data pasien untuk menyelamatkan lebih banyak nyawa.
      Jeff Dean, kepala bagian kecerdasan buatan Google kepada Bloomberg mengatakan tahap berikutnya yang akan ditempu yakni mengintegrasikan sistem yang memprediksi gejala penyakit ke klinik-klinik. Ia menyebut tingkat akurasi prediksi penyakit diharapkan bisa menjadi harapan dan alarm.
      "Mereka memahami masalah apa yang perlu segera dicarikan solusinya. Sejauh mereka (Google) telah melakukan cukup eksperimen kecil untuk mengetahui hasil yang berbeda-beda dari setiap pengujian," ungkap Jeff.
      Ia berharap kecerdasan buatan ini mampu mengarahkan para dokter kepada pengobatan tertentu dan membantu mendiagnosa penyakit pasien dengan lebih tepat.
    • Oleh purwa_weheb
      Google sebagai mesin pencari menyediakan alat khusus untuk membantu blogger dalam mengelola blog miliknya, salah satu alat blogger yang sangat penomenal dan wajib untuk digunakan adalah google webmaster tool (GWT) atau sekarang dikenal juga sebagai google search console (GSC), alat ini sangat bermanfaat sekali untuk para pengelola blog karena dengan alat ini mereka dapat selalu memonitor blog yang dikelolanya terutama yang berkaitan dengan interaksi robot mesin pencari terhadap halaman blog sehingga performa blog akan terkontrol dan selalu tetap terjaga dengan baik.
      Selain memiliki manfaat dapat memberikan informasi lengkap mengenai interaksi robot mesin pencari terhadap halaman blog, webmaster tool juga dilengkapi dengan alat bantu (fitur khusus) yang dapat mempercepat pengindekan halaman blog, alat ini dapat membantu pengelola blog dalam mempercepat index blog oleh mesin pencari google, sehingga blog lebih cepat dan lebih mudah dikenali oleh mesin pencari google, sehingga blog akan memiliki potensi ditemukan di hasil pencarian google dengan kata kunci yang dianggap relevan.
      Fitur khusus yang disediakan oleh webmaster tool untuk mempercepat pengindexan blog oleh mesin pencari google dikenal dengan nama fetch as google atau ambil sebagai google, cara kerja alat ini sangat sederhana, anda tinggal memasukan url halaman blog yang ingin diindex oleh google, lalu tinggal klik saja tombol fetch yang tersedia, maka dalam waktu singkat halaman blog tersebut akan diindex, waktu pengindexanpun relatif tidak terlalu lama sangat tergantung sekali dengan kondisi blog dan juga panjang-pendeknya artikel, jika kondisi blog dari mulai template dan juga artikel dianggap baik maka fetch biasanya akan sangat cepat.
      Kapan fetch as google digunakan?
      Jika anda blogger pemula anda mungkin bertanya-tanya kapan kita harus menggunakan fetch as google, tidak ada penjelasan spesifik dari google, namun jika kita lihat dari fungsinya, karena alat bantu ini untuk membantu pengindekan halaman blog lebih cepat, maka fetch as google ini sangat cocok digunakan untuk mengindek artikel-artikel yang baru di terbitkan.

      Jadi setiap kali anda selesai menerbitkan artikel, maka url artikel baru blog anda (permalink) harus di fetch as google, sehingga artikel tersebut akan lebih mudah ditemuan oleh mesin pencari google. oh ya anda juga harus tau cara fetch itu seperti apa, karena jika salah bisa terjadi error.
      Dengan melakukan fetch as google maka secara tidak langsung kita menginformasikan pada mesin pencari google bahwa di blog kita ada artikel baru yang siap untuk direcarwl ulang untuk diindek, dengan begitu mesin pencari tidak perlu menunggu jadwal recrawl untuk blog kita, sehingga halaman blog baru yang baru kita publish akan lebih cepat diindek dan dikenali oleh mesin pencari.
      Perbadaan Fetch dan Fetch and Render pada webmaster tools.
      Pada fitur fetch as google atau ambil sebagai google ada 2 tombol yang bisa dipilih yaitu, tombol fetch dan tombol fetch and renderer, kedua tombol tersebut sepertinya berbeda dari segi fungsi, menurut pernyataan resmi google yang disajikan di dalam sebuah artikel, kedua fungsi tersebut ternyata memang memiliki perbedaan, adapun perbedaan atara fetch dan fetch anda renderer adalah sebagai berikut:
      1. Fetch (ambil)
      Tombol Fetch pada fasilitas fetch as google bertujuan untuk memberitahu google bahwa ada halaman yang harus di recarwl ulang untuk selanjutnya diindex oleh google, fetch hanya akan mengindek url blog saja dan tidak akan melakukan pemeriksaan terhadap fungsi-fungsi sumber daya seperti gambar atau video, sehingga prosesnya relatif sangat cepat.

      Hasil fetch biasanya akan dilaporkan oleh wemaster tool apakah gagal atau berhasil, dan jika berhasil google webmaster tool akan menyajikan laporan bagaimana robot mesin pencari mengindek halaman blog tersebut serta kita juga bisa melihat bagian-bagian dari halaman blog yang tidak diindek atau di tolak oleh robot.
      2. Fetch and renderer (ambil dan render)
      Fetch as renderer tidak jauh berbeda dengan fetch namun selain melakukan indek pada halaman blog, melalui fetch as renderer secara tidak langsung mengintruksikan robot mesin pencari untuk memeriksa halaman blog secara menyeluruh termasuk sumber daya yang menyusun halaman blog tersebut seperti css, java script gambar maupun video.

      Webaster tool akan menyajikan laporan hasil fetch dan renderer yang bisa juga dilihat dalam bentuk tampilan halaman blog yang bisa dilihat oleh pengelola situs, sehingga pengelola atau pemilik situs bisa melihat perbedaan antara tampilan yang dapat dikenali oleh robot mesin pencari dengan tampilan blog sebenarnya, jika hasilnya relatif sama maka itu artinya tidak ada masalah pada halaman blog anda, artinya bagian-bagian penting pada blog anda dapat direcarl, dikenali dan diindek oleh robot mesin pencari google dengan baik.
      Mana yang harus dipilih Fetch atau Fetch anda renderer, mana yang lebih baik?
      Ada sebuah pertanyaan, jadi mana yang sebaiknya dipilih fetch atau fetch and renderer?, sebenarnya kedua-duanya bisa digunakan tergantung dari informasi apa yang ingin anda kethui dari hasil fetch tersebut, karena dari segi fungsi keduanya sama-sama untuk membantu halaman blog baru agar lebih cepat dikenali oleh mesin pencari.
      Pilih fetch jika anda ingin mengindek halaman artikel yang baru anda publish atau halaman artikel yang anda modifikasi isinya, fetch akan lebih cepat prosesnya.
      Namun jika anda melakukan perubahan pada struktur template atau tampilan halaman sebaiknya anda pilih fetch and renderer agar perubahan pada halaman tersebut dapat dikenali oleh robot mesin pencari secara keseluruhan dan anda bisa memastkan bahwa halaman bisa diindex dengan baik melalui rererensi laporan webmaster tool dari hasil fetch and renderer yang anda lakukan.
      Mengenali laporan status hasil Fetch As google
      Setelah fetch as google dilakukan baik memilih fetch maupun fetch and renderer maka webmaster tool akan memberikan laporan hasil fetch as google yang anda lakukan, berikut adalah beberapa status laporan yang mungkin terjadi dari proses fetch as google:
      1. Complete (Selesai):
      Status laporan yang pertama yang munkin terjadi adalah complete atau selesai, status ini artinya adalah google berhasil menghubungi situs dan merayapi halaman blog/ situs  Anda, serta dapat memperoleh semua sumber daya yang dirujuk oleh laman.
      Untuk melihat laporan detailnya ada bosa mengklik pada url yang anda masukan tersebut, klik saja pada baris pada tabel untuk melihat detail selengkapnya tentang hasil fetch.
      2. Parsial (sebagian): 
      Status yang kedua yang mungkin dilaporkan adalah parsial atau sebagaian, ini artinya bahwa google mendapat tanggapan dari situs atau blog Anda dan mengambil URL-nya, namun tidak dapat memperoleh semua sumber daya yang dirujuk oleh laman karena diblokir oleh file robots.txt. Jika ini hanya pengambilan, lakukan pengambilan dan perenderan. Periksa laman yang dirender untuk melihat apakah ada sumber daya signifikan yang diblokir yang dapat mencegah Google menganalisis arti laman dengan semestinya.
      Jika sumber daya yang signifikan diblokir, bebaskan sumber daya di file robots.txt yang Anda miliki. Untuk sumber daya yang diblokir oleh file robots.txt yang bukan milik Anda, hubungi pemilik situs sumber daya dan minta mereka untuk membebaskan sumber daya tersebut bagi Googlebot. Lihat daftar deskripsi kesalahan pengambilan sumber daya.
      3. Redirected atau dialihkan: 
      Pngalihan biasanya ini terjadi jika alamat situs anda memiliki 2 format domain yang berbeda, misalnya domain dengan www dan tanpa www atau domain dengan https atau http, status redirected atau dialihkan bisa muncul jika alamat url yang anda fetc tidak sesuai dengan format alamat url yang anda gunakan.
      Misal jika di dalam blog anda URL yang dipakai adalah tanpa www dengan protokol http seperti misal http://strukturkode.blogspot.com, dan meskipun diakses dengan www. tetap mengatah ke alamat url tersebut, maka anda harus mendaftarkan situs anda tanpa menggunakan www. jika yang anda masukan adalah yang menggunakan www misal (http://www.strukturkode.blogspot.com), ketika anda melakukan fetch as google biasanya akan terjadi status redirected dialihkan, karena webmaster tool hanya mengenali url utama blog yang anda gunakan yaitu yang tanpa www, jadi jika bisa sebaiknya yang didaftarkan di webmster tool adalah url yang anda gunakan meskipun url blog anda dapat diakses menggunakan url seragam lainnya. misal bisa diakses dengan https://.... bisa diakses menggunakan www dan tanpa www. tetap yang anda daftarkan adalah alamat yang anda gunakan.
      Apa yang saya gunakan Fetch atau Fetch anda renderer?
      Terus terang saja, saya pribadi jarang menggunakan fetch as google baik itu fetch maupun fetch and renderer, kecuali jika ada perubahan pada isi artikel yang sudah lama, saya suka melakukan fetch atau jika ada perubahan pada struktur template saya suka melakukan fetch and renderer.
      Namun khusus untuk artikel blog baru yang baru dipublish, saya biasanya selalu memilih menggunakan submit URL. namun anda harus login terlebih dahulu ke email anda.
      Submit url sebenarnya tidak jauh berbeda dengan fetch as google, namun lebih sederhana dan anda tidak bisa melihat laporan hasil submit tersebut.
    • Oleh thepowerofwindows
      ZTE menjadi perusahaan pertama yang merilis smartphone Android Go murah di pasar Amerika Serikat, dan harganya hanya US$ 80 (sekitar Rp 1 juta).
      Smartphone ZTE Tempo Go memiliki layar 5 inci dengan resolusi 480 x 854 piksel, bezelnya masih cukup tebal, hanya memiliki RAM sebesar 1 GB, dan penyimpanan 8 GB.
      Lewat situs resminya, dijelaskan bahwa smartphone ini tidak mendukung dua kartu SIM atau jaringan 4G. Sementara, kapasitas kartu memorinya hanya dapat mendukung sampai 32 GB.
      Kamera belakangnya bahkan cuma memiliki resolusi 5MP yang sudah dilengkapi LED Flash, sementara kamera di depan memilki resolusi 2MP.
      Untuk dapur pacunya didukung Snapdragon 210, dan berjalan di atas sistem Android 8.0 Oreo. Baterainya sendiri berkapasitas 2200 mAh.
      Memang, Android Go lebih ditargetkan untuk negara-negara yang tidak memiliki ekonomi kuat, dan tidak bisa membeli smartphone Rp 2 jutaan.
      Pada smartphone ini banyak aplikasi beredisi Go yang sistemnya lebih sederhana karena Google memangkas fitur-fitur di aplikasi yang tak dianggap berguna di pasar Android Go.
      Pemakaian data juga akan lebih hemat lewat Android Go, misalnya lewat YouTube Go akan diberikan keterangan data untuk mengunggah video sehingga pengguna bisa memilih video yang tidak memakan banyak data.
      Dengan fitur itu diharapkan pengguna Android Go dari pasar ekonomi rendah dapat terbantu apabila di daerah mereka harga data masih mahal.
      Ada Enam Tipe
      Google menyiapkan enam jenis Android Go yaitu Alcatel 1X, Nokia 1, Gm8 Go, Huawei, Lava Z50, Micromax Bharat Go, dan ZTE Tempo Go.
      Peluncuran Android Go pertama kali diumumkan Google pada ajang Mobile World Congress (MWC) 2018 di Barcelona, Spanyol.
      Android Go termasuk dalam program Android Oreo, sehingga secara resmi namanya Android Oreo (Go Edition).
      Nokia 1 Sudah Rilis

      Nokia 1 yang merupakan Android Go sudah lebih dulu hadir dengan MediaTek MT6737M dan RAM 1GB. Memiliki layar berukuran 4,5 inci, smartphone ini memiliki memori internal 8GB yang dapat diperbesar dengan kartu microSD hingga 128GB.
      Urusan fotografi diserahkan pada kamera utama 5 megapiksel yang sudah didukung LED Flash. Sementara untuk keperluan selfie, Nokia 1 ditopang oleh kamera depan beresolusi 2 megapiksel.
      Smartphone ini juga sudah mendukung Bluetooth v4.2, GPS/A-GPS, FM Radio, Micro-USB, dan jack audio 3,5mm. Dengan baterai berkapasitas 2.150mAh, smartphone ini disebut mampu bertahan hingga 15 hari dalam keadaan standby.
      Lewat smartphone ini, HMD Global kembali menawarkan unsur nostalgia bagi pengguna ponsel Nokia lawas. Sebab, cover Nokia 1 dapat dibongkar pasang sesuai keingingan pengguna atau lebih dikenal dengan nama Xpress-on cover.
      Sekadar informasi, Xpress-on cover sempat menjadi ciri khas ponsel Nokia pada masa keemasannya. Diperkenalkan di Nokia 5110 pada 1998, pengguna dapat dengan mudah mengganti cover ponsel miliknya sesuai keinginan.
    • Oleh c0d1ng
      A guide to what Google and the Indonesia government knows about you, how to delete the data and how to make sure it knows less about you in the future.
      It's no secret that Google knows a lot about you. A large part of the search giant's business model is based around advertising – and for this to be successful it needs to know who you are.
      But with the right know-how it's possible to track down what Google knows about you and control what it uses for advertising purposes.
      Google doesn't make a huge song and dance about its in-depth knowledge of its users, but at the same time it doesn't keep it a secret either. Here's how to find out what Google knows and take control of your data.
      Google saves all your searches
      Probably the least surprising of the lot, but Google has all of your search history stored up.
      How to delete it: If you'd rather not have a list of ridiculous search queries stored up, then head to Google's history page, click Menu (the three vertical dots) and then hit Advanced -> All Time -> Delete.
      If you want to stop Google tracking your searches for good, head to the activity controls page and toggle tracking off.
      Google saves every voice search

      Google records what you say every time you speak to it
      Google's voice search-saving habits have been reported on many times.
      Anyone who use Google's voice search or the voice-activated assistant, Google Now, have their searches stored so that more relevant ads are served and search features are steadily improved -- in the same way you'd expect from regular Google search.
      And a lot of people don't realise that many of these searches are actually recorded. This means users are able to listen back to exactly what they searched for by listening to what they said and how they said it.
      How to delete it: If you've used any of Google's opt-in voice features for yourself, then head to Google's Voice & Audio Activity page to review your voice searches and listen back to them. Be warned, this could be interesting, funny or just plain cringe-worthy.
      To delete this database of embarrassing searches select one or more of the recordings from the check box beside them and then click "delete" at the top of the screen.
      Google tracks and records your location

      Use Google's location services? Then your every move is being tracked and mapped
      As well as recording your searches and your voice, Google has also been keeping tabs on your location.
      Google's location history, or timeline page, serves up a Google Map and allows you to select specific dates and times and see where you were. Its accuracy depends on whether you were signed into your Google account and carrying a phone or tablet at the time.
      How to delete it: When you visit the timeline page you can hit the settings cog in the bottom right-hand corner of the screen and select delete all from there.
      Control advertising data
      One of the more interesting places to check out what Google really knows about you is to head over to its ad settings page where (if you're signed into your Google account) you'll see a profile Google has built for you based on your search history, YouTube history and interests. So, for example, it might know that you're female, aged 18-24 and interested in banking, consumer electronics, mobile phones, shooter games, rap and hip hop and toys.
      From this page it's possible to turn ad personalisation on (or off). If you opt out of personalisation then the adverts that follow you around the web – trainers, when you searched for them once – will stop appearing. Google's ad network operates on more than two million websites around the world and limiting its knowledge about you will make everything seem that little less creepy.
×

Important Information

Kami menggunakan cookie. Mereka tidak menakutkan, tetapi beberapa orang berpikir mereka. Terms of Use & Kebijakan Privasi