Jump to content
  • Our picks

    • Mengenal Pria Belanda yang jadi Penyebab Indonesia Dijajah
      Sejak dahulu kala, nusantara yang kala itu belum dikenal sebagai Indonesia merupakan salah satu kepulauan di belahan Timur yang terkenal menghasilkan rempah-rempah terbaik. Alhasil, orang-orang Eropa di benua barat pun merasa tertarik dan berusaha untuk mengunjunginya.
      • 0 balasan baru
    • 7 Alasan Lelaki Badboy Cenderung Digilai Para Wanita
      Badboy merupakan sebuah julukan bagi pria yang mempunyai kesan nakal dan urakan. Namun tidak semua cowok nakal itu buruk. Meskipun sebenarnya cowok dengan tipe ini lebih berpotensi untuk menjadi seorang playboy. Entah mengapa tipe pria seperti ini malah banyak yang menyukainya. Buktinya banyak dari mereka yang gampang mendapatkan hati wanita.
      • 0 balasan baru
    • Alasan Lelaki Berkumis Lebih Mudah Memikat
      Kumis merupakan sebuah anugerah yang diberikan Tuhan kepada para pria. Setiap lelaki yang beranjak remaja pasti ditumbuhi bulu halus di atas mulut atau yang biasa dikenal dengan kumis. Yah, kumis bagi sebagian lelaki bisa digunakan sebagai ciri khas dari dirinya. Sebab beda orang beda tipe kumisnya. Ada yang suka dengan kumis tebal, ada yang suka dengan kumis tipis, namun tidak sedikit pula yang tidak suka dengan kumis alias kumisnya selalu dicukur bersih.
      • 0 balasan baru
    • Budaya Jujur di Jepang Udah Diajari Sejak Dini
      Jepang adalah salah satu negara yang dipuji memiliki budaya jujur yang tinggi. Barang-barang yang hilang atau tertinggal di tempat umum akan dikembalikan kepada pemiliknya. Semua itu sudah diajarkan sejak dini di sekolah-sekolah Jepang.
      • 0 balasan baru
    • Hal Biasa Menurut Cowok Tapi Selalu Berhasil Bikin Cewek Baper
      Kata orang cowok berpikir menggunakan logika sedangkan cewek lebih mementingkan perasaan. Hal itu ada benarnya juga lho! Nah, dari sekian banyak hal yang dilakukan selama pacaran, ini dia hal-hal yang biasanya membuat cewek "gemes" tapi nggak berani bilang. Intip Yuk!
      • 0 balasan baru
Masuk untuk mengikuti ini  
Guest Metrotvnews

Penanganan Kasus Novel Baswedan kian Kabur

Recommended Posts

Guest Metrotvnews
Jakarta: Sembilan bulan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan belum juga menemui titik terang. Pernyataan Novel yang dari awal tidak yakin kepolisan akan bisa mengungkap pelaku kian terbukti.

Dalam diskusi bertajuk Penanganan Perkara Novel Baswedan di Indonesia Corruption Watch, Jumat, 12 Januari 2018 kemarin, kuasa hukum Novel, M Isnur, mengatakan kliennya sudah memberikan kode bahwa ada jenderal yang masuk kasusnya itu.

Menurut Isnur, selain itu, sketsa yang diterbitkan Polri menunjukkan sesuatu yang aneh. Hasil rilis sketsa wajah yang dikeluarkan tiga bulan seusai kejadian dan enam bulan seusai kejadian berbeda.

Seakan-akan terdapat empat pelaku, tetapi dalam pernyataan saksi hanya terdapat dua pelaku dalam insiden penyiraman. Bahkan seminggu sebelum terjadinya kasus penyiraman tersebut, mantan Kapolda Metro Jaya M Iriawan menawarkan perlindungan 24 jam pada Novel karena tahu dirinya saat itu akan mendapat ancaman.

"Melihat rangkaiannya sudah bisa dilihat polanya. Ada sidik jari di cangkir pelaku yang tertinggal, sebenarnya tidak susah. Tapi mengapa saat ini pengusutan seakan mandek pada sketsa wajah," kata Isnur.

Baca: Soal Kasus Novel, Polda Metro: Anggota Kita Masih di Lapangan

Isnur mengatakan, polisi seharusnya mampu dengan mudah mengusut kasus penyerangan Novel. Pasalnya, saat menangani kasus kematian di Pulomas, Jakarta Timur, dan pengungkapan teroris, Polri hanya membutuhkan waktu 1-3 hari.

Akademisi dari Fakultas Hukum Universitas Trisakti Fickar Hadjar menambahkan, kasus Novel tidak ditangani dengan sungguh-sungguh meskipun sudah melibatkan kepolisian Australia.

"Karena di waktu yang sama ada peristiwa dengan Direktur Penyidikan KPK dari kepolisian berkonflik dengan Novel. Ada indikator juga Novel menjadi otak KPK sehingga setiap apa yang diusut oleh KPK, Novel selalu yang paling dicari. Itu penyebab ketidaksungguhan penyelesaian kasus ini," Fickar menjelaskan.

Baca: Novel Dirawat di Singapura Hingga Tahun Depan

Anggota Divisi Hukim dan Monitoring Peradilan ICW Lalola Ester mengakui kasus Novela itu tidak bisa dipahami dan menimbulkan kecurigaan serta berpotensi konflik kepentingan.

"Kejadian sembilan bulan lalu ini seolah tidak ada harganya dan serta di-setting dilupakan begitu saja." ujar Lola. (Media Indonesia)

<iframe class="embedv" width="560" height="315" src="http://www.metrotvnews.com/embed/nbw3rdjb" allowfullscreen></iframe>

www.metrotvnews.com

Share this post


Link to post
Bagikan di situs lain

Buat akun atau masuk untuk berkomentar

Anda harus menjadi anggota untuk memberikan komentar

Buat sebuah akun

Mendaftar untuk account baru dalam komunitas kami. Mudah!

Daftarkan akun baru

Masuk

Sudah mempunyai akun? Masuk disini.

Masuk Sekarang
Masuk untuk mengikuti ini  

×

Important Information

Kami menggunakan cookie. Mereka tidak menakutkan, tetapi beberapa orang berpikir mereka. Terms of Use & Kebijakan Privasi