Jump to content
berita_semua

Polisi Amankan 3 Pria dari Tempat Adelia Terjatuh Di Gedung Hotel

Recommended Posts

post-4582-0-74428300-1431030823.jpg

 

Kapolsek Medan Baru, Kompol Ronni Sidabutar, mengatakan bahwa petugas masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) jatuhnya seorang wanita dari lantai 6 Hotel Grand Kanaya, Medan, Rabu 6 Mei 2015.

Alhasil, belum diketahui identitas wanita yang melompat dari lantai enam.

 

"Sementara seorang wanita diduga bunuh diri umur 25 tahun. Ini kita selidik dulu penyebab dan latar belakang. Kita sudah amankan tiga orang laki-laki, nanti kita kasih tahu seluruh identitas pelaku," ujarnya di Hotel Grand Kanaya.

 

Dia menambahkan petugas telah mengamankan beberapa paket narkoba jenis sabu-sabu dari dalam kamar pelaku dan mengamankan tiga pria dari dalam kamar.

 

Namun demikian, petugas masih melakukan penyelidikan.

 

Menurut informasi yang berkembang setelah beberapa jam pascakejadian, wanita cantik ini ketakutan karena ada penggerebekan dari pihak kepolisian.

 

Diduga wanita berusia 25 tahun ini bersembunyi dibalik jendela dan langsung jatuh.

 

Sebelumnya, berdasarkan informasi yang santer di lingkungan Hotel Grand Kanaya,

 

korban diduga bernama Adelia Friska yang berprofesi sebagai model asal Jakarta.

 

Diduga sebelum wanita itu melompat dari kamar 603, pihak Reserse Narkoba melakukan penggeberekan.

Seorang pegawai hotel mengatakan, korban bersama tiga teman pria menginap di kamar hotel sejak beberapa hari lalu.

 

"Kita kaget tiba-tiba korban melompat dari lantai enam. Saya hanya mendengar teriak "aaahhhhhh" tak berapa lama suara keras," ujarnya.

 

Dia menjelaskan, sebelum meninggal, korban sempat berkali-kali kejang-kejang.

 

Namun, sebelum petugas kepolisian datang ke lokasi, korban sudah menghembuskan nafas terakhir.

 

"Kepalanya hancur, darah mengalir banyak di lokasi. Di kamar itu, seperti ada banyak orang, karena informasi dari kawan-kawan dengan ada penggerebekan di kamar hotel," katanya.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...

  • Similar Content

    • By paimin
      Kabar duka kembali menyelimuti perfilman Indonesia. Amoroso Katamsi, pemeran Presiden Soeharto di Film G30S/PKI meninggal dunia, pada Selasa (17/4) dini hari di RSAL Mintohardjo.
      "Betul Bapak meninggal tadi dini hari, saat ini almarhum sudah di rumah duka,"jelas anak pertama Amoroso, Ratna Arumasari Katamsi, Selasa (17/4). Ratna mengatakan, almarhum akan dimakamkan di TPU Tanah Wakaf Pondok Labu, Jakarta Selatan, setelah Dzuhur. Sebelum dimakamkan, almarhum akan disalatkan di Masjid Imam Bonjol, Pondok Labu, Jakarta Selatan.
      Kabar meninggalnya Amoroso Katamsi juga sempat disampaikan oleh sastrawan Candra Malik, melalui akun Twitter-nya @CandraMalik. Dalam kabar tersebut, Candra mengaku mendapatkan kabar meninggalnya Amoroso dari Doddy Katamsi, anak dari Amoroso. "Inalilahi wainalilahi roziun. Bapak Amoroso Katamsi telah berpulang ke Rahmatullah pada Selasa 17 April 2018 pukul 01.40 WIB. Semoga husnul khatimah (Informasi dari Mas Doddy Katamsi, putra almarhum)," tulis Candra, Selasa (17/4).
      Selain itu, kabar duka meninggalnya Amoroso juga disampaikan oleh artis, Ike Muti. Melalui akun Instagramnya, Ike menyampaikan rasa belangsungkawa atas meninggalnya Amoroso. Ike merupakan keponakan dari Amoroso.
      Pria kelahiran Jakarta, 21 Oktober 1940 tersebut selama ini dikenal atas perannya sebagai Presiden Soeharto di Film Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI yang dibuat pada 1982 dan disutradarai oleh Arifin C.
      Film yang diperankan oleh Amoroso tersebut sempat menuai kontroversi pada 2017 lalu. Sejumlah pihak mengkritik penayangan kembali film tersebut di televisi, menjelang peringatan G30S/PKI, pada 30 September.
      Menjelang peringatan G30S/PKI, film tersebut juga ditayangkan di sekolah-sekolah untuk memperlihatkan kisah tragis pembantaian para jenderal TNI oleh PKI. Semasa Orde Baru, Film G30S/PKI setiap 30 September selalu ditayangkan.
      Semasa hidup, Amoroso sempat mengatakan, tidak ada paksaan dan juga intimidasi dari pihak-pihak tertentu ketika memerankan Soeharto dan menjalani shooting Film G30S/PKI.
      "Itu adalah peran yang menantang dan kesempatan yang langka makanya saya ambil," katanya, saat nobar dan diskusi mengenai film Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI di Masjid Agung Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (30/9/2017).
      Namun, Amoroso tidak menyangka bahwa Film G30S/PKI akan menjadi kontroversi saat ini."tapi ini memang bukan film sembarangan," ucapnya. Amoroso ternyata merupakan lulusan Institut Angkatan Laut (IAL). Bahkan ia sempat menyandang pangkat terakhir sebagai Laksamana Pertama (Bintang Satu).
      Sumber: https://id.crowdvoice.com/posts/amoroso-katamsi-pemeran-soeharto-di-film-g30spki-2KtV

    • By berita_semua
      Bujang berinisial FN alias Nunur tega membunuh tetangganya yang tengah hamil Iis Aisyah (32), hanya gara-gara kesal kerapkali ditanya “kapan kawin?”
      Pemuda berusia 28 tahun itu membunuh Iis yang sedang hamil 8 bulan pada Jumat (19/1/2018), di Kampung Pasir Jonge, Desa Sukawangi, Kecamatan Singajaya, Garut. IA sendiri ditangkap polisi di Kalideres, Jakarta Barat, Jumat (28/1) pekan lalu.
      Kapolres Garut Ajun Komisaris Besar Budi Satria Wiguna mengatakan, pembunuhan itu berawal ketika Nunur sedang termangu di depan rumahnya, Jumat dua pekan lalu.
      Saat itu, Iis yang melintas di depan rumah Nunur menghampiri bujang tersebut dan memberikan nasihat agar segera menikah.
      "Korban mengatakan kepada pelaku ‘segera kawin, yang lain kan sudah menikah semua, kok kamu tidak kawin-kawin’. Ternyata, nasihat itu menyinggung perasaan pelaku,” kata Wiguna, Senin (29/1).
      Merasa harga dirinya diinjak-injak, Nunur pada Jumat siang yang nahas itu bertandang ke rumah korban.
      Karena tak merasakan niat jahat, Iis mempersilakan Nunur memasuki ruang tamunya. Setelahnya, korban masuk ke dalam kamar peraduan.
      Nunur ternyata membuntuti korban. Ketika Iis lengah, Nunur mendorongnya hingga terjerembab ke atas kasur.
      Setelahnya, nunur tanpa ampun mencekik Iis. Korban sempat melawan, yakni menggigit jari pelaku. Tapi, tenaga Nunur lebih kuat dan terus mencekik Iis hingga tewas.
      Takut Iis masih hidup, Nunur lantas menginjak leher korban untuk memastikan tetangganya itu tewas.
      “Sesudah membunuh korban, pelaku mengambil uang milik korban senilai Rp800 ribu dan satu ponsel,” terangnya.
      Nunur sempat melarikan diri ke ibu kota sesudah melakukan aksi keji tersebut. Namun, polisi mampu melacak keberadaannya dan melakukan penangkapan di Kalideres, Jakarta.
      Karena melawan saat ditangkap, polisi menghadiahi Nunur satu peluru di bagian kaki.
      “Kami sudah menyita sejumlah barang bukti seperti sepeda motor, bantal, sandal jepit, baju daster, dan kain. Tersangka kami jerat memakai Pasal 340, Pasal 338, dan Pasal 365 ayat 1, 2, dan 3 KUHP dengan ancaman penjara seumur hidup,” tandas Wiguna.
      Gimana ndral? Makanya jangan kepo deh. wkwkwk
    • By berita_semua
      Berita duka dari rumah lembang berbarengan dengan divonisnya Ahok oleh pengadilan. Seorang security rumah Lembang yang bernama Gerard Umbu Samapati harus menghembuskan napas terkahir di usia 43 tahun dan meninggalkan tujuh orang anak.
      Berdasarkan informasi dari Usma yang juga sesama security di rumah Lembang, Gerard meninggal tak lama setelah menyaksikan berita divonisnya Ahok selama dua tahun.
      "Benar (meninggal dunia). Kaget dengar putusan hakim soal Ahok," katanya kepada merdeka.com, Selasa (9/5)
      Sejumlah timses perwakilan Ahok-Djarot dateng melayat ke rumah duka, dan menurut informasi mereka Gerard meninggal karena serangan jantung seusai mengetahui Ahok divonis oleh majelis hakim.
      Duh jadi sedih ya. Semoga diterima di sisi Tuhan.
    • By berita_semua
      Korban selamat dalam kasus pembunuhan Pulomas Zanette Kalila (tengah) bersama Ibunya Almyanda Safira (kedua kiri) menghadiri pemakaman keluarga
      Zanette Kalila Azaria (13), anak tunawicara yang lolos dari maut saat perampokan sadis di Pulomas, Jakarta Timur ternyata ikut ditumpuk bersama 11 korban lainnya di kamar mandi.
      Selama hampir 19 jam, para korban disekap, sehingga sebagian di antara mereka tewas karena ruangan itu tidak ada udara yang memadai.
      Kengerian saat penyekapan di sebuah toilet diutarakan oleh bocah cantik yang dikenal Anet.

      Saat itu, Kapolda Metro Jaya, Irjen Mochamad Iriawan yang langsung datang ke lokasi kejadian langsung berbicara dengan Anet.
      "Saya ke TKP kemudian saya lihat, luar biasa, kemudian saya ke rumah sakit ada lima korban yang saya jenguk," kata Iriawan di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Rabu (29/12/2016).
      Iriawan sempat mengobrol-ngobrol dengan Anet yang nota bene tunawicara. Dengan meragakan, Anet mengisahkan kasus perampokan yang terjadi ke keluarganya kepada Kapolda Metro Jaya.
      "Saya tanya ke anaknya pak Dodi yg ketiga, yang maaf tuna rungu, tapi dia bisa menjelaskan padahal mereka disekap di satu ruangan, tidak ada udara, gak makan gak minum," ucapnya.
      Ternyata selama penyekapan, Anet hanya minum air dari closet. Sehingga hingga detik ini dia bisa selamat dari maut. "Ternyata dia minum dari air closet," katanya.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy