Jump to content

Ilmuwan Hingga CEO Teknologi yang Gentar Hadapi Ultron


sulistian_setiawan129

Recommended Posts

post-3489-0-41973700-1430285626.jpg

 

Cita-cita manusia membuat artifical intellgince (AI), atau kecerdasan buatan untuk mempermudah manusia. Namun bagi beberapa orang yang disebut orang jenius, Al bisa menjadi ancaman seperti halnya Ultron di sekuel film Avengers.

 

Di film layar lebar yang diangkat dari komik Marvel itu, diceritakan Ultron adalah kecerdasan buatan dari Tony 'Iron Man' Stark (Robert Downey Jr) yang malah berbalik menyerang kelompok pahlawan super ini.

 

Dalam dunia nyata kecerdasan buatan sudah ada dalam beberapa peranti lunak dan keras yang ditanamkan. Sadar atau tidak, di masa depan beberapa orang jenius ini takut akan kehadirannya.

 

Seperti CNN Indonesia rangkum dari berbagai sumber, mulai dari ilmuwan hingga bos teknologi menyuarakan nada sumbang dan kekhawatirannya mengenai kedatangan AI yang bisa 'menjajah' manusia.

 

Stephen Hawking

 

Fisikawan nyentrik asal Inggris ini menyatakan kecemasannya terhadap kecerdasan buatan yang menurutnya dapat mengancam keberadaan manusia di masa depan.

 

"Jika ada sekumpulan alien cerdas mengirimkan pesan berbunyi 'kita akan tiba di Bumi beberapa dekade lagi', apakah manusia akan membalas 'baik, hubungi kami jika sudah sampai -- lampu akan kami biarkan menyala'? Tentu saja tidak. Inilah yang terjadi seputar AI," ujar Hawking kepada media Inggris The Independent.

 

Ia kembali menyinggung soal perkembangan AI tak lama setelah mendapatkan teknologi baru untuk pembaruan komputer canggihnya.

 

"AI akan berkembang dengan sendirinya dalam kisaran yang saya yakin akan terus meningkat. Sementara kita, manusia, terbatas oleh evolusi biologis, nantinya tidak akan mampu bersaing dan akhirnya akan tersingkir," tutur Hawking.

 

Bill Gates

 

Menurut pendiri Microsoft Bill Gates, kecerdasan buatan harus dikelola dengan baik agar hal yang tak diinginkan manusia tidak terjadi.

 

"Pertama, mesin-mesin nantinya akan mengerjakan banyak pekerjaan untuk kita dan dibuat agar tidak menjadi super cerdas," kata Gates.

 

"Itu (kecerdasan buatan) seharusnya menjadi positif jika kita mengelolanya dengan baik," lanjutnya.

 

Gates menambahkan meskipun ia kini aktif bekerja pada proyek-proyek yang melibatkan kecerdasan buatan sebagai asisten digital pribadi, seperti Cortana, ia mengatakan bahwa hal ini dapat membahayakan manusia jika dikembangkan secara berlebihan.

 

post-3489-0-57602000-1430285582.jpg

Elon Musk merupakan salah satu pengusaha nyentrik yang sangat mengkhawatirkan kecerdasan buatan.

 

Elon Musk

 

Sebagai pendiri perusahaan teknologi Tesla dan perakit wahana antariksa SpaceX, Elon Musk tentunya memiliki antusias tinggi terhadap perkembangan teknologi.

 

Siapa sangka, ia menjadi salah satu orang yang menentang AI.

 

Ia sempat berkomentar pada pertengahan November lalu bahwa kemajuan teknologi khususnya AI kini berkembang semakin cepat dan manusia bisa saja terancam eksistensinya.

 

Kemudian bulan Oktober silam ia juga memberikan pernyataan sensasional tentang AI. Saking bahayanya, ia meyakini AI bisa dipakai untuk memanggil setan.

 

"Cerita tentang laki-laki menggunakan pentagram dan air suci guna mengendalikan setan tak kunjung berhasil, maka AI bisa digunakan untuk memanggil setan," ujarnya.

 

Musk juga sempat berbagi kicauannya di akun jejaring sosial Twitternya bahwa AI lebih bahaya dari senjata nuklir.

 

Dari laporan TIME, lelaki yang kerap dijuluki sebagai "Iron Man" itu menyerukan penetapan regulasi nasional maupun internasional terkait perkembangan AI.

 

Steve Wozniak

 

Salah satu pendiri Apple Steve Wozniak mengungkapkan keresahannya terhadap kehadiran Al yang berkembang dengan cepat dan bisa beradaptasi layaknya manusia. Sebab menurutnya, selain memiliki manfaat, juga sangat berpotensi membahayakan umat manusia.

 

AI bisa sangat buruk bagi umat manusia. Kita bisa menjadi 'hewan peliharaan' untuk 'tuan robot' atau hanya semut yang tergencet. Tak perlu diragukan lagi, komputer akan mengambil alih dunia dari manusia," sebutnya.

 

Link to comment
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
  • Similar Content

    • By congek
      Wawancara kerja menjadi tahapan yang paling penting bagi perusahaan untuk mengevaluasi calon karyawan. Bagi pelamar, di proses wawancara kerja ini mereka harus menunjukkan yang terbaik agar lolos.
      CEO Amazon Andy Jassy membagikan tips untuk menaklukkan wawancara kerja. Siapa pun ingin membuat kesan baik dalam wawancara. Andy Jassy memiliki pengalaman mewawancarai ribuan pelamar mengatakan bahwa hal pertama yang harus dilakukan adalah menjadi diri sendiri.  
      Menurutnya, pelamar yang berpura-pura dalam wawancara kerja dan berhasil mendapatkan pekerjaan akan terus melanjutkan kebohongannya. Alhasil, rekan kerjanya tidak mengetahui sifat asli dirinya dan tidak menghargai tindakan tersebut.
      Jassy berkata, “Kamu tidak akan bahagia. Jadilah dirimu apa adanya dan lihat apakah ada yang cocok.”
      Hal kedua yang juga harus diperhatikan adalah sesegera mungkin menjawab pertanyaan dari pewawancara. Umumnya, dibandingkan menjawab pertanyaan secara langsung, pelamar suka menghabiskan 5-10 menit untuk pemanasan. Akhirnya, mereka tidak bisa menemukan jawaban yang tepat.
      Amazon Buka Lowongan Pekerjaan Secara Global
      Sebelumnya, Amazon berencana memperkerjakan 55 ribu orang secara global dengan berbagai posisi.
      Pria berusia 53 tahun itu mengatakan Amazon mencari orang-orang yang bersemangat melayani pelanggan. Mereka harus memikirkan pelanggan dan membangun pengalaman yang diinginkan.
      Lebih lanjut, perusahaan juga mencari orang yang mampu menciptakan sesuatu dan kreatif. Kedua hal tersebut tidak hanya dibuktikan dengan pencapaian di masa lalu, tetapi juga ditunjukkan dari cara mereka menjawab berbagai pertanyaan terbuka.
      “Kami menyukai orang-orang yang strategis dan bisa melihat sebuah gambaran yang besar, serta menyukai sesuatu yang detail,” jelas Jassy.
      Menjadi penting bagi pekerja untuk peduli dengan tujuan tim dan perusahaan. Artinya, mereka bisa menempatkan tujuan tersebut di atas tujuan pribadi.
      Jassy mengungkapkan bahwa gelar sarjana yang dimiliki pelamar bukan menjadi penentu kesuksesan dalam berkarier. Amazon menyambut semua orang dari berbagai latar belakang pendidikan untuk bergabung bersama perusahaan.
    • By Forzaken_DT
      Jack Dorsey yang tak lain adalah CEO dari Twitter memanfaatkan browser mesin pencarian untuk berselancar di internet. Namun yang dipakai bukanlah Google, melainkan DuckDuckGo. Hah, apa itu?
      Fakta itu ia beberkan dalam cuitan di akun Twitter miliknya @jack. Hal ini juga berbanding terbalik sebagian masyarakat yang lebih memilih Google dalam mencari informasi di dunia maya.
      "Saya suka @DuckDuckGo sebagai mesin pencari default untuk saat ini. Aplikasi ini bahkan lebih baik," kicaunya.
      Pendiri media sosial berlogo burung ini diketahui memasang DuckDuckGo sebagai mesin pencari informasi default di ponselnya. Melihat cuitan bos Twitter tersebut, DuckDuckGo langsung meresponnya dengan nada bahagia.
      Lalu, siapa DuckDuckGo? Diketahui, DuckDuckGo merupakan mesin pencari yang didirikan pada 2008. Tempat kelahirannya sama dengan Google, yakni berasal dari Amerika Serikat juga.
      DuckDuckGo hadir sebagai mesin pencari yang memprioritaskan privasi penggunanya. Mereka mengklaim tidak menjual data penggunanya.
      Ini bukan pertama kalinya Dorsey 'menyenggol' sejumlah perusahaan teknologi. Sebelumnya, pria 43 tahun itu pernah memposting tweet yang mengejek perubahaan Facebook.
      "Twitter ... from TWITTER," tulisnya.
      Tweet tersebut meledek Facebook yang melakukan perubahaan di sejumlah layanan, seperti menempelkan embel-embel Facebook pada layanan WhatsApp dan Instagram.
    • By c0d1ng
      CEO LeEco, Jia Yueting, telah memutuskan mengundurkan diri (resign). Langkah ini ditempuh terhitung setelah satu bulan LeEco membatalkan tawaran USD2 miliar untuk membeli produsen TV Amerika Serikat, Vizio.
      Resign-nya Jia Yueting diumumkan di bursa saham, seperti dilaporkan Reuters. Meski resign, Jia akan mempertahankan posisinya sebagai pimpinan di perusahaan yang menaungi LeEco, Leshi Internet Information & Technology Corp.
      Posisi CEO LeEco akan digantikan oleh Liang Jun, mantan eksekutif Lenovo yang telah bekerja di LeEco selama lima tahun.  Menurutnya, pergantian CEO ini akan memberi dampak yang baik bagi perusahaan karena pemimpin memiliki waktu sepenuhnya untuk LeEco.
      “Ini akan membuka gerbang bagi tim yang kuat yang dapat mengelola perusahaan dengan lebih baik,” katanya.
      Sebagai bagian dari perubahan kepemimpinan, LeEco juga menggantikan CFO Yang Lijie dengan CFO China Zhang Wei. Perubahan kepemimpinan ini kemungkinan merupakan upaya perusahaan untuk memulihkan bisnisnya.
      Tak hanya perubahan struktur kepemimpinan, China Business Journal melaporkan bahwa pada awal pekan ini LeEco tengah mempersiapkan PHK dengan jumlah besar pada beberapa unit bisnisnya. Anak perusahaan AS LeEco kabarnya akan melakukan PHK karyawan hingga 30%.
      LeEco belakangan dikabarkan memiliki banyak masalah. Hal tersebut mencuat karena menyusutnya pertumbuhan perusahaan secara agresif.
    • By c0d1ng
      Produk yang mengandung antimikroba Triclosan telah digunakan sejak 1964, diklaim menjadi salah satu dari 10 pencemaran lingkungan teratas di sungai negara bagian Amerika Serikat, Nevada. Akibatnya, produk tersebut dapat mengganggu sistem endokrin margasatwa dan menyebabkan efek toksik terhadap reproduksi dan perkembangannya.
      Sebuah studi baru di University of Nevada, telah menemukan cara potensial untuk mengurangi adanya antimikroba yang juga terkait dengan masalah resistensi antibiotik.
      "Hasilnya menjanjikan bahwa kita mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana triklosan terdegradasi di lingkungan alami, dan berpotensi menemukan cara untuk menghilangkan kontaminan dari lingkungan dan dalam jangka panjang melawan masalah resistensi antibiotik," kata Yu Frank Yang, Asisten profesor teknik lingkungan di Universitas Nevada dikutip dari Eurekalert.
      Triclosan biasanya digunakan untuk hal-hal seperti pembersih tangan, deterjen, sabun dan cat, yang dapat terdegradasi lebih cepat di lingkungan melalui proses kombinasi bakteri pengurang logam dan bahan organik alami.
      Tim yang menguji matriks dari bakteri strain yang dicampur dengan bahan organik untuk mengetahui kondisi triclosan yang terdegradasi paling cepat. Para peneliti juga menemukan sebuah campuran yang mengurangi waktu penyebaran triclosan menjadi sekira 10 jam.
      Hasil keseluruhan ditentukan oleh konsentrasi bahan organik aktivitas mikroba dan kimia air. Penelitian tersebut masih memerlukan studi dan pengembangan lebih lanjut, terlebih faktor biaya yang dibutuhkan juga tak sedikit.
      Sebagai informasi, Yang dan timnya telah mempresentasikan proyek ini dan pekerjaan lainnya dalam sembilan presentasi di pertemuan musim semi American Chemical Society di San Francisco, California pada awal April.
    • Guest bitcoinnews
      By Guest bitcoinnews
      Meskipun pendapatan Twitter tak begitu baik di kuartal terakhir, Co-Founder dan CEO Twitter, Jack Dorsey, terus percaya pada perusahaan. Selama rentang waktu dua hari, ia membeli 425,000 saham harga hampir USD7 juta.
      Dorsey membeli lebih banyak saham tentu sikap simbolis, yang dimaksudkan untuk menunjukkan investor bahwa masih ada potensi di sebuah perusahaan yang telah diserang oleh kritikus. Sejak datang kembali untuk menjalankan perusahaan yang ia dirikan, Dorsey berjanji bahwa itu akan dirampingkan dan mendirikan prioritas baru.
      Namun, saham Twitter belum benar-benar naik di bawah kepemipinannya, bahkan saat timnya telah meluncurkan produk dan fitur baru. Tetapi, pendapatan kuartal keempat hasilnya tidak begitu baik untuk perusahaan karena melihat pertumbuhan pengguna yang biasa saja.
      Di sisi lain, pada 2015, Dorsey mengumumkan ia akan memberikan sepertiga saham untuk kolam ekuitas karyawan Twitter dengan maksud menginvestasikan kembali tepat kepada orangnya.
×
×
  • Create New...