Jump to content

Mahasiswa Tidak Lagi Kuliah Karena Pendidikan


ThinkSmart

Recommended Posts

post-168-0-59906100-1430002944.jpg

 

Waktu itu saya pernah di tanya oleh adik tingkat saya yang baru saja masuk di Universitas saya. Dia bertanya, "Kak, prospek kerja jurusan kita apa ya?". Saya dengan gampang menjawab "saya tidak tahu". Jujur saja, saya kuliah bukan karena ingin mencari kerja, atau sengaja mengambil jurusan saya saat ini sebagai batu loncatan saya dalam mencari kerja. Saya kuliah karena saya ingin kuliah. Hanya ingin mencari pengalaman.

 

Banyak orang beranggapan bahwa kuliah itu semacam alat untuk mempermudah mereka dalam mencari pekerjaan, agar mereka bisa mengalahkan mereka yang tidak kuliah. Hal semacam itu memang tidak dapat disalahkan. Karena memang banyak perusahaan saat ini menggunakan standar pendidikan, yang bahkan minimal S1. Tentu saja orang berbondong-bondong untuk kuliah karena mengejar pekerjaan, karena takut tidak bisa bersaing dengan mereka yang telah berpendidikan lebih tinggi.

 

Pada akhirnya pendidikan hanya sebagai alat untuk mempermudah mereka saja, tanpa memahami makna dan manfaat sebenarnya dari pendidikan tersebut. Padahal pada zaman dahulu, saat pendidikan sangat susah untuk diperoleh, pendidikan merupakan sarana untuk mendapatkan ilmu. Orang-orang berusaha untuk mendapatkan pendidikan agar tidak tertinggal, dari mereka yang telah mendahului mereka dalam mendapatkan pendidikan.

   

Contohnya saja, para nenek moyang kita, pada saat zaman penjajahan Belanda, berjuang dengan susah payah untuk bisa bersekolah di sekolah-sekolah para kolonial Belanda. Mereka tidak dituntut untuk mendapatkan pendidikan agar dapat bekerja. Tapi sebagian besar dari mereka mencari pendidikan untuk sekedar memuaskan rasa ingin tahu. Memang pada saat itu belum ada standar minimum pendidikan untuk melamar pekerjaan. Namun tetap saja, mereka kan belajar atas kemauan mereka sendiri, tanpa ada tuntutan apapun.

 

Saya secara pribadi pun menempuh pendidikan saya sampai saat ini hanya karena "rasa ingin tahu" saya yang begitu besar. Saya hanya belajar karena saya ingin tahu. Apapun itu. Saya bahkan tidak pernah memikirkan kemana saya nanti akan bekerja (mohon jangan ditiru). Saya hanya memikirkan sejauh mana pendidikan tersebut dapat memuaskan rasa ingin tahu saya.

 

Kalau ditanya mengapa saya mengambil jurusan saya saat ini (yaitu Sosiologi), jawabnya "Saya Tidak Tahu". Saya hanya sekedar ingin mencari pengalaman, mendapatkan pendidikan, mendapatkan teman, membentuk kepribadian, hidup mandiri, dan lain-lain, yang meurut saya itu lebih penting dari pada merisaukan kemana, atau seperti apa, pekerjaan yang akan kita dapat dari kuliah tersebut.

 

Saya yakin, meskipun saya tidak melakukan penelitian secara langsung, 80% mahasiswa saat ini, atau bahkan di Kampus saya, lebih merisaukan ke mana pendidikan mereka itu dapat membantu mereka dalam mendapatkan pekerjaan, daripada merisaukan mampukah saya memiliki pengetahuan lebih banyak lagi.

 

Orang yang berada di pihak yang menempuh pendidikan untuk mendapatkan pekerjaan akan membela diri seperti ini, "Kita kan butuh pendidikan minimal S1 untuk mendapatkan pekerjaan yang layak, agar bisa mendapat penghasilan tetap, dan tentunya akan hidup bahagia dengan kecukupan tersebut, tentu saja pendidikan itu untuk mendapat pekerjaan, jangan munafik-lah". Saya mengakui bahwa pindidikan memang alat untuk mendapatkan penghidupan yang lebih baik. Namun bukan berarti itulah inti dari manfaat pendidikan. Masih sangat banyak manfaat yang bisa kita ambil dari pendidikan tersebut, jurusan apapun yang anda ambil.

 

Pendidikan itu gunanya untuk memberi kita pengetahuan dari apa yang belum kita ketahui, yang menurut saya itu lebih penting dari pada merisaukan nilai yang diperoleh. Saya tidak memaksa anda yang membaca ini untuk mengubah pikiran anda tentang pendidikan. Tapi saya hanya mengingatkan, bahwa

 

Pendidikan itu lebih dari sekedar alat untuk mendapatkan uang, namun lebih dari itu, pendidikan bisa membuka pikiran kita dari ketidak tahuan kita mengenai apapun yang terjadi di dunia ini, agar kita tidak menjadi orang yang buta di tengah keluasan dan ketidak terbatasan pengetahuan di dunia ini.

 

Kalau masalah pekerjaan, itu tergantung dari anda bisa atau tidaknya menggunakan dan memanfaatkan pengetahuan yang telah diperoleh untuk mendapatkan pekerjaan yang kita inginkan.

Link to comment
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
  • Similar Content

    • By peter_hutomo
      Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) naik daun karena kisah horor yang beredar di dunia maya. Kejadian serupa juga dialami mahasiswa Universitas Gunung Jati (UGJ) Cirebon pada 2018 lalu.
      Fani, salah seorang peserta KKN mengaku tak akan melupakan kejadian mengerikan itu. Fani mengatakan, saat sudah diterjunkan ke desa tersebut, Fani ditunjukkan dua rumah untuk disewa.
      "Rumah pertama untuk mahasiswa laki-laki dekat balai desa tapi yang perempuan jaraknya jauh dari rumah warga," kata dia.
      Rumah yang ditempati Fani dikelilingi pohon bambu. Tapi, program pengabdian ke masyarakat itu punya bumbu misteri, kala seorang peserta KKN bernama Lastri (bukan nama sebenarnya), tiba-tiba kerap melakukan aktivitas yang aneh.
      Berkaca di Cermin Besar
      Lastri kerap memakan bunga melati. Dia juga minum botol air khusus.
      "Kami sempat mencari tahu tentang Lastri setelah minggu kedua kami diberi tahu kalau air itu diberi keluarganya karena diyakini punya khasiat apa gitu. Kami tetap positif saja karena yang penting kegiatan KKN mahasiswa Cirebon ini lancar," ujar dia.
      Tapi, tingkah Lastri semakin mencurigakan. Wanita itu cenderung suka menyendiri dan berkaca di cermin besar.
      Pada pekan ketiga KKN, Fani mengaku, tingkah laku Lastri terlihat lebih berbeda. Saat Kamis, malam Jumat Kliwon menjelang maghrib, Lastri tiba-tiba mandi dan keramas.
      "Setelah Lastri mandi, saya bersama kawan lain di ruang tengah bersiap untuk salat maghrib. Nah, Lastri setelah keluar dari kamar mandi langsung menuju kamar yang biasanya dijadikan tempat untuk berkaca," ujar dia.
      Tak Lazim
      Saat itu, pintu kamar yang digunakan Lastri dalam kondisi sunyi seperti tidak ada aktivitas di dalamnya. Fani bersama dua teman lainnya berinisiatif menghampiri kamar tersebut untuk memastikan keberadaan Lastri.
      "Saya buka pintu pelan-pelan melihat Lastri sedang duduk di depan kaca sambil membelai rambutnya tanpa suara dan pandangannya kosong," kata dia.
      Tidak lama kemudian, Lasti mengalami aktivitas aneh yang diduga kerasukan. Setelah kedatangan kelompok KKN laki-laki dan pihak desa, Lasti disembuhkan.
      "Kalau kata Pak Kiai desa bilangnya kejadian ini berawal dari Lastri yang punya kebiasaan tak lazim sehingga mengundang makhluk halus hadir di rumah yang kami sewa ini," ujar dia.
      Usai pulih, Lastri bersama kedua temannya diantarkan pulang untuk mendapat perawatan dari keluarga mereka.
    • By paimin
      Pengumuman Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) akan dilakukan mulai hari ini pada pukul 17.00 WIB melalui laman http://pengumuman.snmptn.ac.id/.
      "Kami mohon bagi peserta yang lulus seleksi untuk mencermati dan mentaati pengumuman resmi yang dikeluarkan oleh masing-masing PTN, terutama dengan ketentuan persyaratan penerimaan juga jadwal dan tempat jadwal ulang (registrasi) 2018," kata Sekretaris Panitia SNMPTN 2018 Joni Hermana, di Jakarta pada Selasa, 17 April 2018.
      Selain itu, registrasi calon mahasiswa yang lulus seleksi PTN dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan ujian tulis Seleksi Bersama Masuk PTN (SBMPTN). Registrasi atau pendaftaran ulang di PTN masing-masing dijadwalkan pada 8 Mei 2018. Di hari yang sama, ujian SBMPTN dilakukan.
      Tujuannya, kata Joni, agar siswa yang lulus SNMPTN tidak lagi mengikuti SBMPTN sehingga bisa memberi kesempatan bagi siswa lain untuk diterima di PTN. SNMPTN merupakan jalur masuk perguruan tinggi negeri (PTN) melalui jalur nilai rapor. Sedangkan SBMPTN dilakukan dengan sistem ujian.
      Joni menginformasikan bagi siswa yang ingin melihat hasil SNMPTN bisa masuk melalui laman pengumuman.snmptn.ac.id Masukkan nomor pendaftaran pada kolom yang telah disediakan. Selanjutnya masukkan tanggal lahir. Baru kemudian klik tombol lihat hasil seleksi," ujarnya.
      Selain itu, pengumuman bisa diakses melalui laman resmi PTN seperti http://snmptn.itb.ac.id, http://snmptn.ui.ac.id, http://snmptn.ugm.ac.id, http://snmptn.ipb.ac.id, http://snmptn.its.ac.id, http://snmptn.unair.ac.id, ttp://snmptn.undip.ac.id, http://snmptn.unsri.ac.id, http://snmptn.untan.ac.id, http://snmptn.unhas.ac.id, http://snmptn.unand.ac.id, dan http://snmptn.unsyiah.ac.id.
      Sumber: https://id.crowdvoice.com/posts/hasil-snmptn-2018-akan-diumumkan-mulai-sore-ini-2KtZ

    • By celestyn
      Menanamkan pelajaran pada anak agar sifat dan sikap mereka terbentuk secara sempurna ternyata bukan tugas mudah. Orangtua harus tahu bagaimana cara mendidik anak yang baik serta benar. Termasuk di antaranya adalah apa saja nilai-nilai yang harus ditanamkan pada anak agar terus terbawa hingga dewasa. Berikut adalah beberapa cara yang bisa diterapkan.
      Pertama, ajarkan kemandirian serta tanggung jawab sejak dini. Orangtua umumnya akan memiliki rasa khawatir yang berlebihan terhadap anaknya. Jangan lagi merasa khawatir berlebihan dan bersikap over protektif. Ajari anak untuk mengetahui benda apa saja yang menjadi miliknya serta merapikannya kembali setelah bermain. Ajarkan anak juga untuk mempersiapkan barang-barang kebutuhan sebelum berangkat sekolah. Orangtua juga dapat memberi uang saku serta mengajari anak untuk menabung.
      Kedua, ajarkan pada anak juga agar memiliki rasa ingin tahu. Jawab setiap pertanyaan anak mengenai benda yang baru dilihat di sekitarnya. Hindari memberikan jawaban tidak tahu dan apabila anak tidak suka bertanya, berikan umpan terkait benda-benda atau makhluk hidup yang ada di sekitarnya.
      Cara mendidik anak yang baik selanjutnya adalah dengan menumbuhkan kemampuan anak dalam memberi pendapat. Jangan acuh terhadap pendapat anak karena akan membuat anak menjadi minder serta tidak berani dalam menyampaikan pendapatnya. Berikan respon saat anak memberi pendapat dan berikan juga pujian positif.
      Keempat, ajarkan anak agar memiliki rasa sosial serta empati pada orang lain atau kejadian di sekitarnya. Di antaranya, orangtua dapat mengajari anak untuk memberi kepada mereka yang membutuhkan dan berikan penjelasan terkait tindakan tersebut.
      Terakhir, berilah contoh yang baik pada anak. Orangtua tidak hanya memberi arahan namun juga contoh nyata agar anak dapat meniru perbuatan baik yang dilakukan orangtua.
      Demikian adalah beberapa cara mendidik anak yang baik. Untuk semakin meningkatkan pengetahuan orangtua terkait bagaimana mendidik anak, kini tersedia program Wyeth Parenting Club yang diadakan oleh Wyeth. Wyeth sendiri merupakan perusahaan yang memproduksi susu khusus anak-anak serta produk kesehatan lainnya.
    • By celestyn
      Apabila seseorang menyebutkan tentang pendidikan anak usia dini dalam Islam, mungkin pemikiran kita akan tertuju pada sebuah pendidikan yang keras. Namun, sangat jauh berbeda karena pendidikan dalam Islam merupakan pendidikan yang sangat pas sesuai dengan porsi dan aturannya. Lalu, apa saja yang terdapat dalam hal tersbut?

      Pendidikan anak usia dini dalam Islam meliputi banyak hal. Beberapa hal tentang pendidikan anak dalam Islam ini meliputi beberapa hal. Hal-hal dibawah ini tentunya tercantum dalam Quran Surat At-Tahrim ayat 6. Lalu apa saja bentuk pendidikannya? Pendidikan pertama, merupakan pendidikan dalam beribadah.
      Begitulah yang dimaksud dengan pendidikan anak usia dini dalam Islam. Memang tidak mudah, namun semuanya juga tidak sulit karena Islam sudah memberikan porsinya dengan pas dan teratur. Apabila anda seorang yang sibuk, tidak perlu khawatir karena ini pengetahuan cara mendidik anak dengan baik dan benar kini sudah terangkum pada Wyeth Parenting Club. Wyeth Parenting Club ini kita dapat mengetahui tips dan trick mengenai pendidikan anak usia dini. Dalam klub ini, juga terdapat berbagai fitur dalam sebuah web yang memudahkan kita dalam pengasuhan anak. Selain itu, kita tidak perlu repot-repot menuju lokasi parenting club ini, karena parenting club ini bisa kita dapatkan melalui smartphone kita. Cukup sekali klik dan semuanya akan terlihat. Selamat mencoba cara mendidik buah hati melalui cara baru yang lebih modern pada link berikut :
      https://www.parentingclub.co.id/smart-stories/alasan-si-kecil-perlu-mendapatkan-pendidikan-anak-usia-dini
    • Guest News
      By Guest News
      Di berbagai universitas di AS, jumlah mahasisiwi jurusan informatika kurang dari 20 persen dibanding mahasiswanya. Namun tidak demikian di Universitas Harvey Mudd, Los Angeles, kaena lebih dari separuh mahasiswa jurusan informatika yang lulus tahun lalu adalah perempuan. Simak dalam liputan berikut.
       
       
×
×
  • Create New...