Jump to content
  • Kemerdekaan indonesia 74
  • Kemerdekaan indonesia 74
  • Kemerdekaan indonesia 74
PusatInformasi

Mantan Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon Bisa Jadi Tersangka Dugaan Korupsi BOS

Recommended Posts

Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Sat Reskrim Polres Cirebon Kota terus meminta keterangan sejumlah saksi terkait dugaan tindak pidana korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) TA 2013-2014 dan tidak lama lagi perkara itu segera naik ke tahap penyidikan.

 

Kepala Polres Cirebon Kota, AKBP Dani Kustoni melalui Kepala Sat Reskrim Polres Cirebon Kota, AKP Hidayatullah mengatakan penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi pada dana BOS, dapat bukti-bukti dan fakta-fakta, sehingga bisa segera ditingkatkan ke tahap penyidikan.

 

"Penyelidikkannya sudah hampir sempurna. Bukti-bukti dan fakta-fakta sudah hampir 80 persen rampung. Ditargetkan 1 atau 2 bulan kedepan naik ke tahap penyidikan," kata AKP Hidayatullah melalui pesan singkat kepada RMOLJabar, Kamis (9/4) malam.

 

Satu dari sekian saksi dimintai keterangan, kata Kasat, adalah mantan Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Anwar Sanusi. Apakah Anwar Sanusi bisa jadi tersangka? "Segala kemungkinan bisa terjadi. Jika memenuhi unsur, baru dinaikkan statusnya menjadi tersangka," kata Kasat.

 

Mantan Kepala Sat Reskrim Polres Bengkulu Utara itu menjelaskan berapa orang yang jadi tersangka BOS, nanti akan diketahui setelah ekspos. "Kita lihat setelah ekspos. Ada beberapa saksi yang ditingkatkan statusnya. (Yang jelas) lebih dari 1 tersangka," kata Kasat.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...

  • Similar Content

    • By jurnal_korupsi
      Proses pembelian 5.225 unit komputer oleh Bagian Pengelolaan Aset Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya disorot masyarakat.
      Karena pembelian komputer oleh instansi pemerintah seharusnya proses pengadaannya wajib dilaksanakan secara e-katalog, sebagaimana diatur oleh LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan barang Jasa Pemerintah) yang sudah ditampilkan secara online.
      Dengan mekanisme pembelian secara e-katalog yang diatur LKPP ini, instansi pemerintah bisa mendapat barang yang berkualitas dengan harga yang jauh lebih murah serta untuk menghindari terjadinya markup harga, rekayasa, kolusi, korupsi dll
      Oleh Karenanya FKKS - Forum Komunikasi Komite Sekolah mempertanyakan, kenapa pembelian komputer senilai total Rp. 52 milyar itu tidak dilakukan secara e-katalog, tapi dilakukan dengan cara pelelangan dan bahkan dengan cara lelang cepat, dimana dengan itu data persyaratan, harga penawaran & peserta pengadaan yang menjadi penyedia, barang di LPSE Surabaya dengan kode lelang 7303010 , tidak bisa diakses/diketahui oleh publik?
      Bahkan, menurut FKKS, pelaksanaan lelang untuk pengadaan komputer itu terkesan dilaksanakan untuk menghindari pelaksanaan pengadaan melalui cara e-katalog yang ada pada system LKPP.
      Anggota FKKS, Yudo Anggodo menyatakan, indikasi mensiasati agar tidak melakukan pengadaan secara e-katalog ini terlihat bahwa lelang pengadaan komputer ini terkesan sengaja dilakukan ketika melihat peluang saat system e-katalog untuk produk komputer di LKPP sedang di-upgrade/ diperbaharui. Dimana proses pengadaan dengan cara lelang itu dilaksanakan  tanggal 02 Februari 2018 sampai dengan tanggal 05 Februarti 2018.
      "Padahal saat system e-katalog untuk produk komputer  di LKPP itu sedang di-upgrade, sudah ada pengumuman dalam situs LKPP tersebut  bahwa untuk e-katalog (online shop) untuk produk komputer sudah bisa dipakai kembali pada tangga 17 Februari 2018", kata Yudo
      "Kenapa tidak menunggu hanya beberapa hari sehingga terkesan terburu2 memanfaatkan waktu luang sekian hari saat system e-katalog di LKPP sedang upgrade. Situasi itu tampaknya malah dipakai alasan untuk melaksanakan pengadaan komputer dengan system lelang dan tidak melalui cara pembelian e-katalog? Dan kenapa tidak melalui lelang biasa yang info bisa diketahui publik, kok memakai cara lelang cepat yang info detailnya di situs LPSE Surabaya tidak bisa diakses/ diketahui publik", ujarnya 

      Apalagi kemudian diketahui, bahwa persyaratan, spesifikasi dll untuk bisa menjadi penyedia barang dalam lelang pengadaan komputer itu terkesan dibuat sangat sulit, dan berpeluang membuat situasi yang bisa menimbulkan anggapan adanya rekayasa bahwa hanya pengusaha tertentu saja yang bisa menjadi penyedia barang.
      "Jika kualitas komputer serta spesifikasinya kalah bagus, dan pembelian dengan cara lelang pengadaan ini ternyata harganya jauh lebih mahal dibanding harga, jika proses pembelian melalui e-katalog di LKPP, apa ini nantinya tidak bermasalah dalam hukum?",  tutur Yudo
      Sebagaimana diketahui, kota Surabaya, pada tahun 2018 ini mengalokasikan dana sebesar Rp. 52 milyar untuk pembelian komputer dan perlengkapannya, dimana rencananya sebanyak 5255 tersebut akan dibagikan kepada SD dan SMP negeri yang kekurangan peralatan
      Untuk SD keperluannya meliputi pemenuhan laboratorium, ruang guru dan ruang tata usaha. Sedangkan di jenjang SMP komputer diberikan untuk melengkapi laboratorium, ruang guru dan keperluan ujian nasional berbasis komputer (UNBK).
      Menurut FKKS, karena untuk keperluan dan dibagikan ke sekolah-sekolah di Surabaya, bukankah biasanya pembelian komputer itu dilakukan oleh Dinas Pendidikan? Karena Dinas Pendidikan lebih tahu kebutuhan sekolah. Dan selama ini pembelian komputer untuk keperluan sekolah dan peningkatan mutu proses belajar mengajar,  dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan atau langsung oleh sekolah melalui proses pembelian e-katalog di LKPP.
      Maka tampak janggal ketika dana untuk peningkatan mutu pendidikan dalam hal ini pembelian komputer dikelola oleh Bagian Pengelolan Aset Pemkot Surabaya dan Dinas Pendidikan hanya bertugas membagikan komputer ke sekolah2. Apalagi kemudian proses pembelian tersebut terkesan adanya rekayasa untuk menghindari pengadaan melalui proses e-katalog di LKPP
      Jika proses pembelian komputer senilai Rp. 52 milyar ini dikemudian hari menimbulkan persoalan hukum yang berindikasi adanya dugaan korupsi, tentunya hal ini bisa mencoreng kinerja pemkot Surabaya. Apalagi Noer Oemarijati Kepala Bagian Pengelolaan Aset Pemkot Surabaya, dikenal sebagai orang yang paling dipercaya oleh walikota Tri Rismaharini.
    • Guest News
      By Guest News
      Pihak koroner atau dokter forensik di Los Angeles memastikan salah satu saksi kasus korupsi E-KTP Johannes Marliem meninggal dunia akibat bunuh diri di kediamannya di California, AS. Menurut petugas koroner, jenazah Johannes Marliem masih berada di kamar jenazah menunggu klaim dari pihak keluarga.
       
    • By berita_semua
      Warga sekitar tempat tinggal Novel Baswedan mengaku tak asing dengan kehadiran sosok mencurigakan yang kerap mondar-mandir belakangan ini sebelum penyiraman air keras ke wajah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu. Dua pria bersepeda motor matic itu tak sekali terpantau warga sedang duduk-duduk dekat tempat kejadian perkara.
      "Satu orang kurus tinggi berdiri di samping motor. Motornya matic warna hitam. Dia pakai jaket kulit hitam dan pakai helm full face," kata Eko Julianto (26) warga yang ikut dipanggil menjadi saksi oleh polisi kepada awak media di Masjid Al Ihsan, Jalan Deposito, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (11/4/2017).
      Dia juga mengaku hafal dengan ciri-ciri satu orang lainnya.
      "Kalau satu lagi itu gede, dia duduk di bangku keramik dekat masjid. Motornya terparkir ke arah rumah Novel. Dia enggak pakai helm, mukanya asing, perawakan besar sedang, rambutnya ikal berwarna kemerahan," Eko menjelaskan.
      Namun, belum ada keterangan resmi terkait ciri dan identitas pelaku dari kepolisian. Polisi masih mendalami keterangan saksi, serta bukti lain seperti rekaman CCTV.
      Di rumah Novel Baswedan, beberapa anggota kepolisian dari Satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Utara keluar dari kediaman mantan anggota Polri itu di Jalan Deposito Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Terlihat 6 polisi membawa laptop, printer, dan sebundel berkas.
      Saat ditanya apakah alat-alat yang dibawa terkait dengan pemeriksaan, Kasat Reskrim Polres Jakarta Utara AKBP Nasriadi menjelaskan sejumlah barang yang dibawa milik internal polisi dan bukan barang bukti.
      Nasriadi mengatakan hingga saat ini pihaknya telah memeriksa 14 orang saksi. Mereka yang diperiksa merupakan para saksi yang kebanyakan merupakan tetangga Novel Baswedan yang melihat insiden tersebut.
      "Saksi skitar 14 orang yang melihat dan ada di TKP tapi masih pendalaman," ucap Nasriadi.
       
    • By Supraman
      Sekarang ini lagi boomingnya korupsi e-KTP, sebelumnya 212 lah, atau demo ahok dipenjara. Sekarang kayaknya penistaan e-KTP deh. Gimana menurut jendral tentang masalah ini? Ini yang dirugikan kita semua loh ndral.
      Baca deh beritanya dari Kompas:
      Sumber: Kompas
      Miris, Indonesia masih banyak permainan kayak gini.
    • By santowijaya
      Waktu sudah menunjukkan sore hari menjelang pulang kantor. Tiba-tiba, bos datang dengan membawa setumpuk pekerjaan baru. Ha? Mau marah nggak bisa, kalau diam saja, bos semakin menunjak.
      Lantas apa yang harus dilakukan? Entahlah… Namun, pekerja wanita ini melakukan hal yang tak disangka-sangka dan tak biasa. Saat bos meletakkan setumpuk kerjaan baru, ia lalu melepas sepatunya dan mulai berjalan menjauh, tanpa kata-kata.
      Bos-nya pun bengong melihat sang pekerja wanita tersebut. Tiba-tiba, pekerja wanita itu berbalik arah sambil berlari menuju sang bos. Ia kemudian meloncat dan menendang tepat di muka sang bos. KEsal bukan kepalang akan seisi kantor tersebut, kemudian sang pekerja wanita mulai melakukan aksi kung fu-nya ke setiappekerja di kantor, tak tersisa.
      Ini dia video-nya:
       
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy